PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 122


__ADS_3

" Ya Sum?" 


( Maaf Mas, Mengganggu waktu istirahat nya, Nyonya ngamuk, Nggak mau makan, Semua makanan nya di buang di lantai,")


Mendengar hal itu membuat Arya memejamkan matanya, Seraya menarik nafas nya dalam-dalam,


" Ok, Saya kesana sekarang, Di awasin aja terus ya Sum, Jangan sampai berbuat yang aneh-aneh," 


Arya baru saja mematikan sambungan telponnya saat suara Riri mengagetkan nya,


"Mama kenapa Mas?," 


Arya sedikit terkejut mendengar pertanyaan Isterinya, Yang ternyata mendengar percakapan nya bersama Sumi, 


"Mama ngamuk lagi sayang, Nggak mau makan dan mandi," Arya menjawab pertanyaan Riri dengan wajah kalut,


" Mas harus kesana, Kata Sumi Mama membuang semua makanan nya ke lantai," Arya mencium kepala istrinya, Dan berlalu mengambil Dompet dan Kunci mobil nya di atas Nakas,


" Mas Aku ikut, Tungguin, Aku ganti baju dulu,"


Arya mengatupkan mulut nya mendengar Istri nya ingin ikut mengunjungi Sang Mama, 


Tanpa menunggu persetujuan Suaminya Riri telah berlalu menuju ruang ganti, Untuk mengganti daster tipis nya dengan dress terusan sebatas betis,


" Ayo Mas, Kasian Mama kalau kelamaan," 


Riri keluar kamar mendahului Sang suami yang masih  mengatupkan mulutnya nya, 


Hatinya terharu, Saat Riri ingin ikut mengunjungi Mama nya yang sedang sakit,


" Mba, Ikut kita sebentar ya, Ke rumah Om nya Re, Tolong siapin Keperluan Eza ya," 


Riri menyuruh Baby siter Eza, Untuk menyiapkan keperluan Bayinya, 


" Bang, Ayo! Kita tengok Oma sebentar," Riri telah menggandeng tangan Re dengan sebelah tangan nya menggendong Eza, Yang tertidur,


"Aduh sayang, Sini, Biar Papi aja yang pegang Abang," 


Arya yang baru keluar dari kamar itupun langsung menggendong Putra sulung nya, dan merangkul bahu Riri menuju pintu keluar, 


.


"Bagaiman Sum?," Arya yang baru selesai membantu Ririn untuk turun dari mobil itupun, Langsung bertanya kepada Sumi yang telah berdiri di teras menunggu kedatangan mereka,


"Masih seperti tadi Mas,  Masih nggak mau makan,"  Sumi berkata seraya melirik Riri yang di rangkum bahu nya, Dengan menggendong Seorang Bayi kecil, 


Sedang Arya menggendong Bocah laki-laki yang berumur sekitar 2 tahun setengah, Yang sangat tampan, 

__ADS_1


Raut wajah Art itu  terlihat sangat lelah, Riri menjadi Iba melihat keadaan Art Ibu mertuanya itu,


Apa ibu mertuanya setiap hari mengamuk seperti ini, Batin Riri, 


"Ayo sayang, Kita Masuk, ". Arya menuntun Riri dengan Re di gendongan nya, Untuk memasuki Rumah Mama nya, 


Yang baru pertama kali bagi Riri dn Re, Berkunjung ke rumah Mama nya  itu,


Mereka baru saja memasuki ruang tamu, Samar-samar sudah terdengar suara jeritan Nyonya Ranti, Yang terus memarahi perawat nya,


" Sayang, Kamu.., " 


"Aku ikut kedalm Mas, ". Ucap Riri, " Mba, Tolong gendong Eza disini ya,". Riri menyerahkan Baby Eza kepada babysiternya,  


"Abang mau ikut kedalam atau mau disini bersama adik? " Tanya Riri, kepada putra nya, Yang tengah mengedarkan pandangan nya di sekeliling ruang keluarga itu, Karena merasa Asing,


"Mau sama Papi aja," Re kembali memeluk sebelah kaki Arya, Dan mendongak kan kepala nya memandang sang Papi, 


" Oke, Yuk, " Ajak nya, kepada Riri, setelah kembali menggendong Re,


"Kamu memang tidak becus, Masak aja nggak enak, Setiap hari kamu kasih makan saya makanan sampah itu, Nggak ada rasanya, Kupecat kamu sekarang…!"


