
"Mas Orang tadi.. apa Mas mengenal mereka.?" Tanya seorang wanita cantik yang duduk di sebelah Dirga yang kini tengah tekun mengemudikan Mobil nya dalam diam,
Wanita yang bernama Rindy Afifah yang kini tengah mengandung anak ketiga, buah cintnya dengan Sang Suami Dirgantara Juanda, Lelaki yang di jodohkan dengan nya 8 tahun yang lalu, saat dirinya barusa saja menyelesaikan pendidikan ny di LN,
Di University yang Sama dengan Dirga,
Ayah nya yang saat itu sedang sakit keras,meminta dirinya menikah dengan Anak Teman sang Ayah, tidak ada pilihan lain selain menerima dan menuruti keinginan sang Ayah Untuk yang terakhir kali nya,
Sang Ayah meninggal dunia setelah dirinya sah menjadi Istri Dirga, Pemuda yang ternyata dia sukai secar diam-diam itu, semenjak mereka kuliah di tempat Yang sama,
Dirga yang cuek terhadap nya dan cenderung dingin itu, Perlahan melunak denga. seiring waktu yang telah mereka lalui, tepat satu tahun pernikahan mereka, dan dirinya di nyatakan Hamil, sikap Dirga semakin membaik dan menyayangi dirinya dengan tulus,
Dirga yang mendengar pertanyaan sang Istri kini terdiam sejenak sebelum menjawab nya,
"Oh ngak Sayang itu tadi Dika ngak sengaja Nendang bola terus kena mereka yang lagi duduk, Kilah nya Dirga tidak mau jika Istri nya berpikiran yang Tidak-tidak tentang nya, Apalagi dalam kondisi sedang hamil begini,
sebisa mungkin menghindari hal-hal yang tidak di inginkan,
Biarkan dia menyimpan nya sendiri, Apalagi melihat Nisa dengan kondisi Hamil tadi,
Dirga berpikir jika Nisa juga sudah bahagia dengan kehidupan nya saat ini,
Membuat diri nya sedikit lega, setidak nya Dirinya tidak terlalu merasa bersalah terhadap
mantan kekasih nya itu,
"Oh.., Lain kali Abang harus hati-hati ya jika menendang bola, Jangan sampai mengenai
orang.!" Nasehat nya untuk sang Anak,
"Iya Mami.!" Jawab nya patuh,
Nisa yang sudah berhasil menenangkan diri nya, Dan kini tengah di Landa rasa lapar, sebab capek menangis di sepanjang sore hari ini, ia kini tengah berada di sebuah kedai Nasi goreng favorit nya, Setelah menumpahkan semua Unek-uneknya kepada Sheril yang setia mendengarkan nya,
Definisi dari Sahabat terbaik,
"Bang Nasi goreng Spesial nya tiga ya di bungkus aja bang!"
"Siap Neng!"
Setelah membayar Total pesanan nya Nisa kembali duduk di dalam mobil bersama Sheril
yang tengah asyik mengukir layar Phonsel nya,
"Sher! habis ini kamu langsung balik apa mau ikut mampir ke rumah Aku?"
"Aku langsung pulang aja deh Nis, kasian Mommy sendirian! Daddy lagi ke luar Kota,"
__ADS_1
Membuat Nisa menggangukan. kepala nya mengiyakan,
"Makasih ya Sher! Kamu emang Sahabat terbaik Aku," Ucap nya Tulus,
"Its oke! Kita kan Bestie hehe!"
" Thanks banget ya Sher! hati-hati di jalan, jangan ngebut!" Nisa mewanti-wanti Sahabat nya itu sebelum dirinya Turun dari Mobil,
"Aman Boss" Jawab nya sambil tersenyum,
Nisa kembali menutup Pagar Rumah nya setelah Mobil Sheril sudah tak terlihat lagi dari pandangan nya,
"Seperti nya dia keluar," gumam Nisa sambil berjalan dan mengtuka pintu,
Tak lama pintu terbuka menampilkan Sosok bi Atun yang menyambut nya dengan senyum ramah
"Bi Ini Nasi goreng nya tolong di siapin ya! Nanti kita makan Bareng, Jangan menolak!"
