
Waktu sudah beranjak sore, matahari kian melorot ke ufuk barat, siap kembali ke peraduan nya, Dua anak manusia yang masih saling memeluk itu usai kegiatan mereka yang menguras tenaga itu,
Arya merenggangkan Otot-otot nya, Dengan tubuh polos yang hanya tertutup oleh Selimut tebal, Sejenak perhatian nya jatuh kepada Seraut wajah cantik yang masih terlelap di pelukan nya,
Dirinya bahkan bisa merasakan hangat nya kedua gunung kembar milik sang istri yang menempel dengan erat di dada bidang nya,
Mereka masih sama-sama polos tak mengenak kan sehelai benang pun,
Usai melakukan kegiatan yang selalu melenaknkan kedua nya itu, Mereka tertidur hingga melupakan Nasib seseorang yang kini tengah menggerutu di depan Phonsel nya,
Benar-benar Anak kurang ajar,
" Sayang, Bangun! Sudah sore nih," Arya meremas dada Riri dengan gemas, "seperti nya semakin bertambah ini ukuran nya, kamu semakin semok sayang, Aku suka, Arya menggigit pelan cuping telinga Riri, Dan membuat sang empunya merengek,
" Pih.. jangan...! geli ihh, Aku masih ngantuk ini, " Riri berkata dengan suara serak khas bangun tidur dengan mengeratkan pelukan nya di pinggang Arya,
Membuat Arya terkekeh geli, " Sayang bangun, udah sore, Nanti Re nyariin kita gimana? " Tukas Arya,
mendengar nama Re di sebut, Sontak membuat Riri terlonjak dan bangun seketika,
" Ya ampun.. jam berapa ini? Riri celinggukan mencari jam yang tergantung di dinding,
Riri membulatkan matanya saat melihat jam yang menunjuk kan pukul 4 sore, " Astaga.. Re, Dengan cepat Riri bangkit dari tempat tidur dengan keadaan tubuh nya yang polos, menampilkan Pemandangan yang sangat menggiurkan bagi sepasang mata yang sedari tadi tak berhenti memperhatikan Tingkah istri nya itu, dengan senyum miring Arya ikut bangkit dari ranjang dan menagkap Riri yang sedang sibuk mengaduk-aduk tas nya mencari Phonsel nya, Ingin menghubungi Bi Nining,
"Aaa!, Papi.. Turunkan akuuu!, " Pekik Riri saat tubuh nya sudah berada di dalam gendongan Arya,
" kita mandi bareng sayang, untuk menghemat waktu, Aku yakin saat ini Papa sudah membawa Re ke Rumah nya, karena menjaga Re hampir setengah hari pasti tidak akan sanggup berada di luar terus, "
Pungkas Arya dengan menurunkan Tubuh polos Riri di bawah shower dan menyalakan kran nya dan seketika air dingin itu membasahi kepala mereka berdua, Arya membantu menggosok punggung istri nya dengan sesekali iseng meremas dada sintal Riri, Dan membuat Riri berkali-kali mencubiti lengan nya gemes,
__ADS_1
...****...
.
" Dasar Anak kurang ajar, di telpon gak di angkat-angkat, Di Wa juga nggak di balas, ngapain si ini Anak, katanya mau liat Rumah tapi kok jam segini nggak Nongol-nongol,"
Tuan Wiguna menggerutu di depan layar ponsel nya, dengan mimik wajah jengkel, Kepada Putra s3matawayang nya itu,
Sebab Sudah berkali-kali menghubungi Nomor Phonsel Arya dan mengiriminya pesan, Tapi satupun tak ada yang di balas,
Sebenar nya Tuan Wiguna tidak masalah dengan hal itu, hanya saja melihat raut wajah Bi Nining yang merasa rikuh dan terlihat tidak nyaman, Saat mereka berada di kediaman nya, membuat Tuan Wiguna menghubungi Anak nya itu, hingga berkali-kali, Dengan sedikit menggerutu, Untuk mencari perhatian kepada wanita yang telah menarik hati nya itu,
" Mungkin Nak Arya Sibuk Pak, Jadi lupa buat Jemput Kami,Atau saya pulang naik Taxi saja bersama Re," Tukas Bi Nining merasa tak enak sebab sedari tadi Opa nya Re itu terus menggerutu karena panggilan telpon nya tak kunjung di di jawab oleh sang Anak, membuat nya sedikit tak enak hati karena nya,
" Jangan!!!,"
Tun Wiguna tak sengaja memekik kala mendengar penuturan Bi Nining, Yang mengatakan ingin pulang sendiri, Sehingga membuat Bi Nining sedikit terlonjak karena kaget, Sesaat kemudian, Nenek dan Opa nya Re itu saling pandang, hanya beberapa detik, Bi Nining yang memutuskan kontak mata mereka dengan menoleh ke Arah Re yang tengah Asik memainkan mainan baru nya yang tadi siang di belikan oleh Opa nya itu,
Kilah tuan Wiguna, dalam ia mengutuk dirinya sendiri, Kenapa bisa kelepasan begitu, Hais!
