PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
menemui Arya


__ADS_3

.


.


Setelah menimbang-nimbang saran dari Rina, kini Riri telah duduk di hadapan Tuan Wiguna, Yang dengan sigap menggambil alih memangku Cucu kesayangan nya itu,


Yang dengan lincah nya bayi montok itu menggerak-gerkan tubuh nya ingin menggapai cangkir kopi yang ada di hadapan nya


" Jadi bagaimana nak? Tujuan om Masih sama dengan yang sudah-sudah,


Om mohon sama kamu tolong temuin Arya,


Sudah Seminggu ini dia di rawat di rumah sakit, Karena tidak mau makan badan dia sudah lemes, "


Netra tua itu menatap nya penuh permohonan


Dengan gurat wajah lelah nya yang kentara,


Sedang Riri masih diam membisu,


"Tolong om Nak!, Om tidak tahu lagi harus dengan cara apa untuk menyadarkan Arya kembali,


Riri yang tak sampai mendengar permohonan Opa nya Re itu akhir nya mengiyakan permintaan nya,


"Baik lah om kapan saya bisa menjenguk nya,"


Riri meraih baby Re yang kian meronta dari panggkuan sang Opa, bayi montok itu ingin menarik taplak meja sekarang,


"Baby itu tidak boleh di tarik ya, bahaya, Nih baby makan ini aja oke, " Riri memberi pengertian kepada Re dan menawari nya Biskuit khusus bayi seusia nya


Dengan riang bayi itu langsung menggambil nya dan mengigit nya dengan gigi nya yang baru tumbuh 2 di atas dan 2 di bawah,Terlihat sangat lucu,


" Alhamdulillah terima kasih nak, Atas semua kebaikan kamu kepada keluarga om, Ayah mu pasti sangat bangga memiliki putri yang hebat seperti dirimu, " Puji nya


"Ah om terlalu berlebihan memuji saya, "


Riri tersenyum tipis


.

__ADS_1


.


Di sebuah ruangan di salah satu rumah sakit ternama di daerah itu.Seorang pasien yang tengah duduk di atas Brangkar, Dengan menghadap jendela salah satu tangan nya terpasang selang infus, Pandangan nya kosong, Tiada pendar cahaya di mata nya yang redup,


ingatan nya terkadang berbayang masa lalu yang amat ia sesali hingga detik ini,


Dirinya tidak gila hanya saja dia tidak bisa menerima kenyataan jika Istri yang belum sempat ia bahagiakan itu telah pergi untuk selama nya


Bahkan diri nya belum meminta maaf dengan benar atas segala kesalahan yang ia perbuat kepada istri yang termbat ia cintai itu,


Sepanjang pernikahan mereka dirinya hanya memberika luka kepada Nisa, Luka batin yang sampai membuat istri nya menyerah untuk hidup di dunia ini, menyerah untuk mencintai dan mendampingi dirinya,


Air mata nya Menetes setiap kali menggugat perlakuan buruk nya terhadap Nisa,


"Nisa sayang, tolong maaf kan aku yang sudah terlalu dalam menyakiti mu, "


Arya meraup wajah nya dengan kedua tangan nya, Bahu bergetar, menangis tersedu-sedu


dia makan melupakan Putra nya dengan terus menyiksa diri nya sendiri,


Diluar ruangan. Riri berdiri dengan menggendong baby Re yang tumben sore itu anteng-anteng saja biasa nya sudah berontak ingin turun dan merangkak kemana-mana,


Bayi gembul dan montok itu sangat aktif tidak mau diam, Diam hanya saat dia tertidur saja atau sedang tidak enak badan,


Riri meraih hendel pintu tersebut dan sebelum membuka nya dia menoleh lagi ke arah Tuan Wiguna dan Opa nya Re itu menggangukan kepala untuk meyakin kan nya,


Dengan menarik nafas Riri membuka pintu tersebut dan perlahan masuk, Dari tempat nya berdiri dia bisa melihat punggung lebar Arya yang terguncang dengan suara Isak tangis,


Riri menghembuskan Nafas nya kasar melihat pemandangan yang tersaji di depan mata nya, Arya terlihat lebih kurus dari yang terakhir dia melihat nya saat di rumah sakit waktu itu,


Dengan perlahan Riri mendekati ranjang pasien yang ada di tengah ruangan luas itu,


Arya belum menyadari jika ada yang memasuki ruangan nya,


" Apa mas Arya akan terus seperti ini? percuma menangis dan menyiksa diri Kakak ku tidak akan kembali hidup, "


Arya menghentikan Tangis nya saat mendengar Suara ketus yang berasal dari seseorang yang berada di belakang tubuh nya,


"Apa dengan tangisan mu kak Nisa akan hidup kembali.. Apa dengan menyesal dan menyakiti dirimu akan membuat semuan nya membaik? "

__ADS_1


"Tidak sama sekali.. tapi malah sebalik nya,


Mas Arya akan terpuruk semakin dalam, Tersesat di kegelapan yang tiada bertepi, "


Riri berkata dengan nada tegas dan ketus , Sengaja memancing emosi Arya agar mau membuka suara nya dan membalas semua perkataan nya,


"Dan dampak dari kebodohan mas itu adalah melalaikan kewajiban mas Arya terhadap Anak nya sendiri, Melalaikan tanggung jawab kepada ratusan Karyawan yang bernaung di perusahan yang mas Pimpin, "


Arya hanya terdiam tidak menyahuti sama sekali perkataan Riri, Sedang baby Re meronta-ronta ingin menggapai baju yang di kenak kan Arya,


Riri yang merasa kualahan menahan bobot bayi gembul itupun menyerah dan menaruh nya di pangkuan Arya l, Dengan tetap memegangi nya, takut jika sesuatu tak di inginkan terjadi,


"wuwwuwuwu" Suara Re membuat Arya kaget dan menjatuhkan pandangan nya kebawah tepat baby Re juga sedang mendongak menatap Wajah Arya,


Pandangan Arya bertemu dengan mata bulat nan jernih milik Re, dan bayi gembul itu tiba-tiba tersenyum menampak kan gigi nya yang baru tumbuh itu,


Arya terkesimah dengan senyum menggemas kan Bayi yang ada di pangkuan nya itu,


Sedang Re dengan tangan mungil nya berusaha meraih wajah Arya yang menunduk pada nya,


"wuwawuawua.." Oceh bayi itu, dengan riang.Mat Arya sudah berkaca-kaca saat tangan mungil nan lembut itu memegang pipi nya dan menepuk-nepuk nya,


"Apa mas Arya ngak sayang sama baby Re? mas ngak mau rawat baby?,"


Arya dengan segera memeluk tubuh mungil yang ada di pangkuan nya tersebut dan mengecupi puncak kepalan nya berkali-kali,


"Jika mas Arya merasa bersalah kepada Kak Nisa, maka jangan pula menambah kesalahan dengan mangabaikan baby Re, Tebus lah kesalahan mas Arya itu dengan merawat Baby dengan baik, Aku yakin Kak Nisa sudah memaafkan Mas Arya, "


.


.


.


.bersambung....


jangan lupa jempol nya ya bestie


Dan maaf up nya telat๐Ÿ™

__ADS_1


Love you๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


.


__ADS_2