PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Berbohong


__ADS_3

"Annisa..! Maaf kan Aku..!," Teriak Dirga tanpa perduli orang-orang memperhatika nya dengan aneh, Pun dengan seorang wanita hamil yang tengah mengawasih sang Putri yang bermain balon gelebung, Terlihat mengkerut kan kening nya,


Sedang Nisa menghentikan langkah nya,


Namun urung untuk menoleh apalagi menjawab nya,


Dengan di papah oleh Sheril Nisa berjalan menjauh dari tempat nya duduk tadi,


Nisa masih syok atas pertemuannya dengan Lelaki yang memberinya Janji palsu Beberapa tahun silam,


Sheril yang paham akan perasaan Nisa tersebut,langsung membawa Nisa menuju Mobil nya yang berada di luar Taman,


Setelah mereka sama-sama duduk di dalam Mobil,


Nisa mulai terisak,.dia menangis menumpahkan rasa kesal pada Dirga juga pada diri nya sendiri,


Dirinya merasa Menjadi wanita paling bodoh,


yang mudah percaya dengan Janji palsu yang di buat oleh Dirga dulu,


"Bodoh nya Aku Sher! percaya begitu saja dengan kata-kata manis nya, menunggunya hingga 10 tahun lama nya Sher! "


Nisa berucap dengan tangis sesegukan


menyayangkan Waktunya yang terbuang demi menunggu seorang Dirga,


Seseorang yang bahkan telah mengingakari Janji yang telah dia buat,


Sherli yang bingung harus bagaimana pun kini hanya bisa mengelus punggung Bumil yang bergetar karena tangis itu, berusaha memberikan kekuatan dengan sentuhan,


"Kamu lihat kan tadi..? Anak itu memanggil nya Ayah, itu berarti dia sudah lama mengingkari janjinya.." Nisa berucap di selingi tawa ironi,


Lagi-lagi Sherli hanya diam, membiarkan Nisa mengeluarkan semua Unek-uneknya,


Dari kejauhan keduanya melihat Dirga berjalan sambil menggendong seorang anak perempuan,


Sepertinya Anak itu merupakan Adik dari bocah laki-laki tadi yang memanggil Dirga Ayah, di samping nya seorang wanita Cantik dengan perut sedikit buncit berjalan dengan mengamit lengan Dirga, sepertinya sedang hamil,


Nisa yang menyaksikan hal itu makin merutuki dirinya Yang bodoh,


Dirinya Bodoh karena dengan mudah nya mempercayai mahluk yang bernama Laki-laki,


Nisa sakit hati, Menggapa Dirga setega itu padan nya, apa karena dia wanita Miskin dan tak sederajat dengan nya,


Sehingga dirinya tega mendustai nya

__ADS_1


Menggingkari janji yang dia ucapkan,


"Lihat Sher.! Bahkan dia akan memiliki Tiga Anak," Nisa menunjuk ke arah Dirga yang tengah memasukan Bola kebagasi Mobil nya sambil menggendong Anak nya,


Sedang Bocah laki-laki tadi dan seorang wanita yang tengah hamil itu suda lebih dulu masuk kedalam Mobil,


"sedangkan aku harus menjalani pernikahan Lara ini, karena kebodohan ku menunggunya, Berharap dia akan datang memenuhi Janji nya.!"


Nisa kembali menitihkan air mata nya


"Seharus nya Aku juga sudah bahagia bersama orang yang mencintai ku dan memiliki banyak Anak, bukan malah menunggu seseorang yang bahkan tidak pernah menggingat ku,"


Sheril memiring kan tubuh nya demi bisa memeluk Sahabat nya yang tengah di rundung rasa sedih itu,


"sudah Nis jangan nangis lagi, kasian ponakan Aku kalau Mama nya sedih, nanti di ikutan sedih juga,"


Sheril berucap dengan Nada layu sebab tak tega melihat Sang sahabat yang tengah di rundung nestapa itu,


Ya bukan tanpa alasan Nisa merasa kecewa dengan perbuatan Dirga,


Dirinya telah menunggu Dirga selama 10 tahun, dalam kurun waktu 10 tahun itu sudah banyak lelaki yang dia tolak Cintanya,


