PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bab 150


__ADS_3

🌼Selamat membaca🌼


"Mih..Bunda..kenapa pergi ninggalkan kita?, Apa Bunda nggak sayang sama Abang waktu itu?, Apa Abang terlalu nakal waktu berada di perut Bunda?.jadi Bunda pergi ninggalin Abang."


Re sudah bersimbah air mata saat mengatakan hal itu, Setelah puas melihat beberapa Vidio yang di putar Riri semua rekaman Nisa sewaktu hamil dulu,


"Sayang.. bukan seperti itu, Bunda sangat menyayangi Abang, Bunda waktu itu sedang kurang baik kondisinya, Dan terlalu syok saat menerima kabar duka saat itu, Sehingga kondisinya drop saat mendengar kabar jika Kakek dan Nenek sudah tiada, "


Riri menghapus air mata yang menetes di kedua mata Anak nya itu, Sekuat tenaga ia menahan desakan cairan bening yang sudah berjejalan di pelupuk matanya ingin keluar,


"Terus.. kenapa Papi dan juga Oma nggak ada di dalam sini," Menunjuk TV yang masih manampilkan wajah ceria Nisa kala itu yang sedang merasakan tendangan demi tendangan bayi mungil yang ada di dalam perut nya,


"Apa benar kata Om itu..Kalau Papi dulu nggak suka Sama Bunda? Terus Oma juga...,"


"Bukan seperti itu sayang. Ini semua sudah takdir Tuhan, Jangan dengarkan perkataan orang jahat itu, Dia sengaja ingin membuat Abang membenci keluarga Abang sendiri, Dia pasti iri dengan kebahagiaan kita saat ini. "


Riri menghela nafas nya dengan panjang, Sebelum melanjutkan perkataan nya,


"Abang... Abang sayang kan sama Mami? sayang sama Bunda?," Riri menangkup kedua pipi Re dan menatap nya dengan lekat,


menatap netra pekat yang sama dengan milik nya itu,


"He'em..," Jawab Re,


" bunda Nisa itu berhati malaikat, Bunda nggak perna membenci seseorang secara berlebihan, Lebih sering mengutamakan kebahagiaan orang lain di banding dirinya sendiri,". Tukas Riri


"Jadi..Mami minta sama Abang, Apapun yang orang lain katakan tentang Oma dan Papi, Abang jangan sampai membenci mereka, Lihat Oma..Oma sudah tua sakit-sakitan pula, masa Abang tega menghukum Oma dengan membencinya, Oma pasti akan sangat sedih dan terus saja merasa bersalah "


Riri berkata masih dengan menatap mata putra nya itu,


.


"Semua orang itu pasti pernah melakukan kesalahan sayang, Jika Abang tidak menerima keadaan ini, Berarti Abang juga tidak menerima akan keberadaan Adik-adik Abang, Ini sudah takdir, nggak akan ada yang bisa merubah takdir yang sudah di gariskan oleh Tuhan kepada kita, Suatu saat Abang akan mengerti jika sudah dewasa nanti hem?."


Re menunduk kan pandangan nya saat Maminya mengatkan itu, Mendengar perkataan Daniel jika yang menyebabkan kematian Bunda nya adalah Papi dan Oma nya sendiri,


Membuat nya sedikit berat hati jika ia bersikap seperti biasa kepada mereka,


"Abang..lihat Mami sayang,". Riri mengangkat dagu Re dan pandangan mereka kembali bertemu,


"Jika Abang menyayangi Bunda Dan Mami, Mami mohon sama Abang, jangan membenci Oma dan juga Papi, karena biar bagaimanapun Oma tetaplah Omanya Abang,


dan begitu juga dengan Papi, "


"Tapi. Mami..," Re kembali menunduk kan pandangan nya, menghindari netra pekat nan tajam sang Mami,


"Lihat Mami sayang. lihat Mami.lihat adik-adik Abang, berikan contoh yang baik kepada mereka, Jangan Bebani hatimu dengan membenci mereka sayang, "

__ADS_1


"Iya Mih.


Abang akan memaafkan Oma dan Papi, Abang akan menjadi seorang kakak yang baik untuk adik-adik Abang, Mami jangan sedih ya, Mami harus berada di samping Abang selamnya, Abang nggak mau jauh dari Mami, " 


Re memeluk Riri dengan erat, membenamkan wajah dalam dekapan sang Mami,


"Abang sayang..banget sama Mami, Jangan tinggalin Abang ya Mih, Janji," 


Re mengangsurkn jari kelingking nya kepada Riri  yang sudah berkaca-kaca menahan laju air matanya yang sudah berjejalan ingin keluar,


"Iya sayang, Mami nggak akan ninggalin Abang, Mami akan selalu ada untuk Abang dan adik-adik hem.." 


Riri menarik nafas nya  dengan panjang, merasa legah dan plong, akhirny ia bisa membuat putra nya mengerti dengan keadaan yang ada,


Sekarang tinggal mencari siapa pelaku yang sudah kurang ajar itu kepada putra nya,


Riri tidak akan memaafkan siapapun yang telah menyakiti anak-anaknya.


……………..


