PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Ego yang mendominasi


__ADS_3

Arya.


setelah dia menutup pintu kamar nya dengan keras. kini ia bersandar di daun pintu kamar nya.


mencoba menepis.rasa aneh yang menelusup sanumbarinya.bayangan kejadian kejadian beberapa hari lalu itu terus saja terlintas di otak nya.


rasanya sangat sulit. untuk menghilangkan rasa yang pernah ia nikmati saat mencumbu istri nya kala itu.


rasa yang belum pernah ia rasakan sepanjang.ia memadu kasih dengan sang kekasih.


dan ingin mengulanginya lagi.dan lagi


seakan tak ada puas nya.


entahlah rasanya begitu membuat nya ketagihan.


dengan sikap dingin nan kejam nya ia menutupi semua itu.


jika mengigat kemolek kan tubuh istri nya rasanya ingin sekali dia menerkam nya dan mengukung nya sepanjang hari.


Namun lagi.lagi egolah yang mendominasi dirinya. gengsi lah seorang Arya wiguna.


yang angkuh dan sombong itu merendah di hadapan gadis miskin yang tidak selevel menurutnya.


Arya. beranjak dari tempat nya berdiri.dan menuju Ruang kerjanya. demi menghalau perasaan aneh dalam diri nya.

__ADS_1


Nisa bangkit dari duduk nya dan menuju kamar mandi. dia ingin menyegarkan kepala.dan hatinya yang sedang tidak baik baik saja itu.


Di bawah guyuran air shower.ia memejamkan matanya.demi meresapi dinginya air yang membasahi seluruh tubuh nya.berharap.bisa menghilangkan rasa sesak di dada nya.


sambil mengeringkan rambutnya. Nisa sedikit melamun. ingin di cinta.ingin di manja.ingin di sayang oleh pasangan halal itu. adalah impian dan harapan nya sejak dulu.


sejak dia masih menjalin kasih dengan Dirga.beberapa tahun silam.


Nisa menghela Nafas nya dengan berat.


Dia harus memperbanyak stok sabar dalam dirinya.dia tidak mau gagal dalam membina Rumah tangga. baginya menikah hanya sekali seumur hidup nya.


seperti Ayah ibu nya. walaupun hidup dalam ke sederhana. Namun penuh dengan kasih sayang.


usai mengeringkan rambut. Nisa meraih phonsel yang ada di dalam Sling bag nya dan menyalakan nya. pasal nya phonsel nya itu belum sempat ia hidupkan sejak ia sampai di rumah tadi.


Nisa berniat turun ke bawah untuk membongkar oleh.oleh yang ia beli di Pulau B tersebut.


Nisa menghampiri bi Atun yang sedang beberes di dapur.ternyata Art nya itu baru saja selesai. memasak makan siang.


" bi..bibi masak apa.. wangi banget..! jadi lavarrr aku bi.."


Nisa segera mendudukan dirinya di kursi meja makan tersebut.dan liurnya hampir saja menetes.manakala melihat menu yang tersaji di hadapan nya.


" ini Non bibi masak ikan gurame asam manis.cah kangkung. ayam goreng mentega."

__ADS_1


jawab bi Atun dengan senyum mengembang.


"maaf ya Non Nisa bibi tidak tanya dulu. tadi langsung masak aja kalau ada yang Non tidak suka beri tahu bibi ya Non." lanjut nya lagi.


" ihh bibi mah suka gitu.aku itu suka apa saja bi.apalagi masakan bibi ter enak pokonya. "


sambil terkekeh Nisa menjawab


"sebentar ya bi aku panggil mas Arya dulu." kata Nisa sambil berdiri.dan berlalu menaiki tangga menuju lantai atas.di mana. ruang kerja sang suami.


Dengan segala keberanian dan juga kelapangan hati nya Nisa mencoba mengetuk pintu bercat coklat pekat itu. biarlah dia yang memulai. percakapan ini setelah ertengkarang mereka beberapa jam yang lalu


belajar menggalah dengan sikap sombong.dan angkuh suami nya itu.


Tok..!Tok..!Tok..! " mas Arya.ayo kita makan dulu mas.. "


Nisa sudah berulang kali mengetuk pintu ruang kerja sang suami.namun tak kunjung.ada jawaban dari penghuni di dalam ruangan tersebut


" apa mas Arya ketiduran ya.." gumam nya.


Nisa pun kembali turun kebawah.setelah tak mendapat sahutan dari Arya.


bersambung


mohon dukungan nya ya Reader tersayang.

__ADS_1


makasih🙏


__ADS_2