
" Aduh.. Anak Papi yang ganteng, Bukan gitu maksud Papi sayang," Arya mendatangi Anak dan istrinya,
" Sini sama Papi, Biarkan Mami menyiapkan makan buat kita, Maafin Papi ya sayang, Abang boleh kok bobo bareng Mami sama Papi hem,"
Arya meraih tubuh putra nya dan kembali menggendongnya, Riri hanya menggelengkan kepala nya, Melihat semua itu,
"Uluh-uluh, Sayang anak Papi, Yuk kita liat Adek, Lagi apa ya adek sekarang?"
Arya berlalu dari dapur ke ruang tengah, Mendatangi Eza yang di jaga oleh babysitter nya,
" Udah dong! Jangan manyun gitu,Papi sedih kalau Abang manyun," Aryaemasang wajah paling memelas di depan Putra sulung nya itu,
Berharap jika putra nya itu mau berdamai dengan nya,
.
.
"Bagaimana? Masih nggak mau makan?,"
"Nggak mau Bu, Nyonya menolak makan dan juga menolak di mandikan,"
Ucap Sumi Takut-takut memandang Riri, Riri yang berwajah judes dan galak itu, membuat Sumi sedikit kikuk,
" Mba..!" Riri memanggil babysitter Eza,
"Iya Bu!"
" Tolong pegang Eza dulu ya, Biarkan Aja dulu Abang main sendiri, " Ucap Riri sembari menyerahkan Bayi nya kepada Babysitter nya,
"Ayo mba Sumi, Kita mandiin Nyonya," Tanpa menunggu jawaban dari Sumi, Riri sudah berjalan lebih dulu ke kamar Nyonya Ranti,
" Mandi ya Nyonya, Baru sarapan!,". Terdengar suara mba perawat yang sedang membujuk Nyonya Ranti untuk di mandikan,
" Nggak! Bawa saya pulang! Saya nggak betah di sini," Tukas Nyonya Ranti, Dengan Suara sedikit Nyaring,
Mba perawat itu menghela nafas lelah, Lelah memghadapi Nyonya Ranti yang keras kepala itu,
" Kalau Mama nggak mau mandi, Nggak mau makan, Mama nggak akan sembuh, Dan Mama akan tetap tinggal disini, Dengerin Aku ngoceh setiap hari,"
__ADS_1
Tukas Riri dengan wajah datar nya, Membuat Nyonya Ranti mendelik kan matanya, Tidak suka dengan Ririn yang memanggil nya Mama,
"Kenapa?, Mama nggak suka, kalau aku panggil Mama, Kalau nggak suka, Ayo kita mandi," Ucap Riri meraih kursi roda Ibu mertuanya dan mendorong nya menuju kamar Mandi,
" Ayo Mba, Bantu aku, Mba Sumi tolong ambilkan makanan yang baru, Itu sudah dingin,"
" Baik Bu, " kor kedua nya
"Kalau Mama nggak betah tinggal disini, Mama harus makan, biar cepat sembuh, Jangan rewel, Kalau Mama sudah sembuh, Mama boleh pulang ke rumah Mama lagi,"
Riri menyabuni tubuh mertuanya dengan telaten, dari ujung kaki hingga ujung kepala,
Sedang Nyonya Ranti hanya diam, Walaupun mimik wajah nya masih tidak ramah, Namun Riri tetap tidak perduli, Akan hal itu,
"Nah kalau gini kan Mama lebih cantik dan segar, Apa enak nya nggak mandi, Bau,nggak sehat lagi," Ucap Riri pedas, dengan Wajah datar nya,
" Kamu ini mau bantuin atau mau ngeledek sih?," Tukas Nyonya Ranti dongkol saat memdemgar Riri memgatainya bau,
" Dua-dua nya, Makanya Mama jangan malas mandi, Biar tetap wangi dan seger,"
Ucap Riri tanpa expresi,
Mba perawat dan mba Sumi saling pandang, Mereka hanya diam tanpa bersuara,
Riri meminta piring makanan Ibu mertuanya, Dan menyuapi nya hingga makanan itu tandas, Tak bersisa,
