PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Membeli mobil


__ADS_3

Dua motor yang di kendarai Kakak beradik itu, kini telah melesat, dengan kecepatan sedang.


Nisa membonjeng Rina, Motor gemoy milik Nisa itu Dengan lihai nya meliuk-liuk di tengah kepadatan pengendara jalan raya, di waktu siang menjelang Sore itu.


"Aduh mba Nisa, kok jadi Aku yang mules ya, di bonceng kek gini sama Mba, apa perut mba ngak sakit kah di bawa Motoran gini?," Tanya Rina Khawatir. melihat Bumil dengan perut buncit nya masih Motoran. Serasa dia yang mules jadinya takut brojol di jalan.


" Tenang aja Rin, dia mah kuat di ajak apa-apa juga Ngak pernah Rewel,malah seneng kayak nya." Jawab nya sambil terkekeh.


"Tapi aku khawatir mba, Nanti kalau kenapa-kenapa nanti Suami mba marah gimana?" Ucap Rina lagi. Benar-benar Khawatir. Ucap Rina Khawatir.


Mendengar kata Suami membuat Nisa terdiam. "Suami..?apakah dia akan perduli jika terjadi sesuatu dengan ku, di kemudian hari? entahlah.," batin Nisa sedih,


Rasanya dia tidak ingin berandai-andai jika Arya akan perduli pada nya suatu saat nanti,


Selama ini tidak ada hal baik yang di perbuat Suaminya itu kepada nya, bahkan hanya untuk berkunjung ke rumah Orang Tua Nisa pun, sampai saat ini Tidak pernah dia lakukan.


semenjak kehamilan nya pun Nisa tidak pernah mendapatkan perhatian dari sang Suami, bahkan untuk menemani nya periksa kandungan saja Arya tidak pernah mau di ajak,


Nisa melakukan nya sendiri tanpa dampingan seorang Suami, yang seharus nya menjadi orang pertam yang memberikan nya dukungan, agar tetap semangat dalam menjalani masa kehamilan nya.


Namun semua itu tidak dia dapat kan, hanya Sikap dingin dan acuh yang dia terima setiap hari, bahkan hinaan dari Nyonya Ranti bagaikan Vitamin yang tidak pernah terlewatkan bila mereka bertemu,


Predikat matre dan haus akan harta masih melekat pada diri nya, itulah yang sering di ucapkan Sang Suami kepada nya,


Nisa yang lelah dengan tuduhan yang tidak dia lakukan itu, Memilih diam biarlah waktu yang menjawab nya, Biarkan saja Suaminya itu memandang nya seperti apa yang dia mau,


jika semua nya terungkap Nanti, mungkin dirinya sudah tak lagi bersama Sang suami,


Lelah itulah Yang Nisa rasakan saat ini,


Tak terasa kini mereka telah Memasuki area Showroom yang megah Nan Luas, Mobil-mobil berjejer dengan Cantik dan gagah dengan berbagai model dan type,


membuat mata segar memandang deretan kendaraan, berbagai jenis dan kualitas itu.


Riri yang sedari tadi memandang deretan kendaraan dari yang sederhana hingga yang termahal itu, makin berbinar saja dan tak sabar ingin memilih Mobil idaman nya, walau bukan yang elite tapi setidak nya mereka beli dengan hasil kerja keras sang kakak tercinta.


"Kak ayo!! Kita pilih," serunya tak sabar Riri menghampiri Nisa yang baru saja memarkirkan Motor gemoy nya, dengan Rina yang memandang takjub deretan Mobil-mobil yang mengkilap itu.

__ADS_1


"Mba Nisa Andai semua Mobil-mobil Yang ada disini semuanya punyaku yah, uhh gak kebayang dah! pasti setiap hari ganti mobil Aku" Seloroh Rina menghayal Membuat Kakak beradik itu seketika menoleh ke arah nya,


"Kalau kamu yang punya semua ini, aku gak akan beli Rin Aku mau minta aja yang paling Mahal gratisss" Ucap Nisa sambil terkikik Namun tak urung dalam hati mengaminkan Ucapan Asisten baik nya itu.


" Udah yuk. kita masuk Nanti ngak keburu nih, udah jam segini aja" lanjut Nisa sambil berjalan menuju pintu masuk dengan Riri dan Rina yang berada di sisi kiri dan kanan nya.


"Hayuk!!" kor Riri dan Rina Antusias sambil mengamit lengan Bumil kesayangan mereka itu kiri kanan,


membuat Nisa terkekeh dengan tingkah kedua gadis itu.


