PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Mami


__ADS_3

Awan hitam tengah melingkupi kehidupan Riri saat ini, kedukaan yang ia alami sangat dalam, dalam sekejap ia telah menjadi,Yatim Piatu, Di tinggalkan oleh keluarga tercintanya,


Sempat terlintas pikiran keputus asaan dalam diri nya, Ingin menyusul saja ikut serta kepergian orang tua dan juga sang kakak,


Namun Tangis dan rengek kan Seorang Bayi yang baru 4 hari di lahirkan itu, Membuat kesadaran nya kembali,


Dia tidak sendiri masih ada satu-satu nya keluarga nya yang ia miliki, Dan saat ini tengah butuh diri nya butuh kasih sayang nya ,Perhatian nya, Jika ia terpuruk dan larut dalam kesedihan, Lalu bagaimana Nasib bayi malang itu,


Riri bangkit dari duduk nya yang sedari tadi melamun memeluk Foto kedua orang tua nya serta Nisa Sang kakak,


Mengusap nya sejenak kemudian menaruh nya di atas Nakas di samping tempat Tidur nya,


Kemudian berjalan perlahan membuka pintu kamar nya, Sepi itulah keadaan yang nyata sekarang, Orang-orang dan para tetangga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing, Setelah selesai tahlilan sehabis magrib tadi,


Riri menengok jam yang tergantung di dinding jarum jam menunjuk kan angka 12, tengah malam,


Namun matanya nyalang tak bisa terpejam barang sedetikpun,


Rengek kan kembali terdengar dari kamar mendiang sang kakak, Dengan perlahan Riri masuk dan melihat Rina terlelap di atas tempat tidur,


Riri bersyukur masih ada orang baik seperti Rina dan Dewi yang mau membantu nya saat diri nya dalam kesusahan.


mereka berdua yang mengurus pemakaman Nisa dan segala sesuatu nya, di saat dirinya tak sadarkan diri sampai berkali-kali,


Bahkan dirinya tak bisa ikut mengantarkan sang kakak ke tempat Peristirahatan terakhir nya, sebab diri nya kembali pingsan saat jasad sang Kakak di angkat menuju pemakaman yang tak terlalu jauh dari Perumahan tempat Tinggal mereka,


Sedang Arya dirinya tak melihat dan juga tak mau tahu soal orang itu, Hanya Tuan Wiguna yang datang memberi belasungkawa dan juga Semangat,


Tuan Wiguna juga menawarkan ingin membawa baby Re untuk beberapa hari kedepan, Sampai Riri merasa lebih baik,


Namun hal itu di tolak oleh Riri, Tuan Wiguna pun hanya pasrah akan hal itu, Dia tahu jika semua kejadian ini tidak lepas dari campur tangan Istri nya, Nyonya Ranti


yang kini tengah di pulangkan ke rumah Kakak tertua nya di kota B, Sebagai bentuk kekecewaan Tuan Wiguna terhadap perbuatan nya yang telah menyerang Nisa,


Riri dengan perlahan meraba popok baby Re dan memeriksa nya,


" Uluh Anak Mami ngegek ya, Hem sebentar ya Mami bersihkan dulu,


Entah menggapa Riri menyebut diri nya Mami,


Hal itu terlintas begitu saja di kepalanya,


Ia ingin memberikan kasih sayang seorang ibu seperti yang seharus nya, Tidak akan ia biarkan bayi malang ini kekurangan kasih sayang sedikit pun, Apapun akan ia lakukan untuk kebahagiaan sang keponakan yang sudah menjadi anak nya itu,


Riri meraih tisue basah dan juga popok baru dan segera membersihkan kotoran baby Re dengan telaten,

__ADS_1


Riri yang cepat tanggap tidak merasa kesulitan untuk melakukan hal itu, Cukup satu kali di contohkan oleh Perawat kala membersihkan Kotoran baby Re sewaktu di Rumah sakit beberapa hari yang lalu,


Gadis yang sebentar lagi mau 19 tahun itu tidak merasa kesulitan apapun dalam merawat seorang bayi yang baru lahir,


Setelah selesai mengganti popok nya dengan yang baru, Dan juga telah membedingbnya dengan rapih agar baby Re tetap anget tidak kedinginan atau kaget-kaget tan, Kini Riri menimang-nimang bayi gembul yang tengah menatap nya itu


"Kenapa sayang.. liatin Mami kek gitu hem.."


