PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Salah paham.


__ADS_3

Riri dan Nina kompak menoleh, Arya sudah berdiri dengan wajah serius,


" Siapa yang mau masuk Rumah sakit? "


Arya mengulangi pertanyaan nya yang belum dijawab oleh kedua gadis yang ada di depan nya dengan raut kaget


Riri memandang Nina,Pun sebalik nya mereka saling pandang dengan isyarat, Apa harus memberitahu yang sebenarnya? begitu isi pikiran kedua nya,


" Ehh di tanya kok malah bengong! " Arya mencubit hidung mungil Riri dengan gemes!


" Oh! eh itu, Re mungkin sudah bangun dari tidur nya dan sekarang nyari Aku, Aku keatas dulu ya Nina! "


Riri berjalan menuju undakan tangga dan dengan langkah cepat dia menuju ke lantai dua, Demi menghindari pertanyaan Arya,


Bukan nya takut, Dirinya hanya tidak mau memperpanjang masalah dengan melibatkan Papinya Re itu,


Nina dan Arya Yang melihat tingkah Riri barusan hanya terdiam,


" Hem! Ada apa? Sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu?"


Arya menatap Nina yang gelagapan tak tahu harus menjawab apa,


" Ng..nggak tahu pak, Tanya Mba Riri saja"


Nina berkata dengan gagap, kala bertemu pandang dengan tatapan tajam Arya,


" Oh.. mau kabur he! " Ary menoleh kearah tangga yang baru saja di lewati Riri untuk menghindarinya,


Ary tersenyum miring seraya melangkahkan kaki nya menaiki undakan tangga, sambil berpikir, Apa sebenar nya yang Maminya Re itu sembunyikan,


Di depan Ruangan Riri Ary bertemu dengan Dewi yang baru saja keluar dan menutup pintu Ruangan itu,


" Ehh Pak Arya! Silahkan Pak! " Dewi kembali membukakan pintu untuk Arya,


Dan di jawab Arya dengan anggukan kepala saja, Setelah menutup kembali pintu ruangan Riri Dewi turun kebawah untuk melanjutkan tugas nya di meja Kasir melayani Customer yang ingin membayar belanjaan mereka,


Arya memperhatikan Riri yang sedang fokus membolak-balik kan lembaran kertas yang ada di hadapan nya, Wajah serius Riri itu membuat Arya gemas bukan main,


Riri yang tahu jika Arya pasti menyusul nya naik ke atas itu pun berusaha menyibuk kan dirinya dengan memeriksa laporan Omset pemasukan SDB,


Agar Arya tidak menanyakan hal yang tadi, Malas saja jika harus membahas Soal Danis, Lelaki manis itu sebulan belakangan ini jarang mengajak nya bertemu paling hanya mengiriminya pesan, menanyakn kabar nya dan juga Re,


Entah apa yang membuat Danis berubah seperti itu, Namun Riri yakin jika Danis tidak mungkin menghianatinya dengan Bertunangan dengan wanita Yang bernama Kiran itu, seperti yang di katakan Ibu nya tadi, Dengan Dirinya yang masih berstatus pacar,


Tapi. mendengar ucapan Kiran dan juga Ibu nya tadi Riri menjadi, sedikit kesal Seenak nya saja mengatai Re sebagai Anak haram, Tahu apa mereka soal hidup nya Dasar,


" Berpura-pura sibuk untuk menghindari pertanyaan dariku hem? "


Arya membalikan Kursi kerja Riri menghadap dirinya, dengan kedua tangan nya bertumpu di kedua sisi kursi tersebut,


Membuat Riri terkaget, Karena memikirkan perkataan Siska dan Kiran, Membuat dirinya tidak sadar jika sudah berhadapan dengan Arya dengan jarak yang sangat dekat,


keasikan melamum sampai-sampai tidak sadar jika Papi dari Re itu sudah menarik kursinya hingga menghadap ke arah nya dengan posisi yang bisa membuat orang yang melihat salah paham, ,

__ADS_1


Arya menunduk memperhatikan Wajah terkejut Riri, Sangat Imut bulu matanya yang lentik tengah mengerjab-ngerjab, Hidung mungil Nan mancung serta bibir pink alami tanpa polesan lipstik itu sangat menggoda Iman nya saat ini,


