PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 129


__ADS_3

Hari berganti minggu, Minggu berganti bulan, tak terasa sebulan telah berlalu setelah kejadian di Resto waktu itu,


Hari ini adalah hari ulang tahun si sulung


Yang ke 3 tahun, Seperti yang sudah-sudah, Ultah Re kali ini juga akan di rayakan di Rumah singgah milik Almarhum Bunda nya, Nisa,


Kue Ulang tahun special tiga tingkat dengan ukuran lumayan besar itu  telah di buat oleh Dewi cs, 


Pagi itu Riri sedang kurang sehat, Sejak subuh ia telah bolak balik ke kamar mandi, Untuk memuntahkan isi perut nya, Arya sampai panik karena nya,   sekarang sudah jam 7 pagi, Namun keadaan Riri masih belum membaik, 


Rencana nya mereka akan berangkat dari Rumah jam sepuluh nanti, Acaranya jam Jam dua siang,


"Mih, Mami kenapa? Mami sakit?," Re sejak tadi terus saja bolak balik ke kamar Mami nya, Demi rasa khawatir nya Melihat Mami nya  yang Kurang sehat pagi itu,


" Mami nggak apa-apa Bang, Mami cuma masuk angin aja, Abang jangan khawatir ya," Riri berkata dengan suara yang lemah, Kepada Putra sulung nya itu,


Rasa mual dan sedikit pening membuat Riri tidak berdaya pagi itu, Bahkan untuk berbicara saja rasanya tak mampu,


" Sayang, Kita ke dokter ya," 


" Nggak usah Pih, Mami males ke dokter, " Jawab Riri dengan suara pelan, Mendengar jawaban Riri, Yang menolak di ajak ke Dokter untuk yang ke sekian kali nya, Membuat Arya menghela nafas nya dengan pasrah,


" Pih, Ini pasti gara-gara Papi nih, Bikin Mami capek ngurusin Papi setiap hari, jadinya Mami sakit kan," Tuduh Re kepada Papi nya dengan wajah cemberut,


"Kasian Mami Abang, Cepat sembuh ya Mami," Ucap Re dengan wajah sedih nya,


"Kok gitu Bang,"  Tukas Arya, Dan seketika ia mengingat tentang kegiatan mereka kemarin Sore, Arya mengajak Riri mandi bareng,  Saat Re sedang asik memainkan mainan baru hadiah dari Opa nya,


Ajakan Arya mandi bareng itu, memakan waktu hingga satu jam lama nya, Di dalam kamar mandi, Membuat Riri protes karena kedinginan,


" Sayang, Maafin Mas ya, Gara-gara Mas kamu jadi sakit gini," Arya membelai kepala Riri yang berbaring miring sembari memejamkan mata nya, Demi menghalau rasa mual dan pusing yang ia rasakan,


"Hem.." Riri hanya berdehem lemah, 


" Ar, Riri masih muntah?," Tanya Nyonya Ranti saat melihat Arya keluar kamar, 


"Masih Mah, Lemes banget malah, Tapi nggak mau di ajak ke dokter," Arya menghempaskan tubuh nya di sofa yang bersebelahan dengan Mama nya,

__ADS_1


"Dari kapan nggak enak badan nya?," 


"Dari Subuh tadi dia udah bolak balik kamar mandi, Muntah-muntah tapi nggak ada yang keluar,"  Aduh.mana Abang ngomel nya ke Arya lagi," Keluh nya kepada Sang Mama, 


"Hem.. Makanya jangan terlalu manja sama Istrimu, Jadinya kan sakit dia," Nyonya Ranti mengulum senyum nya, Ia bisa membayangkan mimik wajah Cucu nya itu kala memarahi Papi, Pasti sangat lucu, 


" Sumi..!!,"  Panggil Nyonya Ranti,


"Iya Nyonya?," Sumi datang tergopoh-gopoh dari arah dapur menghadap Nyonya nya,


"Buatkan wedang jahe, Dan anterkan ke kamar Mami nya Re,"  Titah nya, 


" Baik Nyonya, " Sumi segera berlalu dari hadapan Nyonya Ranti, Untuk membuatkan apa yang telah di perintahkan Nyonya Ranti,


" Sayang, Yuk bangun dulu, Itu minum wedang jahe nya dulu, Kata Mama itu bisa menyembuhkan masuk angin," 


Arya memapah Riri untuk turun dari tempat tidur,Dan menuntun nya ke sofa, 


"Ini siapa yang buat Mas? Aku belum pernah minum kek gini," Tanya Riri sambil memperhatikan Segelas minuman kemerahan di atas meja, Mirip jamu, batin nya,


"Tadi Mama yang nyuruh Sumi membuatkan itu untuk kamu, Diminum ya, Kali aja bisa mengurangi rasa mualmu,"


.


