
Riri memang sudah mengendurkan kemarahan nya, Tapi bukan berarti hatinya tidak dongkol, Sesampainya di kamar Riri langsung membuka semua kain yang melekat di tubuh nya hanya menyisakan dalaman saja
Kemudian dirinya berdiri di depan cermin meja rias nya, Menilik secara detail dirinya yang di katai kucel dan gendut oleh wanita sialan itu,
Kulit nya putih.wajah nya bersih tanpa sapuan make-up, hanya lipstik tipis yang menghiasai bibir sexy nya, Drirnya tidak gendut, Seperti apa yang di lontarkan wanita kurang ajar tadi, Dia hanya semok dan montok dengan perut membuncit akibat kehamilan nya,
"Kurang ajar memang wanita itu berani nya mengataiku gendut, Memangnya ada wanita hamil 4 bulan tapi perut nya tetap rata, Dasar sinting memang, Nggak salah memang kukeramas Boba kepalanya biar sadar-sadar sedikit, " Gumam Riri kesal,
Setelah selesai Menilik tubuh nya yang ternyata masih aman terkendali itupun Riri memutuskan untuk berendam air hangat, Untuk mengrilex kan urat-urat di kepalanya, Agar tidak terlilit antar satu dengan lain nya,
" Mami..sayang, Papi boleh masuk nggak?," Arya melongok kan kepala nya di pintu, kamar nya yang sedikit terbuka, Melihat Raut wajah istrinya itu yang ternyata masih datar, Tandanya negara belum aman terkendali,
"Hem," Riri menjawab dengan deheman,
Membuat Arya segera mendorong daun pintu itu kemudian masuk dan menutup nya kembali,
Riri hanya memperhatikan tingkah suaminya itu dengan. Ekor matanya saja, Dalam hatinya ia merasa geli sendiri,Melihat Arya yang salah tingkah kepadanya,
"Mih.Papi sudah mandi loh, Sudah luluran juga pake lulur Mama, Papi mandi sampai berjam-jam loh ini, Udah wangi sekarang, Em..Mami nggak mau cium," Arya berdiri di samping Riri yang sedang menyisir rambut nya di depan meja rias nya,
Sama sekali tak menghiraukan Arya yang kini berwajah muram,Dan putus asa,
"Papi bobo di sana ya," Menunjuk sofa, yang sudah ia siapkan bantal dan selimut buat Arya, Terlihat sangat nyaman sekali Namun bagi Arya itu adalah pemandangan horor,
"Mulai malam ini Papi bobo nya di sofa, selama seminggu, Nggak ada bantahan,
Mami mau tidur sendiri jangan di ganggu, Jika melanggar maka masa hukuman akan diperpanjang menjadi dua minggu," Tegas Riri kemudian,
Riri beranjak menaiki tempat tidur nya dan tidur memeluk guling dengan nyaman, Tak menghiraukan Arya yang berjalan menuju sofa dengan bahu layu,
Dan Penderitaan Arya di mulai pada malam itu, Dirinya harus menahan diri untuk tidak memeluk Istrinya, Tidur di sofa benar-benar menyiksa,
Keesokan harinya pun juga seperti itu, Riri akan sedikit baik jika berada di luar kamar atau di meja makan, Dirinya tetap di layani dengan baik, Sehingga tidak ada yang akan curiga jika hubungan mereka masih tidak baik-baik saja, Lebih tepat nya sih dirinya yang merasa sangat tidak baik-baik saja saat ini,
Arya berangkat ke Kantor dengan wajah kelam, Dan menyeramkan, Arya yang suasana hatinya sedang tidak baik itupun terkadang melampiaskan emosi nya kepada bawahan nya yang berbuat kesalahan,
Arya bahkan menyuruh Dimas untuk memutuskan kerja sama dengan PT Angkasa jaya tersebut,Karena akibat ulah murahan wakil Direktur Perusahaan itu dirinya kini harus menderita selama tujuh hari, Yang bagaikan bertahun-tahun lamanya sungguh menyiksa sekali,
Kini sudah tiga hari Arya menjalani hukuman nya, Tanpa seorang pun yang tahu jika ia tengah menderita saat ini,Wajah nya layu tak bersemangat,
Bahkan Dimas saja tidak berani menggoda Atasan nya itu,
Malam ini adalah malam keempat dirinya tidur di sofa, istrinya itu benar-benar keras kepala sekali, Sekali bilang A tetap A susah sekali goyah,
.
