PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 115


__ADS_3

takut di maki yang bagaimana, Jika bertemu Restie Arya hanya tidak ingin Membuat istrinya khawatir dan banyak pikiran,


Ia ingin Riri rilex menjalani masa kehamilan nya, Tanpa tekanan, Apalagi perasaan ibu hamil itukan gampang sensitif, Itu yang Arya pikir kan saat ini,


Arya tidak ingin mengulangi kesalahan untuk ketua kalinya, Masa lalu cukup untuk menjadi pengajaran baginya,


" Papi haus!". Suara teriakan Putranya menyadarkan Arya yang melamun dengan pikiran nya,


" Iya sayang, " Arya bangkit dari duduk nya dengan botol air mineral di tangan nya,


" Uhh, Abang keringatan nya banyak banget, " Arya mengangsurkan botol air mineral kepada putra nya yang masih mengatur nafas nya yang ngos-ngosan, Karena berlari kesana kemari tiada henti,


" Udah capek belom? Mau makan burger dulu nggak?" Tanya Arya setelah Re meminum air mineral nya, Tangan nya mengusap keringat yang memenuhi kening putra nya itu,


" Belom Pih, Abang masih mau main bantaran lagi ya, Nanti aja makan nya belom lapar,"


Tanpa menunggu jawaban dari Sang Papi, bocah itu kembali berlari melanjut kan berminya,


Arya kembali duduk di samping Istrinya yang sudah memghabis kan Satu burger, Dan sekarang tengah menyeruput susu kotak kesukaan nya, hingga menimbulkan bunyi yang nyaring,


" Gimana? Belum mau udahan?" Tanya Riri setelah menghabiskan satu susu kotak yang baru ia seruput itu,


"Cepat sekali minum nya," Batin Arya,


" Belum sayang, katanya bantaran lagi, " Tangan nya terangkat dan mengusap-usap perut buncit istrinya,


"Kira-kira dia lagi apa ya?," Arya menunduk dan menempelkan telinganya ke perut Riri, Mencoba mendengarkan si Bayi lagi apa,


" Anak Papi lagi apa? Kok tumben diam aja nih" Arya mencium perut Riri setelah menyapa Bayi dalam kandungan Istrinya itu,


Beberapa Ibu-ibu banyak yang memperhatikan tingkah Arya, yang menurut mereka sangat sooswet banget sebagai Papa,


Tiba-tiba Arya merasakan pipi nya di tendang dari dalam, Begitu kencang, Sehingga membuat Riri meringis, Seraya tangan nya mengelus permukaan perut nya yang buncit, Dan menonjolkan entah itu kaki atau sikut bayi nya yang masih bergerak aktif itu hingga timbul di permukaan perut nya,


" Wah dia nendang sayang, " Arya mendongak, memandang wajah Riri yang masih meringis, Ngilu,


" Iya, Ngilu banget, Tuh, dia nendang lagi,". Riri semakin meringis karena tendngan Bayi dalam kandungan nya itu terlalu kencang,


Arya masih mengelus pelan perut Riri yang mengencang, karena bayi dalam perut nya itu tak hentinya menendang,

__ADS_1


" Papi..!". Jerit Re yang berlari menuju tempat di mana Riri dan Arya duduk,


" Ih jangan terlalu dekat sama Mami, Adek abang nggak suka,". Dengan segera bocah 2 tahun lebih itu menggeser tangan Papi nya dan mengganti nya dengan tangan mungil nya,


"Astaga, Kembali lagi mode galak nya,". Cetus Arya, Memperhatikan Anak nya yang sedang menenangkan Sang adik yang masih di dalam perut.


" Cup..cup..cup, Maafin abang ya lama main nya, Adek Abang bobo lagi ya, kasian Mami kalau Adek gerak nya terlalu kencang, Iya kan Mih,?"


"Iya sayang,"


Bocah itu mengelus dan juga mencium perut Mami nya, dengan Sayang,


" Mih, Ayo pulang, Abang sudah selesai main nya, " Re mendongak memandang wajah Maminya yang tersenyum, Seraya mengelus puncak kepala nya,


" Yuk,"


Ibu dan anak itu bergandengan tangan meninggal kan lantai tiga di mana arena bermain tesebut,


"Ayo Papi, kasian Adek abang ini udah ngantuk, Pengen bobo," Re menoleh Papi nya yang masih bengong dengan Sikap Putra nya itu, .


