PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Pencuri!


__ADS_3

" Apa kira-kira dia akan percaya?"


Siska duduk dengan gelisah, dirinya khawatir jika apa yang mereka katakan kepada Danis tadi, Tidak terbukti dan malah semakin membuatnya benci terhadap Kiran,


" Tante tenang ajah Aku yakin Semua pasti seperti yang kita mau! Lelaki tadi yang pernah aku lihat berjalan di Mall bersama Riri, jadi sudah pasti mereka ada apa-apa nya, "


Siska khawatir jika apa yang mereka katakan kepada Danis tentang Riri itu tidak benar,


maka akan membuat Danis semakin menentang nya,


Sebelum mereka meninggalkan halaman parkir SDB, Tadi Kiran tidak sengaja melihat Arya yang baru turun dari mobil nya, Dan setelah beberapa saat mengingat Kiran tahu jika Arya adalah orang yang sama yang dia lihat di Mall sambil menggendong Anak laki-laki, Dengan Riri yang mengekor di belakang nya dan meninggalkan Danisdi Resto waktu itu,


Dengan cepat Kiran mengambil Phonsel nya dan mengirimkan pesan kepada Danis saat itu juga, dengan bumbu-bumbu ala Kiran, yang akan membuat Danis salah paham terhadap Riri,


" Tante! Tante lihat laki-laki itu!" menunjuk Arya yang masih merapikan rambutnya di spion mobil nya sebelum masuk ke dalam Ruko,


Siska menoleh di mana arah pandangan Kiran,


Pandangan nya menangkap seorang pria tampan yang mulai melangkah memasuki Ruko tersebut,


" Itu adalah orang yang sama yang pernah aku lihat di Mall waktu itu, berjalan berdua sama Riri, bahkan laki-laki itu menggendong Anak nya si Riri! "


Kiran berucap kepada Siska, dengan Semangat Sebuah ide muncul di kepala nya yang masih terasa nyut-nyutan itu,


" Jadi.." Mereka saling pandang dengan pikiran yang sama,


" Kita tunggu saja respon Danis Tan! " Kiran berkata dengan tak sabar, sambil merasai kepalanya yang nyut-nyutan akibat jambakan Riri, Rambutnya bahkan sudah seperti singa mekarnya,


" Aku akan membalas mu perempuan sialan! "


Kiran bergumam dengan geram saat mengingat perlakuan Riri padanya tadi, Setelah mengirimkan pesan kepada Danis yang dia yakini akan mendapat tanggapan langsung dari Lelaki idaman nya itu,


Selang beberapa menit Phonsel nya bergetar


Dan benar saja Nama Danis tertera di layarnya yang berkedip-kedip,


" Liat Tan! seperti dugaan kita Danis dengan cepat menelpon! Pastia dia penasaran, "


Kiran dengan semangat menjawab telpon Danis,


" Ya Dan!.. Lebih baik kamu datang aja sendiri dan lihat, Apa yang mereka lakukan! "


Kiran memutuskan telponya tanpa mendengar jawaban Danis di sebrang sana,


" Beres Tan! Kita tinggal tunggu saja apa yang akan terjadi selanjut nya, Aku yakin jika Perempuan itu bukan Perempuan baik-baik,"


"Tapi.. kamu yakin jika Danis akan percaya? Bagaimana jika memang mereka tidak melakukan apa-apa?" Cemas Siska,


" Tante tenang! Liat aja nanti, Sekarang kita harus pergi dari sini, Kita pantau dari sebrang jalan saja,"


Kiran menjalankan Mobil nya menyebrang dan mencari tempat yang aman untuk memantau, Apakah Danis akan mendatangi tempat kerja Perempuan itu, Sesuai harapan nya,


" Memangnya Apa yang kamu bilang ke Danis?" Siska penasaran,


" Oh Aku bilang ke Danis, kalau kekasihnya itu sedang bersama dengan seorang laki-laki dan terlihat mesra, "

__ADS_1


Selang beberapa menit Mobil Danis sudah terlihat memasuki area parkir Ruko tersebut,


Dengan Danis yang keluar dan lngsung masuk kedalam Ruko,


Di sebrang jalan Kiran dan Siska tengah fokus dengan memperhatikan Danis,


" Aku yakin Tante Danis akan meninggalkan Perempuan kurang Ajar itu, " Cetus nya dengan tersenyum miring,


Sedang Siska tengah harap-harap cemas


dengan apa yang akan Danis lakukan jika semua itu tidak terbukti maka Danis akan semakin melawanya,


" Tante jangan cemas tinggal kita tanggu saja pertunjukan menarik nya, "


Kiran menenangkan Calon Ibu mertuanya itu,


Dan benar saja, Danis keluar Ruko dengan langkah cepat, Di belakang nya Riri berlari dan mencoba menahan Danis dengan memegang tangan nya,


Kiran sangat puas kala melihat Danis mengibaskan tangan nya sehingga membuat Riri terhempas ke tanah,


" Nah kan apa aku bilang Tan! Danis pasti akan membenci Riri! Sekarang tinggal bagaimana Tante berusaha untuk membuat Danis semakin membenci Perempuan itu hem? "


Siska mengganguk dengan pandagan terfokus kepada kedua orang yang berada di halaman Ruko di sebrang jalan, Seperti nya mereka sedang ribut,


