
Pagi hari yang begitu Cerah, Seperti biasa setelah hari minggu yang untuk bermalas-malasan, Bagun siang dan berjalan-jalan, Kini hari senin tah tiba, Waktunya kembali kepada aktifitas masing-masing,
Pagi-pagi sekali di kediaman Arya Wiguna, Yang selalu heboh dan ribut, Siapa lagi biang rusuh nya kalau bukan putri bungsu pasangan Riri dan Arya itu,
"Mami...! Kaos Dalam Echa mana?, "
Echa berteriak dari ambang pintu dapur, Masih dengan mengenakan jubah mandinya, Bulir-bulir air masih menetes dari ujung ujung rambut nya,
Riri yang tengah fokus memgaduk nasi goreng di penggorengan. Itupun kini menoleh ke arah suara cempreng Putrinya itu,
"Hah," Riri menghela nafas nya dengan pelan, Selalu saja begini setiap pagi, Terutama di hari senin,
" Echa udah tanya Mba Lili belom?, Kan biasanya udah disiapin sama Mba Lili, " Tukas Riri sembari mematikan api kompor nya, Kemudian memindahkan Nasi goreng tersebut kedalam wadah kaca yang telah ia siapkan tadi,
"Aduh Non Echa. baru aja Mba ambil handuk buat ngeringin rambut nya, Non udah ilang aja dari kamar,"
Celetuk Lili yang baru saja muncul dengan selembar handuk kecil di tangan nya,
Riri kembali menggelengka kepala nya melihat hal itu, Sudah biasa seperti itu, Ia yakin sebentar lagi putrinya itu akan meminta sarapan duluan, Bahkan masi mengenakan jubah mandinya,
" Heheh maaf ya Mba Lili, Em..Echa laper makanya kesini, Tuh Mami udah selesai masak ternyata, " Tukas Echa sembRi berjalan mendekati Riri yang sedang menata telur ceplok dan juga ayam goreng kesukaan Putri nya yang paling ceriwia itu,
" Mami.. Echa makan duluan ya, udah laper nih, Biar Echa nggak telat berangkat nya, Kan bentar lagi Kak Nuna lulus, nggak akan ketemu lagi nanti, Makanya Echa mau puas-puasin main bareng kak Nuna,"
"Hem.sepwrti biasa, jika ingin makan
maka Echa harus berpakaian dulu, Lihat ini, " Riri memegang rambut basah Putri nya sembari meraih handuk yang berada di tangan Lili,
"Rambut nya di keringin dulu, Terus pakai seragam nya biar tidak terlambat nantinya ok, " Riri berkata seraya tangan nya dengan lembut mengusap rambut Echa dengan handuk,
__ADS_1
Mendengar perkataan Mami nya Echa lun menurut, "iya Mami. Echa akan memakai seragam nya dulu baru sarapan bareng nanti,"
"Ayo Mba Lili tolong bantuin Echa pakai seragam yuk, " Ajak nya kepada pemgasuh nya itu,
"Aasiap Non Echa yuk!." Lili dan Echa telah berlalu dari dapur, Riri pun menghela nafas nya pelan saat melihat tingkah Putri bungsu nya itu, Ia pun kembali melanjutkan pekerjaan nya menyiapkan sarapan untuk keluarga nya,
..............................
