PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bab 154


__ADS_3

🌼SELAMAT MEMBACA 🌼


Tap!


Tap!


Tap!


Tap!


Suara derap langkah yang bersahutan di sepanjang lorong rumah sakit Yang mulai sepi itu kini terdengar semakin menggema di telinga,


Di tengah keheningan malam yang telah larut itu, Riri dan Arya berjalan dengan buru-buru, Cenderung berlari. keduanya tak sabar ingin sampai ke tujuan mereka. Ruang IGD,


Ya.setelah menghajar Daniel habis-habisan siang tadi Arya menerima telpon dari aparat kepolisian yang mengabarkan jika kedua orang tua nya mengalami kecelakaan diluar kota,Tepatnya di perbatasan antara kota B dengan kota S,


Tak menunggu lama Arya segera pulang ke rumah untuk mengabarkan kepada istrinya, Tentang musibah yang di alami kedua orang tuanya,


Sedang Dimas sudah meluncur lebih dulu ke TKP, Untuk mengetahui keadaan kedua orang tua dari bos nya itu,


"Itu Mas Dimas Pih," Tunjuk Riri yang melihat Dimas dari kejauhan,


"Ayo sayang," Arya merangkul bahu istrinya menuju di mana Dimas berada,


"Bos, " Sambut Dimas Saat melihat kedatangan Arya dan istrinya,


"Bagaimana?, bagaimana keadaan Ibu dan Papa mas Dimas?," Tanya Riri yang tidak sabar ingin mengetahui keadaan kedua mertuanya itu.


Arya semakin memperkuat rangkulan nya di bahu Riri, Demi menguatkan dirinya dan juga istrinya itu, Atas kabar yang akan di sampaikan oleh Asisten nya itu,


"Tuan Wiguna.. dan Bu Nining...Mereka...mereka..," Suara Dimas terbata-bata saat akan menyampaikan berita yang tidak menyenangkan itu,


"Papa sama Ibu baik-baik aja kan Dim?," Kini suara Arya yang terdengar menuntut jawaban, Dari Dimas. membuat Dimas semakin tak kuasa untuk menyampaikan nya,


"Maaf, Tuan Wiguna dan Bu Nining meninggal di tempat saat kecelakaan itu terjadi. "


Bruk!!


Riri jatuh terduduk di lantai,Terkulai lemas.tubuh nya bagai tak bertulang,Saat mendengar penuturan Dimas tentang kedua mertua nya,

__ADS_1


Tangis nya pecah saat itu juga, Bu Nining pergi meninggalkan nya, Sama seperti kedua orang tua nya dan juga kakak nya,


Kenapa semua yang menyayanginya pergi begitu cepat, Meninggalkan dirinya,


"Mas.. Ibu ninggalin aku. Mas.. Ibu...," Riri menangis dengan kencang di pelukan Arya. yang juga kini tengah berusaha mengontrol dirinya, Berusaha kuat demi istri dan anak-anak nya, Walau hatinya landa rasa sedih yang luar biasa,


Anak mana yang tidak terpukul saat orang tuanya pergi dengan cara tragis seperti ini,


"Sayang.., jangan begini.. ayo berdiri dulu, Duduk di sana,"


Arya memapah Riri membawanya duduk di kursi tunggu di depan ruang IGD itu,


"Tenagkan dirimu sayang, " Ucap nya sembari memeluk nya dengan erat, Mata nya pun sudah berkaca-kaca, Sekuat tenaga menahan air matanya agar tak keluar,


Dia harus kuat.harus bisa melindungi dan menjadi benteng bagi keluarga nya,


" Ibu sama Papa. Pih...! Mereka pergi ninggalin aku, Ibu....!!," Riri menangis di pelukan Arya,


Yang kini telah ikut meneteskan air matanya, Tak kuasa menahn kesedihan saat ini, Kehilangan kedua orang tuanya, Dan melihat istrinya bersedih seperti saat ini,


.......................


........................


Dimas memberi laporan kepada Arya tentang perkembangan kasus kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuan nya, Dua Minggu yang lalu,


"Hem, Bagaimana dengan penyelidikan orang-orang kita,Tentang keberadaan si brengsek itu?,"


Tanya Arya, masih dengan mengurut pelipis nya yang pening akibat masalah yang datang menimpa keluarga nya akhir-akhir ini,


"Mereka masih terus mencari di mana keberadaan Daniel Atmajaya saat ini bos, Dari laporan anak buah kita kemungkinan Daniel melarikan diri keluar negri bos,"


"Heh si brengsek itu melarikan diri? Setelah membuat kedua orang tua ku celaka..! Brak!!,"


Arya mengebrak meja nya dengan kencang, Membuat Dimas sedikit terlonjak karena terkejut,


"Apa dia juga membawa putrinya?,"


"Iya bos. Daniel pergi membawa serta Putrinya nona Aruna Daniella." Jawab Dimas yakin,

__ADS_1


"Kurang ajar! Berarti dia sudah merencanakan ini semua. Bajingan itu telah membunuh kedua orang tuaku, Aarrgg!!!! ,"


Arya meluap kan emosinya dengan mengebrak meja dan berteriak. Hatinya sakit mengingat kedua orang tuan nya harus pergi karena ulah seseorang dari masa lalu nya,


Di luar Pintu Re memegang Dada nya yang masih dag dig dug, Karena mendengar teriakan Papi nya yang nyaring itu,


Sebelah tangan nya mengepal kuat saat mendengar nama seseorang yang telah melenyapkan nyawa Opa dan Neneknya,


Kedua orang yang begitu menyayangi dan mengasihi nya sedari kecil harus pergi karena ulah orang yang bernama Daniel Atmajaya itu,


Menggapa orang itu begitu jahat kepada keluarga nya, Kepada Opa dan Nenek nya,


Sehingga begitu tega dan kejam nya mencelakai mereka,


Ya Beberapa waktu lalu Re tak sengaja melintasi ruang kerja Papi nya, Pintu nya yang sedikit renggang membuat nya mendengar percakapan sang Papi dengan Dimas,


Re begitu jelas mendengar isi percakapan itu, Membuat nya semakin sedih mengingat Opa dan juga Nenek nya yang telah meninggalkan nya. Karena ulah orang jahat.


Tak ingin ketahuan oleh siapapun jika ia telah mendengar pembicaraan Papi nya, Re Pun segera menjauh dari ruang kerja Papinya itu,


Re dengan segera masuk kedalam kamar nya,


Di otak nya masih merekam seluruh percakapan sang Papi tadi,


Re duduk di meja beljr nya. kemudian meraih buku dan juga alat tulis nya, Dengan perlahan dan rapih ia menuliskan sebuah nama, Untuk ia kenang hingga dewasa nanti,


**Daniel Atmajaya


Aruna Daniella**


Dua nama itu akan ia ingat untuk selamanya, Daniel Atmajaya adalah seseorang yang telah membuat kesedihan di dalam lingkup keluarga nya,


Maminya yang selalu sedih dan bermuram durjah, Dan Oma nya yang tak berhenti menitihkan air matanya,


Demi kesedihan yang tengah mereka alami saat ini, Kehilangan seorang keluarga membuat hati di landa kesedihan tiada Tara,


Bersambung...


mohonaaf ya sedikit guys,

__ADS_1


Kita lanjut besok lagi ya, Minta bunga nya dong biar othor makin semngat nulis nya 😂


Terima kasih yah😍🤗


__ADS_2