
Waktu terus berjalan hari berganti Minggu, Dan Minggu berganti bulan, Kini dua bulan sudah setelah kejadian kesalah pahaman itu,
Dan selama itu pula Danis tak pernah menghubungi nya, Bahkan status hubungan mereka kini tak jelas,
Selama dua bulan ini juga Riri sibuk mengurus Anak nya baby Re, yang semakin hari semakin pintar dan tak bisa diam, Banyak pola dan tingkahnya yang sering membuat Riri harus membesarkan rasa sabar nya
Di umurnya yang kini sudah hampir satu setengah tahun itu, Re semakin lancar berjalan nya, dengan keingin tahuan nya yang semakin meningkat,
Sedang Arya, Papi nya Re itu akhir-akhir ini dia sibuk. Katanya lagi ada proyek besar, Pembangunan Sebuah pusat perbelanjaan yang sekaligus merangkap sebagai objek rekreasi yang kekinian,
Kadang hanya seminggu sekali dia datang untuk bermain dengan Re,
Namun tetap Rutin mengirimkan pesan-pesan romantis kepada Riri yang hanya di baca tanpa niat membalas nya,
Hari-hari yang Riri lalui penuh dengan warna bersama dengan Baby Re, Re yang sudah bisa memanggil nya Mami, tanpa terbata, Re yang sudah bisa meminta jika menginginkan sesuatu, Dan menolak jika tidak dia sukai,
Siang itu Re sangat Rewel, Dia ingin bermain mandi bola, beberapa kali diaemdatangi Mami nya yang sedang sibuk di meja kerja nya, Untuk mengajak nya bermain,
" Mami..mandi bola..Mi.., " Kali ini rengekan nya di sertai dengan memeluk kedua kaki Riri yang menjulur di samping Meja kerja nya,
Riri menghela nafas nya dengan panjang, bayi montok nya ini sedari tadi terus merengek ingin main mandi bola,
" Re mau main mandi bola?" Riri meraih tubuh Re dan menduduk kan nya di atas meja menghadap nya,
" He,eh.. mandi bola.., " Re menjawab dengan mimik wajah yang menggemaskan,
Membuat Riri tak tahan karena gemes dan langsung menciuminya, Re tergelak dengan riang nya saat di perlakukan seperti itu oleh Mami nya,
" Ok ! Ayo baby kita ke Mall mandi bola! "
Mendengar hal itu membuat Re girang bukan main, dirinya sudah sangat bosan di rumah terus hampir sebulan ini, hanya bolak-balik antara Ruko dan Rumah,
" Ayo baby! Kita ajakin Onty Rina, Sekalian kita makan siang di luar, " Riri mengendong Re setelah menyampirkan Tas nya di bahu,
Kemudian turun ke lantai bawah,
" Mba Rina, Temenin Aku ke luar yuk, Baby mau mandi bola katanya, kalau sendiri suka kualahan aku, Baby suka lari-lari di Mall susah nangkep nya," Tukas Riri dengan terkekeh kecil,
" Ok, bentar Mba ambil tas dulu,
Baby bosan ya nggak ada Papi, pengen mandi bola? ya?" Rina menjawil pipi gembul Re yang sedang mengelayuti bahu Riri dengan gemes,
.
