PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Baby Re.


__ADS_3

Riri masih dengan emosi nya yang tertahan,


menatap Arya Suami dari Kakak kesayangan nya itu, tidak bisa bersuara Demi melihat apa yang telah Mama nya lakukan, Kepada Nisa siang tadi,


"Apa, kalian ngak puas jika hanya menyiksa batin nya?, Sehingga begitu kejam nya menyiksa fisik nya juga," Riri berucap sambil mengatur Nafas nya yang memburu,


"Seharus nya kalau memang sedari awal kalian tidak suka dengan Kakak ku,


Kalian bisa mengembalikan nya kepada kami,Ngak perlu kalian menyiksa dia lahir batin,"Lanjut nya dengan memandang Arya Sinis,


Arya benar-benar mati kutu tak bisa menjawab atau membela diri, Karena memang sedari awal pernikahan itu terjadi Niat nya memang akan menyiksa Nisa,Membuat nya tertekan, Dengan begitu Nisa akan cepat menyerah, dan meminta cerai,


Namun itu dulu,Ketika di awal pernikahan,


Dan dengan seiring berjalan nya waktu,Arya mulai mencintai nya, Menyayangi nya dalam diam,Menyukai setiap apa yang Nisa lakukan, Merindukan kebawelan nya di setiap Pagi jika dirinya tidak ikut sarapan, dan sebagai nya,


Istrinya itu akan mengomeli nya, Walaupun hanya tatapan sinis yang di berikan,


Namun Nisa tetap lah Nisa yang terlihat ceri setiap saat, dan tidak pernah membalas apa yang Arya lakukan padanya,


Terlalu pandai menyembunyika perasaan nya sehingga keluarga nya pun tidak ada yang tahu,Jika Dirinya sangat tertekan dan Stres,


Aray sangat menyesal telah melakukan hal sekejam itu kepada Istri nya , Yang telah i cintai secara diam-diam itu, Ego dan gengsinya terlalu tinggi di Ika harus mengakui dirinya telah Jatuh Cinta kepada Istri nya sendiri,


"Kalau sampai terjadi apa-apa,Dengan kak Nisa, Aku ngak akan memaafkan kalian," Ucap nya sambil berlalu masuk kedalam kamar di mana Nisa sang kakak di rawat,


Begitu Riri membuka pintu, Matanya langsung membola, Demi melihat Sang kakaj telah membuka matanya dan tengah berusaha untuk mendudukan dirinya,


"Kak Nisa..,Kakak sudah sadar?, Sebentar!" Riri dengan cepat memencet bel untuk memanggil Dokter,


Sedang Arya yang berdiri di ambang pintu,Tertegun ketika pandangan nya bertemu dengan Netra teduh Nisa, Wanita itu terlihat pucat, Arya mengulas senyum kepada nya,


Namun alih-alih nendapat balasan, Nisa malah membuang mukanya ke arah lain dengan tatapan kosong,


Tak lama Dokter pun datang,Dan segera melakukan pemeriksaan terhadap Nisa,


"Kakak ku sudah sadar, lebih baik kamu pulang!" ketus Riri kepada Arya setelah tadi ia mengajak nya ke luar dari ruangan Nisa, tidak ada rasa hormat sedikitpun terhadap Arya,


Rasa kecewanya terhadap Arya dan keluarganya terlalu dalam,


Riri bertekad begitu kakak nya pulih ia akan menyuruh berpisah dari Arya, Sudah cukup kakak kesayangan nya itu menderita,


Tak lama Dokter pun keluar setelah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Nis,


"Bagaimana keadaan Kakak saya Dok?,"

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Istri say Dok?,"


Riri mendelik demi mendengar Arya berucap sama dengan nya, "Hais! orang ini ikut-ikutan saja"


Dumel nya dalam hati dengan pandangan tak suka kepada Arya,


sementara Arya menaikan dagunya seolah bertanya, "kenapa memang nya aku suaminya"


begitulah arti dari sorot mata Arya,


Dan hal itu membuat Riri buang muka, sebal,


Dokter Dina hanya bengong melihat kedua orang yang ada di depan nya itu,


"Ehm begini.keadaan Ibu Annisa sudah cukup membaik,Dan usahakan beliau jangan terlalu banyak pikiran atau stres, karena itu akan memicu adanya pendarahan lagi," Tukas sang Dokter,


