
Bruk!!
prak.!!
"Auh..!,"
"Eh Adek nggak apa-apa? sini Kaka bantu berdiri,"
"Nggak apa-apa kak, Em..maaf ya kak Echa nggak sengaja tadi, jalan nya nggak liat-liat,".
Gadis kecil itu menagkupkan kedua tangan nya di depan dada, Dengan wajah bersalahnya,
"Nggak apa-apa Dek, Maafin kakak juga ya, Udah ngehalangin jalan kamu,"
"Em.. itu bekal nya jatoh," Menunjuk kotak bekal yang sudah jatoh dengan isi nya berserakan di lantai semen itu,
"Maaf kan Echa ya Kak. Echa..,"
" Nggak malasalah kok yuk kita duduk disana," Menunjuk sebuah bangku di bawah pohon mangga yang ada di halaman sekolah itu, "Adek mau makan juga kan?," Echa pun menggangguk mengiyakan, Nuna menuntun tangan Echa berjalan menuju bangku tersebut,
"Sini kakak bukain," Nuna menawarkan diri untuk membukakan tutup bekal milik Echa, Yang kesulitan saat ingin membukanya,
"Kak. mau mencoba bekal Echa?," Echa menyodorkan kotak bekal nya yang berisi dua buah roti sandwich milik nya yang di buat kan Maminya tadi pagi,
"Nggak usah Dek.kakak masih punya ini kok," Nuna menunjuk kan sebungkus roti yang ia beli di kantin tadi,
" Em..nama kakak siapa?," Tanya Echa sembari menggigit rotinya dengan gigitan penuh, Membuat pipi nya mengembung dengan lucu,
__ADS_1
Membuat Nuna tersenyum simpul melihat wajah lucu adik kelas nya itu,
"Oh iya. Sampe lupa mau kenalan, Kenalin nama kakak Aruna Daniela. adek bisa memanggilku dengan Nuna," Nuna menyodorkan tangan nya kehadapan Echa seraya menyebutkan nama lengkap nya,
Echa menaruh kembali rotinya kemudian melap tangan nya dengan tisue, Setelah itu ia menyambut tangan Nuna dan menyebutkan Nama lengkap nya,
"Nama aku Richcha Mutiaradewi, Panggilnya Echa saja," Balas Echa dengan senyum manis menggemas,
"Kak Nuna kelas enam ya?," Echa kembali bertanya ketika matanya menagkap bordiran lokasi yang menempel di lengan kanan seragam Nuna,
" Iya Dek. Sebentar lagi lulus," Jawab Nuna tersenyum manis,
"Wah... berarti kita bakalan nggak ketemu lagi dong , Kalau kak Nuna udah lulus," Echa berubah murung saat mengetahui jika kakak kelas nya yang baik dan ramah itu akan segera lulus,
" Hem.. jangan sedih dong.kan masih beberapa bulan lagi, " Nuna mengusap punggung Echa yang memasang wajah sedih itu,
"Apa nanti kita akan bertemu lagi jika kak Nuna telah lulus dari sini?,"
"Entahlah Dek, Jika Tuhan mengizinkan nya maka kita akan bertemu lagi di kemudian hari," Ucap Nuna tersenyum manis,"
...................
"Mami...Mami...!," Echa yang baru saja pulang sekolah iti kini bergegas turun dari mobil setelah di bantu oleh Lili yang membukakan pintunya,
Putri bungsu Arya itu segeara berlari mencari Maminya, Sambil berteriak memanggil sang Mami,
" Ada apa sayang? Kenapa Incces nya Oma ini teriak-teriak begini?,"
__ADS_1
Tanya Nyonya Ranti yang sedang bersantai di ruang keluarga itu kini beranjak menyambut Cucu yang baru saja pulang sekolah itu,
"Mami mana Oma?.kok nggak ada disini?,"
Tanya Echa setelah mencium pipi sang Oma.
"Ada. lagi di dapur tuh. Kek nya lagi buat puding karamel kwsuakaam Echa," Jelas nyonya Ranti tangan keriput mengelus surai hitam nan tebal milik cucu bungsunya itu,
" Wahh kesukaan akuu...!, Oma Echa mau nyamperin Mami dulu," Gadis kecil itupun segera berlalu dari dekapan sang Oma,
"Jangan lari-lari sayang, Nanti jatoh!!," Peringat Nyonya Ranti yang khawatir dengan tingkah pecicilan sang Cucu,
"Aman Omaa..!," Teriak Echa Membuat Nyonya Ranti menggelengkan kepalanya pasrah,"
" Non Echa memang sepeti itu Nyonya, Bukan hanya di rumah, Tapi di sekolah juga begitu," Jelas Lili yang baru saja masuk kedalam rumah dengan menenteng tas milik Echa yang ditinggalkan begutu saja,
"Iya kah? Ku pikir dia begitu hanya di rumah saja." Tukas Nyonya Ranti sembari berjalan menuju sofa yang ia duduki tadi,
" Iya Nyonya tadi siang aja pas jam istirahat Non Echa menabrak kakak kelas nya yang juga sedang istirahat, Sampe bekal kakak kelas nya itu terjatuh dan isinya berantakan," Lapor Lili kepada Nyonya Ranti.
"Ya Tuhan.terus orangnya nggak marah? ," Tanya Nyonya Ranti sedikit khawatir dengan Cucu nya itu, Kalau-kalau orang yang ia tabrak itu marah dan memukul nya,
" Orang nya nggak marak kok, Malah Non Echa di ajak duduk dan makan berdua di bawah pohon mangga," Jelas Lili yang pada saat kejadian tadi di sekolah ia melhat nya dari luar pagar,
"Was-was juga apa bila Nona nya kena pukul sama mutid lain , Sebab sang Nona yang tidak bisa berjalan dengan santai,
Ahh syukur lah kalau begitu. Anak itu memang terlalu aktif ," Ujar Nyonya Ranti seraya menarik nafasnya dengan panjang,
__ADS_1
Bersambung.....
Mohon maaf ya sayang lope2 Kalau up nya molor🙏