Setelah berkendara beberapa menit kini mereka telah tiba di sebuah Mall yang sangat ramai pengunjung yang beragam, Dari semua kalangan,
" Mba Rina kita makan dulu ya laper nih!, " Riri berucap dengan mengangkat tangan nya dan melihat jam yang sudah pukul 2 siang itu, Sudah lewat waktu makan siang,
__ADS_1
" Enak nya makan apa ya?," Lanjut Riri lagi, Meminta pendapat Rina,
" Boleh-boleh! Ayo!, Apa ya? " Rina berpikir sejenak, " Ah bagaimana kalau kita makan masakan Padang aja di lantai 3 Resto nya, Baby Re ada bekal nya kan? " Tukas Rina menoleh Riri menanti jawaban,
" Baby ada bekal nya, Aman, Ayo mba dengar nama masakan padang perut aku langsung bunyi, Apalagi ngebayangin ayam kremes nya dengan sambal ijo yang di cocol sama lalapan daun singkong, Uhh makin laper aku, "
Tukas Riri sambil Terkekeh-kekeh, Rina pun ikut terkekeh membenarkan perkataan Riri, Yang kini merasai perut nya ikut berbunyi, Saat mendegar untaian menu favorit mereka,
Trio R itu kini menaiki Tangga Eskalator untuk menuju lantai 3 dimana resto masakan Padang itu berada,
dan benar saja Setelah menunggu beberapa saat, kini Trio R itu sudah melingkari meja segi empat itu Dengan Re yang menduduki kursi khusus, Sepiring Ayam goreng kremes sudah tersaji di depan mereka, Tak lupa sambel Ijo serta lalapn daun singkong yang selalu menjadi Favorit kedua gadis itu,
" Mami..! mau itu, "
di tengah-tengah menikmati makan siang yang sudah lewat itu, Re merengek menunjuk bungkusan kerupuk yang berada di meja sebelah,
" Baby mau apa?, " Riri mengikuti arah telunjuk Re yang mengarah pada bungkusan kerupuk,
" Baby belom boleh makan yang begitu, Nanti batuk, makan pisang aja mau?," Riri mengangsurkan buah pisang Mouli yang sudah dia kupas kulit nya,
Namun alih-alih memakan nya, Setelah menerima buah itu dari tangan Mami nya Re malah melempar pisang tersebut sehingga mengenai seseorang yang tepat di belakang meja mereka, Yang baru saja duduk beberapa saat lalu dan masih menunggu pesanan nya di antar,
Dan lemparan pisang itu tepat mengenai jus yang baru di letakan seorang pelayan di hadapan wanita itu,
" Ya ampun!!! Baju aku jadi kotor!, " Suara pekikan seorang wanita yang terdengar sangat nyaring di ruangan itu,
Membuat Riri dan Rina saling pandang, " Ri keknya pisang tadi mengenai gelas minum mbak nya itu deh, " Tukas Rina ragu,
Detik berikut nya Riri berdiri dan berniat meminta maaf karena ulah anak nya itu,
" Maaf mba! Anak saya nggak sengaja melempar pisang itu! " Riri mengucapkan maaf dengan menagkupkan kedua tangan nya di depan dada,
Tanpa melihat wanita yang kini sudah memerah wajah nya, Dengan tangan terkepal,
" Ohh kamu rupanya! Nggak Ibu, nggak anak sama aja, Sama-sama kurang ajar! Nggak beretika, "
Riri yang mendengar perkataan wanita di depan nya itupun kaget dan segera mengangkat pandangan nya dan sedetik kemudian dia terkejut demi melihat wanita itu, yang ternyata adalah Kirana, Wanita yang pernah dia hajar tempo hari,
" Kenapa sayang?, Loh baju kamu kenapa kotor begini?"
