PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 141


__ADS_3

💞 Happy Reading 💞


Sepanjang perjalanan Danish terus saja terngiang-ngiang oleh perkataan Riri di Mall tadi,  


'Bisa saja penyesalan yang kedua itu akan lebih menyakitkan di banding yang sebelum nya'


'Jangan pernah menyia-nyiakan wanita yang sudah mengandung dan melahirkan Anak mu'


Bayangan memiliki banyak anak kini tengah menari-nari di otak nya, Seperti nya mang sudah Seharusnya nya ia memperbaiki sikap nya kepada Kirana, Sudah cukup ia menghukum istrinya itu selama hampir lima tahun ini, 


Dirinya akan memulai semuanya dari awal lagi, Karena asik dengan pikiran nya ingin memilki banyak anak, Danish tidak sadar jika kini sudah memasuki Komplek perumahan di mana mereka tinggal, 


Setelah dua tahun pernikahan mereka Danish membeli Rumah di sebuah komplek yang Asri, Yang terletak tidak jauh dari kantor tempat nya bekerja,


" Lisa.. Langsung bawa Yora kekamar nya ya, Mandi dan istirahat, " Tukas Danish kepada Pengasuh Putrinya itu, 


"Baik Pak. Ayo Non,kita Mandi terus istirahat, 


Setelah ia memastikan Puttinya telah masuk kedalam kamar nya, Canis langsung menaiki tangga menuju lantai Dua di mana kamar nya berada,


Biasanya saat sore  seperti ini Kirana akan berada di kamar, memainkan Hp nya, sambil rebahan di ranjang,


Dan benar saja tebakan nya, Wanita itu tengah tengkurap di atas ranjang membelakangi pintu,  


Cklek!!!


Suara pintu di tutup itu membuat Karina segera memperbaiki Posisi nya berbaring, Yang tadinya tengkurap kini ia telah memiringkan tubuh nya, Dengan perlahan dirinya bangkit dan turun dari tempat tidur itu, 


Kirana tahu jika Danish baru pulang dari luar bersama Yora, Suaminya itu pasti capek dan ingin beristirahat, Dan dirinya tidak ingin mengganggu waktu istirahat, suaminya itu,


Kirana berniat akan turun ke lantai bawah untuk melihat Putrinya yang pasti sama capek nya dengan sang Ayah, Saat ia melewati Danish, Tiba-tina Danish mencekal pergelangan tangan nya, Membuat nya terkaget, 


" Ada apa?," Tanpa nya tanpa menoleh wajh suaminya itu,


Danish yang mendengar pertanyaan Kirana,Bukan nya menjawab, Malah memeluk nya dengan segenap perasaan bersalahnya, menyakiti hati wanita yang telah memberinya seorang putri yang cantik,  Wanita yang tetap bertahan disisinya  walaupun telah dia abaikan selama bertahun-tahun,


"Aku menginginkanmu sayang," Danish berbisik di telinga Kirana dengan sedikit menggigit nya,Membuat tubuh Kirana bagaikan tersengat  arus listrik.


Sudah sangat lama ia tidak merasakan sentuhan suaminya yang mendamba seperti itu, 


Siang itu Danish benar-benar mencumbu istrinya dengan penuh kasih sayang, Menikmati setiap inci tubuh Kirana, menyalurkan cinta kasih nya kepada istrinya itu,


Dengan harapan semoga tuhan masih berkenan memaafkan dirinya, Dan mengarunia nya dengan rezeki berupa  kehadiran seorang anak,


Kirana yang di cumbu dengan lembut dan dalam itu,  membuat nya melayang, Namun hatinya bertanya-tanya, Ada apa dengan suaminya itu, Mengapa tiba-tiba memperlakukan dirinya selembut ini, 


Biasanya Danish akan melakukan nya tanpa mencumbunya, bahkan cenderung tergesah-gesah, Itupun sangat jarang sekali, Danish melakukan nya, Sebulan sekali saja belum tentu,


"Sayang, Aku mencintaimu..!,"  Ucap Danish dengan Nafas memburuh, Seiring dengan hentakan nya yang semakin cepat dan kuat di bawah sana, Membuat Kirana memekik dengan kencang saat gelombang kenikmatan itu datang menghampirinya, 


