
Siang itu Arya memutuskan membawa Riri dan putra nya, Ke salah satu Resto terkenal, yang menyediakan makanan khas Indonesia banget, Karena dia tahu jika Riri tidak suka makan yang berbau kebarat-baratan, Gadis nya itu lebih suka yang tradisional di banding yang internasional,
Selera Riri tak jauh berbeda dengan mending Kakak nya Nisa, Sama-sama tidak menyukai Olahan Daging sapi dalam bentuk apapun,
" Kamu mau pesan apa? " Tanya Arya, dengan senyum khas nya, Membuat Riri sedikit terbengong, Selamat ini ia yang tak pernah memerhatikan Arya,
Ternyata Arya semakin tampan jika tersenyum lebar begitu, " Hey! Kok bengong? " Arya menjawil Pipi Riri gemes, Membuat Riri sedikit tersipu,
" Kenapa? Baru nyadar ya kalau Papi nya Re ini Tampan, " Arya menggoda Riri dengan menaik Turunkan kedua Alis nya,
" Iya Tampan," Ceplos Riri sangat pelan, seperti suara bisikan Seraya memalingkan muka nya yang sudah memerah, karena malu,
Arya menaikan satu alis nya memandang Riri yang salah tingkah, Telinganya bisa mendengar ucapan Riri barusan walaupun sangat kecil,
Sudut-sudut hatinya penuh dengan bunga-bunga yang bermekaran, Tangan nya meraih tangan kiri Riri yang berada di atas meja dan menggenggam nya dengan lembut,
" Kamu mau pesan apa sayang, disini banyak pilihan menu nya, dan semua enak-enak, " tutur Arya, dengan satu tangan nya membolak-balikkan daftar menu,
" Yang paling Rekomended Apa Pih? " Tanya Riri, Tanpa sadar tangan nya ikut mengerat di genggaman tangan Arya,
"Kalau menurut Papi Mami wajib nyobain lonsay fenomenal ini nih," Arya menunjukan gambar yang ada di daftar menu, " ini tuh Enak banget berasa banget bumbunya Papi udah sering makan ini dan Nggak pernah bosan," Promo Arya,
Dari tampilan nya aja sudah menggiurkan apalagi rasanya, Benar-benar fenomenal pokok nya, Lonsay Fenomenal telah Menjadi menu paling best seller di Resto itu,
" Boleh deh pesan yang itu aja, " tukas Riri, tergiur juga ingin mencicipi menu fenomenal itu,
Setelah memesan makanan dan juga minuman, Kini Arya kembali menatap Riri dengan lekat,
" Sayang, Aku harap kamu mau memikirkan perkataan ku yang lalu, Aku benar-benar serius tentang itu, Aku ingin kita menjadi keluarga seutuh nya, memberikan Re sebuah keluarga yang utuh, Re akan semakin besar dan lambat laun dia akan menyadari Menggapa Mami dan Papi nya tidak tinggal bersama, Kamu ngerti kan maksud ku? " Tukas Arya, tangan nya masih setia mengelus tangan lembut Riri yang kini tengah menunduk,
"Maaf sayang bukan aku mau mendesak mu atau sebagainya, Ini demi baby dan juga kamu, aku nggak mau Putra kita, dan juga Maminya selalu di pandang sebelah mata Oleh orang-orang di luar sana yang tidak tahu menahu soal kehidupan kita, mereka hanya melihat dari luar saja, Mereka tidak tahu jika semua itu adalah hasil dari perhiatanku hasil dari keegoisanku di masa lalu," Arya menatap Riri dengan sendu,
" Aku ingin Re tumbuh tanpa kekurangan kasih sayang kedua orang Tua nya, Aku nggak ingin Re dan kamu, selalu di cemooh oleh manusia-manusia suci di luar sana yang selalu merasa diri mereka paling bener, paling sempurna,"
__ADS_1
Pembicaraan mereka terjeda karena kedatangan pelayan yang mengantarkan pesanan mereka, Setelah mengucapkan terima kasih dan pelayan tersebut sudah berlalu,
" Yuk kita makan dulu, Setelah itu baru kita lanjutkan obrolan yang tadi, Papi sudah laper ini, " Arya menjawil pipi gembul Re yang anteng memakan buah kiwi yang Riri bawakan dari Rumah,
Riri mengganguk, seraya tersenyum melihat Arya menggoda Putra nya, Re Yang selalu tak suka jika di ganggu kesenangan nya, bayi itu akan mengomel dengan bahasa bayi nya, Yang tak akan di mengerti oleh orang dewasa, Seraya memonyongkan bibir nya dengan lucu
" Ya ampun lucunya Anak Papi nih, " Arya mencium pipi Re yang mengembang karena mulut nya penuh makanan,
" Apa dia selalu seperti ini?" tanya Arya menolah Riri yang tengah memperhatikan Dirinya,
" Iya, Baby selalu seperti itu, Dia nggak suka kalau lagi serius di ganggu, pasti akan mengomel dengan bahasa bayi nya," Jawab Riri sambil tertawa renyah, Dan hal itu juga menular kepada Arya yang ikut tergelak saat Riri menceritakan tingkah lucu sang Putra,
.
