
" Dan! Kamu gak sayang sama diri kamu sendiri? Hanya karena Perempuan janda itu kamu sampe melakukan hal bodoh ini? " Kiran meraih tangan Danis dan memberinya obat
Sedang Danis, pria itu diam tak menolak dan porotes akan apa yang di lakukan Kiran, bahkan omelan Kiran tak jelas di telingan nya, pikiran nya sedang kacau, Cintanya di khianati, hatinya sakit,
" Dan! Aku sayang sama kamu! Aku minta maaf atas kesalahanku yang dulu! Aku masih cinta sama kamu,"
Merasa di abaikan oleh Danis Kiran meraih wajah Danis dan memegang kedua pipinya,
" Udalah Kiran lebih baik kamu pulang ini sudah malam, Danis melepaskan kedua tangan Kiran yang ada di wajah nya, Seraya berdiri dari duduk nya berjalan kearah kamar mandi,
" Dan! Aku cinta sama kamu! Tinggalkan dia, Ayo kita menikah!" Kiran memeluk Danis dari belakang, dan menyandarkan kepalanya di punggung hangat Danis yang terdiam, Namun tidak menolak pelukan nya,
" Aku mencintaimu Dan! Aku nggak bisa hidup tanpa kamu!" Suara Kiran sudah bergetar menahan tangis, Kiran bertekad dia harus memiliki Danis bagaimanapun caranya, Dia tidak akan membiarkan Danis lepas lagi darinya ini adalah kesempatanya,
" Kiran! Kita udah selesai! kamu yang menghianati cinta kita Dulu! Jadi lebih baik kamu pulang Aku mau mandi, " Danis melepaskan belitan tangan Kiran dan membuka baju yang dia kenakan,
Tubuh atas Danis yang polos membuat Kiran terbayang akan apa yang sering mereka lakukan dulu Semasa mereka masih menjalin kasih, Di kamar ini mereka pertama kali melakukan hubungan terlarang itu, Masih tersimpan dengan jelas, Bagaimana Danis mencumbunya dengan tak sabar saat itu,
Sebelum Danis melangkah memasuki kamar mandi nya, Kiran lebih cepat memeluk kembali tubuh Danis, di serta kecupan kecil di punggung nya yang polos, Membuat Danis memejamkan matanya Untuk menetralisir Perasaan nya yang semakin terbuai dengan apa yang di tawarkan wanita yang memeluk nya itu,
" Dan, Kasih aku kesempatan sekali lagi, Aku benar-benar mencintai kamu, " Kiran melangkah dan berdiri di hadapan Danis yang masih diam tak menyahut sepatah katapun,
Tangan nya terangkat dan mengelus Dada bidang Danis, dengan mata memandang lekat netra Danis yang kini berubah menjadi senduh dan berkabut,
Dengan perlahan tangannya berpindah mengelus leher nya dan terus naik hingga kedua tangan nya menangkup kedua pipi Danis,
" Aku sayang banget sama kamu Dan! Aku cinta sama kamu, " Denga. sedikit berjinjit Kiran menyapukan bibir nya di atas bibir Danis yang masih mengatup, Dengan perlahan mengulum nya dengan gerakan lembut,
Merasa Tak ada penolak kan dari Danis Kiran semakin berani melanjutkan Niat nya, Ia harus bisa mengandung Anak Danis, Agar Danis tidak meninggalkan nya,
Kiran melepaskan tautan bibirnya dan memandang Danis yang masih diam tanpa reaksi apapun, " Dan, Aku mohon! kasih aku kesempatan! " Setitik cairan bening lolos begitu saja dari netra bening Kiran,
__ADS_1
" Aku Cinta sama kamu" Lirih Kiran dengan cucuran Air mata yang tak bisa lagi dia tahan,
Ak_, " Kiran tak dapat melanjutkan kata-katanya, Saat bibir hangat Danis kini tengah memangut nya dengan lembut dan penuh gairah,
Bak gayung bersambut, Kini kedua anak manusia itu tengah larut dalam buaian ciuman yang semakin menuntut untuk lebih dan lebih,
Danis yang sedang kacau tidak lagi bisa berpikir jernih, hasrat nya terpancing dengan sentuhan tangan Kiran yang meraba Dada nya, Dan terhanyut dalam gelombang hasrat yang kian menuntut,
Dengan sekali gerakan Danis telah mengangkat Tubuh Kiran dan membaringkan nya di tempat tidur, Tanpa melepas tautan bibir mereka,
.
.
