
"Sayang. Kamu wangi banget, Jadi pengen anu, " Arya memghirup aroma khas istri nya itu dengan sesekali mengecupi leher jenjang sang istri,
Membuat Riri tak kuasa menaha de sa han nya, saat tangan dan bibir Arya mulai mengerayangi tubuh sexy nya,
" Sayang aku kangen banget, " Suara Arya sudah serak, Tanda jika hasrat yang sudah di ubun-ubun, Dengan cepat ia menyatukan bibir nya dengan bibir ranum Riri, Yang juga menyambut nya dengan tak kalah panas dan bergairah nya,
Membuat Arya semakin menekan tengkuk istri nya itu, Demi memperdalam ciuman nya.
Tak tahan menahan hsrat yang sudah menguasai dirinya, Arya segera mengangkat tubuh sintal Riri dan mendudukan nya di atas meja bufet setinggi pinggang nya itu, Tanpa melepaskan tautan bibir keduanya,
Arya tidak menyia-nyiakan kesempatan langkah ini, Ya semenjak kelahiran putri bungsunya, Dirinya sangat jarang bercinta dengan bebas dan leluarsa dengan istrinya,
Bukan tanpa alasan, Semua itu karena si bungsu yang selalu menjadi satpam di antara keduanya, Sejak kecil Echa tidak suka jika melihat Papi nya memesrai Mami nya,
bahkan gadis aktif nan pecicilan itu masih tidur bersama Mami Papi nya hingga saat ini , Tidak ingin pisah kamar, Alhasil setiap kali Arya dan Riri bercinta mereka harus menjaga dan mengontrol suara dan gerakan mereka, Agar si bungsu tidak terganggu,
Dan malam ini adalah malam keberuntungan bagi Arya, Karena si bungsu sedang ingin tidur bersama Oma nya, Entah lah Echa memang susah di tebak suasana hati nya, Semua semaunya saja,
Malam itu Kedua insan yang sama berhasrat nya itu kini saling mencumbu dan saling memberi ke nikmatan yang mereka butuhkan, Melepaskan dahaga mereka yang seolah telah lama tidak tersalurkan,
" Kak Nuna.. kak Nuna!, "
"Hai Dek Echa!, Jangan lari-lari nanti jatoh loh, Ada apa?, " Tanya Nuna yang siang itu sedang duduk di kantin bersama Teman2 nya,
"Kak Nuna mau nggak temenin Echa makan di tempat biasa?, Nuna udah bawa bekal untuk kak Nuna, Ini buatan Mami Echa loh,"
Echa berdiri di samping Nuna dengan menenteng paper bag yang berisi dua kotak bekal untuk dirinya dan juga Nuna,
__ADS_1
Mendengar penituran adik kelas sekaligus teman nya itu, Nuna pun akhirnya menyetujui permintaan Echa, Nuna segera bangkit dari bangkunya dan berjalan bersihkan bersama Echa, Menuju bangku panjang yang berada di bawah pohon mangga di halaman sekolah tersebut,
Tempat itu adalah tempat favorit mereka, selain jauh dari keributan murid-murid yang sedang beristirahat, Dari tempat itu juga mereka berdua juga bisa makan sambil menyaksikan murid lain yang bermain di lapangan yang biasa di gunakan jika pelajaran olahraga praktek,
"Ini itu Mami aku yang buatin loh, Rasanya Enak banget. kak Nuna pasti suka, "
Echa mengeluarkan dua buah bekal dari dalam paper bag nya, Kemudian ia menyerah kan satu kepada Nuna, Teman terbaik nya itu,
"Wah.. aroma nya saja sudah enak apalagi rasanya," Ucap Nuna bersemangat sembari mengendus aroma yang begitu menggugah selera itu, Cacing di perut nya seketika meronta-ronta minta di kasih makan saat Ia menghirup aroma yang sangat lezat itu,
"Kak Nuna. ini buat kakak," Echa mengulurkan sebuah kotak kecil kehadapa Nuna yang baru saja selesai meminum air mineral nya, Sebuah kotak kecil yang terbungkus kertas kado warna pink, Dengan pita kecil di atas nya,
"Hem.buat kakak?. apa ini Cha? " Nuna menerima kotak kecil tersebut dengan ragu-ragu,
"Iya. itu buat Kak Nuna, Sebagai kenang-kenangan dariku, kan sebentar lagi Kak Nuna mau lulus, Pasti kita nggak akan bertemu lagi, " Suara Echa terdengar tidak bersemangat sekarang, wajahnya nya pun kini berubah sendu,
Nuna sangat terharu dengan semua itu, gadis 12 tahun itu kini dengan cepat memeluk tubuh Echa, Dengan mata yang sudah berkaca-kaca,
"Hem biasa aja kamu, Em ini pasti mahal. apa nggak apa-apa kamu ngasih kaka ini?," Nuna bertanya sembari memainkan bandul kalung nya,
"Betulan kak, Kaka bertambah cantik memakai kalung itu, Sangat cocok,"
"Ini gabungan dari nama kita ya? R dan N, "
Nuna mengusap bandul dengan huruf R dan N itu, Entah menggapa tapi ada kesejukan yang menyusup di hatinya terdalam nya,
" Iya. nama kita berdua, Kata Mami itu yang pilihkan Abang aku loh, Dan ternyata sangat cocok dengan kak Nuna, Abang memang hebat, " puji Echa kepada Abang yang selalu menyayanginya itu,
__ADS_1
"Oya? Wah keren banget Abang Echa, Siapa nama Abang nya?., " Tanya Nuna sedikit penasaran,
"Nama Abang ku . At...,"
"Nuna...!
Perkataan Echa terpotong oleh suara panggilan dari arah jauh, Keduanya kompak menoleh ke arah sumber suara tersebut,
"Ahh akhirnya aku menemukan mu juga, Dari tadi aku mencarimu kesana kemari, Ternyata kamu disini dengan....anak kecil?," Ucap Teman Nuna yang memanggilnya nya tadi,
"Dia siapa kerabatmu kah?, "
"Oh kenapa kau mencariku?, Tanya Nuna dengan expresi datar, "Dia teman aku nama nya Echa, " Nuna memperkenal kan Echa kepada teman nya yang bernama Ridho tersebut,
"Kamu berteman dengan anak kecil?, " Tanya Teman nya tersebut dengan raut sedikit geli, Sebab Nuna yang berteman dengan anak umur 8 tahun itu,
Echa yang mendengar dan memperhatikan expresi meremehkan dari teman Nuna itupun merasa sedikit jengkel,
"Hallo kak, kenalin nama aku Echa, calon adik ipar nya kak Nuna, "
Ucap Echa tanpa pikir panjang, Gadis kecil itupun sebenar nya tidak mengerti apa arti dari perkataan nya itu, Dirinya hanya mempraktek kan sebuah adegan yang pernah ia lihat di TV yang sering Oma nya tonton bersama Lili,
Dan perkataan Echa barusan sukses membuat Nuna tersedak karena liur nya sendiri, Ya walaupun dirinya juga belum mengerti sepenuh nya tentang hubungan orang dewasa, Namun ia cukup paham dengan apa yang di maksud ipar tersebut,
Dan Reaksi berbeda yang di tunjukan oleh teman sekelas Nuna itupun membuat Echa sangat puas, Kakak kelas nya yang bernama Ridho seketika memasang muka masam, saat mendengar perkataan Echa tadi,
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
Mohon maaf kaka semua up nya sangat lama, 🙏
Terima kasih yang sudah setia menunggu 🤗