PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bab 157


__ADS_3

"Daddy..kapan kita kembali ke Indonesia? Nuna ngga betah tinggal disini. Nuna nggak suka, Nuna kangen Mommy Dad,"


Gadis kelas 3 SD itu kini tengah menangis di pelukan Daddy nya, Orang tua tunggal nya dan satu-satunya kerabat baginya, setelah kepergian Mommy nya beberap tahun silam,


Keluarga besar Daddy nya tidak ada satupun yang menerima keberadaan nya, Semua orang memusuhinya, Mengatainya Anak haram, Anak seorang ja Lang rendahan,


Mereka tidak peduli akan keberadaan nya di kediaman mewah keluarga sang Daddy, Bahkan Oma dan tante-tantenya tidak menggap dirinya ada,


Aruna hanya memiliki Daddy tempat nya menggadu, dan menangis bila para sepupu nya meledekinya sebagai anak seorang Ja Lang rendahan,


Mereka tidak segan-segan menunjukan penolkan terhadap dirinya di muka umum, Sedang Daniel dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan itu,


Disini dirinyalah yang bersalah,Dirinya tidak mendengarkan nasehat kedua orang tuanya dahulu, Dirinya nekat memacari Restie dan melakukan hubungan terlarang itu,


hingga saat aib nya terkuak di media sosial. keluarganya sangat malu, Bahkan Ayahnya , Tuan Bagaskara Atmajaya. Terkena serangan jantung dan tidak dapat tertolong. Hal itulah yang membuat Daniel pergi meninggalkan Restie tanpa kabar saat itu,


Mommy nya bahkan sampai saat ini masih belum memaafkan. dirinya atas perbuatan nya di masa lalu yang mencoreng nama baik keluarga, Dan mengakibat kan Ayah nya meninggal dunia,


Dan sekarang Daniel tengah mengulangi kesalahan yang sama, Karena berani membawa putrinya masuk kedalam keluarga keluarga sang Mommy,


"Nuna kangen Mommy? Nggak mau tinggal Sam Daddy sini?," Daniel menagkup kedua pipi putrinya dan menghapus air matanya yang jatuh bercucuran itu,


"Nuna mau pulang ke Indo aja Dad, Nuna ingin tinggal dekat dengan Mommy, "


"Sayang dengar..Nuna kan tahu.Daddy nggak bisa kembali ke sana karena alasan tertentu,Jika Nuna kembali ke Indo terus Nuna Sama siapa? Nggak mungkin kan Daddy biarin anak nya terlantar sendirian di sana,"


"Ada mba Dian disana Dad, Nuna bisa kembali lagi bersama mba Dian, Nuna..Nuna nggak mau membuat keluarga Daddy semakin membenci Nuna,"


"Nuna sayang, Lihat Daddy." Daniel menatap netra indah putrinya yang masih bersimbah air mata itu, Mata yang begitu mirip dengan milik Restie hanya saja bola mata mereka yng berbeda, Nuna memiliki bola mata berwarna coklat pekat sama seperti dirinya,


"Daddy minta maaf sayang, Karena Daddy belum bisa memberikan kebahagian yng seperti Nuna inginkan, Daddy..."


"Jika Daddy ingin memberikan Nuna kebahagiaan, Maka izinkan Nuna pulang ke Indonesia Dad, Nuna akan sangat bahagia bisa tinggal dekat dengan Mommy,"


Nuna dengan cepat memotong perkataan Daddy nya. Dengan menggambil kesempatan dari kata-kata sang Daddy agar permintaan nya tidak di tolak,


Daniel terdiam untuk beberapa saat, Kala mendengar perkataan Putrinya yang membuat nya kehabisan kata-kata itu,

__ADS_1


"Tolong Dad, Nuna mohon, Nuna janji nggak akan nakal di sana, Nuna akan belajar dengan baik, Janji,"


Daniel Menghela Nafas nya dengan kasar, Jika dia kembali ke Indonesia maka sudah pasti Masalah akan menntinya, Atau mungkin ia akan kehilangan Nyawa,


Tapi jika terus menahan Putrinya di tetap berada di dekatnya, Maka putrinya akan semakin menderita, Karena perbuatan keluarga nya yang selalu menghina dan merendahkan nya,


Mereka bahkan tidak segan-segan menghinanya di depan banyak orang, Kasihan putrinya, Karena dirinya yng tidak becus sebagai Daddy nya, ia harus merasakan penderitaan yang selalu melukai hati dan mental nya,


...........................