" Dimas kamu cari tahu siapa yang menemui Abang di sekolahnya belakangan ini, Periksa cctv sekolah dan slin rekaman nya, " 


Tukas Arya kepada Dimas, Yang baru saja duduk di hadapan nya, Saat ini mereka bertiga sedang berada di ruang kerja Arya, 


"Baik Bos, saya akan melaksanakan nya segera, . Tapi bos. siapa yang telah berani  melakukan itu sama Abang. Perasaan saya selama ini  nggak ada relasi kita  yang berselisih paham atau sebagainya  dengan kita Bos," 


Ketiganya pun kini terdiam berpikir. siapa yang telah berani mengusik ketenangan kekuarga Wiguna,


"Ar.sebaiknya Kamu siapkan pengawal untuk Abang, Papa khawatir jika orang tersebut masih mengintai kelurga kita, Terutama Cucu Papa, " 


"Betul itu Tuan, sebaiknya siapkan pengawal untuk menjaga Abang,selagi dia di luar rumah, Dan juga untuk berjaga-jaga di sekitar rumah ini,"  


Jelas Dimas mendukung ide dari Tuan Wiguna tersebut,


" Bagaimana bos? Saya akan menyiapkan semuanya, Saya akan mengambil orang-orang terlatih untuk mengawal Abang dan juga  yang akan berjaga di rumah ini," 


Lanjut Dimas lagi,


………….


"Mami.. ini rumah Bunda sekarang?"  Tanya Re sembari memperhatikan sekeliling nya, 


Di antara semua makam yang ada di sekeliling nya, Hanya makam Bunda nya  lah yang paling mencolok ya itu warna merah terang sesuai warna kesukaan Bunda nya semasa hidup dulu,


"Iya.ini rumah bunda.bagus kan?"  Riri mengelus kepala Re sambil  memperbaiki letak kopiah yang menutupi rambut tebal putranya itu dengan tersenyum kecil, Re terlihat semakin tampan di matanya,


"Iya.rumah bunda seperti baru beda sama yang lain," Tukas Re lagi dan kembali mengarah kan pandangan nya di sekeliling nya, 

__ADS_1


Banyak makam-makan yang tidak terurus


Retak dan juga di tumbuhi rerumputan. Di sekeliling nya,


"Iya dong.Mami menyewa orang untuk selalu menjaga dan membersihkan makam Bunda Nisa supaya tetap  tertawat. "


 


Ucap Riri. Sembari membuka plastik yang berisi kembang untuk ia taburi dibatas makam Kakak kesayangan nya itu,


" Nah.Abang ada yang mau di omongin nggak sama Bunda Nisa? Sapa Bunda sayang, Bunda pasti senang banget Karna di kunjungin sama Abang," 


Mata Riri sudah mulai memanas saat ini, ia memang paling sensi dan susah menahan air matanya jika hal itu menyangkut orang-orang yang di sayangi nya,


"Bunda..Abang datang. apa kabar Bun?


Maafin Abang ya Bun. baru tahu sekarang kalau bunda Nisa adalah Bunda hebat nya Abang, Abang sayang sama Bunda, " 


Riri telah mengusap air matanya berkali-kali saat mendengar sapaan Re kepada Bunda nya, 


"Bunda bisa liat Abang kan?   Abang udah ganteng loh Buni. Abang juga udah tinggi. Iya kan Mami,"  Re menoleh Maminya meminta pembenaran akan ucapan nya, Seraya memperbaiki letak kopiah nya, 


Di tengah keharun yang Riri rasakan seketika ingin terkekeh saat mendengar  ujung kalimat yang di ucapkan Putra nya itu,


"Iya sayang, Abang yang paling ganteng dan tinggi pokonya,"  


'Ya Tuhan Kak.lihat anak kita kak, Dia sangat narsis sekali entah mirip dengan siapa sifat narsis nya itu'  Batin Riri,


Riri memang beberapa kali dulu membawa Re mengunjugi makam Nisa. Namun saat itu Re belum mengerti,.  Dan sekarang Ren Sudah besar dan pintar, mudah mengerti dan memahami jika di jelaskan tentang sesuatu,


" Bunda..Abang pengen meluk Bunda boleh?."  Re memeluk Nisan  Bundanya dan mengelus nya,  " Abang sayang sama Bunda,juga sama Mami, Abang sayang bunda dan Mami, "  Ucap nya kemudian dengan wajah sendu nya, 


Setelah Re selesai menyapa dan juga memeluk batu Nisan Bunda nya, Kini 


Riri menaburkan kembang dan juga menyiram kan ari yang ia beli bersama kembang  khusus untuk ziarah makam itu,


Setelah mengirimkan untaian doa untuk mendiang Kakak nya itu,


"Kak kita pulang dulu ya, lain waktu Ririn Kesini lagi sama Abang,"


"Dadah Bun. Abang pulang dulu ya,muaah."  Re mengecup batu nisan Bunda nya sebelum berlalu meninggalkan makam itu, sembari melambaikan  tangan nya,


Bersambung…..


Jangan lupa like dan komen nya ya sayang-sayangku 🤗


Terima kasih semua yang udah dukung karya Othor, Othor doakan semoga kalian semua sehat dan murah rezeki Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2