PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
kedatangan Siska dan Kirana


__ADS_3

" Baby sini.. jangan kesana! Nanti kalau jatoh Mami nggak liat, "


Riri yang sedang menggantika Dewi untuk melayani Customer yang ingin membayar, Kini di buat kelimpungan karena ulah bayi montok nya itu,


Yang berjalan kesana kemari tanpa lelah,


Setelah sembuh dari sakit nya dua Minggu lalu Re kini tengah giat-giatnya berjalan, mengitari Etalase Cake yang berjejer di dalam Toko tersebut,


" Baaa.." Re menciluk baa Maminya yang tengah sibuk melayani pembeli di depan kasir,


" Aduhh lucunya anak nya mba, Umur berapa?, " Seorang wanita cantik berkata seraya menjawil pipi tembem Re,


" Hehe umur 14 bulan Onty, " Riri menjawab dengan suara kecil, Seakan itu adalah Re yang menjawab,


" Ganteng banget..! Mirip sama Mami nya, " Ucap sang wanita, sebelum berlalu setelah mengucapkan terima kasih,


Riri hanya menaggapinya dengan senyum lebar, saat ada orang yang mengatakan jika Re mirip dengan nya,


Re memnag sedikit mirip dengan Riri, jika dilihat sekilas, Namun bila di perhatikan dengan seksama, Mata Re teduh seperti Bundanya, kulit nya putih bersih seperti Bunda Nisa dan Riri, ketika Re tersenyum maka Wajah Arya akan terlihat dengan jelas,


" Mami.. Cuucu! " Rengek Re kepada Maminya saat wanita yang menjawil nya tersebut berlalu dari meja kasir,


" Oh Re mau mimik ya? Sebentar ya kita Tunggu Onty Dewi dulu, Oke!, "


Bayi 14 bila itu pun menganguk patuh dan kembali merosotkan dirinya turun dari gendongan Riri untuk melanjutkan menjelajah nya kesemua sudut Toko,


Salah satu Karyawan bagian yang mengawasih semua stok Cake yang berada di Etalase pun tak luput dari ke isengan Re, yang mengajak nya bermain kejar-kejaran,


" Nina.. Tolong liatin baby ya! Khawatir Nanti dia kepentok ujung meja itu! lancip soalnya! "


Riri meringis ke arah Nina yang tengah mengejar Re yang gesit menghindar dari tangkapan Nina,


" Iya mba, Aman, " Nina menaikan jempol nya saat menjawab Riri,


" Baby sini Onty tangkap loh ya! Kalau dapet Nanti Onty bawa pulang kerumah!, "


Seloroh Nina dengan gemas,


Siang itu Customer tidak terlalu ramai, biasanya Toko akan semakin ramai saat waktu makan siang,


Dan kebetulan juga hari ini Banyak Orderan Snack Box, jadi semua Karyawan sibuk di pantry


Riri tidak bisa ikut membantu para Karyawan nya di pantry, karena Re yang nggak bisa diam di tempat, keingintahuan nya semakin meningkat sejak sembuh dari demam nya,


Dan semakin pintar pula menggomentari ini itu, Jadilah Riri menggantikan Dewi di meja kasir,


.


Dua wanita cantik beda usia itu turun dari mobil dengan kaca mata yang bertengger di hidung mereka yang mancung,


Dengan penampilan bak Sosialita keduanya kini berdiri di depan bangunan Ruko dua lantai, Yang terlihat ramai siang itu,


Sang wanita parubaya yang masih terlihat cantik itu membuka kacamatanya dengan kaya Anggun, Lalu di lipat dan dimasukan kedalam Tas yang dia tenteng di tangan kirinya,


" Kamu yakin perempuan itu kerja disini? " Siska menoleh Kirana yang tengah tekun memperhatikan lalu-lalang orang-orang yang keluar masuk ke dalam Toko kue yang cukup terkenal itu,


" Yakin banget Tante, Aku udah tanya sama temen aku yang pernah liat Danis kesini, "


Kirana mengatakan dengan yakin, jika dirinya tidak salah informasih dari teman nya dan Danis semasa SMA dulu,


" Ayo kita masuk sekarang! Kamu tahu kan wajah nya seperti apa? udah perna ketemu belum sama dia? "


Siska berjalan sambil memberodong Kiran dengan pertanyaan bertubi-tubi, Biar ngak salah sasaran nantinya,


" Aman! Tante tenang aja,Yuk!, "


.


