PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
kenyataan yang sebenar nya


__ADS_3

Setelah beberapa jam Akhir nya kondisi Nisa kembali membaik, Riri yang melihat sang Kakak tersayang nya tengah tergolek tak berdaya merasa sangat sedih, walaupun Nisa belum sadar tetapi pendarahan nya sudah mulai membaik,


"Bang Fikri, terima kasih banyak ya sudah mau menolong Kak Nisa, Kalau ngak ada Bang Fikri aku ngak tahu lagi harus gimana,"


Riri berucap dengan tulus kepada karyawan Kakak nya itu, Hanya ucapan terima kasih yang dapat ia berikan Semoga yang kuasa membalas semua kebaikan pemuda ganteng itu, yang kini telah berjalan menjauh pulang kerumah nya untuk beristirahat,


"Mba Rina kalau mau pulang dulu silahkan Mba, Kasian mba Rina Udah dari Siang disini,"


"Kamu ngak apa-apa Mba tinggal sebentar?"


Rina menatap wajah kuyuh Riri dengan iba,


"Ngak apa-apa Mba Nanti aku coba telpon Suami Kak Nisa!, em sebenar nya aku penasaran dengan apa yang kak Nisa alami selama menikah dengan Mas Arya," Tukas Riri dengan pendangan menerawang,


Rina yang mendengar hal itu langsung teringat akan kejadian yang menimpa Bos nya itu tadi siang,


"Em..sebetul nya tadi siang...," Rina menjeda ucapanya sejenak, apakah dia harus memberitahu Riri soal kejadian tadi siang,


"Tadi siang kenapa Mba?" Riri menatap Rina lekat,


"Tadi siang mba Nisa di jambak oleh Nyonya Ranti Ri, Aku ngak tahu seperti apa kejadian awal nya, Karena saat itu aku lagi di lantai atas," Tukas Rina,


dan hal itu membuat Riri semakin yakin jika Sang kakak memang tidak di Perlakukan dengan baik oleh Suami dan keluarganya,


Menggapa dia sampai tidak tahu akan penderitaan kakak kesayangan nya itu,


Dirinya terlalu sibuk dengan pendidikan nya,


Sampai tidak tahu sang Kakak menderita,


Tega sekali Nyonya Ranti berbuat seperti itu kepada Kakak nya yang tengah hamil besar,


"Kejam.!"


Riri tak kuasa menahan Air matanya membayangkan Sang kakak hidup menderita selama satu tahun ini,


Dia pikir kakak nya itu baik-baik saja, Mereka pikir Keluarga suaminya memperlakukan Kakak nya dengan baik, Tapi ternyata tidak sama sekali,


"Mba.. mba Rina tolong pergi ke Toko dan Periksa Cctv mba salin rekaman yang menampil kan kak Nisa di jambak oleh mertua nya," tukas Riri dengan wajah sembab nya,


"Ok mba pergi dulu ya kalau ada apa-apa kabarin mba," Ucap nya yang di jawab anggukan oleh Riri


Rina segera berlalu dari sana, ia akan ke Toko untuk memeriksa rekaman Cctv yang ada, di mana Nisa di Aniaya oleh mertua nya sendiri,


Setelah kepergian Rina,Riri mengeluarkan Phonsel Nisa dari saku nya dan segera menghubungi kembali kakak ipar nya itu,


jika tidak di jawab juga itu berarti memang mereka tidak menginginkan keberadaan Kakak nya,


Hanya dua kali dering Sudah di jawab oleh orang di sebrang sana


"halo.ada..."

__ADS_1


"Cepat datang kerumah sakit sekarang, ngak usah banyak tanya, Ini menyangkut Kak Nisa itu juga jika kamu masih punya hati Nurani" Tut,


Riri dengan cepat mematikan sambungan telpon nya sebelum seseorang di sebrang sana sempat menyahut, dan berganti men Sharelok posisi nya saat ini,


Dia cukup geram dengan kenyataan yang baru saja di ketahui nya itu,


Dia pikir kakak nya bahagia dengan pernikahan nya,


ternyata tidak lebih Hanya Pernikahan Membawa Lara untuk sang kakak,


Sedang Arya hanya terbengong dengan apa yang dia dengar barusan, "Rumah sakit" Gumam nya,


Arya yang baru saja sampai di rumah ketika jam sudah menunjukan pukul 6 itu baru saja menyelesaikan semua pekerjaan nya, Sebab sang Mama yang minta di temani ke Mall siang tadi,


Dan kini ia pulang dengan lelah, Berharap bisa melihat sang istri dengan perut buncit nya sangat menggemas kan saat dia berjalan kesana kemari,


Namun harapan tinggalah harapan, Sang istri yang di rindukan nya Namun gengsi untuk ia ungkap kan, tak nampak di manapun di rumah itu, Belum sempat bertanya kepada bi Atun,