Riri mengajak baby Re mengobrol, walaupun ia tahu jika bayi itu belum mengerti apa yang di ucapkan,


Namun ia tetap melakukan nya agar baby Re terbiasa dengan suara nya dan bisa mengenali nya sebagai Mami nya,


Kegiatan menggobrol mereka ternyata telah mengusik Tidur Rina, Dia terbangun dan sedikit kaget sebab Riri sudah ada di sana dengan menggendong baby Re,


"Ya ampun Ri maaf ya aku ketiduran ngak denger sama sekali renggekan baby," Rina merasa bersalah karena tidur nya terlalu Pulas sehingga suara tangis baby Re tidak terdengar sama sekali,


" Ngak apa-apa Mba Rina, Santai aja aku tahu Mba lelah banget hari ini menggurus semua nya, Mba istirahat aja, biar besok bisa bangun dengan fress! "


Rina yang memang sangat mengantuk itu pun melanjutkan kembali tidur nya,


Sedang Riri kembali menimang bayi lucu itu sambil sesekali menciumi nya dengan sayang, Mulai sekarang dirinya adalah seorang Ibu yang akan mengurus dan menyayangi Anak nya sepenuh hati, tidak ada yang lebih penting dari apapun,


Baby Re adalah prioritas nya, Saat ini, besok, dan selama nya,


.


.


.


Hari berlalu Minggu pun terlewati, Bahkan bulan pun kini telah berganti,


Tiada hari tanpa lelah, Riri jalani dengan sepenuh hati, Dengan telaten mengurus bayi yang kini sudah bisa duduk dan merangkak itu,


Hari-hari yang ia lalui selama 7 bulan ini penuh dengan suka duka, Warna-warni Kehidupan ia jalani, bersama bayi yang semakin gembul itu, Yang selalu sukses membuat nya tertawa gemes, akan tingkah laku nya yang lucu dan selalu menggemaskan itu,


Riri bahkan tidak melqnjutkan lagi kuliah nya dia ingin melungkan waktu nya hanya untuk baby Re, Tidak ingin melewatkan perkembangan apapun tentang Bayi montok itu


Beberapa Teman nya pun pada menyayangkan keputusan nya itu, Ada yang menyarankan untuk memakai jasa babysister saja agar dirinya tidak terlalu repot dan bisa tetap kuliah


Tuan Wiguna pun menyarankan hal yang sama, Namun Riri yang keras kepala itu tidak mau memgikuti saran mereka,


Paling yang sering membantunya hanya Rina atau Dewi jika dirinya tengah berada di SDB untuk memeriksa laporan omset Toko,


Walau pun tak jarang Orang-orang yang tidak tahu menahu akan kehidupan nya itu, Memandang nya dengan sinis ketika diri nya mengajak baby Re ke Mall atau pun ke tempat-tempat wisata yang selalu identik dengan kerumunan manusia dari berbagai genre tersebut,

__ADS_1


Bahkan ada yang mencibir nya terang-terangan, Mengatai nya dengan kata-kata yang menyakit kan, Diantaranya


"Astaga masih muda sudah gendong anak dek kenapa ngga sekolah dulu dengan bener"


Kata si B


" Memang ya! anak jaman sekarang Pergaulan nya luar biasa masih kecil aja suda bisa bikin anak kecil, " Timpal si A,


*Iya jeng Kasian orang tua nya menanggung malu karena kelakuan anak nya," saut si C,


"Bener banget jeng Uda hamil terus di tinggalin deh sama Cowok nya, Ihh amit-amit deh jeng anak aku mah nurut sama aku" saut kembali si B, panjang lebar,


Dan masih banyak lagi, Namun Riri yang cuek tidak memperdulikan suara-suara sumbang yang sering menggunjing nya, di luar sana,


hidup adalah milik nya lagian mereka berucap begitu karena mereka tidak tahu seperti apa realita nya, menjelaskan nya pun percuma,


Selama ini hanya Tuan Wiguna yang sering datang mengunjungi Cucu nya, Riri tak pernah mempersulit mereka yang ingin menemui baby Re, Akan tetapi Riri akan menolak jika baby Re di bawa pulang oleh Tuan Wiguna,


Kabar nya Arya hingga saat ini masih mengurung diri nya Didalam kamar, tidak mau bertemu dengan siapapun, untuk makan saja sangat susah, dia hanya mau makan jika sudah lemes itupun hanya sedikit, Tuan Wiguna sudah kehabisan cara untuk membujuk Putra nya itu,


Arya larut dalam kesedihan dan juga penyesalan atas kepergian istri nya yang terlambat ia cintai itu,


Seringkali terdengar suara tagisan dan juga teriak kan memanggil Nama Nisa,


Namun Nasib sudah menjadi bubur, Jikapun saat ini menyesal sudah tiada guna


karena penyesalan itu selalu di akhir jika di awal namanya pendaftaran,


Bahkan Arya melupakan tanggung jawab dan Pekerjaan nya, dan hal itu membuat Asistennya Dimas yang menggantikan tugas Bos nya itu,


Maka dari itulah Tuan Wiguna memohon kepada Riri untuk mengunjungi Arya membawa serta baby Re, Siapa tahu dengan begitu kesadaran Arya akan kembali dan bisa Normal kembali,


.


.


.


Bersambung..


jangan lupa jempol nya ya


dukung terus karya Othor ya bestie


makasih untuk para reader yang telah sudi mampir ke Karya receh Othor ini

__ADS_1


love You all😘


__ADS_2