
"Dok, istri saya sakit apa ya?, Sedari pagi dia muntah-muntah terus, Dan juga pusing, "
Arya yang duduk di hadapan Dokter umum itu nampak tak tak sabar, Mereka mampir di sebuah Rumah sakit, Untuk memeriksakan keadaan Riri yang semakin lemas, Bahkan hanya untuk membuka mulut saja sudah sangat berat,
Sang dokter pun sejak tadi memperhatikan kondisi Riri, Dengan dugaan nya yang kemungkinan 90% itu adalah benar,
" Sabar Ya Pak, Saya periksa dulu, Bisa tolong di papah istrinya ke sini?," Pintanya,
Dokter Umum tersebut segera memeriksa Riri,Yang sudah berbaring di atas brangkar,
"Begini Pak,Bu, Tidak ada sakit yang serius, Ini hanya gejala umum yang di alami setiap ibu yang tengah hamil muda, " Jelas sang Dokter, Sembari memandang keduanya ,
" Untuk lebih detail nya lagi silahkan periksa ke Dokter Obgyn, Disna bisa langsung di USG Sebentar saya buatkan rujukan ya biar cepat" Jelas dokter Umum tersebut,
"Ha..hamil Dok?," Kaget Riri menoleh wajah suaminya yang duduk tepat di samping nya,
Tak jauh berbeda, Arya pun sangat kaget dengan hasil pemeriksaan dokter tersebut, benarkah?, Jika benar, Itu berarti keinginan Re akan terkabul,
"Mas…,Aku kok hamil lagi. Padahal kan Mas bilang sudah buang di luar?," Protes Riri kepada Suaminya, kepalanya semakin pening kala mengigat jika Eza baru 8 bulan, Masih sangat kecil dan sedang ingin di sayang-sayang oleh Mami nya, Dan kini akan memiliki adik,
" Maaf Sayang, Mungkin Mas lupa waktu itu, Jadi…,"
"Kasian Baby, Baru 7 bulan Mas,"
Riri sudah menitihkan air matanya saat ini, Bukan tidak suka atau gimana, Dirinya hanya merasa bersalah kepada bayi nya itu,
"Udah sayang nggak apa-apa, Baby pinter kok, Abang juga pinter, Banyak anak makin bagus, biar rumah kita rame nantinya,Kamu jangan stres ya sayang, "
Ucap Arya dengan merangkul bahu Riri, Mereka berjalan di lorong rumah sakit menuju loby dimana mobil mereka diparkir,
Setelah mereka menemui dokter Kandungan,
Setelah melakukan pemeriksaan dan juga USG Riri di nyatakan Positif Hamil dengan usia kandungan 5 minggu,
__ADS_1
.
"Ada apa Ar? Kenapa itu Maminya Re mukanya sembab begitu?,"
Tanya Nyonya Ranti yang merasa kaget saat melihat anak dan menantunyai keluar dari rumah sakit, Dengan Riri berwajah sembab,
" Em.. Itu Mah, Riri Hamil lagi, Udah 5 minggu, " Tukas Arya seraya menoleh kebelakang menatap wajah Mama nya yang membulatkan mata katena terkejut,
"Hamil..? Terus kenapa Mami Re menangis? Em…" Nyonya Ranti tidak bisa melanjutkan kata-katanya Takut salah dan menyinggung perasaan menantunya yang tengah sensitif itu,
Di lubuk hatinya yang paling dalam, Nyonya Ranti merasa bahagia akan bertambahnya Cucu, Masa tua nya tidak akan kesepian, Akan ada anak-anak Arya yang akan menemani dan juga menghibur nya nanti,
"Ehem…Nggak apa-apa Nak, Banyak anak, banyak Rezeki kata orang jaman dulu, Masa tua Mama nggak akan kesepian, Ada Cucu-cucu mama yang akan menghibur nanti, Jangan Bersedih Nak, Eza juga sudah besar, Tidak masalah jika dia memiliki adik di usianya yang sekarang ini,"
Nyonya Ranti hanya bisa memberinya dukungan dan juga semangat kepada menantu nya itu,
.
.
.