"Aku ingin kamu hamil lagi, Aku ingin memiliki banyak anak darimu istriku, " Ucap  Danish mengecup kening istrinya, seraya mengatur nafas nya yang masih tersenggal-senggal,

__ADS_1


" Aku ingin kita memiliki banyak anak, Kamu mau kan mengandung anak ku lagi?," Tanya Danish Seraya menatap mata Kirana di bawah nya,


Danish bahkan belum melepaskan tautan mereka di bawah sana, " Mau Mas..,Aku mau,"Cicit Kirana dengan air mata yang meluncur dari kedua mata nya,


"Maafkan aku sayang, Maafkan kan kebodohanku yang telah menyia-nyiakan dirimu, Jangan nangis ya, Mulai hari ini mari kita memperbaiki semuanya, memulainya lagi dari awal, " Danish mengecup kening Kirana dengan penuh cinta,


" Sekarang kita bikin adik nya Yora yang banyak yah," Seru Danish dengan kembali mengerakan pinggul nya, Dengan gerakan cepat dn kuat, 


Membuat Kirana seakan di terbangkan hingga ke langit ketujuh, Suaminya telah kembali,


Hari itu adalah hari di mana awal  dimulainya kehidupan bahagia Danish dan Kirana, Danish yang tulus meminta Maaf kepada sang istri,  Sedang Kirana yang memaafkan sang suami yangvsngat ia cintai itu, Walaupun caranya kurang baik dalam menggapai cinta nya,


*******


"Mami kapan Adek nya keluar?, Mas sudah nggak sabar mau ajak Adek jalan-jalan Ke taman. nanti Mas bonceng pake Sepeda Abang, Iya kan bang?," Oceh Eza dengan tangan mengelus perut Riri, 


"Nanti ya Mas, sabar, Adik nya masih 4 bulan lagi baru ke luar, " Jelas Riri sembari mencium kening putra kedua nya itu,


Dan akhirnya Eza mengerti dan kembali bermain dengan Lili dan Tita, 


"Mih..?," Panggilan Andra sembari menarik-narik ujung Dress yang Riri kenakan, 


"Apa sayang..?," Sahut Riri


"Mami sama Papi masih tetap sayang sama Kakak kan?," Tanya nya  kemudian,


Riri dan Arya saling pandang, Saat mendengar pertanyaan Putra ke tiga nya itu,


Arya tersenyum melihat hal itu, dirinya sangat bahagia sekali memiliki istri yang baik, Dan anak-anak sehat dan cerdas,


"Oma.." Panggil Eza menoleh Oma nya yang sedang di pijat kakinya oleh Sumi,


"Apa Cu?," Jawab Nyonya Ranti menyiapkan diri untuk pertanyaan Cucunya itu kemudian, Karena biasanya kalau sudah seperti ini pasti ada yang mau di tanyakan hal-hal yang susah di jawab oleh nya, 


"Oma. bisa lari nggak?  Kalau kita ke Taman nanti kita lomba lari ya Oma.. Nggak usah pake tongkat. tongkatnya tinggal di rumah saja, 


Nah kan benar dugaan nya, Cucunya  yang satu ini memang beda dari yang lain, 


" Oma nggak bisa lari Mas, Oma sudah tua tulang Oma sudah nggak kuat untuk berlari, " Jawab Nyonya Ranti  sabar menjaeab pertanyaan sang Cucu, Riri dan Arya hanya menyimak saja,


" Oh…, Kenapa tulang Oma nggak kuat lagi?, Tulang Mas  aja masih kuat, padahal kan Oma lebih  besar, Mas  aja masih kecil?,


"Oma itu sudah Tua Mas,  Nanti kita juga begitu Kalau sudah tua, nggak bisa lari," Kali ini Re yang menyahut. berusaha menjelaskan kepada Adik nya yang paling cerewet itu,


"Em Abang juga nanti gitu?," Tanya nya,


"Iya, Kita semua nanti bakal tua, Seperti Oma,Seperti Opa, dan juga Nenek," Jelas Re lagi,


" Ih. Mas nggak mau ah jadi Tua,Nanti Mas Nggak ganteng lagi, Mas Mau  nya kayak Papi aja, Nggak Tua-tua," Sahut nya, dengan mimik wajah  yang sangat lucu, 