"Mama,"  Arya segera mendekati Kursi roda Mama nya, setelah menurunkan Re di dekat Riri, Anak itu langsung memeluk tangan Maminya, Saat mendengar suara Oma nya yang sedang memarahi Perawat nya, 


"Ar, Akhirnya kamu datang juga, Mereka ini tidak becus bekerja Ar, masa setiap hari Mama di kasih makan nggak ada Rasanya, Pecat aja mereka Ar," 


" Mah, Mama nggak boleh kek gitu, Itu semua demi kesehatan Mama, Itu saran dari Dokter, jika Mama harus mengurangi garam dan gula, Jadi Mama nggak boleh menyalahkan Perawat nya, mereka bekerja sesuai arahan Dokter," 


Tutur Arya menjelaskan kepada Mamanya yang kini  terdiam,  "  Emang Mama nggak mau kembali sehat lagi, kembali bisa berjalan lagi?," 


"Mau.". Sahut nya pelan, 


" Oke, Kalau gitu, Mama mandi ya, Setelah itu makan," 


" Nggak, Mama nggak mau di mandiin, Mama risih, "  Saut nya lagi, 


" Kalau mandi  sama Riri mau?" 


Riri yang melihat tampilan ibu mertuanya yang kumal itupun sangat prihatin, 


Rambut Acak-acakan, baju udah penuh noda makanan, Membuat tubuh nya ikut gatal membayangkan nya, 


" Nyonya Ranti yang tadi tertunduk layu di kursi Rodanya, Seketika  tersentak, saat menyadari Jika orang yang ia benci selama ini, Kini tengah berada di Rumah nya, Dan melihat keadaan nya yang. Mengenaskan, 


" Ar. Ke..kenapa kamu membawanya ke mari,  Kamu…,"


" Bukan Mas Arya yang menyuruh Riri ke sini, Tapi Riri sendiri yang ingin, Ingin menjenguk Oma dari anak-anak ku," 

__ADS_1


Jawab Riri tegas, membuat Nyonya Ranti mengatupkan mulut nya diam, Begitu pun dengan Arya,  Dia hanya mengamati raut muka istrinya yang datar


 


" Mba Sumi, Tolong di beres kan semua ya, Setelah itu siapkan kembali makan nya,"  Titah Riri, Sembari berjalan mendekati Kursi roda mertuanya, 


" Abang sama Papi Dulu ya," Riri menyerahkan Tangan anak nya kepada Sang Suami, " Ayo Mba, Bantu saya  memandikan Nyonya, "


Riri telah meraih Kursi Roda mertua nya, dan mendorong nya, Mengikuti mba perawat menuju ke  kamar Mama mertuanya itu,


Nyonya Ranti hanya diam, Saat Riri mendorong kursi Roda nya, meninggalkan ruang makan, Sempat ia menoleh kepada Arya yang tersenyum memandang nya, Dengan. Menggandeng  anak laki-laki yang sangat tampan di matanya, 


 


" Nyonya Harus mandi dengan teratur, Makan juga harus mau, Nggak boleh buang-buang makanan, Di kuar sana masih banyak orang yng kelaparan,bahkan mereka mengais sisa-sisa makanan di tempat sampah, Kita yang di berikan Tuhan kemampuan dalam hal materi harus bersyukur…." 


"Kamu nggak perlu ceramahi  saya soal itu, saya yang lebih dulu berada di dunia ini, Saya lebih banyak makan asam garam, ketimbang kamu, Kamu hanya anak kemarin sore sok mau menasehati saya," 


Potong Nyonya Ranti dengan suara di tekan,  yang Kini telah tiba di kamar mandi dan sedang di buka bajunya oleh  mba Perawat,


"Kalau begitu Nyonya nggak boleh ngeluh soal rasa makanan nya, Yang hambar,  Semua itu demi kebaikan Nyonya," 


Tukas Riri, Yang membuat Nyonya Ranti kembali terdiam,  menikmati pijatan lembut Riri di kepalanya, Yang tengah di keramas, 


"Seharusnya nya Nyonya sudah mandi sejak pukul lima tadi Sore, Kalau mandi malam-malam begini kurang baik untuk kesehatan," 


" Kamu ini cerewet sekali ya, Bikin sakit kuping aja,"  Ucap Nyonya Ranti yang terusik dengan ocehan Riri yang sedang mengeramas rambut nya, 


" Kalau Nyonya masih suka mogok mandi dan mogok makan, Riri akan terus mengoceh, Makanya Nyonya harus Cepat sembuh, biar nggak dengar ocehan Riri, "


Ucap nya, Lagi-lagi Nyonya Ranti hanya terdiam, walaupun terlihat dari wajah nya yang di tekuk, Namun tidak membantah omongan Menantunya itu,


"Nah, Udah wangi, Udah cantik dan udah seger, Tinggal makan dan minum obat nya,"  Riri telah selesai memakaikan baju kepada Nyonya Ranti dan menyisir rambut nya dengan. rapih,


" Yuk, Waktunya makan,"


Riri kembali mendorong kursi roda Mertuanya dan membawanya ke ruang makan,


Arya tidak bisa menyembunyikan raut bahagia nya saat melihat Istrinya mendorong kursi Roda Mama nya yang sudah terlihat sangat segar dan cantik,


BERSAMBUNG…..


Jangan lupa like dan komen nya ya Reader sayang, 


Mohon maaf bila banyak typo nya ya 🙏


Terima kasih,🙏 

__ADS_1


__ADS_2