" Mba Riri udah beres semua orderan nya, Bentar lagi otw nganter tuh bang Aris nya,"

__ADS_1


Dewi datang menghampiri Riri yang tengah sibuk melayani Customer yang membayar belanjaan nya,


Sedang Re bayi montok itu tengah duduk sambil meminum susunya dengan tekun,


" Oh udah beres ajah, Hebat memang kalian ini,Sangat cekatan, Mantab! "


Riri mengacungkan kedua jempol nya ke arah Dewi yang baru saja duduk di samping Re, yang sedang asik dengan Dodotnya,


Dewi tersipu saat mendapat pujian dari Bos nya itu, Riri tak kalah baik dengan Nisa Kakak nya, yang sudah tiada,


" Order makan siang gih! Tanyain anak-anak mau makan apa sing ini, Sebagai reward karena kalian selalu mengerjakan orderan tepat waktu, "


Riri mengusap dahi Renyang berkeringat dan kini posisinya sudah setengah berbaring di atas Sofa, Sepertinya bayi gembul itu ngantuk dan juga kelelahan karena telah mengitari Semua Etalase Cake di dalam Toko itu,


Pun dengan Nina yang kini tengah meijit betis nya yang terasa sudah berkonde, karena mengejar Big bos nya itu kesana kemari,


" Sabar ya Nina! Maaf keun Big bos mu ini yang sekarang sudah tepar, Setelah menjelajah semua sudut ruangan, "


Riri tersenyum meringis saat mengatakan itu,


dan di tanggapi pula oleh Nina dengan tertawa, masih memijit betis nya yang Pegal,


" Aman mba "


Merek masih tertawa kecil saat dua orang wanita cantik memasuki Toko tersebut,


" Yang mana orang nya?," Siska berbisik kepada Kiran, Saat melihat di balik meja kasir itu ada tiga perempuan,


Kiran mengamati ketiga perempuan itu dan pandangan nya bertemu dengan mata tajam Riri, yang tengah memperhatikan nya,


" Tante itu orang nya! " Kiran berkata dengan suara rendah seraya menunjuk Riri dengan dagu nya,


" Huh! Cuma penjaga kasir rupanya, Tante sampai harus memotong urat nadi segala, " Dengus Siska sambil berjalan menghampiri meja kasir,


Sedang Riri terus memperhatika kedua wanita yang kini menghampirinya,


" Ada yang bisa di bantu Bu?, " Riri menyapa lebih dulu kedua wanita itu, yang memasang wajah tak ramah sama sekali,


" Iya betul, Ada yang bisa saya bantu?" Riri kembali bertanya dengan ramah,


Sedang Nina dan Dewi saling menatap dengan tanda tanya "Siapa mereka?"


" Ohh rupanya kamu yang telah membawa pengaruh buruk terhadap Anak saya Danis! Kamu kasih makan apa Anak saya, sampai-sampai dia melawan saya sebegitu nya, Hanya karena seorang Janda sepertimu! "


Suara Siska menarik perhatian beberapa pengunjung, yang tengah memilih-milih Aneka Cake di Etalase,


" Maaf Tante! Apa maksud Tante ngomong kek gitu? "


Riri mengkerut kan Dahinya saat wanita parubaya tersebut menunjuk-nunjuk dirinya sebagai penyebab anak nya membangkang,


" Saya_"


" Kamu nggak usah ngelak! Kamu apakan Danis sampai mau sama kamu dan juga Anak haram kamu itu?"


Kirana menyelah Ucapan Riri, Dirinya memang sudah lama ingin melampiaskan kekesalan nya terhadap janda satu anak itu,


Karena nya Danis engan menerimanya kembali,


" Danis? Kamu siapanya? " Riri menatap Kiran dengan tajam, dirinya belum mudeng dengan keadaan yang mendadak memojokkan dirinya itu,


" Mba Dewi tolong bawa Re ke atas ya! "


Riri menoleh ke arah Dewi dengan tatapan memohon, Dewi yang mengerti tentang suasana yang tak kodusif untuk Big bos nya tersebut, Dengan segera memangku tubuh gembul Re dan membawanya ke atas,


Setelah Dewi sudah tak terlihat lagi Riri keluar dari meja kasir dan menghampiri kedua wanita tersebut,


" Sebenarnya maksud kedatangan kalian itu apa sih? Kalau kalian datang hanya untuk menghina anak saya, Memang nya ap salah anak saya sama Anda-anda berdua ini he? "


Riri menatap wajah Kiran dengan tajam, " Dan kamu! Siapa kamu berani-berani nya mengatai anak saya Anak haram! Tahu apa kamu soal anak saya hah! "