"Yeaaahhh...! Akhir nya. Echa pakai seragam ini juga, uhhh brsa makin cantik aku kalau pake seragam gini,"


Echa mematut dirinya di cermin meja rias nya, Menelisik penampilan nya dari ujung kaki hingga kepala, Memastikan jika penampilannya sudah sempurna dan tidak kurang satu apapun,


Sedang Riri hanya menggelengkan kepalanya dengan ke narsisan putrinya itu,


"Hilli..brasa paling cantik katanya, Belom tahu aja kalau di sekolah banyak cwi-cwi cantik di mana-mana,"


Ledek Eza yang juga sudah siap dan rapih dengan seragam sekolah nya, berdiri di ambang pintu kamar Adik bungsunya itu


Tukas Echa sembari meraih tas sekolahnya dan menenteng nya berjalan menghampiri sang Kaka, Riri mengikut di belakangnya setelah memastikan jika tidak ada yang tertinggal semua sudah aman,


"Ayo buruan Dek, Semua sudah siap tuh lama banget sih kek mau ke kondangan aja pake dandan segala, "


Tukas Eza yng berjalan bersisian dengan Adik nya itu tangan nya usil menyentil bandana Echa hingga posisinya bergeser kebelakang dan membuat rambut adik nya berantakan, saking gemes nya,


Dan hal itu membuat Echa memekik kesal, Karena ulah kakak nya itu


"Mas Eza ihh...., berantakan rambut aku nih nanti cantik berkurang," Echa bersungut-sungut hingga tiba di meja makan,


Riri yang melihat tingkah kedua anak nya itu hanya menarik nafas nya dengan panjang, sudah tidak aneh lagi hal seperti ini Kejadian yang sering sekali terjadi antara kakak beradik itu,


"Loh.loh.. ini kenapa princes Papi ini manyun begitu," Arya yang baru saja duduk di kursi nya itu kembali berdiri saat melihat kedatangan kedua anak dan juga istrinya kemeja makan,


Dengan Echa yang menekuk wajah nya dengan bibir manyun, Sedang Eza hanya cengengesan dan langsung duduk di tempat nya untuk sarapan,


"Itu Mas Eza Pih.. Mas ngeberantakin rambut Echa. nih," Menunjuk rambut nya, "Padahal Echa kan udah capek dandan nya sejak tadi sekali,"

__ADS_1


Arya menoleh Riri yang kini sudah duduk di samping nya dengan dengan menghela nafas pelan,


"Mas Eza.. jangan usilin Echa dong. Kasian udah capek-capek dandan malah berantakan lagi," Arya menegur Putra keduanya itu yang langsung menghentikan cekikikan nya, saat mendengar terguran dari sang Papi,


"Iay Pih,. maaf ya Dek. habisnya Mas gemes banget liat nya, Echa kek mau ke kondangan aja, Ngacanya aja lama banget, " Tukas Eza yang memang benar adanya,


"Abang....," Echa berlari dan menggelayuti lengan Re yang baru saja tiba di meja makan dengan seragam putih birunya, Yang semakin membuat nya terlihat Gagah,


"Abang.liat nih rambut aku, jadi jelek gara-gara Mas Eza," Adunya kepada Abang kesayangan nya itu,


"Hem..Mas..," Re Menoleh Eza dengan isyarat mata menyuruh nya meminta maaf biar tidak berkepanjangan,


"Mas sudah minta maaf bang, " Sahut Eza dari meja makan,


"Tuh Mas Eza nya udah minta maaf kan!,"


"He'eh," Jawab Echa dengan suara pelan,


Nah kalau sudah minta maaf Echa harus...?,"


"Maafin," Cicit Echa lagi,


"Nah pinter adik Abang ini, Sini biar Abang rapiin rambut nya,"


Re merapikan helai rambut Adik manja nya itu dan memperbaiki letak bandanya nya,


"Nah udah cantik adik Abang, yuk kita sarapan supaya kita nggak telat masuk sekolah," Re menuntun tangan adik nya yang kini sudah tersenyum cerah akibat pujian dari Abang nya itu,


Riri dan Arya serta Nyonya Ranti hanya saling pandang, Ketiga nya sudah biasa menyaksikan drama seperti ini, Eza yang usil, sangat suka mengganggu Echa yang cengeng dan manja, Dan Re yng selalu bisa mendamaikan adik-adik nya itu,


Bersambung....


Novel ini akan tamat di pertengahan bulan December ya,


Jangan lupa like dan komen nya ya 🙏


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2