" Ah, Ayo! Kita pulang, " Tersadar dari keterkejutan nya karena Putra nya itu sangat pintar dan posesif kepada Mami nya,


" Mommy! Apall, " Aruna memegng perut kecil nya seraya menoleh sang Mommy yang masih sibuk mengatur belanjaan mereka di bawah Stroller nya,


" Oh, Nuna lapar ya? Ayo, Kita cari makan, "


Restie berjalan dengan mendorong Stroller Putri nya,


Ketika tengah Asik melihat-lihat sekitar nya, Tak sengaja matanya menangkap pemandangan yang membuat hatinya sakit,


Dari lantai bawah dia melihat bagaimana Seorang Suami merangkul bahu istrinya yang tengah hamil besar, dengan sebelah tangan nya, Sedang tangan satu nya lagi menghrndong Seorang anak Laki-laki tampan,


Dari kejauhan ia bisa melihat rona kebahagiaan terpancar begitu kentara, Dari wajah Arya,


"Keluarga yang sangat bahagia dan harmonis, "


Batin nya, Kemudian Restie memandang Wajah cantik putri nya, yang juga tengah mendingan menatap nya,


" Mommy Syantik," Tukas Nuna memuji sang Mommy, Dengan senyum yang menampk kn deretan gigi susu nya yang rapi, Membuat Restie menyunggingkan senyum nya, Luruh sudah rasa panas di hatinya ketika melihat senyum Putri nya,

__ADS_1


Restie kembali menoleh Arya dan juga keluarga kecil nya, Punggung lebar Arya masih nampak di penglihatan nya,


" Mungkin ini yang terbaik buat Aku, Dan juga kamu,". Restie kembali berkata dalam hatinya, ketika pandangan nya sudah tidak menmpak kan Arya,


" Mommy, Nuna apall, " Balita satu sengah tahun itu kembali menyadarkan Restie dari lamunan nya,


" Ah, Iya sayang, yuk,". Ajak nya kemudian kembali mendorong Stroller putrinya keluar dari gedung Mall tersebut, Restie memilih mencari makanan di Restoran sederhana yang berada di luar gedung Mall yang tinggi menjulang itu,


Saat Ia berjalan dengan melihat-lihat deretan Restoran yang berada di sisi kiri bangunan Mall itu, Seseorang memanggil Nama nya,


" Restie!," Panggil orang tersebut,


Restie yang mendengar nama nya di sehat pun menghentikan Langkah nya, dan menoleh ke sumner suara yang ia kenali itu,


Pandangan nya langsung bertemu dengan Seseorang yang sangat ia kenal dan hindari saat ini,


Tanpa menjawab Resti mempercepat langkah nya menuju Restoran yang menjadi pilihan nya, Tak memperdulikan seseorang seseorang yang kini ikut mensejajri langkah nya,


" Res, kenapa kamu lari dari aku?, Kamu benci sama Aku Res?, ".


" Menurut kamu?, Udah Deh nggak usah ganggu aku, Urus saja urusan kamu sendiri,"


Restie berkata tanpa menoleh pada Daniel yang mengikutinya sampai ia memasuki Restoran itu,


" Res?, Aku minta maaf, Aku..."


"Aku maafkan, Sekarang tolong pergi dari sini," Usir Restie, "Mba!," Restie melambaikan tangan nya memanggil pelayan, untukemesan Makanan,


Daniel belum beranjak dari hadapan Restie, Ketika wanita Itu mengangkat putri nya dari Stroller dan men duduk kan nya di tempat khusus,


Mau minum susu dulu? Atau air putih?,". Tawar Restie pada putrinya, Tak memperdulikan Daniel yang kini telah duduk di hadapan nya,


"Minum ini Mommy," Tunjuk Nuna pada botol air minum khusus nya,


Mata Daniel membola dengan apa yang ia lihat balita perempuan itu sangat mirip dengan nya, Bola matanya yang berwarna Abu-abu, Dengan Rambut coklat yang tebal,


" Res, Dia..."


bersambung.......,

__ADS_1


jangan lupa like nya ya bestie 🤗


__ADS_2