PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 126


__ADS_3

" Ini punya Abang. Jangan blepotan ya makan nya, Duduk jangan pindah-pindah sebelum makanan nya habis ok!," 


"Ok Mami," Tukas Re, matanya sudah berbinar-binar saat menghadapi sepiring donat Mini dan sepiring kecil Cake di meja mini milik nya, Ia duduk dengan bersilah menghadap TV dengan menampilkan kartun dari negri jiran favorit nya,


"Anak pinter," Riri mengusap kepala Re dan kini ia duduk di sofa dengn hamparan donat dan aneka kue lainnya di atas meja yang ada di depan nya, 


" Mba Sumi..!" Panggil nya,


"Iya Bu," Sumi datang tergopoh-gopoh dari kamar Nyonya Ranti,


"Mama Tidur?" 


"Nggak Bu, Nyonya lagi nonton TV," Ucap nya, 


"Bawa Mama kesini, Sama mba Tita juga suruh kesini ya, Kita makan Donat, " 


Ucap Riri sembari menunjuk aneka kue di depan nya, Yang baru saja di anterin oleh Karyawan SDB setengah jam yang lalu,


" Baik Bu, " Sumi pun berlalu ke kamar untuk mendorong kursi Roda Nyonya nya, Dan juga memanggil mba perawat, 


"Mba Lili, Sini Makan donat," Panggil Riri.lagi kepada Babysitter anak nya itu,


"Asiapp Bu," Jawab Lili yang sudah terbiasa dengan perlakuan baik Majikan nya itu,


"Kenapa Mama di kasih keluar? Mama lagi nonton gosip itu, Lagi seru loh!," Protes Nyonya Ranti, kepada menantunya, Sesaat setelah sampai di ruang kelurga,


"Jangan kebanyakan Nonton Acara gosip Mah, Nanti tambah darah tinggi lagi,"  Tukas Riri seraya menyodorkan  sepotong Cake kepada Mertuanya nya itu, 


"Aa.. Ayo buka mulut nya Aku suapi," Tukas Riri lagi, Dan Nyonya Ranti langsung membuka mulut nya, Menerima suapan Cake itu tanpa protes lagi,


"Ayo mba makan," Riri kembali menawarkan kepada Sumi dan juga Tita, Yang masih berdiri di belakang  Nyonya Ranti,


Sedang Lili sudah sejak tadi ia duduk lesehan bareng Re, Dan memakan Donat sambil mengobrol tentang si kembar  yang rambut nya tak tumbuh-tumbuh itu,


 " Iya Bu, Terima kasih," Kor kedua nya


Sembari mendekat ke meja dengan berbagai cemilan kue yang menggugah selera itu,

__ADS_1


Sumi dan Tita dengan Ragu mengambil kue yang mereka suka, 


" Makan aja, Jangan malu-malu, Duduk di atas Aja mba Sumi, Mba Tita, Santai aja sama Aku, Aku ini  muka ku dan suaraku saja yang galak tapi hatiku Hello kitty," 


Canda Riri, sembari terkekeh, Membuat Nyonya Ranti mendelik kan matanya, kepada Menantu bar-bar nya itu,


" Kenapa Mah?, Jangan judes-judes Mah nanti keriput Mama makin nambah kalau bawaan nya suka kesel liat aku,"  sambung Riri, sembari menyupkan potongan Cake terakhir ke mulut Mertuanya itu, 


" Kamu ini, Pinter betul kalau ngomong," Cetus Nyonya Ranti, Setelah menelan makanan nya,


"Emang nya Mama lagi nonton gosip apa?  tadi?" Tanya Riri kemudian,


"Nonton Gosip yang lagi viral Tentang Artis yang selingkuh dan KD*T," Saut Nyonya Ranti,


"Oh itu, Emang lagi viral itu, Berita nya lewat terus di beranda, Sampe bosan liat nya, Eh..tapi sekarang katanya udah damai, Hem, Kalau aku di gituin sama Suamiku, Di selingkuhin terus pas ketahuan aku malah di kd*t in, Aku nggak akan lapor polisi,"


" Iya kah?," Potong Nyonya Ranti cepat tak percaya, melihat perangai Mami Re yang bar-bar itu, Mustahil rasanya kalau tidak melajukan apapun untuk membalas, Bahkan Sumi. Tita dan Lili ikut menoleh saat mendengar perkataan majikan mereka itu,