Arya yang baru saja membuka pintu kamar nya dengan tak bersemangat nya,
Di kejut kan dengan pemandangan yang membuat dirinya membeku seketika,
__ADS_1
Istrinya yang sangat ia cintai itu kini tengah berdiri di depan cermin, Menilik setiap inci tubuh nya, Yang hanya memakai pakaian dalam saja perut buncit nya semakin membuat nya terlihat sangat sexy,
Tak perlu lama-lama menikmati pemandangan indah itu, Inti tubuh Arya sudah menegang di bawah sana, membangkitkan hasrat yang sudah lama tidak tersalurkan, Ya 4 hari itu adalah waktu yang sangat lama baginya,
Dengan senyum semrik nya Arya ikut melepas kan semua kain yang melekat di tubuhnya, Persetan dengan hukuman itu,
Dan dengan langkah lebar Arya yang sudah polos itu mendekati Istrinya yang masih belum sadar akan keberadaan nya di dalam kamar itu,
"Sayang, Kamu semakin sexy saja," Arya memeluk Riri yang terkejut dari belakang, dengan berbisik di telinganya, Kemudian mencium leher Riri dan sedikit menyesap nya meninggalkan tanda kepemilikan nya di sana,
"Mas..Sejak kapan pulang?," Tanya Riri dengan tubuh yang sudah di aliri gelenyar hasrat, Yang sudah beberapa hari ini tidak ia rasakan dari suaminya,
"Mandi bareng yuk," Bukan nya menjawab Arya malah menuntun istrinya ke dalam kamar mandi, Dan menuntaskan hasrat mereka di dalam sana, Mengobati kerinduan yang selama beberapa hari ini akibat dari menjaga jarak,
Riri yang sebenarnya juga memang merindukan sentuhan suaminya itupun tidak menolak ketika Arya mengajak nya mandi bersama,
setelah keluar dari kamar mandi hukuman sudah di batalkan, Begitulah suami istri, Di atas ranjang maka semua masalah akan cepat selesai,
Setelah kejadian itu, Arya benar-benar kapok, Membuat masalah dengan Istri nya, Dirinya semakin menjaga jarak dengan lawan jenis nya,
Tidak Termasuk Dea ya, Dea pengecualian,Karena Riri sudah sangat mengenal Sekretaris Suaminya itu, Dea adalah wanita yang baik dan Sopan, Selama menjadi Sekretaris Arya Dea tidak pernah berprilaku yang melewati batas antar bawahan dan juga atasan,
******
hari ini adalah hari minggu, hari yang di tunggu-tunggu bagi semua orang, Khusus nya bagi anak-anak yang bersekolah. Mereka akan sangat menunggu hari libur itu untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, Liburan ataupun sekedar berjalan-jalan di Mall bermain Play ground mereka sudah sangat bahagia,
Dan hal itupun berlaku untuk Re,Putra sulung Arya itu sudah tak sabar ingin bermain play ground di Mall bersama ke tiga adik nya,
.
