
🌼SELAMAT MEMBACA🌼
"Sayang.bagaimana keadaan Abang? apa di baik-baik saja?,"
Arya menyusul Riri yang baru saja mengantar kan Re sampai ke kamar nya, Dan menyuruh nya mandi,
"Abang baik-baik saja Pih, Sekarang Mami suruh dia mandi, Masih ada Papa kan kita makan malam bersama nanti ya. Sekarang Mami mau mandi dulu. udah lengket banget ini,"
Ucap Riri setelah itu berlalu menuju kamar nya untuk membersihkan dirinya,
Arya memandang punggung Riri yang menghilang di balik pintu kamar nya, Dan menghela nafas nya sedikit lega, saat Riri mengatakan jika Re sudah lebih baik,
Kemudian Arya kembali ke ruang keluarga di mana Papa dan Mama nya berada, bersama ke tiga Anak ya yang lain,
"Bagaimana Ar? apa semua baik-baik saja?."
Tuan Wiguna menyambut kedatangan Arya dengan pertanyaan,
Begitu pun dengan Nyonya Ranti yang sejak siang terus saja bermuram durja, akibat rasa sesal dan bersalah kepada Cucu sulung nya itu,
"iya Ar. bagaimana keadaan Abang, Apa dia nggak benci sama Mama? Abang pasti akan membenci..."
"Mah.stop! jangan terlalu memikirkan hal itu. Nanti Mama sakit lagi, percaya saja sama Riri, Aku yakin Putraku tidak akan berpikir seperti itu, Abang nggak akan membenci Mama. karena Mama adalah Oma nya,"
Arya memotong perkataan Mama nya dengan cepat, Ia tidak ingin membuat Mama nya bnyak pikiran dan akan berdampak pada kesehatan nya,
Sedang tuan Wiguna hanya mendengarkan saja, Didirnya tak bisa berkomentar banyak tentang hal itu, ia menyadari keslahn fatal yang telah di lakukan Mantan istrinya itu di masa lalu,
"Abang..! Mas kangen." Eza menyongsong kedatangan Abang nya ke ruang makan,
dan memeluk penuh kerinduan, Padahal baru setengah hati mereka tidak bermain bersama,
"Kakak juga kangen..!"
"Echa juga Mau ndong Mbang.! " Pekik si bungsu dengan tertatih-tatih berjalan dengan cepat mendatangi Abang nya,
"Abang juga kangen sama kalian," Re memeluk kedua adik nya yang sampai lebih dulu kepadanya,
"Mbang..! mbang..! Ade ndongg!!,"
Echa yang berjalan tertatih-tatih dengan Lili yang mengawasinya dari belakang itupun
memekik kala melihat Abang nya hanya memeluk kedu kakak nya sedang dirinya ditinggal begitu saja,
"Mbang...!! " pekik nya seraya menarik-narik celana kedua kakak nya,
Kesemua orang dewasa yang menyaksikan semua itupun kini tersenyum dengan perasaan haru yang luar biasa,
Nyonya Ranti sudah berkali-kali menyusut air matanya saat melihat Cucu sulung nya yang sangat menyayangi adik-adik nya,
__ADS_1
"Uluh-uluh...adik Abang yang paling cantik ini minta di gendong ya?, Sini.sini happ! ,"
Re menggendong Adik perempuan nya itu setelah melepaskan pelukan nya kepada ke dua adik laki-laki nya,
"Abang kangen bnget sama Adek, Maafin Abang ya sayang," Re mengecup pipi bulat Adik nya yang kini telah menjatuhkan kepala di bahunya, Terlihat sangat manja,
"Yuk kita makan.Abng sudah laper nih," Ajak nya kepada kedua adik laki-laki nya, Sembari berjalan menuju meja makan dengan Echa dalam gendongan nya,
Bayi cantik itu terlihat sangat merindukan Abang nya setelah hampir seharian tidak main bersama,
...................
Sudah sebulan ini Re berangkat sekolah dengan di antar oleh supir sekaligus pengawalnya,
Di rumah Arya juga sekarang sudah ada beberapa orang pengawal yang menjaga kediaman nya,
Jangan sampai ia kecolongan lagi, sampai saat ini orang-orang suruhan nya masih terus menyelidiki tentang siapa orang yang telah bertemu dengan Re.