"Iyalah. Ngapain lapor polisi, Ribet langsung ku buat kan kopi sianida aja biar langsung isdeath,Kelar urusan, Terbayar semua segala sakit hati liat dia mati, Biar saja jadi janda, Masih muda masih cantik, Cari suami baru gampang, Iyakan?," 


Cetus Riri  enteng tanpa Expresi, sambil memasuk kan satu donat mini  kedalam mulut nya dan mengunyah nya penuh penghayatan,


Ia langsung teringat dengan Arya, Semoga saja Putra nya  itu tidak macam-macam di luar sana,


Sedang Sumi,Tita dan Lili hampir tersedak oleh Cake yang baru mereka makan, Ketiga nya saling pandang, Saat mendengar perkataan Majikan mereka itu,


"Kamu ini kejam.betul,"  Gumam Nyonya Ranti, Masih syok dengan jawaban Riri, 


"Oh harus, Kalau dia kejam dan tega sama kita, Kita harus lebih kejam, Kalau sampe Suamiku macam-macam di luar sana, Hati-hati memang kalau kusuguhkan makanan, Bisa-bisa stres duluan sebelum mati keracunan," 


" Astaga..ngeri nya, Aku nggak akan macam-macam sayang, Suwer!,"


Kesemua yang ada di rungan itupun menoleh serentak ke arah pintu, Penyekat antara ruang tamu dan ruang keluarga,


Disana Arya sudah berdiri dengan menaikan kedua jari tangan nya, Membentuk huruf V,


"Cinta dan sayangku hanya kepada Mami saja, Sayang Papi ke Mami itu sampai tumpah-tumpah pokoknya," Ucap Arya nerayu sembari mendekati istrinya yang masih asik memakan Donat,

__ADS_1


" Heleh gombal," Saut Riri dengan mulut penuh makanan, 


Sedang Nyonya Ranti mencebik kan bibir nya, mencibir Putra nya itu, Arya yang melihat Mama nya mencibir itupun mengedipkan sebelah matanya,


" Papi..,Papi nggak sayang Abang sama adek?, Sayang Mami aja," Re merenggut dengan kedua pipi yang mengembang karena penuh makanan, 


" Oh sayang dong, Sayang Papi pada kalian itu sangat besar, pokonya nggak bisa di ukur dengan apapun," tukas Arya, sembari mencubit pelan Pipi Putra nya, 


" Jadi Nggak tumpah-tumpah lagi sayang ke Maminya?,"    Lanjut nya,


" Masih tetap tumpah-tumpah sayang, Pokok nya sayang Papi ke kalian itu tumpah-tumpah, " Arya merasa gemes dengan putra sulung nya itu, 


"Oh,"  Balas Re, Dan kembali memakan Donat nya yang masih ada,


" Lagi pada ngobrolin apa sih? Sampai Papi pulang aja nggak ada yang tahu? " 


Tanya Arya sembari mencomot Risol mayo yang ada di tangan Riri, 


" Itu lagi ngomongin kasus yang lagi viral, Kasus perselingkuhan dan kd*t, "  Jelas Riri, 


" Papi mau makan Siang di Rumah?" 


" Iya, Pengen makan bareng kamu," Arya merangkul bahu Riri yang berada di samping nya, Dengan bibir monyong siap mencium Pipi istri nya,


" Papi..! Jangan cium-cium Mami Abang, Nanti Pipi Mami lecet, Itu kumis Papi tajam kayak jarum,"  Protes Re, Yang tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah Papi dan Mami nya,


" Astaga, Anak ini," Gumam Arya sangat pelan, " Mah, " Panggil Arya kepada Nyonya Ranti,


" Apa," 


"Cepat sembuh Mah, Biar bisa jagain cucu Mama yang ganteng ini, Kasian Arya, jadi terlantar sekarang,"


"Pih, Nggak boleh gitu, " Tegur Riri, dengan mengulum senyum geli, Melihat wajah memelas Suaminya, 


" Dinikmati aja Ar, Re itu mirip sama kamu waktu kecil dulu, Jadi ya harus banyak-banyak ngalah kamu sama Anak, " 


Tukas Nyonya Ranti, sembari tersenyum samar, geli melihat anak dan cucu nya yang sering nya rebutan Riri,

__ADS_1


Bersambung……..


Jangan lupa like dan komen nya ya reader, 


__ADS_2