.


Nyonya Ranti sedang melatih kekuatan otot-otot kaki nya untuk berjalan, Saat ia melihat menantunya keluar dari kamar dengan Re menggandeng tangan nya, Dengan wajah sedih,


 


"Agak enak kan Mah, Makasih ya, Udah di buatin Wedang," Riri merangkul lengan Mertuanya berjala menuju Ruang makan,


"Duduk sini Mih," Re dengan sigab menarik kursi untuk Riri duduk,  Arya dan Nyonya Ranti hanya saling pandang, Melihat perhatian Re kepada Mami nya,


"Terima kasih sayang," Riri mengelus pucuk kepala Anak nya,


"Mas, Eza mana?," Tanya Riri yang sejak tadi tidak melihat Bayi nya, 

__ADS_1


"Baby lagi di suapin mpasi sama Lili,Di belakang,"  Jawab Arya, Masih belum menyentuh hidangan di hadapan nya, 


Biasanya Riri akan mengalaskan Nasi untuk nya, Tetapi kali ini…,


"Papi.., Papi ambil sendiri makan nya ya, Mami lagi sakit, Papi nggak boleh manja terus sama Mami, Papi kan udah gede," 


Ucapan Re barusan membuat Nyonya Ranti yang tengah  meminum air hangat nya hampir saja tersedak,


Sedang Arya hanya terdiam, Bagai anak yang tengah di marahin orang tua nya, karena tidak mau makan,


Re itu ganteng kulit nya putih bersih, Seperti Bunda nya, Rambut nya tebal dan hitam legam, Alisnya tebal dan rapih garis wajah nya seperti bunda nya,  jika tersenyum dia  mirip dengan Papinya, matanya tajam, seperti Mami nya,  


Re sangat jarang sekali menangis semenjak ia memiliki adik, Dia cenderung pendiam, jika tidak perlu maka ia tidak akan bersuara, Tapi jika dia melihat Mami sakit dia akan cerewet, Dan akan mengomeli Papi nya itu, Dia juga tidak Suka jika Papi nya terlalu manja dengan sang Mami,


"Bang, Papi nggak manja kok, Itu memang tugas Mami, melayani Papi dengan baik, Suatu saat jika Abang sudah dewasa pasti akan mengerti hem,"   Riri menjelas kan hal itu dengan lembut, Seraya mengelus pipi putra sulung nya itu,


Re terdiam sejenak, Demi mencerna perkataan Maminya, Setelah terdiam beberapa saat, Kini ia terlihat mengeser 


Kursi  yang berada di samping Arya, Dan naik ke atas nya,


" Kalau begitu, Abang akan menggantikan tugas Mami, Untuk melayani Papi, Papi mau yang mana?," 


Re sudah mencentongkan Nasi goreng ke piring Papinya, Dan kini tengah menunggu  sang Papi Yang terbengong, melihat Anak nya kini melayani nya, 


" Papi mau lauk apa?," Ulang Re lagi, 


" Ah.. Em telor saja," Tukas Arya  sedikit kikuk, " Makasih bang," Arya mengecup kepala Re, dengan sayang, 


" Mami juga mau pake  telor?, "  Tanya Re, 


"Iya, Makasih ya bang, " Ucap Riri tersenyum haru, Dengan perhatian Putra nya itu, 


Nyonya Ranti pun sangat terharu dengan kecerdasan Cucu nya itu,


Walaupun dirinya belum kebagian perhatian sang Cucu, Namun dirinya tetap bahagia saat ini, 


Bersambung….,

__ADS_1


Komen dan like nya jangan lupa ya say, We love you All 🤗🤗


__ADS_2