"Sebisa mungkin menghindari hal-hal yang bisa memicu, ketidak stabilan emosi atau stres dan lain-lainnya, Beri dia suport agar semangat nya bangkit lagi,"


"Terima kasih Dokter,"


"Terima kasih Dokter"


Kor keduanya, Lagi-lagi mereka mengucapkan hal yang sama, membuat Riri kembali mendengus kesal,


"Sama-sama!" Ucap sang Dokter sambil berlalu meninggalkan Dua orang yang tengah menatap kesal, satu sama lain,


Membuat Arya yang berada di luar pintu itu menggumpat dengan kesal,


"Astaga kenapa ada orang sekasar itu," Kesal nya,


"Ri, tolong angkat kan baby ke sini Aku ingin menyusui nya" Pinta Nisa denga. mata yang sudah berkaca-kaca


Riri segera menggendong Bayi gembul itu dan meletak kan nya di pangkuan sang Kakak,


Reflek bayi yang baru lahir itu menggeliatkan tubuh nya setelah Riri menaruh nya di panggkuan Nisa,Seakan dia mengerti jika yang memangku nya itu Bunda nya


"Uluh-uluh! Anak bunda, Mau mimi ya!" Nisa sangat bersemangat mengendong sang Putra,walau tangan nya gemetar,


Bayi merah Nan gembul itu begitu kuat menyusu pada sang Bunda, Hingga Nisa sedikit meringis, "Sshh perih!" Ringis nya,


"Kak Uda ada namanya belom?" tanya Riri,


Nisa terdiam beberapa saat,


"ATHA REXA DWIGUNA, Panggilan nya baby Re" Tukas Nisa sambil menciumi kening Anak nya yang sudah terlelap kembali setelah puas menyusu, Tak terasa air matanya menetes,

__ADS_1


Tak menyangka diri nya bisa merasakan menjadi wanita seutuh nya,di usia nya yang sudah menginjak 30 tahun,


Bisa merasakan melahirkan dan menyusui,


"Ibu maaf kan Nisa jika selama ini Nisa banyak salah sama Ibu, Nisa sayang Ibu,"


Nisa menangis mengingat Ibu nya yang tengah menjalankan Ibadah haji bersama sang Ayah,


Melihat sang Kakak menangis membuat Riri panik, Dengan cepat Riri menghampiri Nisa,


" Kak Nisa kenapa?" Tanya nya kemudian hendak mengambil baby Re untuk di pindahkan ke box nya, Namun Nisa menggeleng,


"Jangan Ri Kakak masih ingin menggendong nya! kakak belum puas," ucap nya sambil mendekap tubuh baby Re penuh sayang,


Tok!tok!tok! Suara ketukan pintu mengalihkan keharuan Riri terhadap sang kakak,


Riri beranjak untuk membuka pintu, Dan ternyata Yang mengetuk pintu adalah Tuan Wiguna dan Arya yang berdiri di belakang sang Papa,


"Silahkan masuk Om," Tukas Riri berusaha bersikap Sopan terhadap Tuan Wiguna,


Namun saat Netra nya bertumpuk dengan Netra Arya, Riri melototkan matanya tak suka,


Sedang Arya hanya membuang muka tak perduli, Dengan ketidak sukaan Adik ipar nya itu kepada dirinya


"Gimana keadaan kamu sayang!" Tanya tuan Wiguna kepada Nisa yang masih mendekap baby Re,


"Baik Pah," jawab nya pendek


Arya yang menyaksikan hal itu sangat ingin mendekap kedua nya


"Uluh! gantengnya Cucu Opa!, Apa sudah ada Naman nya Nis?" Tanya nya kemudian sambil melirik Arya yang sejak tadi tak lepas memandang Istri dan Anak nya,


"Sudah Pah, Nama nya, ATHA REXA DWIGUNA, Panggilannya Baby Re," Jawab Nisa tanpa menoleh ke arah Arya


Yang tengah lekat memandang nya dan juga baby Re,


" Nama yang sangat bagus!"


Puji tuan Wiguna tulus,


Arya merasa sedikit kecewa, Sebab Nisa memberi Nama Anak mereka tanpa bertanya dulu padan nya,


Bersambung....


Jangan lupa like dan komen nya ya

__ADS_1


mohon maaf bila banyak Typo nya🙏


terima kasih🙏 love you all😘


__ADS_2