"Nah..,Gitu dong. Pinter makan nya cepat dan habis, Kalau begini terus Mama akan cepat sembuh, Sekarang tinggal minum obat, Setelah itu batu istirahat,"
" Maaf Bu, Eza nangis, Seertjnya haus," Ucap sang Babysitter muncul di depan pintu kamar Nyonya Ranti, di ikuti pula Oleh Re,
"Sini Mba, Biar saya susuin disini saja, Sekalian nungguin Oma nya minum obat, kalau di tinggal nanti di lepeh obat nya,"
Riri meraih Bayi nya dari gendongan Babysitter nya, Dan membawanya masuk kedalam kamar Mertuanya,
" Mami. Kok disini? Dari tadi Abang cariin loh, Sekalinya lagi disini sama Oma," Tukas Re mengikuti Maminya ikut masuk ke kamar Oma nya,
"Iya, Mami disini, Temenin Oma, Abang kenapa cari Mami?, Mau minum susu?,"
Tanya Riri sembari memposisikan Eza untuk menyusuinya,
__ADS_1
" Em.. Abang mau makan donat mini, Rasa keju ama Coklat," Rayunya dengan memasang muka seimut mungkin. Kepada Maminya,
"Abang mau Donat? toping keju dan coklat?" Ulang Riri sebab suara Putra nya itu sangat kecil, jika sedang merayu begitu,
"He'eh,"
"Itu saja Nggak pengen yang lain?" Tanya Riri,
"Sama Cake boleh?," Sambung nya, " Dikit aja,Segini" Ucap Re, Dengan mata di kedip-kedip kan, Membuat Riri tersenyum gemas, Karena tingkah putra nya Itu,
Nyonya Ranti yang melihat interaksi Riri dan Cucu nya itupun ikut menarik senyum di bibir nya, Walaupun sangat samar,
"Ok, Kalau gitu Abang minta tolong sama Mba di luar ambilin Ponsel Mami di meja makan," Perintah Riri,
"Siap Mami, Terbang…!" Re langsung berlari keluar dari kamar Oma nya dengan kedua tangan di rentangkn, Menyerupai pesawat,
"Hati-hati Bang, Jangan lari!" Teriak Riri sedikit Nyaring, Membuat Eza yang sudah akan terlelap kini kembali membuka matanya lebar-lebar, Karena terkejut,
Hal itu tak lumpur dari perhatian Nyonya Ranti yang sudah selesai meminum semua obat nya,
" Suaranya di kontrol sedikit kalau lagi nyusuin anak, Tuh dia kebangun, Gara-gara Maminya suaranya nyaring betul, Kaget dia jadinya,"
Ucap Nyonya Ranti sedikit ketus, Namun hatinya menghangat saat bisa melihat kedua cucu nya, Yang selama ini engan ia akui itu, Re yang mengemas kan, Dan si kecil yang sangat mirip dengan Papi nya, Arya, Nyonya Ranti seperti melihat Arya bayi saat ini,
" Iya Mah, Makan nya Mama cepat sembuh, biar bisa gendong Anak ku,
Iya kan Nak, Nanti di gendong Oma,
Uluh-uluh, Kasian nya Anak Mami, jadi kaget ya, Maafin Mami ya sayang, Mami mu ini memang nggak bisa kontrol Suara, udah dari sononya begini, Harap maklum ya Baby,"
Riri menciumi Pipi anak nya yang kembali menyusu itu,
"Ada saja jawaban ny kalau di kasih tahu," Dumel Nyonya Ranti, Namun ia tetap berharap semoga ia bisa sehat kembali dn menggendong Cucu nya,
Baru berapa hari tinggal serumah dengan menantu nya itu, Ia sudah sedikit melunak, Entah bagaimana nanti jika tse terus nya begini,
.
Bersambung…..
__ADS_1
Jangan lupa ya like nya reader tercinta,
mohon maaf bila banyak typo 🙏