
Hari-hari berikut nya Arya menjalani nya dengan kurang semangat, hatinya galau,
Cemburu Semua bercampur menjadi satu, dan membuat nya uring-uringan dalam menjalani keseharian nya,
Kepala nya di penuhi oleh Riri.Riri dan Riri,
Bagaimana tidak, Sepanjang acara itu berlangsung Lelaki yang bernama Danis itu, Terus saja menempeli Riri, Bahkan Renyang tidak mau di gendong oleh nya saat itu,
Dengan tangan yang tak lepas memegang tangan halus Riri, Membuat Papi nya Re itu semakin panas, Hingga Arya melampiaskan amarah nya tersebut kepada makanan yang ada di hadapan nya,
Arya Memakan semua makan yang ada di hadapan nya, Seperti orang kelaparan,
Fikri yang duduk di sebelah nya sampai terbengong melihat Papi dari Big bos nya itu makan dengan rakus nya, Seperti orang tidak pernah makan selama bertahun-tahun,
.
"Haah.., " Arya mendesa kasar kala ingatan nya Tentang Kemesraan Riri dan Danis, Kembali melintas di benak nya,
" Bos, apa ada sesuatu, " Dimas memnoleh Arya yang tengah mengurut pangkal hidung nya, Khawatir jika terjadi sesuatu dengan bos nya itu,
" Nggak ada, Kita makan siang di mana?, " Arya menjawab pertanyaan Dimas dengan kembali bertanya pula,
" Di Resto, Yang ada di Mall pusat, Mereka yang memilih tempat nya, Apa mau ganti tempat?, "
" Tidak usah, Lanjut aja, " Arya melempar pandangan nya keluar jendela
mobil,
Arya tengah berada di dalam mobil bersama Dimas, Mereka ada pertemuan dengan Rekan bisnis yang akan memperpanjang kerja sama, mereka memilih bertemu sekalian makan siang bersama, Yang berlokasi di salah satu Resto terkenal yang berada di Sebuah Mall di pusat kota tersebut,
.
" Kak Danis, Kita makan dimana?, " Riri berkata dengan mengedarkan pandagan nya di jejeran Resto yang berada di lantai 3 Mall besar tersebut, Dengan Re yang berada dalam gendongan Lelaki ganteng tersebut,
" Kamu lagi pengen makan apa?, Aku ikut aja , " Danis tersenyum memandang kekasih hati nya itu, Seraya mengelus kepala Riri menggunakan tangan kanan nya yang bebas,
Riri tersenyum bahagia mendapatkan perlakuan hangat dari kekasih nya itu,
Sekilas mereka terlihat seperti Keluarga kecil yang bahagia,
" Ya udah kita makan disini aja ya, " Riri menunjuk pada Resto yang cukup terkenal yang berada di tengah-tengah jajaran stand makanan lain nya,
__ADS_1
" Oke yuk Aku sudah paper ini, " Riri berjalan dengan menggandeng lengan Danis, Setelah lelaki itu mengganguk setuju dengan pilihan Riri, Mereka tidak tahu jika sedari tadi sepasang mata Tengah memperhatikan Mereka dengan mata yang sudah memerah,
" Bos, " Dimas terpaksa menegur Atasan nya itu, sebab sedari tadi Rekan bisnis mereka berbicara panjang lebar, Namun Arya malah tidak merespon sama sekali,
Dimas meringis sambil menoleh ke Tiga orang yang baru saja masuk dan duduk tak jauh dari Meja mereka, Dan pusat pandangan Arya tak bisa berpaling dari ketiga orang tersebut,
" Bos, " Dimas kembali menyadarkan Arya, kali ini Dimas menepuk pundak Arya, Agar Bos nya itu sadar, Jika Rekan bisnis mereka sejak tadi telah berbicara panjang lebar,
" Oh maaf, Sampai di mana pembicaraan kita tadi, " Arya berkata dengan sesekali melirik ke arah meja Riri dan Danis,
Dimas hanya menghela nafas dengan kasar, Melihat kelakuan Bos nya itu,
.
