
Tok! tok! tok! " Nak Riri, Ada Papi nya Re di depan., Bi Nining mengetuk pintu kamar Riri yang baru saja selesai memandikan baby Re,
Waktu baru menunjuk kan pukul 8:30, Riri belum mandi, Setelah menerima telpon dari Arya jam 6 pagi tadi, Dirinya ikut tertidur kembali bersama Re, Dan baru 30 menit yang lalu dirinya bangun, Dan langsung membangunkan bayi nya itu dan memandika nya Terlebih dahulu, Setelah itu baru dirinya yang mandi,
" Iyaa Bu, Suruh masuk aja, Sebentar Aku masih pakein baju Re,"
Saut nya,
Setelah mendengar sahutan Riri, bi Nining kembali keluar untuk mempersilahkan Arya masuk dan menunggu di ruang tengah,
Sedang bi Nining kembali kedapur untuk menyiapkan sarapan,
" Ya ampun itu orang pagi banget ke sini nya, ". Riri mendumel demi mengingat perkataan Arya tadi pagi,
" Ayo baby, Pake baju nya, setelah itu sama Papi dulu ya, Mami mau mandi. Liat nih baju mami, ". Riri berkata seraya menunjuk baju nya yang basah karena ulah bayi montok itu yang tidak bisa diam, Saat di mandikan
" basah semua, Karena ulahmu ini, " Lanjut nya dengan tangan yang cekatan
Riri membalurkan minyak telon keseluruh badan Re, dan menotolkan bedak bayi kesemua badan nya, Sekilas Re terlihat seperti Kue mocci, yang lezat,
Setelah memakaikan baju kepd bayi montok itu, Kini Riri Meraup tubuh Re dalam gendongan nya dan membawan nya ke ruang tengah, Untuk di berikan kepada Sang Papi, Yang sudah Nengkreng manis di atas Sofa, dengan setelan rapih nya,
" Pagi-pagi sekali kasini mau ngapain coba, masih lama juga berangkat nya, " Riri menghampiri Arya, Dengan memasang muka sebal,
Riri yang pagi itu masih mengenak kan baju tidur nya, Sebuah stelan pyama polos tanpa lengan dengan celana pendek selutut warna merah, Sangat kontras dengan kulit nya yang putih, Kaki Riri sangat mulus dan ramping, Rambut nya ia kuncir asal, Terlihat sangat cantik di mata Arya yang memandang nya tanpa berkedip,
" Nih, Biar nggak bengong aja, Jagain baby, Aku mau mandi dulu, " Riri meletak kan baby Re ke pangkuan Arya begitu saja, sambil berlalu, Kemabli ke kamar,
Arya yang masih Terpesona, Oleh penampilan Riri pagi itu, Belum sadar jika di pangkuan nya sudah ada baby Re, Bahkan Riri yang sudah enyah dari hadapan nya sejak tadi,
" Pa-pi.. Mam " Re menarik-narik lengan Papi nya, Dan membuat Arya kaget, kapan Riri meletak kan Re di pangkuan nya,
Ya ampun Arya sampai membasuh wajah nya karena malu dengan dirinya sendiri, Bisa-bisanya dia tidak sadar saat Riri meletakkan Re di pangkuan nya,
" Re mau makan?, " Re mangganguk sebagai jawaban pertanyaan Papi nya, Arya mengedarkan pandangan nya kesekeliling ruangan, Mencari keberadaan bi Nining, Untuk meminta makanan khusus buat Re,
Riri keluar dengan memakai terusan warna tosca, ramputnya ia urai dengan sebuah jepitan kecil di sisi kanan nya, terlihat sangat manis di mata Arya,
" Pagi banget kesini nya, Mau ngapain.?, " Riri duduk di depan Arya dengan Phonsel di tangan nya,
" lagian kita kan Nisa ketemu di sana aja nanti, Aku udah janjian soal nya sama Kak Danis, Mau berangkat bareng, "
Riri berkata setahap menatap Arya dengan judes, Membuat Arya yang di tatap demikian, Meringis seraya menggaruk kepala nya,
__ADS_1
" Kan Aku udah bilang tadi pagi, kita berangkat bareng, Biar aja si itu berangkat sendiri, Nggak modal banget sih mau nebeng sama cewek, "
Arya berucap seraya membuang muka arah lain, Takut melihat tatapan tajam Riri padanya,
" Bukan nggak modal, Tapi memang Aku yang minta bareng, Pake mobil Aku, "
Riri mendegus, Setelah mengucapkan hal itu,
Bisa-bisanya, Papi Nye Re itu berkata begitu,
" Iya sama aja itu namanya Nggak modal, Ini Re dari tadi minta makan, Emang dia sudah bisa makan Nasi kah? atau bubur?, " Arya mengalihkan pembicaraan, Dengan bertanya tentang Re, Yang kini tengah asik mencabuti janggut Papa nya,
" Makan bubur Tim,. Ayo baby kita Sarapan dulu baru berangkat, ". Riri berdiri, Setelah selesai mengirim kan pesan kepada Kekasih nya Danis,
" Aku nggak di ajak nih?,. Aku juga belum sarapan loh!, " Arya memasang wajah memelas, Seperti Tidak makan selama beberapa bulan lama nya,
" Ck, Merepotkan saja, " Gerutu Riri sambil berlalu meninggalkan Arya yang menuntun baby Re berjalan menuju Ruang makan,
.
