PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bab 167 TAMAT


__ADS_3

Hari hari berat kini telah di lalui oleh keluarga Arya, Duka yang mendalam yang mereka rasakan kini telah berangsur-angsur membaik seiring waktu berjalan,


Tak terasa kini waktu berlalu begitu cepat, Menghapus duka yang melanda keluarga Wiguna,


Hari ini adalah hari di mana Putra sulung Arya dan Riri, Cucu pertama keluarga Wiguna. ATHAREXA DWiGUNA, Akan di wisuda kelulusan tingkat SMA.


Pagi-pagi sekali Riri sudah disibuk kan dengan ke empat Anak nya, Yang memiliki keinginan yang beragam,


Di ruang keluarga.


"Mami bagaimana penampilan Abang?," Tanya Re yang baru keluar dari kamar nya sudah rapih dengan stelan kemeja batik lengan panjan warna coklat yang pas di tubuh nya, Di padukan dengan celana chinos warna cream,


Re sangat tampan sekali.Warna kemeja batik yang ia kenakan sangat kontras dengan kulit


putih nya, Rambut nya hitam legam dan tebal,


"Widiihh.. Abang ku ganteng banget, " Echa berseru dengan riang saat melihat Abang nya yang sudah rapih,


Riri yang baru akan membuka mulut nya untuk menjawab pertanyaan Putra nya itu pun kini kembali mengatupkan mulut nya,


"Tuh udah di wakilin sama Echa jawaban nya," Tukas Riri sambil tersenyum, Melihat tingkah Echa yang selalu menggelayuti Abang nya itu,


"Abang..nanti jangan jauh-jauh dari Echa ya, "


Ucap Echa mendongak menatap Abang nya,


"Kenapa memang nya?," Tanya Re. menunduk menatap adik bungsunya itu, Dengan menaikan sebelah alis nya.


"Ih. Echa nggak suka kalau Abang diliatin sama ciwi-ciwi yang naksir sama Abang," Ucap nya dengan melipat kedua tangan nya di depan dada nya,


"Pokonya Abang ngak boleh suka sama ciwi lain ya, Echa sudah jodohin sama teman Echa, Abang nggak boleh di liatin sama ciwi lain, " Echa memonyongkan bibir nya saat mengatakan hal itu,


Membuat Re tergelak geli dengan sikap posesif adik perempuan nya itu, Dalam hati ia bertanya-tanya sebaik dan secantik apakah temen adik nya itu, Sehingga membat adiknya ingin sekali menjadikan kekasih Abang nya,


"Ya nggak boleh gitu dong dek, Entar Abang nggak ada yang suka dong kalo semua yang deketin Abang di usir sama Adek, Lagian bum tentu juga kan Abang suka sama Kak Nuna, "


Kali ini suara Eza yang ikut mengusili adik nya itu, Dia paling suka membuat Echa kesal karena kritik kan nya,

__ADS_1


" Kasian Abang dong. Entar kalau udah dewasa Abang di olokin nanti sama temen nya, Gini. Putra seorang pengusaha Tuan Arya Wiguna yang bernama ATHAREXA adalah jones akut akibat Adik nya yang terlalu posesif, Iya kan bang,"


Re hanya diam sembari mengulum senyum nya, Mendengar perkataan Eza yang memang sengaja mengusili adik bungsu mereka itu,


Eza terkekeh saat melihat wajah adik nya yang semakin di tekuk, Karena kesal mendengar ucapan nya barusan,


" Abang.... Echa nggak gitu kok, emm.. Echa mau nya Abang pacaran sama kak Nuna, Kak Nuna itu baik. cantik dan penyayang, Pokonya Abang hanya boleh nikah sama kak Nuna titik," Tukas nya dengan muka serius,


"Eh ehh.. ngomongin apa Kalian ini, Masih kecil nggak boleh ngomongin Nikah, " Tegur Riri, saat mendengar perkataan Putri bungsunya itu,


"Tuh dek masih kecil..," Eza memandang adik nya dengan wajah tengil nya, Membuat Echa semakin kesal,


"Abang...mas Eza tuh rese," Echa menggadu kepada Re kakak pelindung nya dan selalu membelanya,


"Mas..cukup, Jangan ganggu adek.nanti repot lagi kalau sudah ngambek. lama habis nya,"


Re menegur Eza yang cekikikan karena berhasil mengusili adik perempuan nya itu,


"ihh. Abang.. Kok gitu.. bilangin adek ngambek nya lama habis nya," Rengek Echa semakin memonyongkan bibir nya kesal,


Hari tuanya benar-benar tidak kesepian, Cucunya banyak yang selalu menghibur nya dengan tingkah pola mereka masing-masing,


"Aduh.aduhh..kenapa princes Papi ini? Kok bibirnya bisa di kuncir ini,"


Arya yang baru datang itu kini mencapit bibir monyong putrinya dengan jarinya karena gemas, Seraya membawanya duduk di pangkuan nya,


"Kenapa? siapa yang usilin anak Papi yang paling cantik ini?" Tanya nya lagi. sembari merapihkan poni putrinya yang berantakan.,


"Itu mas Eza...Mas Eza nakal pih, " Adu nya pelan


"Hem.. nanti Papi akan memarahi nya ya, Udah dong masa cantik-cantik manyun gini, Entar cantik nya luntur loh, " Tukas Arya lagi.


