
Baby Re begitu senang berada di gendongan bi Nining yang sudah seperti Nenek nya sendiri itu, jam masih pukul 7:30, Riri sudah mendandani bayi montok itu dengan baju yang hangat,
Sebuah Celana panjang yang berbahan lembut, di padukan dengan Sweater lengan panjang yang lembut dan nyaman warna hitam sangat kontras dengan kulit nya yang putih bersih, Dengan kupluk selaras dengan Sweater nya,
Baby Re terlihat sangat gagah malam itu, Bayi 7 bulan itu sangat senang bila sudah di ajak jalan-jalan,
"Riri Siap-siap dulu ya Bu, " Yang di angguki oleh bi Nining sebagai jawaban,Riri dengan cepat memasuki kamar dan mandi,
Tak butuh waktu lama dia kini telah siap dengan Dress warna gold selutut, lengan sebatas siku, Rambut panjang nya ia ikat ekor kuda sebab jika di gerai, Baby Re akan sibuk memainkan Rambut nya itu,
"Bu, biscuit baby jangan lupa d bawa ya," Riri berucap seraya mengambil alih baby Re, dari gendongan bi Nining,
Sedang bi Nining kini tengah bersiap-siap dan juga menyiapkan bekal untuk baby Re, seperti biscuit dan juga botol Susu nya,
"Oke kita berangkat...! " Riri berseru denga. dengan baby yang sudah masuk kedalam gendongan monyet nya dan kini tengah mengantung dan mengeraka kan kaki dan tangan nya,
"Senang sekali dia kalo sudah begini, " bi Nining terkekeh melihat tingkah pola bayi gembul itu, " Sini sama Nenek aja di pangku," lanjut nya menyodorkan kedua tangan nya mengajak Re berpindah tempat,
Namun baby Re tidak mau sama sekali bahkan sudah merengek ingin segera di jalankan Mobil nya, Riri yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepala nya,
" Biarin aja Bu, baby emang paling seneng kalo di ajak nyetir gini, bentar lagi juga anteng . liat aja entar, "
Riri melajukan mobil nya dengan perlahan meninggalkan rumah mereka,
dan seperti yang sudah di katakan Riri sebelum nya, bayi montok itu kini meletak kan kedua tangan nya di atas Stir mobil, Dengan Tenang, seakan diri nyalah yang menyetir mobil itu,
Arya kini tengah melamun memikirkan kata-kata Riri tadi siang, Wajah bayi yang tiba-tiba melintas di benak nya, bayi montok yang menarik-narik lengan baju nya minta di gendong,
Bahkan setelah nya bayi itu tidak mau melepaskan dekapan nya kepada diri nya,
Mata bulat nya yang jernih namun teduh seperti Mati ibu nya, Arya kembali meneteskan Air mata nya, Penyesalan nya terasa sangat menyakit kan, sebab orang yang dia lukai telah tiada di dunia ini,
" Apa kamu masih mau menyiksa dirimu seperti ini? "
" Dan melalaikan tanggung jawab mu sebagai Papa terhadap Re?, Jika kamu masih mau seperti ini terus, jangan salahkan bila Re nanti nya memiliki Papa lain di luar sana!, "
Tuan Wiguna menghela Nafas sejenak,
__ADS_1
" Riri gadis yang cantik sudah pasti banyak Pria yang mendambakan nya, Untuk menjadi Istri nya, " Tuan Wiguna sudah kehabisan Akal untuk menyadarkan Putra semata wayang nya itu,
"Jika itu terjadi maka Re akan melupakan mu
Sebagai Papa kandung nya, Kamu tidak Khawatir kalau Re menjadi anak Pria lain setelah ini'" Tuan Wiguna menaikan satu alis nya, Saat Arya menoleh dengan cepat saat mendengar kalimat terakhir dari Papa nya itu,
Mimik wajah nya berubah seketika kala membayangkan Re memanggil pria lain dengan Panggilan Papi,. Tidak.. Re Putra nya dan hanya diri nya yang boleh dia panggil dengan panggilan istimewa itu,
"Jika kamu tidak mau ya, Ubah dirimu kembali seperti Arya yang dulu, Arya yang penuh tanggung jawab terhadap kewajiban nya, Tapi bukan berarti kamu akan merebut Re dari Mami nya, Ingat itu! "
Arya mengkerut kan dahi nya demi mendengar ucapan Papa nya itu, Tidak mengambil Re dari Mami nya, Lalu..?