"Oma..besok Oma mau olahraga di taman nggak?, "
"Mau..kalau nggak hujan. seperti biasa Oma mau jalan di batu-batu krikil yang sengaja di bikin untuk terapi kesehatan itu,Abang mau ikut?,"
"Mau..Kita ajak adik-adik ya Oma, Biar rame, pengen ngajak Mami tapi kasian perut Mami udah besar sekali, takut Mami kecapekan," Ujar bocah yang sebentar lagi 6 tahun itu,
"Iya nggak usah di ajak Mami nya, Biar aja Mami istirahat di Rumah," Jawab Nyonya Ranti,
Malam itu adalah malam minggu, setelah makan malam, semuanya kini tengah berkumpul di ruang keluarga, Ke tiga jagoan itu sedang bermain menyusun lego yang baru di belikan oleh Papi mereka, Dengan di awasi Lili sumi dan Tita, Arya dan Riri pun ada di sana,
Eza yang mendengar obrolan Abang dan juga Oma nya itu pun berdiri meninggalkan mainnya nya, kemudian menghampiri Sang Oma,
" Oma…,"
"Iya Sayang, kenapa?," Tanya Nyonya Ranti, mandang wajah Cucu nya yang mirip dengan Arya itu,
__ADS_1
" Besok Mas juga ikut kan pergi ke Tamannya?, Tapi Mas maunya Mami juga ikut," Tukas nya dengan mata bulat nya,
"Mami nggak bisa ikut sayang, Mami tunggu di Rumah saja, Mami nggak kuat jalan kalau pagi perut Mami berat," Ucap Riri berusaha menjelaskan kepada putra keduanya itu,
Sedang Andra sedang asik bermain menyusun lego membentuk kotak bersama Lili dan Tita,
"Nanti siang nya baru kita ke Mall bareng Mami dan juga Papi ok!, "
Eza yang mendengar perkataan Maminya pun terdiam sejenak,Kemudian menoleh kepada Papinya yang duduk dengan memijat-mijat kaki Maminya yang ada di pangkuan nya,sambil memainkan Ponsel dengan satu tangan,
"Oma.. Kenapa adik bayi nya tidak pindah ke perut Papi saja? Papi kan besar, pasti kuat bawa adek di perut nya, Biar Mami bisa jalan-jalan pagi sama kita besok,"
Nyonya Tanti hampir saja tersedak liurnya sendiri saat mendengar perkataan Cucu nya itu, Begitu pun dengan Riri dan Arya,
Sumi.Tita. dan Lili sudah menutup mulut nya masing-masing demi menahan tawa,
Riri menutup mulut nya menahan geli saat membayangkan suaminya itu menggantikan nya hamil, Pasti akan sangat lucu,
"Ngebayangin apa kamu? Sampai geli begitu ketawanya?," Selidik Arya memasang wajah masam,
Membuat Nyonya Ranti pun ikut terkekeh kecil, Cucunya Yang satu ini memang luar biasa,
Begitulah obrolan mereka semalam sebelum tidur,
Di Mall Xxx
"Mami. Mas Mau mandi bola ya," Ucap Eza yang di tuntun oleh Lili, Sedang Andra di gendong oleh Papinya, sembari merangkum bahu Riri dengan tangan kanan nya,
Mereka baru saja memasuki Mall besar di kawasan pusat kota itu, Dengan ketiga buah hatinya beserta Lili. Tita dan Sumi, Sedang Nyonya Ranti tidak ikut, Oma nya Re itu tidak mau ikut ke Mall katanya capek sudah tua mending di rumah bisa rebahan sesuka hati,
"Iya sayang Nanti mandi bola sama Abang juga, Iya kan bang?," Tanya Riri kepada Re yang menggandeng lengan kanan nya,
"Iya Mas, Nanti main mandi bola sama Abang sama adek Andra juga," Jawab Re dengan menggelitik pinggang Adik nya yang paling bawel itu,
Setelah membeli karcis dan memakai kaos kaki serta gelang kertas, Ketiga jagoan Arya itupun kini telah memasuki arena mandi bola yang sangat luas, Beserta Lili.Tita dan Sumi,yang mengawasi mereka bertiga,
"Aduhhh Pih..,Pinggang Mami udah pegel ini, belum apa-apa kok sudah capek banget, Haus lagi laper juga, padahal tadi sudah makan banyak di rumah,"
Sederet keluhan Riri yang seperti ini sudah sering ia dengar yang hampir setiap mereka bepergian, Tumben sekali di kehamilan ke empat ini Riri terlihat sangat lelah, gampang sekali capek, Hanya satu yang tidak pernah berubah, Galak nya itu loh, nggak ada lawan, sampai sekarang saja Arya masih trauma rasanya,
"Ya Sudah Ayo kita cari makan Mami mau apa?," Tanya Arya seraya mengelus Perut buncit istrinya,
."Papi aja yang beli cemilan aja Pih aku tunggu disini aja, capek, Aku mau burger jumbo dua, Yang lain terserah aja, Nanti kalau anak-anak sudah selesai main baru kita makan, "
"Ya sudah Papi pergi dulu yah, Mami disini saja jangan kemana-mana," Arya kembali mengelus perut Riri kemudian berdiri dari duduk nya, Pergi membeli apa yang di mau istrinya itu,
__ADS_1
Bersambung....
jangan lupa like nya ya bestie, 🤗