
.
Selamat membaca bestie
Semoga terhibur dengan karya receh Othor, yang masih banyak kekurangan nya ini,😊
.
" Danis! ". Suara seorang wanita mengalun dengan indah,
Danis yang baru saja keluar dari Resto, Dan memperhatikan Punggung Riri yang semakin menjauh dari nya, Dengan melangkah terburu-buru, Karena telah tertinggal jauh dengan Arya dan juga Re yang berada di gendongan pria itu,
Danis menoleh ke sumber suara yang memanggil nya, Dari kejauhan dia bisa melihat, Seorang wanita cantik tengah berjalan ke arah nya, Dengan senyum yang mengembang sempurna,
" Kirana, " Gumam nya, Danis menatap malas wanita tersebut, Yang semakin mendekat,kepada nya,
" Kamu sama siapa kesini? Udah makan?,. "
Kirana wanita itu sudah berdiri di hadapan nya, dengan pertanyaan bertubi-tubi, Yang dia lemparkan,
Membuat Danis malas untuk meladeni nya, hati nya sedang Tidak baik-baik saja saat ini,
Namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa,
" Danis, Kamu kok gitu sih! Aku tanya kok malah kamu mau pergi, " Kirana merengek dengan suara manja,
Mungkin bagi sebagian lelaki yang mendengar Suara manja Kirana barusan akan luluh, Namun berbeda dengan Danis, Dia merasa jijik mendengar Suara itu,
Danis melanjutkan langkah nya tanpa perduli dengan keberadaan Kirana,
Kirana yang merasa di abaikan oleh Mantan Pacar nya itupun merasa geram,
Ya Kirana Aryanti, Adalah mantan pacar Danis sewaktu masa SMA dulu, Mereka di jodohkan oleh kedua orang tua mereka, yang memang bersahabat baik, Namun setelah lulus SMA, Danis memergoki Kirana yang berselingkuh dengan anak kuliahan tingkat akhir Dua tahun yang lalu,
Danis memutuskan perjodohan itu sepihak, Dengan alasan tidak cocok, Danis tidak membeberkan alasan yang sebenar nya kepada kelurga nya,
Namun Kirana yang masih mencintai Danis, Terus saja mengejar nya, bahkan hampir setiap hari datang kerumah Danis, dan merecoki keseharian nya, Dan hal itu sangat memuak kan bagi Danis,
"Danis!, Dan!!, kamu nyuekin aku demi wanita murahan itu haa! " Kirana berteriak memanggil Danis dengan melontarkan kata-kata yang pasti akan membuat Danis geram,
Terbukti Danis menghentikan langkah nya,
" Kamu Nyuekin aku demi seorang wanita itu, Wanita yang hamil di luar nikah, Apa sih kelebihan nya selain murahan begitu, "
Kirana mencibir dengan senyum mengejek,
Danis mengeraskan Rahangnya, Saat Kirana dengan lugas nya merendahkan Riri, bahkan menuduh nya yang bukan-bukan,
" Tahu apa kamu ha?, Tahu apa kamu tentang Riri, " Geram Danis
__ADS_1
" Jika kamu Seperti itu, Jangan sama kan dirimu dengan nya, Dia lebih baik dari dirimu, bahkan seribu kali lebih baik darimu, Camkan itu ja lang, "
Desis nya di akhir kalimat, sambil berlalu, Meninggalkan Kirana yang terdiam mematung dengan kedua tangan nya menggepal kuat,
." Lihat saja Danis, Sampai di mana kamu akan sanggup menolak ku, " Kirana menyeringai, meninggalkan tempat itu, Dengan Angkuh,
.
Sedang di kantor Arya.
"Eh ada cucu Opa rupanya, " Tuan Wiguna yang tak sengaja berpapasan Dengan Arya saat akan kembali ke ruangan nya setelah menghadiri rapat siang itu,
Merasa surprise sekali, Bisa bertemu dengan Cucu nya, Yang memang tengah ia rindukan,
Sekilas melirik satu tangan Arya yang memegang erat tangan Riri,
" Iya dong Opa, Kan katanya Opa mau menunjukan sesuatu ke Re, Nah sekarang Re nya udah datang ini, Arya berseru, seakan Itu adalah Re yang berbicara,
Sedang Tuan Wiguna menaikan sebelah alis nya, Tak mengerti dengan perkataan Arya, Namun sejurus kemudian Opa nya Re itu terlihat mengganguk, Setelah melihat kedipan mata Putra nya itu,
" Ohh iya! Opa sampe lupa, Yuk ikut Opa sebentar, Opa ada sesuatu untuk Re, Tuan Wiguna meraih Re dari tangan Arya, sambil berbisik, "Dasar licik, "
Arya yang mendengar bisikan lirih Papa nya itu hanya menatap Sang Papa dengan tatapan memohon,
Riri yang melihat Anak nya di bawa Tuan Wiguna, Reflek hendak ikut menyusul, Namun tangan nya yang masih tertaut dengan erat oleh tangan Arya, Membuat langkah nya terhenti,
" Mau kemana? Ruangan ku di sebelah sana, " Tukas Arya sambil menunjuk di mana ruangan nya berada,
Namun karena Arya semakin mengeratkan genggaman nya, Membuat Riri semak ini sulit melepaskan diri,