Membuat kesemua orang dewasa itu menahan senyum, 

__ADS_1


"Papi bukan nya nggak tua-tua Mas tapi Papi lagi on proses menuju tua, Nanti kalau klian sudah dewasa, Papi sudah tua seperti Opa, " Jelas Arya menyahuti perkataan Eza, yang sejak tadi ia simak, 


Mendengar perkataan Papi nya, Eza pun terdiam dengan menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja gatal,


"Mih Bisa nggak adik yang di perut Mami itu Cewe? Abang mau adik Cewe, Teman-teman Abang banyak yang punya adik cewe loh, Kemarin pas di jemput Orang tuanya, Abang liat adik nya cantik banget rambut nya di kuncir dua kayak boneka gitu," Seru Re dengan mata berbinar-binar saat menceritakan Adik cewek teman nya itu,


"Doakan saja ya sayang, semoga kali ini cewe, Kalau pun cowok lagi ya nggak apa-apa, Yang penting sehat selamat ya,"  Ucap Riri mengelus kepala putra sulung nya itu,


" Abang tenang saja, Mas sudah berdoa setiap malam, Mas minta Adik cewe seperti boneka barbie, Jadi itu pasti Cewe adik kita bang, " Eza menyahuti perkataan Abang nya,  dengan percaya diri, 


Lagi-lagi Arya dan Riri saling pandang mendengar perkataan putra kedua ny itu,


Dalam hati mereka juga mengAminkan juga, 


 


Nyonya Ranti pun ikut mengucap amin, Saat mendengar perkataan Cucu kedua nya itu.


" Pih.aku gendut banget ya? Baju-bajuku banyak pada nggak muat ini, harus beli baju lagi ini," 


"Kamu nggak gendut sayang, Kmu itu semok montok Mas suka banget apalagi ini makin semoga," Tukas Arya seraya meremas bo kong Riri yang hanya mengenakan pakaian dalam nya, 


Kebiasaan  baru  yang sudah menjadi rutinitas wajib  sebelum mandi selalu berdiri di depan cermin menilik setiap inci tubuh nya yang semain hari semakin montok, Usia kehamilan nya kini sudah menginjak 7 bulan, Membuat perut nya semakin membuncit, Berat badan nya pun naik beberapa kilo saat periksa seminggu yang lalu,Akibat dari bawaan nya yang sering sekali lapar,


"Tapi Pih kek nya aku beneran gendut loh ini, Aku jadi nggak pede,Jelek banget bentuk badan aku kayak bebek gini ih,"


Riri menekuk wajah ny di depan cermin, Membuat Arya menghela nafas nya pelan, Istrinya ini sudah sering mengatakan hal itu, Membuat nya serba salah, 


"Mami sayang.. Mami itu nggak gendut, Mami itu montok dan Papi suka itu, Oke.." 


"Hem.. Papi nggak bohong kan?," Selidik Riri memandng Arya dari pantulan cermin, "  Nanti Papi malu jalan sama Mami, Karena Mami jelek dan gendut," 


"Ya Ampun sayang.. Kapan Papi kek gitu? Anak kita  aja sudah banyak kok, Memangnya pas hamil sebelum nya Papi gitu apa ke Mami?," 


"Ya nggak..kan sebelum nya Mami hamil tetap cantik dan nggak gendut gini," Jawab Riri mencubit Pipi nya dengan bibir cemberut," 


Arya tidak tahu harus mengatakan apa lagi, untuk menghibur istrinya yang sedang merasa tidak percaya diri itu,


"Pokok nya Papi tetap sayang Mami, bagi Papi Mami itu adalah wanita tercantik, terbaik dan luar biasa, Yang sudah memberikan Papi banyak anak TITIK!, Udah ya oke! Ayo mandi terus kita sarapan, nanti Papi telat ke Kantor," Tukas Arya menarik lengan Riri dan membawanya ke kamar mandi, 


Sabar ya Papi Arya. namanya juga bumil 😆


 


Bersambung....


jangan lupa like dan komen nya ya bestie,


mohon maaf bila masih banyak typo nya


Dan terima kasih untuk para pembaca setia 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2