PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 137


__ADS_3

SEBELUM NYA DI KANTOR ARYA.


"Bos..  Saya izin mau makan siang bareng anak istri di rumah, Saya duluan ya," Izin Dimas siang itu kepada Arya, Anak ny nangis pengen sama Ayah nya, Alhasil Rina meminta suaminya itu untuk makan siang di rumah,


"Hem..,Tumben? Biasanya juga nggak gitu," Tanya Arya menyipitkan matanya,


Memandang Dimas,


" Si Bara ngambek Bos, Mau makan siang bareng Ayah nya, Ya  sebagai Ayah yang baik, Harus menuruti keinginan kecilnya itu kan?,"    Jawab Dimas,


"Pergilah, Tapi jangan sampai terlambat kembali kekantor, Ingat setelah makan siang nanti  akan ada utusan dari perusahaan yang menyuplai bahan material, Kita akan membahas kelanjutan kontrak dengan mereka, " Tukas Arya sembari menyandarkan punggung nya di kursi kebesaran nya,


"Siap Bos, Janji nya kan jam 2 ya, Saya usahakan kembali  lebih dulu, Terima kasih saya duluan," Pamit Dimas setelah nya berlalu dari ruangan Arya, Dan di jawab Arya dengan anggukkan,


"Haah…, Jadi kangen istriku," Gumam Arya masih menyandarkan punggung nya di kursinya, Seraya memejamkan mata mengingat wajah cantik istrinya saat berada di bawah nya,  " Kok jadi kangen sama kamu ya sayang, Pengen…,"


Tok!


Tok!


Tok!


Suara ketukan di pintu menyadarkan Arya dari lamunan mesum nya ke pada Riri,


"Hais.. Siapa sih ganggu aja, Padahal lagi asik-asiknya juga," Grutu Arya sembari menyahut, Yang ternyata adlag Dea Sekretaris nya,


"Maaf Pak Arya, Ada yang ingin bertemu, Dari Perusahaan penyuplai bahan material…."


"Selamat  siang Pak Arya, Saya Sesil, Wakil Direktur PT Angkasa Jaya," Sesil dengan cepat menerobos Tubuh Dea yang belum selesai dengan kata-kata nya itu,


Membuat Dea mendengus kesal, Sungguh tidak sopan sama sekali wanita ini, Dumel nya,


Silahkan Duduk Bu Sesil, Tukas  Arya datar,Sedikit heran kenapa sudah datang sekarang, Padahal janji temu nya kan masih 2jam setengah lagi, Kenapa datang nya lebih awal,


Sesil segera duduk di sofa yang berada di ruangan Arya tersebut, Dengan memandang Dea dengan senyum meremehkan,


" Oka Bu Sesil, Sebelum nya, Bukan nya waktu tentu kita masih 2jam lagi? Kenapa Anda…" Pertanyaan Arya menguap begitu saja saat Sesil berpindah tempat duduk menjadi duduk di samping nya, Jarak mereka  hanya tinggal satu jengkal saja,


" Maaf Bu Sesil, Sebaik nya jangan terlalu dekat duduk nya, "

__ADS_1


"Kenap Pak Arya?  Pak Arya ini ganteng,Mapan dan Sexy.." Ucap nya dengan nada sensual,  


" Saya yakin Pria matang seperti Pak Arya ini, Pasti tidak akan puas jika hanya bersama satu wanita kan?, Mustahil jika Pak Arya tidak tertarik dengan saya," 


Lanjut  Sesil dengan percaya diri,Tangan nya sudah membuka dua kancing kemeja yang ia kenakkan,  Sehingga menampakan kan buah dada nya yang terlihat menyembul dari Bra nya,


"Maaf Bu, Saya punya istri di rumah, Istri saya cantik, Bahkan sangat cantik melebihi anda Sebaik nya anda segera pergi dari sini, Sepertinya saya harus berpikir ulang untuk melanjutkan kerja sama kita," Tegas Arya sembari berdiri dari sofa, 


Namun Tangan Sesil lebih dulu menarik sisi kemeja Arya, membuat Pria yang bakal memiliki 4 anak itu oleng dan hampir saja jatuh dan menindih Tubuh Sesil,Hal itupun tidak disia-siakan oleh Sesil, Dengan sigap ia menarik lengan Arya dan berusaha mencium nya,


Arya Yang Shock dengan perlakuan Wanita itupun, langsung berusaha melepaskan bekitan tangan Sesil dari lengan nya,


Sampai akhirnya….


