
Mohon maaf ya telat up nya 🙏
" Mas, Bagaimana keadaan Mama?, Siapa yang urus di sana?,"
" Ada perawat yang ngurus Mama,
Mama masih seperti biasa Sayang, Masih suka marah-marah, Kadang nggak mau mandi dan susah makan, Mama sekarang semakin kurus,"
Arya meraih tubuh Rir yang berdiri di depan nya,i yang baru saja selesai mandi sore, menghirup aroma khas Sang istri yang selalu membuat nya Tenang,
"Sayang, Udah bisa kan? Mas Kangen banget sama ini,"
Tangan Arya sudah membelai Sesuatu yang sudah tidak terhalang lagi, setelah 40 hari lama nya ia berpuasa,
"Sudah Mas, Tapi aku takut," Cicit Riri, Masih merasa ngeri soal bagian intim nya yang di jahit, Walaupun ia hanya mendapat 3 jahitan, Namun rasa ngilu nya serasa masih terbayang-bayang,
"Takut apa sayang?," Arya mengkerut kan dahinya, memandang istri nya itu,
"Em..Aku takut nanti Robek lagi, Itu nya Mas kan…"
Riri tidak melanjutkan Perkataan nya, Dirinya merasa malu, Wajah nya, tertunduk, Tak berani memandang Suaminya,
"Itunya Mas kenapa? Besar ya? ". Goda Arya, tangan nya sudah meremas kedua gunung kembar Isterinya,
" He'eh,Nanti Robek lagi yang dijahit kemarin, Rasanya masih kek merinding gitu kalau inget nyeri nya," Tukas Riri meringis,
"Ya ampun, Sayang istriku, Mas akan pelan-pelan sayang, Nih liat belum apa-apa dia udah bangun," Arya mengarahkan tangan Riri di atas inti tubuh nya yang sudah bangun sedari tadi,
"Kamu nggak kangen?" Tanya Arya mendongak menatap istrinya yang berdiri di depan nya,
"Ya kangen, Tapi.. Rasa, takut nya lebih besar kek nya," Riri terkekeh saat mengatakan hal itu, Terlebih saat ia melihat raut wajah Suaminya yang memelas,
__ADS_1
Persis Seperti Ekpresi Re yang sedang memohon ingin, minta di manja-manja, Oleh Dirinya,
"Sayang, Mas akan pelan-pelan, Mau ya sayang, Mas mau buka puasa, Udah nggak sabar ini,"
Arya meremas kan Tangan Riri pada inti tubuh nya yang sudah mengeras sempurna,
" Mami..Adek Nangis, Mau mimi katanya," Suara teriakan Re sembari menggedor pintu kamar nya, Membuat Riri menegak kan tubuh nya,
"Ya Ampun, Putraku.." Gumam Arya yang langsung menelungkupkan tubuh nya di atas ranjang,
" Sabar Mas," Bisik Riri sembari mengecup pipi Arya,
" Iya bang, Sebentar,"
Riri berjalan membuka pintu kamar nya, dan begitu pintu di buka, Kepala Si sulung langsung mekongok kedalam kamar,
Dilihat nya sang Papi yang tidur menelungkup kan badannya,
" Nggak kok Sayang, Papi lelah udah seharian Kerja, dan jenguk Oma,"
" Hem,Mami nggak usah kelon Papi, Mami kelon abang aja sama Adek Eza," Ucap nya Lagi,
Arya yang mendengar perkataan Putra sulung nya, itu pun hanya pasrah dengan ke posesifan Re terhadap Mami dan juga Adik nya,
Sedang Riri hanya tersenyum Meringis, Putra sulung nya itu memang sangat Posesif terhadap dirinya sejak ia mengandung Eza, Re paling tidak suka jika melihat Papi nya bermanja-manja dengan dirinya,
" Ya sudah yuk kita liat Adik, Biarkan Papi nya istirahat,"
Riri menuntun Re menuju Ruang keluarga di mana Eza sedang di pangkur oleh Babysiter nya, Saat Riri Mandi tadi,
__ADS_1
.
Prangg!!
Suara pecahan kaca dan juga keramik, kini beradu merdu di ruang makan itu,
"Aku tidak mau makan itu,Makan itu tidak enak, tidak ada rasanya, Kalian sengaja kan memberikan aku makanan sampah itu,"
Ranti menepis piring dan gelas yang berada di depan nya, Menggunakan Tangan kirinya, Sesaat setalah ia merasai.makanan nya yang selalu hambar,
Sudah hampir dua bulan ia hidup di kursi roda, Tanpa bisa melakukan apapun,
Bahkan ia sangat risih saat tubuh nya di sentuh oleh orang lain,
Ranti sering menolak untuk di mandikan oleh perawat, Terkadang ia memaki-maki nya, sehingga mereka lebih memilih nengundurjan diri, karena tidak kuat dengan Sifat Ranti yang berkata kasar terhadap mereka.
Yang bertahan lama di rumah itu,Hanya
Kedua Art nya saja, yang sudah lama menemaninya sejak ia pindah di rumah itu,
" Bagaimana ini mba Sumi, Ibu nggak mau makan lagi, Kalau begini terus bisa berdampak buruk pada kesehatan nya nanti,
Keduanya tampak bingung saat ini, Sumi sedang berpikir apakah ia harus menelpon Anak majikan nya itu malam-malam begini, jam memang masihenunjuk kan pukul 19:30, Namun dirinya sangat Sungkan mengganggu waktu istirahat Anak majikan nya itu,
"Mba Sumi, Lihat," Perawat Nyonya Ranti itu menunjuk kan sesuatu yang membuat dua nya mengelus dada, Bagaimana tidak, Nyonya Ranti yang kesal dengan semua makanan yang tidak enak itu pun, Sudah menengkurapkan semua piring lauk dan sayur, yang ada di atas meja itu,
"Sebentar Sus ya, Saya telpon Mas Arya Dulu,"
Sumi sudah menjauh dari majikan nya itu dan mengalir layar Ponsel nya dan mencari Nama Arya dan memdial nomor tersebut, Dalam hatinya berdoa, Semoga dia tidak di marahi oleh anak majikan nya itu, Karena telah menelpon ya malam-malm begini,
Bersambung…
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya, biar othor makin semangat ngetik nya,
Terima kasih, 🙏🤗