.
" Halo Kak!, Maaf ya kita nggak jadi berangkat bareng, Ini nih Papi nya Re ngotot banget, Pengen berangkat bareng Anak nya kata, ".
" Iyaa.., Kita ketemu di sana aja nanti, Oke bay!, "
" Mami kamu kalau ngomong sama yang lain lembut banget ya Re, Beda kalau ngomong sama Papi, Papi serasa mau di telan aja sama Mami kamu itu Nak, "
Arya menyindir Riri yang baru saja bertelponan dengan, Kekasih nya, Dengan suara lembut. dan sangat berbeda saat berbicara dengan nya yang selalu nya judes,
" Auhh!, Sakit Mami..!, "
Arya sukses mendapat cubitan di lengan nya, Atas ucapan nya barusan, Di iringi tatapan tajam Riri,
" Nggak usah nyindir! Nyetir aja yang bener biar kita nyampe dengan selamat, "
" Jangan dengerin omongan Papi kamu yang rese itu ya Baby!, " Lanjut Riri lagi,
" Re. Mami kamu galak banget sih sama Papi, Nggak seperti..."
" Cubit lagi nih! Lebih kencang, Mau? "
Arya tidak bisa melanjutkan kalimat nya,
__ADS_1
Kala Riri memotong nya dengan cepat,
Riri semakin melototkan bola matanya, Dan akan mencubit Arya kembali,
" Iyaa_iya Ri udah ah sakit tahu cubitan kamu itu, " Arya menangkap Tangan Riri yang akan mencubit nya kembali, Dengan tangan kiri nya yang bebas,
Arya merasakan dada nya berdebar, hanya karena reflek menangkap, Tangan Riri yang halus dan lembut,
Riri yang sadar dengan apa yang terjadi, Dengan kasar menarik tangan nya dari genggaman Arya, Dengan membuang muka ke arah luar,
Bi Nining yang duduk di jok tengah, hanya mengulum senyum, dengan tingkah Kedua anak manusia di depan kemudi itu,
.
Mobil Arya telah terparkir manis di halaman Rumah singgah yang luas itu.
Mereka datang berbarengan dengan rombongan Karyawan SDB. dan juga SDA
Arya baru saja hendak membuka pintu mobil nya, Dan berniat membuka kan pintu untuk Riri, Namun gelombang Suara yang membuat Hati nya Nyeri itu, Menghentikan gerakan tangan nya yang sudah menyentuh pintu mobil nya.
.
" Sayang_sini biar baby aku yang gendong, "
Aray menoleh kearah suara tersebut, dan pemandangan yang ada di hadapan nya, Semakin membuat nya sakit,
Riri dengan senyum manis yang mengembang, menyambut, Uluran tangan Danis setelah menyerah kan Re, Kepada pemuda itu,
Tanpa menoleh ke arah nya, Riri berjalan bergandengan tangan menuju pintu masuk Rumah singgah yang sudah di sambut dengan Anak-anak penghuni Rumah singgah tersebut, Dengan gembira.
Arya memegang dada nya yang nyeri, Dan semakin sesak, Sebuah perasaan sakit yang belum pernah dia rasakan selama ini, Di acuhkan, Aray memejamkan matanya, Sambil bergumam dalam hati,
"Nisa..Beginikah yang sering kamu rasakan,
Saat Aku dengan tega nya mengacuhkan mu.., Maafkan Aku..,"
.
.
bersambung....
Segini dulu ya jangan lupa like nya
__ADS_1
biar Othor makin semangat up nya 😂