PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bertengkar


__ADS_3

Nisa masih mengatur Nafas nya setelah mendaratkan Tamparan kepada Suami nya itu, geram.. tentu saja, Wanita mana yang tak sakit hatinya bila Suaminya sendiri tega Menghina nya sedemikian,


"Jaga ucapan kamu ya Mas, Jangan bawa-bawa Orang Tua Aku,


Apa kamu pikir Aku ngak bisa hidup dan makan tanpa Uang kamu..? begitu..?"


Nisa berucap dengan Nafas Ngos-ngosan,


Emosi nya memuncak, Dirinya merasa muak


dengan semua ini, sejak dulu Lelaki yang berstatus Suaminya ini, selalu saja mengatai Dirinya dan Orang tua nya gila akan harta,


Apa dia pikir selama mereka menikah,Nisa pernah menggunakan Uang nya untuk menafkahi keluarga nya..?


Tidak sama sekali, Secuilpun Nisa tidak pernah menyentuh uang Arya, Tapi Menggapa.., Menggapa Arya dan Mama nya selalu saja menghina nya,


Dan mengatakan jika dirinya dan keluarga nya ingin mengeruk Harta mereka,


Arya yang masih memegang pipinya yang Terasa kebas itu, makin mengeras kan Rahang nya,


"Selama ini Aku diam saja, kalian menuduhku dan keluargaku sedemikian, Tapi bukan berarti Tuduhan kalian itu benar,"


Nisa Benar-benar meluap kan apa yang terpendam di hatinya selama ini, Biar lah dirinya menjadi Durhaka, karena sudah berani menampar Suami yang seharus nya ia hormati itu,


"Sekarang Aku tanya!, Pernah kah kamu memberi sesuatu kepada Ayah dan Ibuku Atau adik ku, Pernah kah Mereka Mendatangimu hanya untuk meminta Uangmu?, Ngak kan?" Ucap Nisa panjang lebar,


"Ya..! Memang tidak pernah, Tapi melaluimu," Arya menunjuk wajah Nisa,


"melalui dirimu mereka bisa menikmati semua itu, Kamu pikir Aku ngak tahu jika kamu memanfaat kan ke hamilan mu demi mengeruk harta keluargaku haa!," Teriak nya lagi,


Nisa memejamkan matanya Pening yang menyerang nya Tiba-tiba, Lalu menghela Nahaf nya dengan perlahan,


"Kenapa Kamu selalu saja bicara seperti itu Mas..? Memang nya apa yang telah aku ambil Darimu, sehingga Kamu tega berkata begitu sama Aku?" Suara Nisa melemah,lelah dengan semua ini,


Air mata tak dapat lagi Ia tahan, meluncur begitu saja, kala mendengar perkataan Suaminya,jika dirinya memanfaatkan ke Hamilan nya hanya untuk Uang,


Nisa kembali menduduk kan diri nya di Sofa, Rasa pegal pada betis nya kian menjadi, di tambah lagi dengan kepala nya yang berdenyut sakit,


Namun ia kembali di kagetkan dengan Lembaran kertas yang di lemparkan Arya tepat mengenai wajah nya dan jatuh di atas pangkuan nya,


"Itu semua adalah bukti Transaksi yang kamu lakukan, selama beberapa bulan ini bahkan sejak Dirimu di nyatakan Hamil, pengeluaran kamu setiap bulan nya sangat Besar," Tunjuk Arya pada beberapa lembar kertas yang kini berada di tangan Nisa,


Meneliti dengan seksama Nisa megkerutkan Dahinya,demi membaca semua Riwayat Transaksi yang di tuduhkan pada nya itu,

__ADS_1


Sejak kapan Dirinya melakukan semua itu,kalaupun dirinya membeli sesuatu, tapi tidak sesering itu, dan juga Nominal nya sangat besar,


dirinya bahkan baru kemarin mengeluarkan Uang dalam Nominal besar, Untuk membeli Mobil..,sudah jelas jika semua itu tidak benar,


"Maaf mas, Tapi Aku tidak pernah melakukan Transaksi apapun dengan memakai ATM pemberian Mas Arya, Bahkan membawanya saja tidak!, Mas Arya bisa memeriksanya di kamar masih tersimpan Rapih di laci Nakas,"


Ujar Nisa dengan memandang mata Arya lekat, Mengatakan yang sebenar nya,


Sembari menghapus Air matanya,


Arya tertawa hambar, mendengar penuturan Nisa, Bukti sudah di depan mata tapi masih juga berkilah, Begitu pikir Arya,


"Apa kamu pikir Aku percaya begitu saja dengan ucapan mu barusan..?," Tanya nya kemudian,


"Ini adalah bukti Nyata.!, Dan kamu masih bisa mengatakan jika dirimu tidak pernah menggunakan Uang ku? Begitu..?"