"Mas…!!,Apa yang kalian lakukan…?," Pekikan suara seseorang yang sangat ia kenali itu,  


Arya mendadak pias, saat menoleh ke arah suara, Disana telah berdiri seorang wanita kesayangan nya dengan perut buncitnya,  Istrinya, Ibu dari anak-anak nya, Dengan kasar Arya menyentak kasar Tangan Sesil, membuat wanita itu jatuh terduduk di sofa,


 


.


" Mba Dea..! Tolong Suruh OB bersihin semua kekacauan  ini, "  Tukas Riri memotong perkataan Suaminya, 


"Ba..baik Bu," Jawab Dea dengan tergagap, Demi rasa syok yang melihat kemarahan istri atasan nya itu,


"Sayang…Mas bisa._," 


"Aku mau pulang,Tiba-tiba aku merasa ngantuk sekali,"  Ucap Riri  lagi-lagi memotong perkataan suaminya,  sembari masuk kedalam ruangan Arya,


Sedang Arya sudah semakin pias, Saat Riri bersikap dingin dan tidak mau mendengar penjelasan nya, 


"Sayang…! Tolong dengerin dulu penjelasan Mas,  Mas nggak mengkhianati kamu, Mana mungkin. Mas tega menghianati  istri Mas, Ibu anak-anak Mas…." 


Arya masih terus merayu Riri yang tidak menghiraukan nya sama sekali, Riri sibuk meraih Paper bag yang berisi makanan yang telah ia masak untuk makan siang nya dan juga Arya, Namun karena kejadian barusan itu, Selera makan nya sudah menguap entah kemana, 


" Mau kemana sayang.?"


"Pulang,"  jawab Riri ketus. Sembari berjalan menuju pintu ruangan Arya, Melihat istrinya akan pergi, Dengan cepat Arya mengejar nya,

__ADS_1


" Astaga.. Istriku..,!"


"Mba Dea.. Ini buat mba saja, Kalau ngga suka buang saja, di tempat sampah," Tukas Riri meletakkan kan kantong kresek Boba yang masih ada tiga gelas ukuran jumbo. Berikut Paper bag yang berisi makanan itu,


Arya yang menyaksikan hal itupun semakin ketar ketir memikirkan nasib nya kedepannya, 


 


" Terima kasih banyak Bu,"Tukas Dea kikuk, Demi melihat wajah istri atasan nya itu,


" Sayang..,Tunggu Mas. Ya ampun," Pekik Arya tak memperdulikan  pandangan heran Sekretaris nya, Dengan cepat ia mengejar Riri yang sudah memencet tombol lift,


"Tunggu sayang, kalau mau pulang ayo Mas Anter yuk," Arya menggenggam,Tangan Riri yang langsung di tepis oleh sang empunya, 


Riri berjalan menuju parkiran Motor di mana si gemoy terparkir dengan cantik,


"Mami nya Re Mas Mohon, Dengerin dulu penjelasan Mas, Mas nggak mungkin menghianati kamu, " Arya sudah kehabisan kata-katanya saat ini, tampang nya pun sudah sangat acak-acak kan, Beberapa orang Karyawan nya pun menoleh, Dengan pandangan heran terhadap penampilan dan juga raut muka Atasan mereka itu,


" Naik..,"  Perintah Riri saat ia sudah menyalakan mesin motor nya dengan suara datar, Sedatar wajah nya, Yang terlihat sangat menakutkan bagi Arya,


Dan tanpa membantah  Arya langsung duduk di belakang Riri dan memeluk Pinggang nya seraya nengelus Perut buncit istri nya itu,


Saat si gemoy melaju dengan kencang dan melewati pos Scurity, Barulah Arya Sadar jika keadaan mereka saat ini tidak benar,


Seharusnya nya Riri lah yang menjadi penumpang nya, Dan dia sebagai Driver nya, Bukan malah…,


"Sayang._," 


"Diem aja ! Jangan banyak protes,  Mas itu harus di mandiin pakai kembang tujuh rupa, Biar bersih dari kuman, Dan juga bau minyak nyong-nyong si sundel itu," Tegas Riri dengan judes, Membuat Arya kembali mengatupkan mulut nya, 


'Astaga..,Malunya aku, Jadi bahan tontonan orang-orang sepanjang jalan ini,' Batin Arya meringis, Saat beberapa orang memandang nya aneh,


 


Bersambung…,


Jangan lupa like nya ya bestie, 


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2