Demi sang kekasih Dirga, berharap suatu saat akan datang dan melamar nya di hadapan kedua orang tuanya,


Sampai akhirny dia pasrah dengan perjodohan yang di lakukan kedua Orang Tua nya untuk dirinya , Nisa pasrah setelah menunggu sekian Tahun Namun tak ada kabar sama sekali,


Sedang dirinya?, Dirinya sebalik nya tersiksa batin, menjadi Istri yang tak di anggap,menjadi menantu yang tak di akui,


Di cap sebagai wanita Gila harta, Di tuduh memanfaatkan kehamilan nya demi nenggeruk Harta Suaminya,


Sakit. tentu sangat sakit Menggapa harus lelaki macam Arya yang menjadi Suaminya, mengapa harus Nyonya Ranti yang Sombong itu yang menjadi Mertua nya,


Yang setiap saat mereka bertemu selalu menekan nya,merendahkan nya dan Menghina nya dan keluarga nya,


Dan itu semua karena Lelaki yang bernama Dirgantara brengsek itu, Nisa harus mengalami ini semua,


Arya yang baru saja sampai di Kediaman Orang Tua nya itu terlihat tengah duduk di Ruang keluarga yang cukup luas,


dengan furniture Mahal dan modern yang tertata dengan rapi di setiap tempat nya, di dinding sebelah kanan terpajang Potret Dirinya dan kedua Orang tua nya, dengan Bingkai besar,


Arya sengaja datang untuk menemui Mama nya,


"Silahkan Den," Salah satu Art membawakan Teh hangat untuk sang Anak majikan nya itu,


"Terima kasih bi, Mama ada di mana bi..?"

__ADS_1


"Nyonya ada di kamar Den" Jawab nya sambil membungkuk undur diri hendak kembali ke dapur,


Ya Arya sengaja datang tak mengabari dahulu sang Mama,dia ingin bertanya mengenai ucapan Nisa tadi Sore, Yang mengatakan jika sang Mama telah mengambil ATM yang Papanya berikan tempo hari,


Arya berdiri berniat akan mendatangi sang Mama yang berada di kamar nya,


Namun baru saja ingin melangkah sang Mama sudah muncul lebih dulu di ruang keluarga itu,


"Ehh Anak Mama tumben kesini ngak ngabarin dulu, ada apa nih?,"


Mama berujar dengan riang, bahagia Anak nya datang seorang diri tanpa Istri nya yang miskin itu,


"Mah apa benar Mama telah mengambil ATM yang di berikan Papa dulu ke Nisa.?" Arya tanpa basa basi langsung memberondong Sang Mama dengan pertanyaan inti,


Sedang sang Mama kaget dengan pertanyaan Anak nya itu, Tahu dari mana Arya


jika dirinya telah mengambil ATM itu dari Nisa, Apakah Wanita Miskin itu yang bilang,


Nyonya Ranti sangat geram dengan hal ini, dirinya akan membuat perhitungan terhadap Menantu yang tak di akuinya itu,


jika memang benar dia yang memberi tahu Arya tentang semua ini,


"Mah..,apa benar begitu.?" Arya mendesak Sang Mama untuk menjawab nya,


Nyonya Ranti yang gelagapan langsung menjawab,


"Tidak, memang nya kenapa? Apa wanita itu yang mengatakan demikian?" Jawab nya bohong sekaligus cemas,


Arya menghela Nafas nya dengan kasar,


Apa Nisa membohonginya?,


"Mama Ngak bohong kan?" ulang Arya untuk meyakinkan dirinya jika sang Mama memang tidak melakukan hal itu,


"Ya ngaknlah Arbbuat apa Mama ambil punya dia! Mama kan juga punya," Tekan nya sebisa mungkin ia menghilangkan rasa gugup nya,


Jangan sampai Atau tahu hal in,


Jika Arya tahu sudah pasti Tuan Wiguna pun juga akan tahu, bisa habis dirinya Nanti,


Bersambung ...


jangan lupa like nya ya bestie


maafkan bila banyak Typo🙏

__ADS_1


Love you😘


Terima kasih 🌹🌹


__ADS_2