PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Sindiran


__ADS_3

Nisa memakan Masakan Ibu nya dengan lahap.Sampai Ayah Faisal bengong melihat Putri Sulung nya Makan sedemikian Rupa,


Seperti tidak pernah makan selama berbulan-bulan


" Nduk makan nya Pelan-pelan Aja Nanti keselek loh, Itu perhatikan duri Ikan nya" Ucap Ayah Faisal dengan lembut,


"Ini tuh Enyakk banget Yah, pokonya Aku mau makan Masakan Ibu setiap hari" Tukas nya dengan mulut penuh,


Ibu Tuti dan Ayah Faisal, saling pandang dengan dahi mengkerut,


Heran dengan Tingakah Putri nya itu.


" Loh kok Ibu dan Ayah belom makan sih?, Kenapa?" Tanya Nisa lagi setelah menyelesaikan makan nya satu ekor Ikan Nila bakar tandas tak bersisa berikut sambel terasi dengan perasaan jeruk Purut, Hem Yummy Tiada banding hihi.


"Ibu rasanya kenyang duluan melihat kamu makan, bsebegitu lahap nya seperti tidak pernah makan selama berminggu-minggu"


Tukas Ibu sambil terkekeh, Manakala bibir Putri nya itu telah manyun,


Ayah Faisal pun ikut Tertawa melihat Semua itu.


Nisa sampai di Rumah nya dengan Arya tepat jam 8 Malam, ia pulang menggunakan Taxi Online, Setelah Hampir seharian berada di Rumah orang Tua nya,


Nisa juga telah memberi Tahu tentang kehamilan nya, dan di sambut Antusias oleh Ayah Ibu dan juga Adik nya Riri.


dan berbagai macam wejagan dari Sang Ibu


agar berhati-hati dalam beraktifitas.juga jangan melawan kepada Suami. agar Nanti tidak susah saat akan Melahir kan.


Nisa. yang Notabene nya adalah Anak yang patuh kepada orang Tua. tidak suka membantah.dan juga penyayang kepada sesama mahluk itu. Menyimak semua pesan.sang Ibu.


Nisa sangat tertutup soal Pribadinya, dia tidak suka mengeluh apapun kesusaha nya


dia Akan memendam nya sendiri


dia pandai menutupi semua nya dengan sikap santai dan juga cerianya.


Nisa yang baik hati tidak sombong dengan apa yang ia miliki saat ini, suka berbagi dengan siapa saja Royal kepada semua Kariawan nya.


Nisa adalah Bos idaman bagi para pekerjan nya.


"bii, Ini ada Pepes Nila, dan juga Risoll buatan Ibu Aku, Tadi Ibu nitip buat ni Atun katanya"


Ucap Nisa sambil Tersenyum ramah, kepada bi Atun yang baru saja membukakan pintu untuk nya,


" Ya Allah Non, Ngerepotin aja ini mah" Ucap nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Terharu dengan kebaikan Ibu dari Majikan nya itu.


" Ngak ngerepotin sama sekali bi, Ibu aku itu emang gitu, Hobi masak Orang nya susah diem nya, mau aku carikan Art aja Beliau ngak mau katanya masih bisa mengerjakan sendiri"


Tutur Nisa di iringi dengan kekehan. Nisa berlalu setelah pamit kepada bi Atun,


dia segera naik ke lantai atas, Dimana kamarnya dan Arya berada.

__ADS_1


Nisa yang merasa lelah kini telah membaringkan Tubuh nya, di Tengah ranjang King Size itu. setelah mengganti baju nya dengan baju tidur lengan panjang, motif Doraemon kesukaan nya,


dan tak butuh waktu lama, Kini nafas teratur, serta dengkuran halus telah terdengar dari Bibir sexy wanita itu, dan itu Tandanya Nisa telah Melalang buana ke Alam mimpi,


Tanpa perduli dengan sang Suami yang jam segini belum juga pulang, Tadi sempat bertanya kepada bi Atun sebelum ia Naik kekamar nya,


bi Atun bilang Jika Suaminya itu sempat pulang tadi sekitar Jam 10, hanya mengganti baju sebab hendak ke Kantor katanya


3 bulan kemudian.


Hari-hari yang Nisa lewati penuh suka cita dengan kehamilan nya, yang kini telah menginjak bulan ke 6 lebih itu,


Ngidam.ngidam sendiri beruntung dia tidak mabok di awal kehamilan nya, hingga kini dan hal itu membuat nya bebas beraktifitas


Dan Arya? Tidak ada yang berubah dari sikap Suaminya itu, dia tetap dingin dan Datar


belum lagi jika Sang Nyonya Ranti, berkunjung ke Rumah mereka,


Hanya untuk menghina Dirinya Yang berubah bentuk Tubuh nya, Semenjak ia hamil berat badan nya naik beberapa kilo.dan bertambah semok,


Seperti hal nya hari ini Nyonya Ranti Pagi-pagi


sekali sudah ada di rumah mereka dengan membawa makanan, untuk sarapan Arya Anak kesayangan nya dan juga Nisa,


Nisa tahu semua itu beliau lakukan atas Perintah Papa Mertuanya yang baik hati itu.