"Baca baik-baik di setiap lembar nya


itu terhitung dari Seminggu setelah kita pindah ke Rumah ini kamu sudah berfoya-foya,Dengan Uangku," Tekan nya dengan geram,


"Tapi Aku Ngak pernah memakai Uang mu Mas!," bela Nisa, Tak terima.


"Tapi itu buktinya..!,Apa kamu buta..?" Arya sangat geram dengan Nisa yang berdalih tidak memakai Uang nya, Namun tidak sesuai kenyataan nya,


"Mas Arya Tidak percaya padaku.?, Aku ngak pernah ada Niat untuk memeras hartamu Mas, sejak Awal Aku hanya menuruti keinginan kedua Orang Tua Aku untuk di Jodohkan, dengan Mas Arya," Ucap Nisa dengan Air mata yang berjatuhan tanpa bisa di cegah,


Sedang Arya diam terpaku melihat Nisa menangis sambil memeluk perut buncit nya, Sesekali mengelus nya dengan lembut,


"Jika mas Arya Tidak percaya!, dengan ucapan ku ngak apa-apa, Terserah Mas Arya saja Mau nya bagaimana,"


Ucap Nisa kemudian, sambil berdiri dan meraih Tas tangan nya, hendak ke kamar,


Berjalan melewati Arya Yang masih terpaku di tempat nya,


"Aku pikir Setelah Anak itu lahir, kita akan Mengakhiri semua ini, Aku akan meyakin kan Papa untuk hal itu," Ucap Arya tanpa beban,


Hal itu membuat Langkah Nisa terhenti untuk menaiki pijakan Tangga itu, Nyeri sekali dadanya mendengar Suaminya berkata seperti itu,


"Tidak perlu Mas repot-repot, meyakinkan Papa, Untuk Membuangku, Aku yang Akan pergi meninggalkan mu, Selamanya," Ucap Nisa dengan Air mata yang makin mengucur dari Netra teduh nya,


"Perlu Mas Arya ketahui, ATM yang Papa kasih ke Aku, itu di ambil kembali Oleh Nyonya Ranti," tukas nya sambil melnjutkan langkah nya menaiki Anak Tangga sambil memegang perut nya,


Sedang Arya hanya terpaku, mendengar penuturan Nisa, seolah sulit untuk ia percayai

__ADS_1


Jika Sang Mama bisa berbuat seperti itu,


Sampai di kamar Nisa segera membersihkan Tubuh nya yang gerah oleh keringat,


sebab menaiki Tangga dengan perut Yang membuncit itu sangat menguras Tenaga,


Setelah selesai dengan ritual mandi nya, Nisa keluar dari kamar mandi, dan mendapati Phonsel nya berbunyi dengan Nyaring nya,


Nisa meraih Tas tangan nya yang berada di meja rias, Dahinya mengkerut demi melihat nama yang tertera di layar phonsel nya, dengan sekali sentuh, panggilan pun tersambung,


"Hal.."


["Halo Nis kamu dimana..?,Aku mau curhat nih! Aku lagi galau abis," ]


Nisa menjauhkan Phonsel dari telinganya,


kala suara Cempreng Sheril memekik di sebrang sana,


"Ihh pelan aja suaranya,ngak usah ngegas gitu,"


Protes Nisa sebab kuping nya masih mendegung akibat teriakan Sheril,


Setelah mematikan sambungan Telpon nya dengan Sheril, dan mengirimkan Sharelok nya kepada teman nya itu,


Kini dia beranjak dari duduknya dan melangkah kan kaki nya menuju Ruang Ganti,


Nisa memakai Dress Katun warna maroon, panjang nya sebatas betis, dengan lengan sampai siku,


Nisa Membiarkan Rambut lebat nya tergerai indah, dengan hanya mengunakan lipglos,


Nisa terlihat imut dengan perut buncitnya,


Ia menuruni Tangga dengan hati-hati, Setelah menerima pesan dari Sheril jika dirinya sudah di depan,


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen nya ya reader sayang.


mohon maaf bila banyak typo nya🙏


Makasihh🌹🌹


lope you All😘😘

__ADS_1


__ADS_2