Ujar Nisa cepat sebelum Bi Atun menolak ajakan nya, dan berlalu ke kamar untuk mengganti bajunya dengan baju kebesaran nya, Sebuah Daster MIDI yang sangat Nyaman di gunaka di rumah,
"Bi.! Mas Arya kemana? Sudah lama kah keluar nya?" Tanya Nisa kepada Bi Atun,
"Dari jam 5 tadi Non katanya mau kerumah Utama," Jawab nya sambil menyuapkan sesendok Nasi goreng yang Nisa beli tadi kedalam mulut nya,
Nisa hanya ber oh saja menaggapi,
Begitupun dengan Arya lelaki tampan itu juga gengsi mau menegur sang Istri,
Walau sebenar nya Rindu dengan suara Nisa, Yang selalu cerewet setiap pagi
Ingin meminta Maaf kepada Nisa Namun gengsi yang selalu mendominasi dirinya,
Ya Arya yang telah mengetahui bahwa Sang Mama telah mengbil ATM pemberian Papa Wiguna ke pada Nisa,
Hal itu Sang Papa sendiri yang memberi tahu nya,Awalnya Arya tidak percaya, Namun dengan dengan beberapa bukti yang di serahkan Papa Wiguna kepada Arya,
Membuat nya kaget luar biasa dan geram dalam waktu bersamaan,
Arya tidak menyangka jika sang Mama tega melakukan hal itu,
Dan yang lebih membuatnya geram adalah Restie, Wanita sundel itu seakan dengan sengaja memoroti Sang Mama, dengan dalih mengajak nya berbelanja, Yang berujung Dirinya di Traktir,Alias gratis dengan Nyonya Ranti yang membayar semua belanjaan nya,
Dan sejak saat itulah Asumsinya terhadap Nisa berubah,
Dirinya kagum dengan Nisa yang Sukses dengan Usaha yang dia Rintis dari Nol hingga sesukses sekarang ini,
Ya Arya juga telah mengetahui Tentang Nisa yang Sukses dengan Usahanya, dari sang Papa, kini dirinya berubah kagum Akan Nisa
__ADS_1
Pribadi Nisa yang baik serta Penyayang keluarga itu,
Siang itu Nisa tengah mengontrol Aneka cake dan juga kue-kue lainya yang berada di Etalase khusus, menyortir satu demi satu,
Jangan sampai ada produk yang tidak layak konsumsi,
Namun Sebuah jambakan kuat di rambut nya membuat nya kaget, serta susah hanya untuk berbalik,
"Achh! lepasss..!" Suara Nisa yang nyaring membuat beberapa pengunjung menoleh dan mereka kaget dengan apa yang mereka lihat,
"Perempuan kurang ajar kamu ya..! beraninya kamu mengadukan saya yang tidak-tidak.!" Teriak Nyonya Ranti masih dengan menjambak Rambut panjang Nisa dengan kuat,
Nisa kesulitan bergerak Sebab Perut nya yang buncit serta Kepalanya yang sangat sakit, bahkan beberapa helai rambut nya telah rontok,
Rina yang baru saja Turun dari lantai atas itu, Membelalak kan Matanya, Rina berlari ke arah Nisa yang kesulitan melepas tangan Nyonya Ranti,
"Astaga Nyonya jangan begini lepass! Rina dengan sekuat tenaga melepas tangan Nyonya Ranti dari rambut Nisa,
"Kamu jangan ikut campur! ini urusan Saya dengan dia!" Teriak Nyonya Ranti,
Nisa yang merasakan kepakan kian berdenyut kini mulai kualahan, Para pengunjung dengan sigap ikut menolong Nisa, Setelah beberapa saat akhir nya tangan Nyonya Ranti berhasil di lepas.dan d jauhkan dari Nisa,
"Dengar ya kamu perempuan tidak tahu diri,
saya tidak akan membiarkan mu hidup enak dengan Anak saya!
Nyonya Ranti dengan Nafas nya yang kempang-kempis menahan emosi yang telah menguasai dirinya
Amarah yang membuncah telah mengalahkan Akal sehat nya,
Sehingga dengan Tega nya menganiaya wanita yang tengah mengandung Calon Cucu nya itu,
Dia tidak sadar jika perbuatan nya saat ini
Akan membuat nya Menyesal seumur hidup nya di kemudian hari.
Bersambung.....
ini tuh udah panjang loh bestie 1000 kata, hick!
jangan lupa like nya ya beb!
mohon maaf jika banyak typo nya ya
Terima kasih🙏
Love you😘
__ADS_1