Nisa menyayangi Rina seperti adik nya sendiri


Dan Rina pun demikian,


begitu sampai di depan pintu masuk yang terbuat dari kaca transparan itu.dengan sigap seorang pegawai Pria membukakan pintu tersebut.dengan penuh ramah.


Dan di sambut seorang Cs Cantik dan sexy dengan mak,up tebal nya. dengan pandangan remeh,Ke arah mereka.


Nisa memandang penampilan nya sendiri. Penampilan sederhana Namun tetap sopan menurut nya,


baginya merah adalah simbol dari keberanian kuat dan pantang menyerah, Itulah mengapa Nisa sangat menyukai warna merah menyala itu. sejak kecil memang Nisa sangat menyukai yang berwarna merah,


hampir semua barang-barang pribadi nya berwarna merah, kamarnya dan segala isinya pun tak lepas dari merah walau bervariasi Namun tetap merah lebih menonjol.


Nisa kemudian melirik kedua gadis yang berada di kanan kirinya, pakaian sederhana keduanya mengenak kan Jeans di padu dengan kaos sederhana, Namun tetap kelihatan Rapih dan bersih.


"ehm.." Nisa berdehem sejenak


sebelum berucap.


" Mba kita mau beli Mobil bisa tolong antar kami untuk melihat-lihat?" Tanya Nisa dengan senyum ramah,


"Ok!" Jawab nya acuh sambil berjalan ogah-ogahan, gadis dengan Nama tag Titis itu sangat judes kepad Nisa.


Dia melihat dari segi penampilan saja sudah bisa menebak bahwa mereka adalah Orang miskin yang hanya melihat-lihat saja.


Ujung-ujung tidak ada yang di beli.

__ADS_1


Riri dan Rina hanya Saling pandang, menyaksikan sikap Cs cantik namun judes itu,


mereka bertiga melangkah mengikuti sesuai arahan.


gadis itu menunjukan mobil- mobil dengan keunggulan nya masing-masing nya itu mulai jengah dengan berbagai pertanyaan yang Nisa Lontar kan,


mereka sudah berkeliling sekitar 10 menit Namun belum juga ada yang cocok, membuat sang Cs kesal bukan main sebab kaki nya yang Pegal,


"Mba ini niat beli ngak sih dari tadi hanya bertanya ini itu saja, Buang-buang waktu aja tahu ngak!" Ucap nya dengan muka kesal,


"Kalau ngak Mampu beli mending mba-mba ini pergi deh, disini itu semuanya harga nya mahal-mahal mba!, dan seperti nya kalian tidak mampu untuk membeli satu Unit saja walau itu yang paling murah!," lanjut nya dengan Nada suara yang Tinggi.


Membuat Nisa melongo tidak percaya, mendengar perkataan Cs tersebut dia bertanya ini itu kan wajar, Menurut nya jika kita membeli barang sekecil apapun kita harus teliti bukan, dan bertanya tentang perbandingan antara satu dengan yang lain nya itu kan biasa,


mencari yang unggul kapasitas nya yang sesuai dengan harga nya, itulah yang di cari Nisa dia tidak mau gegabah dalam memilih sesuatu, apalagi inikan Mobil yang akan di gunakan kedua Orang terkasih nya, tentu Nisa akan memberikan yang terbaik dan Nyaman.


" Ehh Mba! kita ini pembeli wajar dong kita Banyak tanya ini itu. Seharus nya mba bekerja profesional dong!" Tukas Riri tak terima Kakak nya di marain kek gitu.dan hal itu di angguki pula oleh Rina yang merasa jengkel dengan Sikap Cs menor tersebut.


"Alah paling kalian cuma liat-liat doang, Ujung-nya ngak beli juga" ketus sang Cs. sambil melipat Tangan.


Riri yang akan membalas perkataan Sang Cs, segera di tahan Nisa dengan isyarat gelengan kepala,


Hingga seorang Cs lain datang menghampiri mereka yang sedang ribut itu.


"Maaf ada apa ini bisa saya bantu Mba?" tanya Cs yang bernama Yulia tersebut dengan ramah, dia tau jika rekan kerja nya yang satu ini memang rada sombong Dia hanya akan


bersemangat jika yang dia layani adalah orang-orang yang penampilan mewah.dan terlihat kaya,


berbanding terbalik dengan orang yang berpenampilan sederhana, seperti Nisa dan Adik-adik nya itu.


bersambung...


maaf ya Reader jika banyak typo🙏


jangan lupa like dan komen nya ya.


karena komen kalian itu adalah penyemangat Othor Lope you🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2