
Maaf ya **telat Up nya🙏
Selamat membaca
Jangan lupa jejak-jejak nya yah🤗**
" Ayo Bu, Silahkan di pilih menu nya, Tuan Wiguna yang segaja duduk di sebelah Bi Nining menyodorkan buku menu Restoran itu, Tuan Wiguna memutuskan untuk makan siang dahulu sebelum pergi menuju taman bermain,
Beliau tidak mau karena asik bermain dan sampai melupakan urusan perut mereka nantinya,
" Bapak saja yang pesan, Saya ikut saja,"
Saut Bi Nining dengan suara lembut nya, Tanpa berani menoleh ke samping nya, Dimana Opa nya Re itu terasa sangat dekat dengan nya, bahkan saat berucap tadi hangat nafas nya terasa mengenai tengkuk nya,
ia khawatir jika menoleh maka wajah mereka akan bertemu, Nggak lucu kan, Aki-aki sama Nini-nini begitu di depan Umum,
" Wahh Nenek nya Re ini ternyata sangat pemalu ya," Tuan Wiguna terkekeh usai mengatakan itu, kemudian melambaikan tangan nya kepada pelayan, untuk memesan makanan,
Sedang Bi Nining Yang mendengar ucapan Tuan Wiguna wiguna hanya tersenyum kaku, dengan mengalihkan perhatian nya kepada Re yang tengah anteng menikmati kentang goreng di hadapan nya, Sesekali bayi yang sebentar lagi genap berusia dua tahun itu menyuapi Sang Nenek, Dengan tentang goreng milik nya,
Setelah menyebutkan pesanan nya kepada pelayang Resto itupun, Kini Menoleh kepada Kedua orang yang tengah asib mengunyah Kentang goreng,
" Cucu Opa pintar sekali, Opa nggak di siapin nih?," Tuan Wiguna menggoda Cucunnya yang terlihat senang. sekali saat Bi Nining menerima suapan nya,
Mendengar Perkataan Opa nya Re pun langsung menoleh masih dengan mengarahkan suapan nya akepada Bi Nining,
" Opa mau?" Tanya nya kemudian, Dengan wajah antusias,
" Iya, Opa juga mau di suapin sama Cucu Opa yang ganteng ini,"
Dan tanpa di duga, Re langsung mengarahkan kentang goreng ke pada Opa nya, membuat Bi Nining sangat terkejut,
Bagaimana ia tak terkejut, Re menyuapkan kentang goreng yang sudah di gigit nya tadi saat Re menyodorkan nya padanya, kentang goreng itu sudah ia gigit, dan kini tengah di arahkan ke pada Tuan Wiguna,
" Ya Ampun, Jangan yang Ini Cu, Ini kan udah bekas Nenek, Opa nya di ambil kan yang baru aja ya,"
__ADS_1
Bi Nining menahan tangan mungil Re,
Yang sudah mengarah ke mulut Opa nya, Bahkan Opa nya sudah membuka mulut nya siap menyantap Kentang goreng suapan sang Cucu kesayangan,
Namun tanpa di duga Tangan Tuan Wiguna dengan sengaja membantu mengarahkan tangan mungil Cucunnya, dan memasuk kan kentang goreng tersebut kedalam mulut nya,
" Hemm enak, Seperti ada manis-manis nya gitu," Tuan Wiguna terkekeh geli saat melihat raut terkejut Bi Nining,
" Pak, kenapa malah di makan, Itu bekas gigitan saya loh," Bi Nining benar-benar merasa tidak enak kepada Opa nya Re itu, bisa-bisa dia sesantai itu, Ya ampun,
" Kenapa memang nya?, Malah terasa sangat enak lagi, kek ada tambahan bumbu nya gitu," Canda Tuan Wiguna, dengan Terkekeh-kekeh Saat Bi Nining menampak kan wajah cemberut nya,
.