Arya menelan salivanya dengan kasar Doronga ingin mencicipi Bibir pink nan lembab dan sedikit terbuka karena rasa terkejut semakin membuat nya panas dingin,


Sekuat tenaga Arya menahan keinginan nya itu, Dirinya baru saja berdamai dengan Mami nya Re itu, dan tak ingin membuat nya kembali di musuhi, Itu sangat menyiksanya,


Tangan Arya terangkat dan membelai Pipi Riri yang lembut, Dan perlahan tangan Arya turun ke bibir yang sejak tadi terlihat sangat lezat itu, Bahkan Inti tubuh nya sudah mulai menggeliat sesak,


Riri yang merasakan sentuhan di pipinya dan turun ke bibir nya pun tersadar,


Tangan nya Reflek terangkat dan menagkap tangan Arya agar menghentikan Aksinya dalam membelai Wajah dan juga bibir nya,


Namun naas. di saat Riri memegang tangan Arya, Di saat itu juga pintu ruangan nya terbuka dengan lebar,


Riri dan Arya kompak menoleh ke arah pintu yang terbuka secara tiba-tiba itu dengan Raut kaget, Tak jauh berbeda dengan seseorang yang terdiam di ambang pintu yang telah terbuka itu,


" Ka..kak Danis! " Riri bagai terciduk sedang selingkuh,. Dengan gerakan cepat dirinya berdiri sehingga pucuk kepalanya tak sengaja membentur dagu Arya lumayan keras, yang masih dalam posisi menunduk dan menoleh ke arah pintu,


" Astaga Riri " Arya bergumam dengan merapatkan gigi nya, menahan nyeri dan juga gemes di saat bersamaan,


" Gadis ini! " Gemas Arya,


" Oh kenapa berdiri? Dilanjutkan saja, Maaf sudah mengganggu kegiatan kalian, "


Danis membalik kan tubuh nya dan berlalu dari hadapan Dua manusia yang masih terbengong-bengong mendengar perkataan nya barusan,


Rahang nya mengeras kala melihat dengan kepalanya sendiri apa yang telah di lakukan Kekasih nya dengan Lelaki yang dia ketahui adalah Ayah dari Re tersebut,


" Kak Danis! Tunggu Kak! " Riri hendak mengejar Danis yang telah menghilang dari pandagan nya, Dan tak memperdulikan keadaan Arya yang mungkin saja tengah menahan sakit akibat dari ketidak sengajaan nya tadi,


" Diam! Titip Re sebentar, " Riri memotong perkataan Arya,


" Astaga kak Danis! " Pekik nya, Riri dengan terburu-buru menuruni Tangga, demi mengejar Danis yang salah paham,


Sedang Arya hanya terdiam melihat kepanikan Riri, Sejurus kemudian Arya mengulas Senyum di bibir nya, " Maafkan Aku Sayang!, " Gumam nya pelan dan kembali masuk kedalam, Dan mendudukan dirinya di kursi kerja Riri,


Sudut mata nya menangkap sebuah bingkai Foto yang berukuran sedang di ujung meja, berjejer dengan Calender dan juga pot bunga hias,


Tangan nya terulur meraih bingkai tersebut,


Dipandang nya dengan lamat-lamat foto seseorang yang telah dia sakiti semasa hidup nya kala itu,


Arya mengelus foto Nisa yang berpose dengan memegang perut buncitnya, Sangat cantik dengan senyum nya yang menyejuk kan hati,


" Maafkan Aku Istriku! Aku telah berdosa kepadamu, Mungkin kesalahan ku tidak akan terampuni Oleh yang maha kuasa, " Arya berucap dengan suara lirih,


" Maaf kan Aku! Nisa Istriku yang malang, Nisa, Tolong izinkan Aku membahagiakan Riri dan juga Re, Aku tidak ingin mereka berdua menerima Cemo,ohan dari dunia luar, Akibat dari kesalahan yang aku lakukan dulu, Aku ingin membahagiakan mereka, Aku menyayangi mereka berdua, "


Arya menyusut sudut matanya yang berair, Setelah berucap panjang lebar dengan Foto Nisa yang ada di tangan nya,


" Kamu adalah wanita terhebat yang pernah aku kenal, " Arya kembali mengelus foto tersebut dengan bibir tersenyum, Namun sudut matanya kembali berair,


" Bantu aku ya Nis! Bantu aku meluluhkan hati Adik mu yang keras itu, " ucap nya lagi,

__ADS_1


Dengan tangan mengelus dagunya yang masih terasa nyeri,


.