Getar Phonsel yang berada di saku nya menghentikan Niat nya, Arya merogoh saku celana nya dan. melihat siapa yang menghubungi nya,


Dan betapa bahagia nya, kala nama Nisa yang tertera di layar Phonsel nya, Serasa ingin melompat sangking senang nya,


Arya kembali menormal kan Suara nya sebelum mengulir tombol hijau dan menjawab panggilan tersebut,


Baru juga ber halo.. Namun sudah di potong oleh suara seseorang,yang ternyata bukan Suara istri nya,


Suara judes dan galak sekali, membuat nya terbengong,


Suara Notif pesan menyadarkan Arya dari lamunan nya


(Rumah sakit kasih ibu dan anak )


di sertai Sharelok,


(Buruan! ngak pake lama)


Arya mendelik demi membaca pesan terakhir itu,


dan Sejurus kemudian Arya segera berlari dan melesat kan mobil nya menuju alamat yang tertera di Phonsel nya,


Perasaan nya menjadi tidak enak,Apa yang terjadi dengan Nisa, "Apa jangan-jangan dia mau melahirkan!," Pekik nya,


"Jika iya Suami macam apa dirinya ini istri nya mau melahirkan saja tidak tahu" Gumam nya berbicara sendiri seraya mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi,


Setelah memarkirkan kendaraan nya Arya segera menuju meja resepsionis untuk menanyakan ruangan Istri nya di rawat,


Sedang Riri kini tengah menggendong bayi gembul berbobot 4,5 kg yang baru saja melihat duni itu,


"Sayang nya Onty, yang pintar ya sayang ngak boleh rewel, suruh bunda cepat bangun ya,"


Riri berucap dengan air mata bercucuran, tak kuasa menahan kesedihan nya, sang kakak belum juga sadar, membuat nya semakin di rundung sedih,

__ADS_1


"Kak Nisa.. bangun dong! lihat nih Anak kakak


ganteng banget! dia mirip sekali sama kak Nisa loh!," Riri berucap sembari menghapus air mata nya,


Dirinya merasa sebagai adik tak berguna, Kakak nya selama ini hidup menderita,Tertekan dan dirinya tidak tahu akan hal itu,


Tok! tok! tok!..


Suara ketukan di pintu membuat Riri menolehkan kepala nya, Seorang lelaki tampan nan gagah itu kini melongok kan kepalanya,


"Ahh akhir nya datang juga!" Tukas Riri pelan,


Kemudian Riri buru-buru meletak kan Bayi Nisa kedalam box nya, sejurus kemudian Riri berbalik dan mendorong Tubuh tegap Arya keluar ruangan,


"Aku mau ngomong sama kamu!" Ucap Riri cepat sebelum Arya melakukan protes,


Biar saja dia terkesan barbar dan tidak sopan di mata Kakak ipar nya sendiri, bodo amat!


"Apaan ini Aku mau masuk kedalam mau menemui Istriku!" Arya protes setelah sampai di luar ruangan, Dengan jengkel menatap Riri yang tengah berkacak pinggang di hadapan Arya,


"Ok! sebelum kamu melakukan semua itu, Sebaik nya kamu lihat dulu ini,"


Riri melemparkan Phonsel nya tepat mengenai dada bidang Arya, dengan gelagapan Arya menagkap benda pipih tersebut agar tidak jatuh membentur lantai,


Arya melebarkan bola matanya kala melihat sesuatu yang membuat nya geram,


"Bagaimana..! Hem.. apa kalian puas telah menyakiti Kak Nisa," Tukas Riri dengan Nafas memburu menahan emosi di masih sadar jika ini adalah rumah sakit tidak pantas jika dirinya berteriak-teriak disini, Yang tentu akan menggangu kenyamanan banyak orang,


"Apa salah kak Nisa sehingga Ibu mu dengan tega melakukan hal sekejam itu kepada kak Nisa, Dalam keadaan hamil besar seperti itu dan menjadi salah satu akibat kak Nisa sampai sekarang belum sadarkan diri!,"


Lanjut Riri dengan air mata yang kembali meluncur,


"Aku ngak kebayang gimna perasaan Ayah dan Ibu ku saat mengetahui jika Anak kesayangan nya,Kebanggaan nya, malah di perlakukan tidak baik oleh mertua nya,Bahkan mungkin Suaminya juga,"


Riri seolah mengeluarkan semua kejengkeln nya kepada Suami Kakak nya itu,


Sedang Arya hanya mampu membisu, tidak dapat di pungkiri, dirinya memang sering melontarkan kata-kata yang pasti telah menggores batin Istri nya itu,


bersambung....


udah dua bab loh hari ini


kita lanjut besok lagi ya, Othor ngantuk dah


jangan lupa like nya dong


bagi bunga or kopi juga bisa biar Othor makin semangat hihih


maaf bila banyak typo nya ya


terima kasih🙏

__ADS_1


love you all😘


__ADS_2