" Kamu tenang aja baby Re aman sama Papa, paling cuma sebentar yuk Nunggu di ruangan ku aja, " Arya menyeret Riri yang Engan mengikutinya,
" Nggak mau! Aku tunggu di luar sini aja, Lepas, Tangan aku sakit, Ketus Riri,
"Maknya Nurut dikit kenapa sih, Biar nggak tarik-tarikan gini, " Arya menatap Riri dengan senduh, Namun Riri malah memolototinya dengan tajam,
"Astaga.. Anak ini, " Desis Arya, Dengan menghela nafas kasar, Dengan sekali raup Tubuh Riri sudah berpindah ke bahu Arya,
Arya terpaksa menggotong nya, Sebab Riri yang keras kepala,
" Ya ampun..., Turun kan Aku brengsek, " Riri memekik kaget, Arya menggotong nya seperti karung,
" Sisi, Jangan biarkan siapapun masuk, " Arya memasuki ruangan nya di iringi tatapan heran Sisi, Sekretaris nya Yang masih terbengong melihat Atasan nya memanggul seorang Wanita,
Brak!! Sisi berjengkit kaget saat Arya menutup pintu ruangan nya dengan keras, sebab Riri yang tak berhenti memberontak,
" Kurang ajar!, " Bug! Maki Riri seraya melayang kan tendangan ke kaki Arya,
" Astaga Riri.. Kamu ini kenapa sih bar-bar banget keras kepala pula, " Arya meringis mengusap-usap tulang kering nya yang di tendang Riri barusan,
__ADS_1
" Makanya jangan kurang ajar jadi orang, " Riri bersungut-sungut di buat nya,
" Ri. Tolong jangan begini, " Arya memelas saat mantap mata Riri yang tajam seakan Ingin mengulitinya,
" Aku nggak tahu lagi harus gimana, Dengan cara apa agar membuatmu yakin sama aku, " Cicit nya, dengan wajah muram tak bersemangat,
" Kamu ini ngerti nggak sih, dengan apa yang aku katakan, " Riri menepis tangan Arya yang sedari tadi terus memegang tangan nya, Riri risih,
" Aku.." Riri menunjuk dirinya sendiri, Dengan tatapan tajam nya yang tak berpaling dari manik senduh Arya,
" Aku nggak suka sama kamu, Dan sampai kapan pun perasaan aku ke kamu itu nggak akan berubah, " Riri menjeda ujapan nya sejenak, sembari berdiri dan berjalan ke arah jendela di sisi Meja kerja Arya, yang menampilkan, Pemandagan jalan raya dengan kendaraan yang berlalu lalang, Terlihat kecil jika dari ketinggian,
" Kamu nggak tahu rasa nya kehilangan orang yang sangat kita sayangi, Orang yang sedari kecil selalu mengalah demi Adik nya, Yang selalu melakukan apapun agar keluarganya bahagia, "
Riri menarik Nafas nya dengan berat, Dada nya terasa sesak setiap kali mengingat pengorbanan sang kakak.
" Kamu nggak by akan pernah tahu rasanya, Kakak yang kita sayangi, melebihi diri kita sendiri, malah menderita karena ulah Suami dan juga ibu mertuanya, Bahkan kekasih suaminya dengan bangga nya menyiksa nya, dalam keadaan yang tak berdaya, "
Suara Riri sudah bergetar kala mengucapkan semua itu, Riri berbalik menatap Arya yang sudah meneteskan Air matanya,
" Kak Nisa itu sangat menyayangi kelurga nya, Demi kebahagian Ayah dan Ibu, Dia rela mengorbankan kebahagiaan nya, Dengan menerima perjodohan kalian, Yang berujung kenestapaan, " Riri sudah tidak bisa menahan laju air mata nya,
" Dan kamu, Juga Ibu kamu itu, dengan teganya menyiksa Kakak ku, Menuduh nya yang tidak-tidak, Membuatnya tertekan dan Stres, Sehingga dirinya lebih memilih pergi untuk selama nya, Daripada bertahan, Dengan Pernikahan yang hanya menorehkan luka terus menerus, "
Riri menangis tergugu, Tidak tahan dengan kesedihan yang dia pendam selama ini, Setelah kepergian keluarga nya, Dirinya harus kuat demi Re, satu-satunya keluarganya, keturunan Nisa, Kakak kesayangan nya,
Re adalah semangat nya untuk tetap hidup hingga saat ini,
" Jika Aku tidak menggingat Re Yang sebatang kara karena di tinggalkan oleh Ibu nya, Mungkin Aku akan membunuhmu Demi membalas semua rasa sakit yang kau torehkan kepada Kakak ku, Aku tidak takut masuk penjara, Mati pun aku tidak takut, "
Arya yang mendengar semua itu, Semakin membuat nya bersalah, Tangisan Riri yang sarat akan kerinduan kepada sosok Kakak pengayom nya, Yang sudah tiada,
Arya menarik Riri dalam dekapan nya, memeluk nya dengan erat, Walaupun Riri merontah dan memukuli dada nya, Melampiaskan Segala amarah nya yang ia pendam selama ini,
" Maafkan Aku.. Maafkan Aku sayang.., "
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen nya ya bestie 🤗
karena dukungan kalian itu sangat berarti
buat Othor 🤗 penyemangat buat Othor hihihi,
__ADS_1
love you all 🌹🌹😘😘