" Mas ini tuh udah kesorean banget loh, Aku nggak enak sama Papa, Masa kita nitipin Re hampir setengah hari gini," Riri menggerutu dengan bibir maju, sambil mengenakkan pakaian nya, setelah mandi bersama yang katanya bisa menghemat waktu, Tapi nyatanya malah molor sampai setengah jam,
" Tenang aja sayang, Papa nggak akan keberatan di titipi. Cucu nya, malah akan senang, Apa lagi kalau ada Ibu yang nemenin, hem, pasti Papa bakal betah momong Cucu nya, " Tukas Arya dengan pakaian yang sudah Rapi,
Wajah nya cerah secerah matahari pagi, bersinar dengan terang, usai mengeksekusi Istri nya itu hampir setengah Hari, mendegar suara indah Riri yang meneriakkan namanya, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi nya,
Rasanya sudah tidak sabar ia ingin segera pindah, di rumah Baru mereka yang sudah tidak perawan itu, sebab sudah ia pakai duluan untuk menjelajahi tubuh molek sang istri,
" Iihhh Papi ini, Selalu aja begini, malu nya aku nanti kalau sampai kelihatan Papa sama Ibu, "
__ADS_1
Riri memekik saat melihat kaca yang memantulkan penampakan dirinya dengan leher serta dada atas nya penuh dengan tanda yang di buat Arya tadi,
" Kenapa sih sayang jangan cemberut gitu ahh bikin mas nggak tahan pengen..., " Arya meraih sebelah tangan Riri dan menempelkan nya di area pribadinya yang sudah terbangun kembali,
" Ih dasar pria tua mesum, " Cebik Riri dengan mencubit kecil pinggang Suaminya itu, sehingga membuat Arya terkekeh-kekeh, melihat Riri yang semakin memonyongkan bibir nya,
" Udah yuk kita jemput Ibu Sama Baby, kasian sudah sangat lama di tinggal bersama Papa, "
Riri mendahului Arya keluar dari kamar utama, dan melangkah menuju pintu keluar,
...****...
" Hay! maaf ya, Udah lama nunggu?" Rina yang baru saja menduduk kan dirinya di jok mobil penumpang di sebelah Dimas, Kini memasang wajah tak enak, takut jika Pria itu sudah lama menunggu nya,
Dimas yang sore itu mengatakan jika ingin menjemput nya, Usai berkerja itu pun di sambut bahagia oleh Rina, Ya setelah pertemuan nya dengan Asisten Papinya Re itu beberapa bulan yang lalu, Yang tak sengaja menubruk nyabdi depan Rumah Riri,
kini hubungan mereka sedang dalam masa pendekatan, Dimas yang tidak pernah lelah untuk menjemput Rina saat pulang kerja itupun sangat di hargai oleh wanita yang sudah berusia hampir 27 tahun itu,
Walaupun belum ada status apa-apa selain pedekate, karena sampai sekarang Dimas belum mengatakan apapun kepada Rina, mereka hanya saling bertemu, di saat jam pulang kerja, sebab Pekerjaan Dimas yang menyita waktu,
Apalagi jika Bos nya itu yang tiba-tiba saja datang terlambat, Atau pulang lebih awal, karena alasan kangen dengan Putra nya,
Mau tidak mau semua sisa pekerjaan, Dimas lah yang menghandle nya, Benar-benar Bos kurang ajar memang, Sehingga untuk berkencan saja Dimas tidak punya waktu,
Hahh Nasib-nasib,
.
Bersambung..
__ADS_1
jangan lupa like nya ya bestie 🤗
terima kasih🙏🌹