PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab, 133


__ADS_3

 


Srupp.!


Srupp!


"Emm…Enak banget bubur nya," 


Arya duduk menopang dagu di meja makan, Seraya memperhatikan Istrinya memakan Bubur Sum-sum dengan lahap nya, dan kini telah menyendok cup kedua nya tersebut,


" Mas mau? Enak loh ini," Tawar Riri kepada Arya yang masih terus menatap nya penuh kerinduan,


Arya kangen, Arya merinduka ingin  memeluk dan mencumbu  hangat istrinya di setiap malam, 


"Mas!, Mas Arya.!," Panggil Riri dengan sedikit nyaring, Membuat Arya tersentak kaget, 


" Ada apa sayang?," Tanya nya kemudian,


"Mas Arya ngelamunin apa sih?, Dari tadi ditawarin ini bubur tapi nggak nyaut-nyaut," Ucap Riri mengkerutkan kening nya memandang Suaminya itu,


" Sayang.. Mas kangen kamu," Tukas nya dengan wajah murung,


Membuat Riri terdiam sejenak, Sudah seminggu ini dirinya menghindari Arya, Bukan sengaja dirinya melakukan itu, Ia juga heran kenapa semua bau yang tercium membuat nya mual, Terlebih bila mencium aroma tubuh Arya, membuat kepalanya pusing dan mual,


" Maaf Mas, Aku juga nggak tahu kenapa menurut aku pada bau semua, Bau sabun dan shampo saja nggak tahan nyium nya,Liat nih, Rambut aku udah hampir seminggu nggak di kramas pake Shampo, Karena nggaj tahan nyium Baunya, Bikin Pusing dan mual"  Ucap Riri memandang sendu Arya, 


Ia juga rindu sebenar nya, Ingin mendekap suaminya itu, Ingin bermanja-manja di pelukan Arya, Namun  apa daya, Baru berdekatan saja rasanya sudah tak sanggup,


"Nggak apa-apa sayang, makan yang banyak ya, Biar calon Anak ku sehat juga Mami nya," 


Arya berusaha memahami keadaan Riri yang tengah mengalami mabok itu, Dirinya akan bersabar dengan semua itu, Riri begitu kan juga karena ulah nya,


" Pih! Papi mau kemana lagi?," 


" Papi mau kembali ke Kantor, Sebentar lagi Papi ada pertemuan, Kenapa sayang? Abang mau apa?,"  Tanya Arya sembari mengelus kepala Anak sulung nya itu,


" Em Abang mu Donat, Mau minta Mami tapi Abang kasian liat Mami sakit," Ucap Re Dengan wajah tertunduk, 

__ADS_1


" Ya Sudah, Nanti Papi  telpon Onty  Rina ya, Buat ngirim Donat nya kesini,"  Ucap Arya dan di angguki  Re dengan semangat,


" Sana, Main sama Adik, Papi mau langsung ke Kantor lagi ini, " 


" He'eh  Makasih Papi, Dadah…hati-hati di jalan ya Pih," Arya membalas lambaian tangan Putra nya dan segera memasuki mobil nya kembali ke Kantor, 20 menit lagi akan ada pertemuan bersama investor dari luar kota,



Riri terbangun di tengah malem, Perut nya sangat lapar, Ia meraba sisi tempat Tidur Dengan mata yang masih tertutup, Mencari Sang suami  namun tempat itu kosong, 


"Hem, Kemana Mas Arya?," Dengan perlahan dirinya menurunkan kaki nya ke lantai,  Di boleh nya jam yang tergantung di tembok itu, 


"Sudah jam 12 rupa nya," 


Riri membuka pintu kamar nya  setelah mengikat asal rambut nya, Mencari kemana Suaminya itu berada,


Langkah nya menuju sebuah pintu warna Coklat pekat, Yang berada di sisi Ruang keluarga,  Ruangan itu merupakan Ruang kerja Arya, Akhir-akhir ini  sang suami memang kerap  menghabiskan waktunya di ruangan itu,


Menyibukkan  dirinya dengan pekerjaan,


Tak terasa kini kandungan Riri sudah memasuki usia 12 minggu, Namun istrinya itu masih saja Mabok, Kala mencium bau-bauan, Termasuk dirinya, Walaupun sudah tidak separah di awal-awal, Namun Arya tetap belum bisa menyentuh nya,


Tidurpun walaupun sudah bisa satu ranjang, Tetapi Riri tidak mau di peluk oleh nya, Mereka tidur berjauh-jauhan Seperti orang yang sedang bertengkar,