Siang itu mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia dan harmonis, Obrolan mereka di dominasi oleh putra kesayangan kedua nya, Tentang tingkah pola nya yang selalu mengundang tawa,
...*****...
" Kurang ajar..! Dia benar-benar mau menceraikan aku!, Tidak!, Jangan kamu pikir dengan menceraikan aku, Kamu akan lepas begitu saja Brama!," Ranti berteriak dan tersenyum sinis menatap surat dari pengadilan itu,
" Aku yakin kamu tidak akan pernah bisa menolak keindahan tubuhku ini," Ranti memandangi bayangan nya dengan menangkup kedua Dadanya yang sudah sedikit kendur faktor usia, Dengan satu tangan nya, Dengan senyum menyeringai.
" Hem aku memang masih cantik, " Ranti memuji dirinya sendiri, Kita lihat saja nanti, Aku pastikan kamu akan perlutut dan memohon ingin kembali kepadaku, Brama, "
Ranti yang kini tinggal di rumah pemberian Tuan Wiguna sebagai bentuk tanggung jawab terakhirnya, sebelum mengajukan gugatan cerai ke pengadilan beberapa bulan yang lalu,
Akan tetapi Ranti sepertinya tidak menerima jika akan di ceraikan oleh Tuan Wiguna, dan dirinya bertekad ingin kembali merayu Tuan Wiguna dengan Tubuh nya, dirinya meyakini jika Tuan Wiguna pasti akan tergoda nantinya,
...****...
Riri sudah menidurkan Re di kamar yang biasa ia gunakan untuk istirahat, Riri keluar dari kamar dan menghampiri Arya yang duduk di sofa, Sepanjang menidurkan Re tadi Dirinya memikirkan soal lamaran Arya, Yang sudah kesekian kali nya, Riri sudah memiliki keputusan, Dan akan menjawab nya siang itu juga, Semoga keputusan nya itu adalah yang terbaik untuk dirinya dan juga Baby Re,
Riri Menghampiri Arya yang duduk di sofa sambil memainkan hp nya, Duduk di samping Arya dengan ragu,
__ADS_1
Arya yang melihat kedatangan Riri segera mematikan Hp nya dan menatap Riri, yang seperti nya ingin mengatakan sesuatu,
" Ada apa? Apa kamu ingin menyampaikan sesuatu?" Tanya Arya menatap Riri,
" Em.. untuk pernyataan Papi yang lalu, Tentang em, Tentang lamaran Papi sama Aku, Aku ingin memberi jawaban. nya sekarang," Tukas Riri, dengan malu-malu,
Arya merasa deg-degan menanti jawaban dari gadis yang duduk di samping nya itu, Apakah dirinya akan di terima, Atau malah di tolak,
Arya mengambil kedua tangan Riri yang terletak di pangkuan nya, Dan menggenggam nya dengan lembut,
" Aku bukan pria romantis yang pandai merangkai kata-kata indah, Untuk membuatmu tersentuh, Tetapi aku seorang pria yang menjanjikan kebahagiaan untuk mu dan juga anak-anak kita kelak, " Arya menekuk satu kaki nya dengan berjongkok di depan Riri yang duduk di sofa,
" Kartika Sari, Mau kah kau menjadi istriku, menjadi ibu untuk Anak-anak ku, menjadi pendamping hidupku, sampai kita menua bersama?" Arya mengecup kedua tangan Riri yang kini sudah berkaca-kaca haru,
" Aku mau, Aku mau menjadi ibu untuk Anak-anak mu, Menjadi pendampingmu sampai maut memisahkan kita, "
Riri menjawab dengan suara bergetar menahan Haru, Akhirnya Riri menerima lamaran Arya Yang sudah berulangkali mengatakan nya,
" Terima kasih sayang, Terima kasih kamu sudah mau menerima pria berengsek ini, " Arya bangkit dari berjongkok nya dan menarik Riri masuk dalam dekapan nya, Memeluk nya dengan erat,
" Aku janji akan membahagiakan kamu dan Re," Ucap Arya penuhi haru, dan bahagia yang tak terkira, Gadis nya menerima nya, setelah sekian kali mengutarakan cintanya kepada Riri, Gadis bar-bar nya akan menjadi milik nya tak lama lagi,
Bersambung....
.
kita lanjut lagi nanti ya bestieπ€
jangan lupa like nya ya bestie,
biar Othor makin semangat up nya π
Terima kasih ππ€
__ADS_1
mohon maaf bila banyak Typo nya πβοΈ