Dan belum hilang rasa terkejut nya, Kini Riri kembali di kejutkan dengan kedatangan wanita parubaya yang dia kenali, Riri mengutuki dirinya sendiri kenapa harus bertemu dengan kedua wanita itu sih,
Sempit sekali dunia ini, Riri bukan nya takut, Ia hanya tak ingin Anak nya mendegar dan menyaksikan perkataan-perkataan mereka yang menyakitkan telinga dan hati itu,
" Ini Tante! Anak sialan itu melempar pisang dan mengenai minuman ku, Sehingga tumbah dan mengenai bajuku, Jadinya kotor Tan!,
Ibu sama anak nya sama-sama sialan emang, "
__ADS_1
Maki Kiran dengan mengibas-ngibaskan bajunya yang basah dan tidak nyaman,
Siska yang mendengar perkataan Kiran dengan nada kesal itu, tak urung menoleh kan kepalanya dan. Sedetik kemudian Wanita paruhbaya itu pun langsung mengeraskan rahang nya,
" Kamu!! Kamu sama anak haram kamu itu hobi sekali ya mengganggu ketenangan orang," Suara Siska yang nyaring itu membuat beberapa orang yang berada di ruangan itupun ikut menoleh dan memperhatikan mereka, Terutama Riri, Dirinya menjadi bahan bisik-bisik orang-orang yang telah melihat keributan yang terjadi sejak tadi itu,
" Maaf Tante, mba, Saya sudah minta maaf, Anak saya nggak sengaja ngelempar itu, Dia juga masih kecil belum tahu apa-apa, " Riri mengangkat wajah nya memandang Siska dan Kiran bergantian,
" Dan Sekali lagi saya katakan Anak saya itu bukan anak haram, Kalian tidak tahu apa-apa tentang hidup saya! Jadi tolong jaga ucapan kalian! "
Wajah Riri sudah mengeras saat lagi-lagi Anak nya yang tidak tahu apa-apa itu di katakan Anak Haram,
" Alah! Itukan katamu, Kalau dasarnya murahan ya tetap aja murahan, Punya anak nggak tahu Bapak nya yang mana, Anak jaman sekarang ya begini modelan nya, Kecil-kecil sudah pergaulan bebas, Apa kamu nggak pernah di didik sama orang tua kamu?, "
Darah Riri semakin mendidih saat mendegar rentetan perkataan Wanita yang dia ketahui sebagai Ibu dari Danis itu, Dan semakin murka kala Nama orang tuanya juga ikut di bawa-bawa, Apa salah kedua orang tua nya,
" Tante kalau ngomong di jaga ya! Jangan mentang-mentang Tante lebih tua dari saya, Tante kira saya takut hah! Mulut Tante itu udah keterlaluan!.."
" Riri!!, " Suara bariton yang sangat dia kenali itu tengah membentak nya,
" Kamu jangan kurang ajar sama Ibu aku! Nggak pantas kamu bersikap kasar ke gitu sama orang yang lebih Tua dari kamu, Tenyata kamu memang selalu bar-bar ya Nggak ada sopan-sopan nya sama orang Tua, " Ketus Danis,
Danis yang baru saja tiba di resto itupun kaget saat mendegar seseorang tengah membentak-bentak Ibu nya, Dan lebih kaget lagi saat mengenali suara seseorang itu,
" Kak Danis! Mereka duluan yang_ "
" Cukup! Aku nggak mau dengar alasan apa-apa lagi dari kamu, Cukup dengan apa yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, Dan mengakhiri hubungan kita adalah pilihan yang tepat, " Danis memotong perkataa. Riri yang ingin menjelaskan yang sebenar nya,
" Ayo Bu kita pindah ke tempat lain saja,"
Danis melewati Riri begitu saja,
Sedang Re yang mengenali Danis karena sering nya menghabiskan waktu bersama dengan pria itu bersama Mami nya, Terlihat menjulurkan kedua tangan nya meminta gendong, kepada Danis,
" Om!! Ndong! " Pekik Re Dengan polos, Tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi saat ini,
Danis yang melihat Re menjulurkan tangan kepada nya, Jangan kan menyapa, menoleh saja tidak, Dia berjalan begitu saja melewati Riri dan Re, Tanpa menghiraukan Re yang memanggilnya,
" Om! Ndoong Om, " Bayi gembul itu sudah memasang muka yang siap menangis, Dan memandang Mami nya,
" Baby! Sudah sayang, Yuk kita ke play ground, katanya mauandi bola! " Riri dengan cepat menormalkan mimik wajah nya, Dan mengalihkan Re dari rasa sedih nya,
Dan benar saja, Detik berikut nya bayi ganteng itu sudah kembali ceria, saat Mami nya menyebut mandi bola,
.
Bersambung...
__ADS_1
segitu dulu ya, Jangan lupa like dan komen nya ya reader tersayang,
Terima kasih yang masih setia dengan Novel ini, Othor sayang kalian semua🤗