
🌼 SELAMAT MEMBACA 🌼
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat ,Hari berganti minggu, Minggu berganti bulan, Dan bulan berganti tahun,
Hari ini tepat 2 tahun meninggal nya Tuan Wiguna dan Bu Nining. hari ini Arya dan Riri serta seluruh keluarga kecil nya berziarah ke makam Tuan Wiguna dan Bu Nining,
Riri kembali bersedih saat menziarahi makam kedua mertuanya itu, Namun tidak seperti dulu. kini dirinya lebih bisa mengontrol dirinya,
Dirinya tidak boleh lemah, Dirinya harus kuat untuk anak-anak nya suminya dan Mama mertuanya yang kini lebih membutuhkan perhatian dari anak dan Cucu nya,
" Papi. Kenapa rumah Opa kecil banget, Apa nggak sempit di dalam?," Tanya Andra yang duduk di pinggir batu nisan Opa nya,
"Nggak dong sayang, Tapi Andra harus rajin berdoa untuk Opa dan Nenek, Supaya Tuhan melapangkan rumah Opa dan Nenek di dalam sana,"
Jelas Arya kepada putra kedua nya itu, Dan Andra pun menggangukkan kepalanya tanda jika ia mengerti dengan penjelasan sang Papi,
"Opa.. minta mainan baru dong, Mainan Echa udah bosen.., "
Riri yang tadinya sudah mau termehek-mehek itu kini hampir saja menyemburkan tawanya saat si bungsu meminta mainan kepada Opa nya yang sudah tiada itu,
"Dek doakan Opa dan Nenek ya sayang, Nanti Oma yang beliin ade Echa mainan baru, "
Nyonya Ranti mengelus pucuk kepala cucu bungsunya itu dengan sayang,
"Iya Oma, "
"Tapi Pih apa Opa nggak kepentok kepalanya kalau berdiri, Rumahnya kecil gini terus nggak tinggi lagi, "
Ternyat Andra masih sangat penasaran dengan rumah Opanya itu.
Sedang Arya yang mendapat pertanyaan seperti itu dari putra nya, Hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu,
Setelah mengirimkan doa kepada kedua orng tua nya, Riri juga tidak lupa mampir ke makam kakak nya,
Di makam mendiang Kakaknya itu Nyonya Ranti yang baru pertama kali berkunjung itupun langsung berlutut dan memohon maaf dengan air mata bercucuran,
Dirinya tak kuasa menahan rasa berdosa serta penyesalan yang begitu menyakitkan, Sebab orang yang ia sakiti dan zholimi kini sudah tiada,
hanya memohon maaf serta ampunan kepada sang pencipta agar dosa dan perbuatan serta permohonan maaf nya dapat tersampaikan kepada yang bersangkutan,
__ADS_1
ketiga Cucunya hanya terdiam melihat sang Oma menagis tersedu-sedu. Dihadapan makam yang di sebut Bunda Nisa itu.
"Mah. sudah jangan begini,Aku yakin kak Nisa juga pasti sudah memaaf kan Mama. Jadi tolong jangan seperti ini, "
Riri memapah Nyonya Ranti dan membantunya untuk berdiri, Sedang Arya hanya berdiri dengan kepala tertunduk,
Tiada habis nya penyesalan dalam dirinya, karena telah begitu menyakiti di masa lalu, Dirinya yang egois. dan buta,
Sehinga tidak dapat melihat berlian yang ada di depan matanya, Sehingga lebih memilih batu kali yang sudan tercemar oleh limbah,
"Nisa istriku. tiada habis nya aku memohon maaf serta memohon ampun kepadamu, Maaf kan aku istriku. Maafkan aku karena telah menyakitimu dengan begitu kejam nya, Maafkan aku,"
Arya meenghapus setitik air mata di kedua sudut matanya, Hatinya masih tak kuasa memahan sesak di dadanya akibat rasa sesal yang tiada arti,
Arya menoleh ke samping nya saat merasakan sebuah tangan yang melingkar di pinggang nya.