Arya masih mendekap Riri dalam pelukan nya, dengan beberapa kali mencium kepala gadis itu dengan sayang,
Tidak akan dia biarkan Riri dan Re menerima penghinaan dari siapapun, Tidak akan,
Ia sadar semua ini karena kebodohannya di masa lalu,
" Aku pulang dulu, Kamu istirahat jangan terlalu capek, Besok pagi aku jemput kamu dan Re! "
Arya kembali mendekap Riri dan mencium kening nya lebih lama, " Aku mencintaimu sayang, Sangat! " Setelah mengatakan itu Arya melangkah mendekati pintu, Memutar akan kuncinya dan keluar, Sebelum menutup kembali pintu nya Arya kembali menoleh melmparkan senyum kepada Riri,
Riri menghela Nafas nya dengan kasar, Dirinya tak tahu harus bersikap seperti apa,
Jika menikah dengan Arya Pakah itu adalah pilihan yang tepat untuk nya dan Re,
Riri menoleh Phonsel nya yang tergeletak di atas Nakas di samping Box Re, sedari siang tadi, Danis tidak menghubunginya sama sekali, Danis benar-benar telah kecewa padan nya,
Riri terduduk di atas ranjang nya, Danis tak salah menuduh Dirinya yang telah berkhianat, Jika siang tadi dirinya masih percaya diri dengan mengangkat kepala nya tinggi-tinggi dan mengatakan jika tuduhan Danis itu adalah tidak benar, dan hanya salah paham,
__ADS_1
Namun setelah kejadian setelah nya, Dan yang baru saja di lakukan Arya pada nya Riri merasa jika apa yang di tuduhkan Danis padan nya itu semua adalah benar,
Arya mencium nya tanpa dia duha sama sekali, Itu bukan kehendak nya, bukan sengaja pula dirinya ingin menghianati Danis,
" Maafkan aku Kak Danis! Maafkan aku!," Riri menangis sesegukan dalam kesunyian malam, Dirinya merasa sangat bersalah kepada kekasih nya itu, Lebih tepatnya mungkin mantan kekasih,.Karena sudah pasti Danis telah memutuskan nya, Mustahil jika Danis masih mau mempertahankan hubungan mereka, Setelah kejadian hari ini, Riri merasa tidak pantas lagi mengharap belas kasih Pria manis itu,
Jika mungkin bertemu dengan Danis Riri akan menunduk kan kepalanya, Merasa dirinya sebagai orang yang telah menghianati cinta mereka,
Riri tertidur dengan sisa air mata yang masih menetes di kedua sudut mata nya,
.
Arya merebahkan badanya yang baru saja selesai mandi, Setelah berendam air dingin untuk menghilangkan rasa gerah di tubuh nya, waktu sudah hampir tengah malam,
Terbayang akan apa yang dia lakukan kepada Riri, Dirinya akui memang sudah sangat keterlaluan mencium Riri dengan paksa,
Sesaat setelah Kekasih Gadis itu yang datang dengan tiba-tiba, Dalam keadaan dirinya yang berniat menggoda Riri pada saat itu, Agar mau memberitahu apa yang telah dia sembunyikan darinya, dan berujung dengan kesalah pahaman kekasih nya kepada nya,
Membuat Arya memiliki celah untuk membuat Riri sadar jika dirinya mencintai nya dengan sungguh-sungguh, Ia tak Rela jika Riri memohon-mohon kepada seseorang yang tidak mempercayai nya,
Bahkan untuk mendegar penjelasan Riri saja,Pria itu tidak mau, Dan yang membuat Arya semakin memantapkan Niat nya Untuk merebut Riri dari kekasih nya, Adalah Saat dirinya melihat dari lantai dua bagaimana Pria itu mencekram rahang Riri setelah Membuat Riri terjatuh akibat kibasan tangan nya, Riri yang mengejar nya untuk menjelas kan semua nya,
Dan rahangnya semakin mengeras saat Riri kembali dengan luka di kedua lutut , Matanya sembab habis menangis,
Semua itu memang salah nya, Dialah penyebab kesalah pahaman itu sehingga berujung dengan Riri yang terluka,
Namun tidak sepantas nya Danis bersikap seperti itu, Seharus nya dia lebih mempercayai Riri sebagai Kekasih nya, Bukan malah menyakitinya,
Bersambung...
jangan lupa like dan komen nya ya reader tersayang
__ADS_1
Mohon maaf jika Alur dan karakter tidak sesuai keinginan kalian, Karena itu memang sudah sesuai dengan jalan cerita yang Othor buat, tidak bisa di ubah🙏
Terima kasih yang masih setia mengikuti kelanjutan dari novel ini ya Love you 😘🤗