Setelah mereka sarapan, Kini keluarga Wiguna itu telah berangkat menuju Sebuah Hotel di mana tempat di laksanaka nya acara perpisahan Murid Tingkat SMA tersebut


Riri dan Arya sangat terharu dan bangga kepada Putra sulung mereka itu, Bagaimna tidak Re Lulus dengan Nilai yang sangat memuaskan, Re adalah lulusan terbaik di sekolah nya, Dengan nilai tertinggi Sikap disiplin yang dan juga attitude nya sangat membuat semua gurunya bangga,


Re sangat berprestasi di sekolah, tak jarang ia mengikuti lomba antar kecamatan dalam bidang olahraga dan sebagainya Re selalu meraih juara Satu dan berhasil menghatumkan nama sekolah nya,

__ADS_1


"Kak Nisa lihatlah putra kita kak, dia begitu tampan dan cerdas, Kaka bisa melihat nya dari sana kan?, Abang sangat luar biasa dia mirip sekali dengan Kaka, Terima kasih kak karna telah melahirkan putra setampan dan secerdas Abang, Aku sangat bangga memilikinya,


Riri menghapus air mata nya yang jatuh karna rasa haru dan bangga atas prestasi yang di raih Putra sulung nya itu,


" Mas lihat putra kita, Putra kita mendapat predikat sebagai Lulusan terbaik dan berprestasi Mas, " Tunjuk Riri ke arah panggung. dimana disana putra Sulung sedang menyampaikan Beberapa patah kata sebagai murid tauladan dan berprestasi,


"Iya sayang, Itu putra kita, " Jawab Arya dengan bangga. melihat putra nya di atas panggung,


"Annisa.lihatlah putra kita, Putra kita tumbuh sebagai seorang pria gagah dan berprestasi, Kamu pasti sangat bangga kan melihat nya berada paling unggul di antara ratusan murid lain nya, Terima kasih sayang, kamu adalah wanita hebat yang pernah aku temui, Dan maafkan segala kesalahan dan kesilapan yang pernah aku perbuat padamu, "


Arya merangkum bahu Riri, Istri yang telah mendampinginya selama


kurang lebih 16 tahun ini, Istri yang selalu sabar menghadapi nya, Merawat nya dan juga anak-anak mereka lain nya, istri yang selalu telaten merawat Mama nya yang terkadang cerewet dan keras kepala,


Arya sangat bersukur Tuhan masih sangat baik kepadanya, Memberikan nya seorang istri luar biasa seperti KARTIKA SARI,


"Terima kasih istriku kamu telah sudi menerima pria buruk sepertiku, Kamu telah bersedia maafkan dan merawat Mama dengan tulus, Terima kasih atas kebesaran hatimu. dan ke ikjlasan mu menerima kami Orang yang telah banyak menyakiti, "


Batin Arya sembari mengecup puncak kepala Riri yang bersandar di dada nya, Tak perduli dengan pandangan orang di sekitarnya yang akan menganggap nya aneh,


Keharuan juga kini telah menyelimuti hati wanita tua yang sejak tadi tidak berkedepi memandang lurus kedepan, Memandang sang Cucu sulung dengan bangga, Cucu yang ia pandang sebelah mata di masa lalu, Kini telah tumbuh menjadi pria yang begitu Tampan dan berprestasi. yang telah mengharumkan nama sekolah nya,


Setitik air mata jatuh dari pelupuk mata wanita rentan itu, Penyesalan nya atas perbuatan nya di masa lalu.masih terus membuat nya merasa sangat bersalah sampai saat ini,


"Terima kasih Tuhan karna telah mau memberiku kesempatan untuk bersama mereka, Bersama mereka yang aku sayangi,


Terima kasih KARTIKA SARI. wanita luar biasa dengan kebaikan hatimu yang telah memaafkan dan merawat wanita tua ini, Maafkan semua kesalahan Mama di masa lalu Nak,"


TAMAT.....


TERIMA KASIH KEPADA SEMUA READER TERCINTA KU, YANG TELAH SUDI MELUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBACA KARYA RECEH LU INI, MOHON MAAF JIKA TIDAK SESUAI EXPETASI KALIAN, DAN MAAFKAN OTHOR YANG BANYAK KURANG NYA INI🙏


SAMPAI JUMPA DIKISAH ATAREXA DWIGUNA DEWASA, YA, SEMOGA OTHOR TIDAK MAGER LAGI🤭


SALAM SAYANG UNTUK KALIAN SEMUA 😘😘🤗


............................

__ADS_1


__ADS_2