Walaupun Kepalanya masih terasa nyeri, Tapi hati nya sangat puas saat melihat Danis berlaku kasar kepada Riri, Seakan rasa sakit hati nya telah terbayarkan lewat perlakuan Danis barusan,


Ayo kiran kita pergi dari sini sebelum Danis mengenali kita yang telah menonton ya dari kejauhan, Bisa berabe urusan kalau sampai hal itu terjadi,


" Oke! ayo Tante kita ke salon, Kita rayakan kemenangan kita hari ini, Kepalaku masih terasa kebas rasanya, "


Riri masuk ke dalam Ruko dengan langkah cepat, Menaiki undakan tangga dengan berlari kecil, Tidak ingin para Karyawan nya melihatnya dalam keadaan kusut seperti saat ini,


Riri masuk dan berjalan ke arah sofa mendudukkan dirinya di sana, tangan nya mengurut pelipisnya, pusing memikirkan Kelakuan Papinya Re itu,


Arya yang melihat Riri masuk dengan lesu, Sudah di pastikan bila Riri gagal untuk meyakinkan Kekasih nya itu,


" Kamu Nangis Ri? " Arya sudah berjongkok di hadapan Riri, Tanpa Riri sadari jika sedari tadi Arya memperhatikan dirinya yang baru saja memasuki ruangan dengan wajah muram,


Riri membuka matanya, dan pandagan nya langsung bersitatap dengan Arya, Hanya beberapa detik saja Riri membuang muka kesamping,


" Menurutmu aku lagi nyanyi gitu? " ketusnya, tanpa memandang Arya, Riri kesel, dengan Arya karenanya Danis salah paham padanya,


Riri menoleh dan Tatapan nya kembali beradu dengan tatapan Arya,


yang masih terus memperhatikan wajah nya,


sejak tadi,


" Nggak usah di liatin! Semuanya nggak bakal kembali membaik dengan kamu memolototi muka ku, "


Setelah mengatakan itu Riri berdiri dari duduk nya hendak melangkah menjauhi Arya yang masih setia berjongkok di hadapan nya,


Melihat Riri berdiri dan akan menjauhinya, Arya dengan gerakan Cepat meraup tubuh Riri untuk berada di gendongan nya,


membuat Riri memekik kaget,

__ADS_1


" Turunkan aku. Apa yang kamu lakukan! " Riri memberontak dalam dekapan lengan kokoh Arya,


" Kalau kamu tidak bisa diam! jangan salahkan Aku jika mencium mu dalam posisi seperti ini hem! " Arya tersenyum miring memandang Wajah Riri yang pias dalam rengkuhanya, Dan seketika terdiam,


" Bagaimana? apa kamu ingin mencobanya, "


Riri menggelengkan kepalanya saat Arya mengatakan hal itu,


" Gadis pintar,"


Arya mendudukan Riri di atas meja kerjanya


Dengan kedua kaki nya menjulur ke depan,


" Lihat Lututmu terluka hanya demi Lelaki itu, "


Arya meniup luka yang ada di lutut Riri " Sedang Riri hanya terdiam membeku dengan perlakuan Arya seperti itu,


" Bawakan kotak obat ke atas saya tunggu cepat!,"


Arya meraih gagang telpon yang ada di atas meja Riri yang memang khusus untuk Riri gunakan menghubungi Karyawan yang berada di bawah jika Riri membutuhkan sesuatu,


Menelpon Dewi yang berada di meja kasir dan meminta di bawakan kotak obat ke atas, tanpa merasa bersalah,


Membuat Riri mendelik seketika, Bisa'bisanya Dia memerintah Karyawan nya seenak nya saja, seperti dia yang Bos disini, Astaga!


" Diam disini ok! " Arya tersenyum manis saat mengatakan itu, merasa lucu dengan expresi wajah Riri yang tidak berdaya,


Riri memanyunkan bibirnya kesal, dengan tingkah Arya, yang duduk di kursi kerjanya dengan menghadap Riri yang duduk di atas meja,


" Udah jangan manyun gitu, Nanti kalau aku khilaf gimana? "


Riri melengos kesal mendengar perkataan Arya barusan,


" Udah ahh ngapain sih kek gini? Minggir aku mau turun! Ini semua gara-gara kam..hemm!, "


Riri seketika melotot kan matanya dengan badan kaku bak patung, Saat Arya mengecup singkat bibirnya,


Baru saja akan membuka Mulutnya hendak memaki Arya yang dengan lancang nya mencuri ciuman pertama nya, Dengan tangan terangkat siap mendarat di kepala Arya, Namun ketuk kan di pintu ruangan nya mengurungkan Niat nya itu,


" Dasar pencuri! " Desis nya dengan suara di tekan karena kesal luar biasa


Sedang Arya sang pelaku hanya tersenyum penuh kemenagan menagkap Tangan kanan Riri yang akan mengeplak nya, berganti mennggenggam nya dengan lembut,


" Maaf sayang, Kilaf tapi bikin Nagih"


Dan sebelum tangan Riri Lain nya menganiayanya, Arya dengan cepat mempersilahkan Seseorang yang mengetuk pintu itu untuk masuk,


Bersambung....


segitu dulu ya reader tersayang,


jangan lupa like dan komen nya


biar Othor makin semangat up nya 😂

__ADS_1


dan bila ada typo mohon di maklumi ya ✌️😅


mohon maaf ya telat Up nya, 🙏


__ADS_2