" Mas.., Jangan begini, Ruangan Aku ini nggak kedap suara, bisa malu aku kalau anak-anak denger suara yang Aneh-aneh nanti, Riri cemberut sebab Suaminya itu telah mencumbunya di atas Meja kerja nya,
Sore itu Arya menjemput Istri nya yang telah kembali dari SDA ke Ruko SDB, Namun Arya yang gabut karena menunggu Riri menyelesaikan pekerjaan nya, meras tak tahan dan mendatangi Istri nya itu, Dan mencumbunya,
Tak puas hanya menciumi pipi serta tengkuk sang Istri, Arya menggangkat Riri dan menduduka nya di atas meja kerja nya, dengan diri nya yang berdiri di antara kaki Riri yang menjuntai, Arya mencumbu Istrinya yang selalu membuat nya tak tahan itu,
Nafasnya sudah membutuh dengan, Ciuman nya sudah terasa semakin panas, Inti tubuh nya sudah mengeliat di bawah sana,
Dan Saat Riri mengatakan jika Ruangan nya itu, Tidak kedap Suara, Arya tersadar dari apa yang ia lakukan kepada Istri nya itu,
" Oke.. kita, lanjut nanti di Rumah," Ucap nya, Sebelah tangan nya mengusap Bibir Sexy yang sedikit bengkak karena ulah nya itu,
"Setelah ini kita pergi ke dokter ya, " Arya masih mendekap Riri di dada nya, ia ingin memastikan sesuatu, tentang istri nya itu,
" Ke dokter?, Mas sakit? Apanya yang sakit?," Riri yang berada di dekapan suaminya itupun segera menjauhkan dirinya, Saat mendengar kata dokter, Dari suaminya itu,
" Nggak sayang, Mas nggak sakit, Mas cuma ingin memastika sesuatu, Itu aja kok, Pokonya Maminya Re yang cantik ini Nurut aja, Ok.," Arya kembali memaangut Bibir ranum Istrinya dengan memejamkan matanya, Meresapi rasa yang sangat membuat nya candu itu,
.
" Bagaimana Dok?," Tanya Arya tak sabar, kepada Seorang Dokter parubaya yang tengah tekun memutar-mutar alat USG, Untuk mencari sesuatu yang ada di dalam Perut Pasian nya itu,
__ADS_1
" Nah ini dia, Masih sangat kecil, Usianya sudah 8 Minggu. sangat sehat ya, nggak ada masalah, Semuanya bagus," Tutur sang Dokter tersebut, dengan senyum ramah,
Arya yang mendengar Ucapan dokter itupun sangat bahagia, Dirinya akan menambah Anak, sekarang, Tuhan benar-benar sangat baik kepada nya,
Sedang Riri hanya terdiam entah apa yang ia pikirkan, Raut wajah nya tak menyiratkan bahagia Atau pun kecewa, Mendengar perkataan Dokter tersebut yang menyatakan dirinya Hamil, membuat pikiran nya melayang kemana-mana,
.
.
" Sayang, kamu kenapa?," Arya menghentikan mobil nya di bahu jalan, Tak jauh dari Rumah sakit yang baru saja mereka kunjungi,
Arya menggenggam tangan kanan Riri, Dan menatap nya lekat, Wajah Istri nya itu terlihat sedang memikirkan sesuatu yang berat,
" Sayang, Liat Mas," Tangan Arya membelai wajah Riri yang kini menatap nya dengan pupil mata yang sudah berkaca-kaca, Siap meluncurkan cairan bening itu,
" Sayang, hey ada apa? Kamu nggak seneng kalau kamu hamil?, Atau Mas ada melakukan kesalahan?," Arya menarik Riri kedalam pelukan nya setelah melepaskan seatbelt nya,
Riri yang masih setia bungkam itu kini telah meluncurkan air matanya, Sehingga membasahi kemeja Arya,
" Maafkan Mas sayang, Maafkan Mas," Hanya kata itu yang mampu Arya ucapkan, Saat mendengar suara tangis pilu Istrinya, Dia tak mengerti dengan perasaan Yang di rasakan Istrinya saat ini,
" Aku takut Mas, Aku takut kalau..kalau aku nanti kurang memperhatikan baby, Setelah kehamilanku ini, Baby masih kecil Mas, " Riri membuka suaranya setelah sekian lama menangis di dada Suaminya,
" Mas tahu?, Aku jadi teringat dengan Kak Nisa, Waktu hamil Baby,"
Deg!
Nafas Arya mendadak sesak, Dada nya bagai di hantam benda yang sangat besar yang mengoyak ulu hatinya, Saat mendengar Riri menyebut Nama Nisa,
.
Bersambung,
.jangan lupa like nya ya bestie 🤗
__ADS_1