" Dim, Kamu temani mereka ke keluar, Aku masih ada urusan, mana kunci mobil nya?, Kamu balik naik Taxi aja, " Arya berbisik di telinga Dimas, Dengan menadahkan tangan nya meminta kunci mobil,
" Tapi Bos. Masa Bos tega nyuruh aku balik naik Taxi!, "
" Udah, Kamu nggak usah banyak protes buruan! " Dimas terpaksa memberika kunci mobil nya dan segera mengiring Rekan bisnis mereka keluar Resto, " Huh dasar Bos nggak ada ahlak, "
Dimas menggerutu dalam hati sepanjang jalan keluar Resto,
Sedang Arya masih mengamati Riri dan Danis yang tengah asik menyantap makanan mereka, Dengan Re yang duduk di kursi khusus untuk bayi,
Tak lama pandagan nya menagkap Riri yang bangkit dari duduk nya, Dan pergi menuju toilet, Dengan tergesa Arya menyusul nya, dan menunggu nya di depan pintu toilet wanita, Siang itu toilet agak sepi, hanya beberapa orang saja yang lewat,
Setelah menunggu beberapa menit, Riri keluar dari Toilet dan kaget melihat Arya berdiri di hadapan nya, Dengan mata merah serta nafas kempang kempis, menahan sesuatu yang ingin meledak,
" Ehh Papi nya Re, Ngapain disini?, Mau ke toilet juga?, Tuh di sebelah sana,. " Riri berucap seraya menunjuk toilet Pria, Yang tak jauh dari tempat mereka berdiri,
Sedang Arya hanya diam memandang Riri yang berucap di hadapan nya, Tanpa menghiraukan pertanyaan Yang Riri lontarkan pada nya,
Riri yang hendak berjalan melewati Arya, Seketika mematung, Ketika merasakan sebuah Lengan Kokoh yang melingkar di perut nya,
" Aku sudah bilang waktu itu sama kamu, Kalau Aku sayang sama kamu, Tolong pertimbangkan Aku Ri, Aku mohon!, "
Suara Arya bergetar menahan sesak di dada nya,
Setelah kepulangan mereka, seusai Acara waktu itu, Arya mengutarakan perasaan nya. Namun alih-alih mendapat respon yang yang menyenangkan dari Riri,
Dirinya harus menelan kekecewaan, Saat Riri Tertawa terbahak-bahak, Kala mendengar pengakuan Arya waktu itu,
__ADS_1
Riri mengganggap jika Dirinya sedang bergurau malam itu,Dan tak menaggapi nya dengan serius,
" Lepas ih, " Riri berusaha melepaskan tautan tangan Arya yang melingkar erat di perut nya,
" Nggak!, Aku nggak mau lepas, Sebelum kamu menjawab pernyataan cintaku waktu,
Riri menghela Nafas nya kesal, " Begini ya Papi nya Re, Aku itu punya pacar, dan pacar aku itu sekarang lagi nunggu aku, Jadi tolong lepasin tangan nya, Nanti Re Nangis kalau kelamaan aku ke toilet nya, "
" Jawab dulu Ri " Arya menyandarkan kepalanya di punggung Riri, dengan. sedikit menunduk, Menghirup wangi tubuh Riri yang bercampur parfum. membuat nya nyaman. Arya Suka dengan Aroma Yang mengguar dari Tubuh Riri,
" Harus berapa kali sih aku bilang nya, Aku nggak bisa, Dan Aku juga nggak suka sama kamu, ". Riri menghentak tangan Arya dengan kasar, Dan lilitan tangan Arya berhasil terlepas,
Riri membalik kan badan nya memandang Arya, Yang menampak kan wajah muram,
" Aku nggak suka sama kamu, Sampai kapan pun itu, Aku mau bertemu sama kamu juga itu karena Re, Karena kamu adalah Papi nya Re,
Ingat itu, "
Riri berlalu setelah mengatakan hal itu, Tanpa menoleh sedikitpun ke belakang nya,
" Aku nggak akan menyerah! Aku akan mengejarmu Ri, Akan aku buktikan kesungguhan ku Sayang, "
Setitik air mata jatuh di kedua sudut mata nya, Arya menghapus nya dengan ujung jarinya,
.
.
Bersambung.....
segitu dulu ya bestie 🤗
jangan lupa like dan komen nya ya reader
tersayang,
ramaikan juga karya Othor Yang lain ya
yang berjudul **Suami Lumpuhku, Suamiku Sayang
makasihh 🌹😘
__ADS_1
Love you all 😘😘😘**