
.
.
Di kota B.
Seorang wanita parubaya tengah menggerutu dengan makanan yang ada di depan nya,
Yang menurut nya sangat tidak layak bila di sajikan untuk dirinya,
Yang terbiasa dengan makanan mewah dan berkelas, Bukan malah makanan orang miskin yang di berikan kepada nya,
"Kenapa makanan yang mbak,yu masak cuma ini-ini saja sih?, Apa tidak bisa masak yang lain gitu, Bisa mati aku kalau di suguhkan makanan ini terus setiap hari!,"
Sungut nya jengkel, Tak tahu diri,
"Ti, disini itu beda sama di rumah kamu! Yang setiap hari makan daging, jadi kalau kamu keberatan dengan makanan kami ya udah ngak usah di makan, Gitu aja kok repot!
Sahut Yulastri istri dari Adimas Kakak kandung Ranti, Pasal nya selama 5 bulan ini adik ipar nya yang sombong itu Tengah di kembali kan oleh Suami nya, Brama Wiguna
sebagai hukuman sebab telah melakukan kesalahan dengan menganiaya Nisa yang tengah hamil besar, menantu nya sendiri,
Masih untung dia tidak di penjarakan oleh Riri,
Masih berbaik hati mau memaaf kan Nyonya Ranti demi Nama baik Tuan Wiguna,
Dan sebagai hukuman nya Tuan Wiguna telah menggembalikan nya kepada kakak kandung tertua nya di kota B,
Tujuan nya adalah agar bisa introfeksi diri, dan menyadari semua Perbutan nya,
Dengan mencabut semua fasilitas yang telah ia berikan selama ini, hanya di beri uang saku
ini cuma sup ayam dan tahu tempe, " Hina nya dengan muka di tekuk
"Kamu pikir berapa gaji suamiku Ti, begini saja aku udah bersyukur masih bisa makan masih bisa kasih sekolah Anak-anak ku tanpa meminta dan mengemis bantuan darimu,"
Tukas nya jengkel, Hampir setiap hari Ranti mengomentari makanan yang ia masak, Sudah tidak pernah membantu nya sama sekali dalam hal beberes rumah, tahu makan
saja tapi masih juga protes ini itu,
"Ya harus nya kamu dong yang pintar-pintar ngatur nya biar bisa membeli makanan yang bergizi, Lah ini aku liat nya aja udah eneg,"
__ADS_1
Yulastri yangvmendengar perkataan adik ipar nya itu sangat geram,
" Udah Ti, kamu itu harus nya berterima kasih kami masih mau menampung mu kembali kerumah ini makan gratis, Tahu beres aja ngak bisa ngerjain apa-apa,"
Yulastri sudah tak tahan lagi rasa nya menghadapi sifat sombong adik ipar nya ini,
" Seharus nya kamu itu sadar kenapa kamu di pulangkan oleh Suami mu! Kamu itu Sombong Ti, Kamu lupa dulu kamu seperti apa sebelum di nikahi Brama! " Lanjut nya lagi dengan Nafas kempang kempis,
" Kamu itu ibarat kacang lupa sama kulit nya, kamu lupa dari mana kamu berasal Ti!, " Tambah nya, Yulastri benar-benar berang dibuat nya,
Ranti yang mendengar perkataan Yulastri merasa sedikit tersentil sedikit banyak nya semua yang di katakan Kakak ipar nya itu ada benar nya,
Namun kembali lagi, Ego selalu mendominasi,
Bagi nya semua itu wajar saja, toh dia sombong juga karena dia memang mampu, Dia kaya, Begitu pikir nya,
"Lagian kenapa juga kang Adi dulu ngak mau Nerima tawaran mas Brama untuk di modali buka Usaha.Seperti yang lain, Kan ngak akan susah begini kalian, Ucap nya dengan muka di tekuk,
"Kalau begini kan kalian juga yang susah, Hanya bisa makan makanan murahan!, " Lanjut nya lagi enteng,
"Sudah Ti, kalau kamu mau makan ya silahkan, Kalau kamu anggap ini makanan murahan ya sana!, kamu cari sendiri makanan yang kamu inginkan, " Yulastri benar-benar jengkel dengan manusia tak tahu di untung ini,
" Astaga.. orang ini, pen tak guyur kepalanya pakem kuah Sup itu, "
Yulastri membatin jengkel, Demi melihat Ranti yang dengan lahap nya memakan sup ayam buatan nya itu, Tanpa rasa bersalah setelah menghina makanan yang ia buat,
Benar-benar manusia tak tahu diri,
.