Re tersenyum memandang nya. Senyum yang jika dilihat sekilas sangat menyerupai senyuman Bunda nya,
"Kata Mami. Bundaku orang yang sangat baik,Aku yakin kalau Bunda pasti akan memaafkan Papi, Jadi Papi jangan sedih ya, Abang sayang sama Papi. Mami adik-adik dan juga Oma,"
Re memeluk erat pinggang Papinya dari samping, Membuat Arya sangat terharu,Akan sikap bijak sang Putra, Dan itu tidak lepas dari hasil didikan Maminya,
"Terima kasih Tuhan, Engkau sudah begitu baik kepadaku yang hina ini,"
Arya mencium pucuk kepala Re seraya memejamkan matanya, "Terima kasih sayang, Abang adalah yang terbaik.buat Papi.Mami.Oma dan adik-adik, "
Riri dan Nyonya Ranti yang saling merangkul itu tersenyum menyaksikan keakrapan Anak dan Ayah itu,
.........................
"Mami... kapan Echa sekolah? Tapi Echa maunya sekolah di tempat Abang ya..!,"
"Iya sayang. nanti adek sekolah di tempat Abang juga, Sama seperti Mas Eza, Kakak Andra juga akan sekolah di sana,"
Ucap Riri sembari menyisir rambut anak gadis nya itu dan menguncir nya, yang kini sudah berusia 4 tahun, Semakin kesini semakin terlihat sifat manja dan sedikit keras kepala,
Anak bungsunya itu sangat dekat dengan Nyonya Ranti, Dan sangat manja dengan kakak-kakak nya, Terutama dengan Re,
Walaupun tak jarang ia sering menangis karena di usili oleh kakak-kakak nya, Tetapi mereka berempat saling menyayangi satu sama lain,
__ADS_1
"Masih lama ya Mih.Echa udah nggak sabar. maunya sekolah sekarang," Rengek nya dengan bibir yang sudah monyong lima senti,
Riri terkekeh mendengar keinginan putri bungsunya itu, " Ya belum bisa dong sayang, Adek Echa sekolah TK terlebih dahulu, Setalah itu baru masuk SD. begitu paham kan?, "
Jelas Riri yang telah selesai menguncir rambut Echa seraya menjawil pipi tembem putrinya dengan gemas,
"Paham Mamih, Ya udah Echa mau main sama Oma dulu,"
Gadis kecil nan menggemaskan itu kini telah berlari keluar dari kamar menuju ruang keluarga, Dimana Oma nya berada,
Riri hanya menggeleng kan kepalanya melihat ke lakukan putrinya itu,
"Oma..!, Echa Uda cantik belom?" Echa datang dengan memanggil Oma nya dengan suara kencang nya, kemudian berputar-putar di hadapan Omanya menunggu pujian dari sang Oma,
"Ya Ampun siapa ini? Kok cantik sekali sih,Oma baru tahu kalau ada princes di rumah ini,"
Nyonya Ranti seperti biasa selalu memuji Cucu perempuan nya itu dengan mimik wajah yang antusias,
"Heheh ini Echa Oma.. coba lihat yang bener, " Gadis kecil itu kembali berputar putar membuat gaun yang ia kenakan itu mengembang.
Nyonya Ranti sampai memalingkan muka nya seraya menutup mulut, Menyembunyikan senyum geli nya melihat tingkah Cucu perempuan nya itu,
"Sebentar... Oma lap kacamata Oma dulu, Biar makin terang liat princess yang cantik ini,"
.Nyonya Ranti kemudian menurunkan kaca matanya lalu melam nya dengan tissue, Setelah itu ia mengenakkan nya kembali,
"Wahhh semakin cantik Cucu Oma ini, Kalah princess Elsa cantik nya, " Tukas Nyonya Ranti Dan pujian itu semakin membuat Echa kegirangan,
"Sini dong,Oma pengen di peluk sama princes yang cantik ini,"
Nyonya Ranti merentangkan kedua tangan nya, Dan tak butuh waktu lama, Cucu nya itu sudah masuk kedalam pelukan nya,
Nyonya Ranti sangat bersyukur di usia tuanya ia masih di beri kebahagiaan yang tiada ternilai oleh apapun di dunia ini,
Bersambung..
Jangan lupa like dan komen nya ya 🙏
terima kasih 🤗🤗
__ADS_1