" Kak Danis! Tunggu Kak! " Riri meraih Tangan Danis yang berjalan dengan cepat ke arah mobil nya, Tanpa menoleh Riri yang sejak tadi mengejar nya,


" Lepas! " Danis mengibas tangan nya dengan kasar, Sehingga Riri yang tidak seimbang dalam berdiri itupun terhempas ke tanah yang di lapisi Paving itu, Sehingga kedua lututnya lecet karena gesekan pasir dan juga permukaan paving yang sudah tidak mulus lagi , Akibat termakan usia,


" Kak Danis! Kak Danis salah paham, itu nggak seperti yang Kak Danis pikirkan! "


Riri berdiri dengan kedua lututnya yang sedikit berdarah, Hari itu Riri mengenak kan Dress yang panjang nya di bawah lutut, warna hitam dengan bunga-bunga pink kecil yang membuatnya terlihat manis, Sehingga tidak bisa melindungi kaki nya dari benturan yang tak di sangka-sangka itu,


" Salah paham kamu bilang! Ri Aku ini bukan bodoh atau buta! Aku lihat kalian barusan itu Real! Jadi apanya yang kamu bilang itu salah paham haa!, "


Danis menaikan Nada suaranya, Membuat Riri terperangah saat mendegar Suara bentakan Danis padanya, Dirinya baru tahu jika Danis sangat mengerikan jika marah begini,


" Aku bisa jelasin Kak! Itu sungguh hanya salah paham! " Riri mencoba meraih kembali tangan Danis, dan lagi-lagi Danis menepis nya dengan kasar,


" Jika saja aku nggak datang tepat waktu, mungkin kalian sudah berciuman! Atau mungkin kalian sudah melakukan nya sebelum aku datang tadi! Iya?! " Danis mencengkram Rahang Riri dengan kuat,


" Bibir ini sudah kamu berikan pada lelaki tadi kan! Sedang Aku! mencium pipi mu saja kamu nggak mau! dengan alasan yang bermacam-macam"


" Kak! Kak Danis menyakitiku! Lepas Kak Sakit! " Riri berusaha melepaskan Cengkraman tangan lebar Danis,


" Aku sangka kamu wanita baik-baik Ri, aku bela-belain kamu di depan Ibuku sampai Beliau masuk Rumah sakit, tapi ternyata, semua itu hanya kesia-siaan semata, "


Danis melepas Cengkraman tangan nya dengan kasar, Riri sampai mengelus rahangnya yang nyeri,


" Ternyata apa yang dikatakan oleh Kiran tadi benar, kalau kamu menghianatiku! menghianati ketulusan ku Ri, "


Danis membuka pintu mobil nya dan menutup nya dengan sedikit keras l, Menandakan jika hatinya sedang tidak baik-baik saja,


Riri mengiringi kepergian mobil Danis dengan Air mata yang jatuh tanpa perminsi,


Setelah mobil Danis tidak terlihat lagi, Riri menghapus air matanya dan kembali masuk kedalam Ruko, bagi nya Tiada guna menahan atau menangisi seseorang yang sudah tidak mempercayai kita lagi dan lebih memilih mempercayai perkataan orang lain, ketimbang dirinya sebagai kekasih,


.


Bersambung...


...----------------...


.


Ini tuh udah panjang banget loh bestie!


Othor tuh setiap up selalu 1000 kata bahkan lebih loh,😂 jadi jangan dibilang sedikit yak😅✌️


udah hari ini cukup ya kita lanjut besok lagi dah,


jangan lupa like dan komen nya ya! 🤗 biar Othor makin semangat ngetik nya 😋🙏


maafkan bila banyak Typo nya ya

__ADS_1


makasih Sayang-sayang nya Othor 🤗🤗


__ADS_2