Riri mendorong daun pintu itu dengan perlahan, Dari ambang pintu ia bisa melihat suaminya yang tertidur di kursi kerja nya, Dengan kepala miring,


Riri terenyuh, Saat melihat wajah lelah suaminya itu, Perlahan ia menutup pintu itu kemudian mendekati sang suami,


" Maafkan Aku ya Mas, Sudah membuat mu tersiksa selama beberapa bulan ini," Ucap nya dengan suara yang tercekat, Menahan laju air matanya, Tangan nya terulur dan menyentuh pipi Arya dengan membuat,


Membuat Arya tersentak  membuka matanya,Saat merasa Ada yang menyentuh wajah nya,


" Sayang.., " Suara Arya serak khas bangun tidur, " Ada apa sayang?," Tanya nya kemudian  dengan memegang tangan Riri yang masih memegang sebelah pipi nya,


Bukan nya Menjawab pertanyaan Suaminya, Riri malah men duduk kan dirinya di pangkuan Arya yang masih belum sadar sepenuh nya, Membuat Arya sedikit kaget, Tangan nya reflek memeluk pinggang Riri guna menahan tubuh nya agar tak jatuh,


Belum juga hilang kaget nya karena, Tiba-tiba Riri duduk di pangkuan nya, Namun ia kembali di kejutkan oleh Bibir lembut yang mencium bibir nya penuh hasrat,

__ADS_1


Mendapat kejutan yang tak di sangka-sangka, Tentu saja  Arya tidak menyianyiakan kesempatan langka itu, Setelah sekian lama dirinya tidak mendapat sentuhan dari istrinya itu,


Arya membalas ciuman Riri Tak kalah bergairah nya, Darah nya terasa berdesir kala jari lentik itu menyusuri dada bidang nya, Memijat nya dengan sensual, 


" Sayang, Mas kangen banget," Ucap Arya sejurus kemudian Ary bangkit dari kursinya, Dengan Riri yang berada dalam gendongan nya, Yang reflek melingkarkan kedua kaki nya di pinggang Arya,


Dengan perlahan Arya merebahkan Tubuh istrinya yang semakin montok di beberapa bagian itu,  Arya yang sudah dilanda gairah itu tak sabar melucuti kain yang menempel di tubuh sang istri Alhasil dengan sekali jentakn Arya telah sukses merobek Daster kesayangan Riri itu,


" Mas.. Kok di robek?,"  Ucap Riri yang masih sempat-sempat nya Protes di saat yang tidak tepat itu, 


Arya tidak menyahuti protesan istrinya itu,Dirinya lebih fokus mengeksplor setiap inci Tubuh menggiurkan sang istri, Yang telah lama tidak ia rasakan, 


"Mas kangen banget sayang," Suara arya sudah parau menandakan jika pria yang bakal memiliki 3 anak itu sudah di selimuti hasrat yang memuncak,


Sejurus kemudian hanya suara-suara de sa han Riri yang terdengar memenuhi ruang kerja Arya itu, Saat ia membenamkan ciuman nya di bawah sana, 


Membuat Riri tak kuasa menahan suaranya, Yang semkin membuat Hasrat Arya semakin memuncak, 


" Aahh sayang…, Kamu enak banget, " Desah Arya,  Buliran keringat itu telah memenuhi Tubuh kedua nya,  seiring dengan Ayunan Arya yang semakin cepat dan memabukan itu, 


Membuat Riri seakan tak menjejak bumi untuk sesaat,


Akhirnya setelah berpuasa selama tiga bulan lama nya, Malam itu Arya berbuka  Puasa hingga berkali-kali, Menuntaskan kerinduan nya, kepada istri nya, 


Setelah beberapa kali melakukan nya di Ruang kerja Arya di waktu tengah malam itu, Kini Arya kembali membopong tubuh Istrinya membawanya ke dalam kamar mereka, 


Dan melanjutkan kegiatan mereka, Yang ternyata keduanya sama-sama Rindu itu, 


Hingga waktu telah menunjuk kan Pukul 4:30 Arya baru menyudahi kegiatan nya itu, Dirinya kasihan melihat Riri yang kelelahan melayaninya hampir pagi itu,


Benar-benar berbuka yang luar biasa ya Papi Arya, Setelah sekian bulan berpuasa 😜


.


BERSAMBUNG……..


Jangan lupa ya like nya bestie 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2