Tak terasa hari terus berjalan, minggu dan bulan kini telah berganti, Kini sampailah di pertengahan tahun, Di mana semua murid dari berbagai tingkat sekolah tengah menanti kelulusan mereka, Dengan hati deg deg an,
Tentunya semua nya mengharapkan kelulusan dengan nilai yg memuaskan,
Namun tidak dengan Nuna, Gadis kecil itu nampak murung, Saat akan menyambut hari kelulusan nya dari tingkat SD,
Hampir semua teman-teman nya bercerita membagi kabar kegiatan mereka bersama orang tua dan juga keluarga,
Hanya Nuna saja yang tidak memiliki cerita keseruan tersebut, Daddy nya saja sekarang sudah jarang menghubungin nya, Daddy nya sibuk dengan urusan kantor dan juga keluarga baru nya,
Bahkan saat ini. dimana saat nya ia sangat membutuhkan kehadiran sang Daddy, Untuk menemani nya saat perpisahan kelulusan nanti, Namun angan tinggal lah angan, Sang Daddy tidak dapat di hubungi,
Walaupun Nuna masih mendapatkan kiriman uang dari Sangat Daddy di setiap bulan nya, Namun tidak sebesar dulu, Semakin tahun uang jatah nya semakin berkurang,
Mba Dian harus berhemat dan pintar dalam. mengelolah uang yang di berikan Daddy nya, Nuna bersyukur karena gaji Mba Dian tidak di kurangi,
Nuna bernafas lega akan hal itu, Daddy nya masih bersedia menggaji Mba Dian untuk nya,
Nuna punya impian sejak kecil, Mimpi Nuna adalah memiliki keluarga yang utuh dan bahagia seperti keluarga teman-teman nya, Kini harus ia kubur dalam-dalam. Ketika Sangat Mommy pergi meninggalkan dirinya,
Harapan nya kembali mencuat saat Daddy nya muncul, Dan mengakui nya sebagai putrinya, Nuna kembali memimpikan memiliki keluarga yang bahagia,
__ADS_1
Hingga akhirnya harapan itu kembali tenggelam, Saat Sang Mommy pergi dari dunia ini,
Tiada harapan untuk mencapai semua itu, Semakin terkubur dalam saat Daddy nya membawanya pergi dan tinggal bersama keluarga besar Sang Daddy yang tidak menyukainya sama sekali,
Jauh di lubuk hatinya yangg paling dalam, Jika kelak Daddy nya menikah lagi, Nuna berharap jika Daddy nya akan merangkul nya dalam keluarga yang utuh, Walau itu adalah ibu tiri, Nuna juga ingin merasakan di buatkan bekal dan perhatian seorang ibu,
Tetapi saat ini, Dirinya hanya duduk seorang diri,menanti moment kelulusan yang akan membekas di hati setiap anak seusianya, Keseruan perpisahan bersama jajaran guru dan teman- teman nya,
Berulang kali Nuna mendial nomor Sang Daddy, Namun tidak kunjung tersambung, Air matanya jatuh luruh begitu saja, Membasahi kedua pipinya yang mulus, Netral abu nya kini mulai mengabir oleh desakan air mata yang berlomba-lomba inin keluar dari pelupuk matanya,
Dadanya sesak, hatinya semakin perih, Timbul pertanyaan dalam hati kecil nya, Apakah Daddy nya sudah melupakan nya?, Apakah Daddy nya juga malu mengakui atau memiliki dirinya yang lahir dari seorang wanita, Yang mereka sebut sebagai wanita Ja lang?
Dadanya semakin terasa berat kala pikiran-pikiran itu muncul di otak kecil nya, Begitu hinakah dirinya di mata orang-orang suci seperti keluarga Daddy nya itu?,
Nuna terus menumpahkan air matanya sembari memeluk bingaki foto Mommy nya, Apapun yang mereka katakan tentang Mommy nya, Dirinya tidak perduli, Baginya Mommy nya adalah segalanya, wanita luar biasa, Wanita yang telah melahirkan nya kedunia ini, Tidak ada alasan untuk ia ikut mencemooh atau membenci Mommy nya, Mommy nya adalah wanita terbaik di matanya, Hanya itu yang ia tahu,
Menggapa sampai saat ini Daddy nya tidak pernah mendatanginya, Bahkan cenderung mengabaikan nya setelah dia menikah lagi dengan wanita pilihan Ibunya,
Nuna kesepian, Nuna sendirian menjalani hari-harinya dengan penuh kepalsuan, Terlihat bahagia dan baik-baik saja,
Namun akan terlihat sekali kesendua dan kesedihan di wajah nya saat ia sendiri berada di dalam kamar nya, Menangisi Mommy nya merindukan nya setiap malam menjelang tidur, Nuna akan bercerita di depan sebuah bingkai foto sang mommy,
.
Bersambung,
Mohon maaf ya sayang2ku, up nya molor terus🙏
Doa kan Othor ya supaya cepat sembuh dari penyakit mager nya🤧🙏 Supaya bisa up rutin setiap hari🤭🏃♀️
__ADS_1