.
"Mi..mi...hua...! ". Suara tangis baby Re menandakan jika bayi montok itu telah bangun dari tidur siang nya,
" Iya sayang Mami disini..!," Riri beranjak dari kursi kerja nya dan menghampiri Re yang berada di dalam kamar, Yang biasa mereka gunakan untuk beristirahat jika sedang berada di SDB, Untuk memeriksa laporan pembukuan Omset Toko,
Begitu Riri masuk kedalam kamar ternyata baby Re sudah berdiri di pagar pembatas Box nya, dengan muka baru bangun tidur nya yang menggemaskan, Dengan sisa-sisa air mata nya yang menggenang di Netra bulat nya,
"Oh sayang nya Mami sudah bangun! Sini sayang. hup," Riri segera menggendong bayi montok itu, dan membawa nya keluar dari kamar.
"Baby mau Susu? " Tunjuk Riri pada botol Dodot yang berada di atas meja, kini Riri mendudukan diri nya di atas sofa, dengan masih memangku baby Re,
__ADS_1
Yang menyandarkan kepala di dada nya seperti nya masih lemes karena baru bangun tidur,
Namun bayi montok itu tak bereaksi saat Riri menawari nya Susu, Yang malah mengeratkan dekapan tangan nya pada Riri.
Tok! tok! tok!
Suara ketukan di pintu membuat nya menoleh seraya menyuruh seseorang yang mengetuk pintu tersebut untuk masuk,
" Halo! ponakan Onty sudah bangun ternyata," Seru Rina dengan senyum mengembang kala melihat baby Re yang masih lemas karena baru saja Bagun dari tidur siang nya itu
" Halo juga Onty.. Re masih lemes nih kek nya masih ngantuk gitu," tukas Riri menyahuti Rina,
"Ada apa mba Rin?, " Tanya Riri karena sudah pasti ada sesuatu yang akan di sampaikan Karyawan terbaik yang sudah ia anggap sebagai Kakak nya itu,
" Tuh di bawah ada Opa nya Re, kek nya sebelum kamu turutin mau nya Beliau ngak akan nyerah deh bakal kesini terus tuh," Tukas Rina serius menatap netra tajam Riri,
Riri menghela Nafas berat, Opa nya Re itu ternyata keras kepala juga, Tak mudah menyerah walau diri nya sudah menolak berulang kali, Setiap beliau mengunjunginya dan memohon pada diri nya, Untuk mendatangi Arya yang kini tengah menyiksa diri nya itu,
" Saran mba sih lebih baik kamu turutin aja mau nya Beliau, Kasian Ri kelihatan sekali beliau itu banyak pikiran, belum lagi masalah nya dengan Nyonya Jahat itu kan!,"
" Tapi mba.. "
"Udah jangan terlalu menyimpan dendam di hati mu Ri, Itu tidak baik walau bagaimana pun kan Arya itu Papa nya Re, Suatu saat jika dia menanyakan Papa nya! Lalu kita harus menjab nya bagaimana?, "
Tukas Rina dan hal itu membuat Riri bimbang,
Harus kah dia menuruti permintaan Opa nya Re itu,
.
.
.
Bersambung.....
jangan lupa like nya ya reader sayang.
maaf kan jika banyak typo nya๐
Love you all๐๐
__ADS_1