Ciri-ciri yang di sebutkan putra nya itu tidak ada yang mengarah kepada siapapun relasih atau teman bisnis nya,
Rekaman cctv di area sekolah dan di kantin sekolah pun menghilang begitu saja, Membuat Arya geram bukan main, sepertinya orang itu telah merencanakan nya dengan matang, Tapi siapa? .siapa musuh yang tengah mengintai keluarga nya itu,
kenapa tidak menghadapinya secara jantan antar sesama lelaki, Jika memang ada masalah, kenapa harus mengincar ketenangan keluarga nya,
"Bos.apa mungkin ini adalah perbuatan.. Restie?,"
Tanya Dimas dengan suara rendah,khawatir jika sang bos merasa tersinggung dengan pertanyaan nya,
Sejak kejadian beberapa tahun lalu dirinya tidak pernah lagi mau tahu atau mencari tahu kabar wanita itu,
Mungkin kah semua ini adalah ulah nya? Karna dia juga salah satu yang mengetahui tentang kebenaran ini,
"Dimas, tidak ada salahnya kan menyelidiki, Walaupun sudah sangat lama saya tidak berurusan dengan nya.tapi tidak menutup kemungkinan kan jika ini adalah ulah nya,"
Dimas pun mengagguk dan segera mengabari orang suruhan nya, Untuk mencaritahu di mana keberadaan Restie apakah semua ini berkaitan dengan nya,
....................
.
"Sial..! ternyata si brengsek itu bergerak cepat juga, Ingat Jack.perketat penjagaan terhadap Nuna, Jangan sampai mereka tahu keberadaan nya,"
Tukas Daniel mengeraskan rahang nya, tanpa memandnag lawan bicaranya itu, Membuat pria yang bernama Jack itupun mengganguk kan kepalanya,
"Jack. tetap pada rencana awal, terus cari cela, dan lakukan sesuai rencana,"
Lanjut Daniel lagi, kemudian berdiri dari kursinya dan berlalu meninggalkan orang kepercayaan nya itu,
"Baik Tuan."
__ADS_1
................
.
"Bagaimana Pak, apa sudah ada kabar mengenai siapa pelaku yang menemui Abang di sekolahnya itu?,"
Bu Nining bertanya sembari menyodorkan segelas air hangat kepada Suaminya yang baru saja duduk di meja makan,
" Belum Bu, semua cctv di sekolah sudah di retas lebih dulu oleh orang kurang ajar itu, seluruh rekaman yang menunjuk kan pertemuan nya dengan Re, semuanya nggak ada. hilang begitu saja, "
Tuan Wiguna menjawab pertanyaan istrinya setelah menerima segelas air hangat yang di angsurkan kepadanya itu,
Dan segera meminum nya setelah mengucap kan terima kasih, dan di jawab senyuman oleh Bu Nining,
"Semoga cepat di temukan ya Pak orang jahat itu, Ibu merasa tidak tenang selama orang itu belum di temukan," Tukas nya lagi dengan wajah sedih nya,
Setelah meminum air hangat nya, Tuan Wiguna beralih menatap Bu Nining yang duduk di samping nya,
"Iya Bu, Bapak juga sudah menyuruh orang-untuk terus mencari tahu. siapa orang yang telah mengusili keluarg kita,"
" Oh iya Bu, Lusa Bapak ada pekerjaan keluar kota, Ibu ikut ya, Sekalian kita Honey moon, "
Tuan Wiguna berkata dengan menaik turunkan kedua alis nya,
Membuat Bu Nining mencubit pelan pinggang suaminya itu, Sembari tersipu malu, Matanya menoleh sekeliling, memastika jika tidak ada Bi Atun yang mendengar perkataan ngawur suaminya itu,
"Ihh Bapak mah genit, nggak malu ih sudah tua juga masa mau honey moon terus, "
"Iya lah Bu, apalagi yangvkita butuh kan saat-saat seperti ini kalau bukan Anu, "
"Sudah Pak, mandi sana. bau nih!, " Bu Nining mendorong pelan suaminya untuk seger mandi, Ia malu jika ada yang mendengar ucapan ngawur suaminya itu,
"Mandi bareng yuk!" Ajak nya.seraya mengedipkan sebelah matanya, tangan kirinya mencolek genit pinggang istrinya,
"Pak.. genit nya..! mandi sana. Ibu mau bantuin BI Atun nyiapin makan malam,"
Bu Nining segera berlalu ke dapur setelah dengan wajah memerah karena malu. setelah menolak ajakan mandi bersama suaminya itu
Tuan Wiguna hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya itu, Salah satu kesenangan nya. jika berada di rumah.ya itu menggoda istrinya yang masih saja malu-malu dan merona saat ia rayu,
Walaupun sudah tidak muda lagi, Namun Mereka tak kalah romantis ya seperti pasangan muda lain nya,
..
.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen nya ya sayang-sayangku 🤗😍
__ADS_1
Terima kasih untuk para pembaca setia🙏😍😍🤗