
**Mohon maaf up telat ya reader,🙏
Si bungsu lagi rewel, Nggak enak body 🙏
Selamat membaca, Semig selalu terhibur 🤗**
" Makasih ya sayang, Sudah mau bantu ngurus Mama tadi, "
"Sama-sama Mas,"
Arya mencium kepala Riri yang berbaring memeluk nya, Mereka baru saja selesai bercinta, Akhirnya Arya bisa berbuka puasa dengan tenang malam itu,
Setelah berpuasa selama 40 hari lebih lama nya,
"Sayang, Sekali lagi ya," Arya mengelus Punggung Riri yang terbuka, Perlahan tangan nya turun dan meremas boleh kong Riri yang selalu membuat ny gemes,
" Kan Sudah mas, Itu aku masih perih dikit,"
Riri mendongak menatap Wajah Suaminya, Mata Arya sudah kembali sayumemandng nya,
" Sekali lagi sayang, Nih." Arya membawa tangan Riri dan merematkan nya di inti Tubuh nya yang sudah mengeras,
"Tapi.. Nanti baby bangun mau nyusu,"
"Sebentar aja sayang, Mas udah nggak Tahan, Mas kangen ini,"
Tangan Arya sudah membelai bagian tubuh Riri yang selalu membuat nya candu,
" Mau ngapain Mas?" Tanya Riri saat Arya merosot ke bawah tubuh nya,
" Mas mau cium ini, Mas kangen sama ini,"
Detik berikut nya Riri sudah menggigit bibir bawah nya, Saat merasakan sapuan hangat lidah Suaminya di bawah sana,
Tak membutuhkan waktu lama dirinya kembali di terbangkan ke awan-awan oleh suaminya,
Malam itu keduanya kembali melakukan percintaan sampai beberapa kali, Dan Baby Eza yang sepertinya sangat mengerti dengan keinginan kedua orang tuanya, Itupun tidak terbangun sama sekali,
__ADS_1
Bayi gembul itu terbangun saat pukul 3 subuh, Karena haus, Dengan terkantuk-kantuk Arya bangkit dari tidur nya dan mendatangi Putra nya,
"Halo Anak Papi yang pinter, Haus ya sayang,". Dengan Perlahan Arya mengangkat bayi nya dari box dan membawanya ke ranjang,
" Bawa sini Mas, Haus itu," Ternyata Riri ikut terbangun saat mendengar Rengek kan Eza, "Udah jam 3 ternyata,Nyenyak banget Tidurnya anak Mami,"
Arya telah meletakkan Eza di pangkuan Riri yang telah duduk bersandar di kepala ranjang,
" Iya, Ngerti banget apa mau Papinya," Tukas Arya,Sembari mengecup kepala Anak nya yang dengan cepat menyusu, Sangat haus ternyata,
Sementara Riri hanya mencebik kan bibir nya keada Suaminya yang tersenyum-senyum itu, Seraya berjalan membuka pintu penghubung antara kamar nya dan juga kamar Re,
" Uhh Putra sulung Papi," Arya mengecup kepala Re yang terlelap, setelah menaikan selimut nya yang merosot ke bawah,
.
"Mas, Memangnya Mama suka rewel gitu ya selama ini?"