Aruna yang di pangku oleh Baby sitter nya kini menangis sesegukan, Saat melihat Mommy nya tak berdaya di bawa masuk oleh petugas medis kedalam Ruang UGD,
"Mommy akan segera bangun sayang, Nuna harus doain Mommy ya, Biar Mommy cepat sembuh, Dan bisa bermain lagi bersama Nuna nanti,".
Ujar sang Babysitter menenangkan Aruna, Gadis kecil yang sudah ia asuh sejak bayi, Restie jatuh pingsan saat mereka sedang bermain bersama Aruna,
Wanita itu beberapa bulan belakangan ini memang terlihat semakin tak baik-baik saja, Bahkan Restie kini tidak bekerja lagi, Dirinya hanya menemani dan juga bermin bersama Putrinya sepanjang hari,
Dia ingin menikmati sisa-sisa waktunya bersama putri kecil nya, Entah sampai kapan ia bisa bertahan, Dengan penyakit nya itu,
Rambut nya sudah mulai rontok, Dan kini telah ia pangkas pendek, Dia tidak punya siapa-siapa saat ini, Aruna Daniela, yang ia lahir kan dua tahun lalu itu adalah satu-satunya milik nya yang berharga di dunia ini,
Sekuat tenaga ia mencari uang dengan menjual tubuh nya, Demi menghidupi putri nya, Pernah bertemu Daniel beberapa bulan yang lalu, Namun dirinya tidak ingin menggangu kehidupan pria yang telah meninggalkan nya di saat-saat terpuruk nya itu,
__ADS_1
Restie sampai pindah kontrakan demi menghindari pria yang ingin menjalin komunikasi lagi dengan nya itu, Baginya kisah mereka sudah usai, Saat pria itu pergi meninggalkan nya tanpa kata,
" Mommy…, Hick… Mba.., Mommy pasti bangun kan Mba?, Mommy nggak akan ninggalin kita kan?,"
Aturan masih tergugu din pelukan pengasuh nya, Selama nini dirinya tidak pernah melihat Mommy nya sakit ataupun tidak sadarkan diri seperti hari ini,
"Shtt..,Mommy pasti akan bangun sayang, Kita berdoa sama-sama ya, Supaya Mommy Nuna segera bangun dari tidur nya,
Di tengah tangis kesedihan mereka, yang sedang menunggu di depan ruang UGD itu, Kini kedua nya dikagetkan dengan suara seseorang yang Asing,
" Aruna..?,"
Panggil Daniel, dengan nafas tersengal-sengal, karena berlari menyusuri lorong-lorongbRumah sakit itu demi mencari keberadaan wanita yang bia kasihi itu,
Setelah Pertemuannya untuk yang kedua kali nya di Mall beberapa bulan yang lalu, dan ia berhasil memaksa Restie agar mau ia antar pulang,
Namun beberapa hari berikut nya, Ia mendatangi kembali Rumah kontrakan sederhana itu, Restie telah pindah,
Bertanya kepada beberapa tetangganya oun tidak ada yang tahu, Kemana pindah nya Wanita itu,
Daniel menyadari satu hal, Wanita itu sengaja menghindarnya, Tak putus asa dirinya dengan cepat men gerak kan orang-orang nya untuk mencari tahu di keberadaan Restie dan juga ingin mencari tahu, jika gadis kecil itu adalah putrinya,
Ia bisa melihat kemiripan antara Dirinya dan juga Gadis kecil itu,
Hingga beberapa saat lalu ia mendapatkan info dari orang suruhan nya, dan berhasil mendapatkan alamat batu Restie, Dengan tak sabar nya, Dirinya dengan segera menuju ke Alamat sesuai informasi dari orang suruhan nya itu,
Namun betapa terkejut nya dirinya saat mengetahui dari Tetangga Restie jika wanita itu baru saja di larikan ke rumah sakit karena tak sadarkan diri,
"Aruna.., Dimana Mommy?," Tanya Daniel, yang kini telah berjongkok di depan Putrinya yang sedang menangis sesegukan,
" Maaf Tuan, Mba Restie ada di dalam, lagi di tangani oleh petugas medis, " Ucap sang Babysitter yang masih memeluk Aruna di pangkuan nya,
.
BERSAMBUNG……
__ADS_1
Jejak-jejak nya jangan lupa ya bestie, 😘😘😘