Namun terkadang yang membuat nya kurang suka, adalah Kata-kata yang terlontar dari mulut mertuanya itu sangat menyakiti nya


"Dulu Mama waktu hamil kamu Ngak kek gitu,


karena Mama pandai menjaga penampilan, supaya Papa kamu ngak malu jika berjalan dengan Mama" lanjut nya lagi, dengan Nada penuh sindiran,


"Seharus nya kamu Jaga pola makan kamu,


jangan buat Arya malu, dengan body kamu yang seperti ini" Ucap Nyonya Ranti kepada Nisa,


"Kata dokter ini Normal-normal aja kok,sesuai dengan tinggi badan Nisa" Jawab Nisa dengan santai sambil memakan bubur kacang hijau buatan bi Atun,


"ehh ini Anak di kasih Tahu Orang tua ngejawab aja!" Pekik Nyonya Ranti tak terima Sindiran nya di patahkan oleh Nisa.


"kamu Tahu ngak dulu saya tidak seperti kamu pas hamil tetap bisa jaga body!,


tapi ya memang beda sih, wong Susah biar di apain aja ya tetap aja buluk hasil nya" lagi dan lagi Kata-kata pedas itu terlontar dengan mulus,


"Coba aja yang jadi Menantu Mama itu Restie pasti dia akan tetap cantik, Walaupun dia tengah hamil nanti," Ucap nya sambil melirik Nisa yang tak bereaksi.sama sekali.


Nisa berdiri sambil membawa mangkuk bekas bubur yang dia makan, menuju dapur menaruh nya di Wastafel, kemudian mencuci tangan nya dengan bersih dan mengeringkan nya dengan Tissue, yang ada di meja dapur.


Setelah itu berjalan kembali ke arah ruang makan, sambil mengelus


Pelan perut buncit nya, "Mas Aku berangkat duluan ya," Pamit Nisa kepada sang Suami yang masih asik mengukir layar phonsel nya.

__ADS_1


"Hem," Hanya deheman yang keluar dari mulut sang suami, tidak ada kata lain selain itu


Nisa mengamit Tas Tangan nya, hadiah ultah dari Bestienya Sheril. seminggu yang lalu.Tas yang cukup mehong menurut Nisa,


bukan tak sanggup beli Hanya saja sayang duit nya, mending dia gunakan untuk membantu orang yang kurang mampu,


" Ehh itu kamu beli Tas baru ya? hardik Nyonya Ranti sambil melirik Tas yang Nisa pegang,


"Iya Mah ini.."


"Kamu pintar ya Menghabiskan Uang Anak saya!"


belum selesai Nisa berucap Nyonya Ranti Telah memotong Kata-katanya


"Terserah apa kata Mama, Bukan nya Mama lebih Tahu segalanya kan?" Tukas Nisa dengan Tegas. Namun tidak mengurangi Sopan santunya kepada Mama mertuanya itu


Membuat Nyonya Ranti mendelik kan matanya ,seketika Dengan memandang Nisa horor, sebab Dia tahu kemana arah perkataan Nisa tersebut,


Nisa hanya tersenyum tipis menaggapinya plototan Mama mertuan nya itu,


" Apa maksud kamu ngomong seperti itu haa,


Ar! kamu dengar kan apa katanya barusan?"


Adunya


" Dia ini tidak sopan sama Mama, mungkin tidak pernah di ajarin sopan santu sama orang tuanya, orang miskin kan begitu!


"Mah, ngak usah bawa-bawa orang Tua Nisa.."


"Nis udah, ngak usah ngajakin Mama debat hal yang ngak penting!" Ucap Arya tegas,


Membuat Nisa bungkam dan tak melanjutkan Kata-katanya,


"Maaf Mah" Ucap nya sambil berlalu


meninggalkan Ibu dan Anak itu.


Arya menghela Nafas dengan kasar, dan melirik Mama nya yang tersenyum kecil sambil memandang kepergian Nisa.


" Mah, Jangan terlalu menekan nya, kasian Dia lagi hamil,Ada anak Arya dalam kandungan nya, kalau terjadi apa-apa gimana Nanti," Tukas Arya sambil berlalu hendak ke Kantor.


bersambung.....


jangan lupa like dan komen nya ya


banyak Typo!


harap maklum🙏


Lope you sekebon🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2