" Ambil hati Mami nya dengan Sungguh-sungguh, maka kau akan mendapat kan kedua nya, Re Anak mu dan Riri sebagai Istri mu Mami nya Re,
Arya tercenung dengan kata-kata Papa nya Semalam, setelah Papa nya pulang, Dirinya tidak dapat memejam kan mata nya, Hingga pagi menyongsong,
Cahaya matahari yang masuk melalu sela jendela kamar rawat nya begitu menyilaukan mata nya, kepala nya sedikit pening efek begadang semalaman,
"Baby Re di bawa kah Nak? ngak di tinggal saja sama Ibu, " bi Nining yang pagi itu telah selesai membuat sarapan untuk Riri dan juga diri nya,
bertanya kepada Riri yang sedang sibuk memasuk kan beberapa lembar baju Re kedalam Tas yang biasa ia gunakan untuk membawa perlengkapan Re selama mereka berada di luar,
" Ayo kita sarapan Bu, sebelum baby bangun dan bikin rusuh," Riri berkata seraya Terkekeh-kekeh, berjalan menuju meja makan di ruang tengah dekat Dapur, Di ikuti pula bi Nining di belakan nya,
" Ibu jangan capek-capek ya Di rumah, kerjakan yang Ringan-ringan saja kalau udah capek istirahat! jangan di paksakan, Dan jangan lupa telpon Mba Dede untuk menyetrika Pakaian. jangan Ibu yang melakukan nya, "
Riri mewanti-wanti bi Nining agar tidak melakukan pekerjaan Rumah sendirian,
Riri tidak ingin bi Nining kelelahan, Nanti asam urat nya kambuh,
" Iya Nak tapi Ibu merasa hanya menyusahkan mu saja.."
" Ngak ada yang di susahkan di sini Bu, Riri Uda Ngangep Ibu seperti Ibu Riri sendiri, jadi tolong.. jangan merasa telah menyusahkan ku, Riri ngak suka itu, "
Riri berucap dengan. menatap mata Tua bi Nining dengan lembut, menyiratkan kasih sayang seorang Anak terhadap Ibu nya,
Bi Nining yang selalu tak kuasa menahan haru jika Riri sudah berkata demi kian pun telah menjatuhkan Air mata nya,
__ADS_1
" Udah ihh jangan sedih gini.. ini masih pagi loh Bu, Ucap Riri dengan mata yang sudah berkaca-kaca,
.
" Hay..... Big Bos! gimana perjalanan anda pagi ini..? xixixi" Kelakar Fikri yang menyambut kedatangan Riri dan baby Re di depan pintu mobil yang baru saja di buka nya dan mempersilahkan Riri dan baby Re turun seperti seorang Ratu. dengan bayi yang menggantung di depan nya,
Kaki dan tangan nya yang bergerak aktif seperti sedang berenang itu, " Uh perjalanan yang sangat menyenangkan Om.." Jawab Riri dengan tersenyum,
" Ya ampun... Big Boss semakin hari semakin gantenga aja nihh.." Kor semua Karyawan yang berdiri berjejer menyambut kedatangan Big Bos mereka, baby Re yang sejak turun dari mobil tadi tak hentinya memperlihat kan deretan gigi nya yang baru 4 buah itu, kaki dan tangan nya tak mau diam, denga suara tawa nya yang Riang, membuat hati yang mendengar nya ikut bahagia,
" Oke guys! Karena Omset kita bulan lalu melebihi target, maka hari ini Aku mentraktir kalian semua pesan makanan di mana aja, Free!, Sebagai tanda terima kasih Aku dan Re, karena kalian telah berkerja keras untuk memajukan Toko SDA ini sepenuh hati kalian Terima kasih untuk semua nya, " Ucap Riri dengan Re yang masih di gendongan nya,
Dan di sambut sorak gembira semua Karyawan SDA tersebut. yang berjumlah 12 Orang itu,
" Mba Riri bisa ngak saya Delivery nya ke rumah aja, Soal nya Adik-adik saya pengen Makan Pizza, " Ucap salah satu karyawan wanita yang berdiri di paling belakang,
sepertinya karyawan baru,
terlihat sangat sederhana, dengan kepala menunduk takut, jika permintaan nya barusan di anggap telah lancang,
Riri memandang Fikri dengan tanda tanya, sebab sebelum nya belum pernah melihat wanita itu,
Fikri yang mengerti akan tatapan Riri segera mendekat dan berkata,. " Dia karyawan baru, baru seminggu masuk, kasian butuh kerjaan Ayah nya baru saja meninggal sedang ibu nya bekerja sebagai tukang cuci Adik nya ada 4 di rumah masih kecil-kecil,
Riri yang mendengar penuturan Fikri dengan panjang lebar itupun. segera memandang wanita tersebut yang masih setia menundukkan kepalanya,
"Setelah ini suruh dia keatas Bang," Tukas Riri kepada Fikri, yang di jawab anggukan oleh Fikri,
" Dan untuk Bonus kalian, nanti sore akan di bagikan oleh Bang Fikri ya, Semangat untuk memajukan SDA semakin sukses, " Riri mengangkat Tangan nya ke atas memberi semangat, dan di ikuti pula semua Karyawan nya dengan Semangat. mendengar Bonus yang akan mereka terima sore nanti.
.
bersambung...
maaf bila banyak typo nya ya
jangan lupa like nya ya
__ADS_1
love you all 😘