__ADS_1


Riri memajukan langkah nya mendekati Kiran dengan tatapan semakin tajam, seakan ingin menguliti Kiran saat itu juga,


Kiran memundurkan langkahnya kebelakang tubuh Siska, menjadikan nya sebagai tameng,


Kiran merasa ngeri dengan mata tajam Riri,


" Heh! Perempuan kurang ajar! Saya datang kesini mau memperingati kamu, supaya jangan mendekati anak saya lagi, "


Siska mencekal lengan Riri yang ingin meraup mulut kurang ajar Kiran yang telah mengatai Anak nya sembarangan,


" Dia, (Menunjuk Kiran ) Adalah Tunangan Danis, Jadi saya minta tolong lepaskan Danis! kamu tidak cocok dengan anak saya yang sempurna, "


Riri tercengan mendengar ucapan Siska barusan, "Tunangan Danis?, "


Seketika Riri mengalihkan pandagan nya kepada Kiran, yang tersenyum penuh kemenangan,


" Kamu itu seharusnya sadar diri dong, Sudah janda tanpa status pernikahan, Kamu juga hanya seorang kasir di toko ini, Ditambah lagi dengan adanya anak haram kamu itu, Kamu pikir Danis pantas sama kamu? Tidak sama sekali, Saya tidak sudih mempunyai menantu wanita murahan sepertimu,! "


Mata Riri sudah memerah mendengar perkataan Siska Ibu dari kekasih nya itu,


Memerah bukan ingin menangis, tetapi memerah karena menahan emosi yang sudah di ubun-ubun,


Jika saja Siska bukan Orang Tua yang harus ia hormati, Sudah bisa di pastikan Tangan Riri sudah meremas mulut kurang ajar wanita parubaya itu,


" Maaf ya Tante yang terhormat! Saya tidak pernah memaksa Anak Tante untuk menyukai saya, Dia yang mengejar-ngejar saya,"


Riri sejenak menarik nafasnya, Sebelum melanjutkan kata-katanya,


" Dan juga Anak saya bukan anak haram, Terserah jika kalian menganggap saya ini murahan atau apapun itu, Tapi jangan bawa-bawa Anak saya dalam hal ini, Dia tidak tahu apa-apa! "


Riri menatap Siska dengan tajam tanpa takut sedikitpun,


"Jika Tante tidak suka karena Danis suka sama saya, Silahkan Tante ngomong ke dia, jangan ke saya! "


" Kamu ini ternyata selain tidak tahu diri juga, kurang ajar ya! Nggak ada sopan-sopan nya sama orang Tua, "


Siska melirik semua pengunjung yang memperhatikan mereka saat ini,


" Kalian lihat wanita ini tidak ada sama sekali sopan nya sama orang Tua, Apa pantas wanita seperti ini menjadi menantu saya? "


Riri mengepalkan Kedua tangan nya geram,


Sedang para pengunjung kini mulai berbisik-bisik, mencibir Riri,


" wanita Ja lang ini, (Menunjuk Riri) Dia udah ngerebut Calon tunangan aku, sampai-sampai dia kabur di hari pertunangan kami, Demi wanita tak tahu diri ini, Statusnya saja tidak jelas! Mempunyai Anak yang tak tahu siapa bapak nya! dan dengan beraninya merayu Calon tunangan aku untuk menjadi bapak dari anak Hara_"


Kata-kata Kiran terpotong, karena Tangan lentik Riri telah meremas mulut nya dengan gemes, Dan dengan cepat tangan satunya lagi menarik rambut Kiran, Sampai membuat wajah Kiran mendongak ke atas seraya meringis karena sakit yang luar biasa,


" Sudah aku katakan jangan bawa-bawa Anak ku dalam masalah ini Kalian tidak tahu apa-apa tentang hidupku, Camkan itu! "


Riri melepas jambakan tangan nya dari Rambut Kiran, dengan mendorong nya dengan kuat, Sehingga Kiran terhempas di lantai,


" Saya masih menghormati Tante sebagai orang tua, Jadi silahkan pergi dari sini sebelum kewarasan saya hilang dan berujung Tante dan wanita ini masuk Rumah sakit! "


kepala Riri seakan telah mengeluarkan Asap, karena ulah kedua wanita itu, yang seenak nya saja datang dan menghina Anak nya,


.


.


Bersambung...


ini sudah panjang ya bestie 🤗


Jangan lupa like dan komen nya ya reader sayang 😘


mohon maaf bila banyak Typo nya🙏


Othor sayang kalian semua

__ADS_1


love you all 😘😘


__ADS_2