PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bi Nining


__ADS_3

"Mba Yu.. kenapa baju aku ngak di setrika.?" Ranti menghentak tumpukan baju nya di depan Yulastri yang tengah menyelesaikan menyetrika pakaian Suaminya,


" Aku ngak bisa pake kalau belom di setrika. badan aku nanti gatal-gatal, " ketus nya dengan pongah,


"Kenapa ngak sekalian kurapan aja kamu Ti.


Kamu kira aku ini pembantumu apa? " Sahut Yulastri. Rasanya sudah sangat muak meladeni adik ipar nya itu, kalau saja rumah yang mereka tinggali sekarang ini bukan rumah mendiang mertua nya, Sudah dari awal diri nya mengusir Ranti dari rumah itu,


Setiap hari hanya memerintah saja sesuka nya, Seakan-akan dirinya Bos yang harus di layani oleh pembantu,


Ranti yang mendengar sahutan dari Yulastri itu pun kesal bukan main,


"Dengar ya mba Yu, aku itu terbiasa di layani di rumah ku, karena Aku itu kan Nyonya Wiguna, yang terhormat. gak kaya mba yang hanya seorang ibu rumah tangga yang keseharian nya hanya menjadi babu saja, "


Tukas nya enteng,


" jadi wajar dong kalau aku nyuruh mba buat nyetrikain baju-baju aku karena itu kan memang udah kerjaan nya mba setiap hari, " Ranti melenggang pergi menuju kamar nya.


" Hati-hati ya Mba Yu nyetrika baju ku, itu baju mahal semua, beli nya di Moll(Mall) jangan sampai rusak, "


Yulastri yang mendengar ucapan terakhir Ranti, Membuat kepala nya berasap, Dia yang merasa di jadikan pembantu di rumah nya sendiri itupun sangat geram,


di ambil nya semua pakaian Ranti kemudian di bawa kebelakang dan di injak-injak nya dengan hati dongkol,


Setelah puas menginjak-injak semua baju-baju itu yang kini terlihat sangat mengenaskan, Yulastri kembali kedalam rumah dan masuk ke kamar nya untuk tidur siang, Bodo amat dengan amarah Ranti nanti,


yang terpenting dirinya sudah melampiaskan kegondokan nya terhadap adik ipar nya yang tak tahu di untung itu,


.


"Bagaimana Ri udah ketemu Papa nya Re? " Tanya Rina yang Menghampri Riri yang baru saja turun dari Mobil nya dengan baby Re yang ada di gendongan nya,

__ADS_1


Riri menggendong baby Re menggunakan gendongan monyet, karena bayi itu tidak mau diam sama sekali jika di letak kan di kursi khusus nya maka dia akan memberontak ingin di lepas kan jika tidak di akan menangisi sepanjang jalan


Maka dari itu Riri memilih menggendong nya saja sambil menyetir,dan ajaib nya bayi itu akan diam jika sudah di gendong dan ikut memukul-mukul setir bundar itu sambil melompat-lompat ke girangan,


"Udah mba baby sampe nangis pengen di gendong Papa nya terus, " Riri berucap sambil cemberut,


" Sampe aku pura-pura mau pergi baru dia mau aku gendong, karena takut di tinggal, "


Riri berjalan masuk ke dalam Toko, "Aku mau ke atas mba Rin ada yang ketinggalan, tadi nya mau langsung pulang aja udah sore kasian baby, tapi aku baru ingat kalau tas perlengkapan baby masih di atas,"


Riri berucap sambil menyodorkan bayi gembul itu ke tangan Rina yang menyambut nya dengan senang hati,


"Uluh-uluh ponakan Onty ganteng banget cih kamu.. ikut Onty PP ulang aja yuk. kita tinggalin Mami sendiri," Seloroh Rina sambil mencium pipi gembul baby Re,


Riri yang masih mendengar ucapan Rina hanya menggelengkan kepala nya saja, dan menaiki tangga menuju lantai dua untuk mengambil tas perlengkapan baby Re,


Besok rencana nya dia akan bengunjugi Totko SDA, sebab sudah lama dia tidak kesana memantau perkembangan Toko SDA tersebut, hanya Rina yang sering bolak balik SDA, SDB setiap 2 hari sekali,


"Siap Onty!, Onty juga hati-hati bawa motor nya ya, " Riri melambaikan Tangan nya sebelum menjalankan Mobil yang di belikan Nisa tempo hari, dengan baby Re yang asik memukul-mukul setir sambil melompat-lompat, kegirangan, seakan dirinyalah yang menyetir mobil itu,


Mereka sampai di rumah setelah berkendara hampir setengah jam, berdesakan dengan pengendara lain nya yang waktu sore itu jalanan sangat macet, Sebab waktu nya para pekerja pulang ke rumah mereka masing-masing, Setelah lelah seharian berkerja,


Riri turun dari mobil di sambut oleh bi Nining yang Art yang membantu Riri di rumah itu, bi Nining sudah sejak 6 bulan lalu bekerja menemani Riri dan baby Re, bi Nining adalah tetangga beda RT dengan Riri, Wanita berumur 45 tahun itu adalah seorang janda yang di tinggal meninggal oleh suami nya beberapa tahun lalu,


beliau tidak memiliki anak dari pernikahan nya dengan sang suami, Mereka merupakan perantau di kota itu. bahkan mereka masih menyewa rumah di usia tua mereka, Riri yang memang membutuhkan Seorang Art dan juga teman untuk mengobrol di rumah,


menawari wanita paru baya itu untuk bekerja dengan nya, dan ikut tinggal pula bersama nya,


Riri bahkan memanggil bi Nining dengan panggilan Ibu, dan menggangap wanita itu sebagai Ibu nya demi menggonati rasa rindunya terhadap sang ibu yang sudah tiada.


Dan di sambut haru oleh bi Nining, Dengan mata berkaca-kaca tak menyangka bila di dunia ini masih ada orang baik seperti Riri. yang mau memungut dirinya yang sebatang kara itu,

__ADS_1


"Den ganteng suka sekali ya kalau di ajak nyetir sama Mami." bi Nining datang menyongsong bayi montok itu yang sudah menggoyangkan kedua kaki dan tangan nya saat melihat bi Nining yang datang menghampiri nya,


" Iya Bu, girang banget dia sampe ngak berhenti melompat saat mobil melaju di jalanan, " Kekeh Riri sambil menyerahkan baby Re ke tangan bi Nining untuk di mandikan sebab bayi itu sudah sangat berkeringat sekali,


Mereka beriringan memasuki rumah dengan Riri yang menenteng Tas perlengkapan baby Re,


" Bu.. ngak usah masak ya. kita makan d luar aja yuk malam ini sekalian kita jalan-jalan.Riri Pengen makan Nasi goreng Seafood hehe,


Riri berucap sambil Terkekeh-kekeh di akhir kalimat nya,


"Iya nak Ibu mah ikut saja mau nya Neng Riri, "


Tukas bi Nining dirinya sangat bersyukur, yang kuasa masih memberikan kenikmatan hidup di saat dirinya sudah tak memiliki tumpuan hidup, bi Nining sangat menyayangi Riri dan baby Re.melebihi sayang nya pada diri nya sendiri,


.


.


.


Bersambung......


kalau sudah baca jangan lupa like nya


biar Othor tambah semangat😂


maaf bila Typo bertebaran ya🙏


love you😘😘


.

__ADS_1


__ADS_2