" Iya, Sering banget kek gitu, Terkadang Mas jadi kasin sama Sumi, Sering banget kena omel sama Mama,"
"Kasian Mama," Gumam Riri pelan,
"Em… Mas, Bagaimana kalau Mama kita bawa kesini aja, Biar Mama nggak kesepian, Disini kan ada Re dan,"
Ucap Riri menatap Suaminya, dengan kedua tangan nya mengelus dada Suaminya sebagai sentuhan akhir setelah menyimpulkan Dasi nya,
" Mendengar perkataan Riri barusan, Membuat Arya terdiam, Matanya menatap lekat netra pekat istrinya, Apakah yang dia dengar barusan tidak salah?,
Istrinya mau menerima Kehadiran Mama nya? Dalam kondisi yang tidak sehat, Apakah istrinya itu serius dengan perkataan nya? Apakah tidak akan menjadi masalah di kemudian hari?,
Kepala Arya di penuhi pertanyaan-pertanyaan yang membuat nya khawatir, Ia tidak ingin kejadian di masa lalu terulang kembali,
Dirinya ingin keluarganya aman dan damai, Ia tahu bagaimana sifat Mama nya, Kata-kata nya selalu menyakit kan hati,
" Sayang?, Kamu…"
"Iya Mas, Aku serius, sampai kapan kita terus begini sama Mama, Kasian Mama lagi sakit kek gini, Mama butuh dukungan dari keluarga, Lagian Biar Mas juga nggak repot harus bolak-balik kalau mau ketemu Mama,"
__ADS_1
Riri menyandarkan pipinya di dada Arya, "Aku akan mencoba berdamai dengan Hatiku, Aku akan berusaha menjadi Menantu yang baik buat Mama, Dan istri yang berbakti kepada Suamiku,"
Riri melingkarkan kedua tangan nya di sekeliling pinggang Suaminya, Memeluk nya dengan erat,
"Aku memang belum bisa melupakan peristiwa masa lalu, Tapi aku juga tidak ingin memelihara dendam di hatiku, Aku bersedia mengalah, Hanya satu pintaku kepada Mas Arya suamiku, Ayah dari anak-anak ku, " Riri mendongak menatap mata suaminya, yang juga menatap nya dengan lembut,
"Tolong jangan sakiti aku, Selain Mas Arya dan kedua putra kita, Aku nggak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, Mas Arya adalah pengganti kedua orang tuaku,Pelindungku tempatku berkeluh kesah, Aku…"
Arya mencium bibir istri nya dengan lembut, Tidak akan pernah ia sakiti hati wanita sebaik istrinya ini, Tidak akan
" Tidak pernah terbesit di hati kecil Mas, Untuk menyakitimu sayang, Mas akan selalu membahagiakan kamu dan anak-anak kita,"
Arya berkata setelah melepaskan tautan bibir mereka, Dengan kembali mengecup kening Riri penuh sayang,
" Terima kasih atas kemurahan hatimu, Yang sudah mau menerima Mama dengan lapang dada, Mas Sangat beruntung memilikimu sebagai ibu dari Anak-anak ku, Terima kasih banyak sayang,"
Arya semakin mengeratkan pelukan nya, Hatinya sangat terharu dengan sikap dewasa dan legowo Istrinya itu, Yang sudah sudi menerima Mama nya yang telah menorehkan luka di masa lalu,
Istrinya Yang baik,Dan penuh kasih sayang, Selalu bersikap bijaksana, Walaupun sedikit judes dan galak, Riri wanita yang baik dibalik wajah judes dan galak nya Hatinya sangat lembut dan perduli kepada sesama,
" Papi..!! Jangan peluk Mami lama-lama, Nanti Abang sama adek nggak kebagian,"
Re yang tiba-tiba saja masuk karena pintu kamar yang tidak tertutup rapat itupun, Langsung berlari dan menjauhkan Maminya dari Sang Papi, Dengan Wajah galak,
"Astaga!, Galak nya," Arya memegang dadanya sedikit kaget,Dengan mimik wajah memelas memandang Putra sulung nya,
"Papi kan cuma peluk Maminya, Nggak di habisin bang, Masih Papi sisahkan untuk kedua jagoan Papi ini," Arya menjawil Pipi Re yang kini menempeli Maminya dengan muka di tekuk,
Riri hanya terkekeh, Melihat Re yang selalu memprotes Papi nya jika ketahuan sedang memesrainya,
.Bersambung….
Mohon maaf bila banyak typo nya ya 🙏
Jangan lupa like nya 🤗
__ADS_1