PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Pria Licik


__ADS_3

* Mohon maaf atas keterlambatan up nya ya bestie 🤗 silahkan membaca,


semoga dapat menghibur para reader semua nya🙏 *


"Nah itu Mami nya udah datang! " Danis menunjuk Riri yang baru saja muncul dari belakang, Sedari tadi baby Re terus saja menanyakan Mami nya,


" Mami...". Re merentangkan kedua tangan nya ingin di gendong


"Iya sayang, maaf ya! Mami lama, " Riri mengelus kepala Re, Bayi montok itu kemudian kembali tenang dan memakan biscuit nya, Dengan tekun,


" Setelah ini kita kemana? Kerumah Aku mau?, Kebetulan Orang tua aku baru pulang dari luar kota, " Danis berkata dengan memandang Riri, yang duduk di depan nya,


" Ak..."


" Hay Anak Papa, Lagi disini juga ternyata, "


Arya memotong perkataan Riri dengan cepat,


dan duduk di sebelah Re, Yang kegirangan kala melihat Papi nya itu,


" Boleh kan Aku gabung sama kalian disini?


Tadi ada pertemuan juga sama relasi, Dan nggak sengaja melihat Re disini, "


Riri menatap sebal kepada Arya, Pintar sekali bersandiwara, Manusia satu ini, Dan bisa-bisanya seenak udel nya aja, Main duduk tanpa di persilahkan,


" Em.. Bo..boleh mas, Silahkan " Danis meringis, sambil melirik Riri. Yang melengos setelah melirik Arya,


" Papi. Ndong. " Re menjulurkan kedua Tangan nya, Dan di sambut antusias oleh sang Papi,


" Ah sini sayang sama Papi, " Arya berucap sambil melirik Riri yang membuang pandagan nya ke arah lain,


Danis hanya memperhatika mereka, dalam diam, Riri yang diam saja dan terus membuang pandangan nya ke arah lain, Serta Arya yang mencuri-curi pandang ke pada Riri,


" Apakah mereka ada sesuatu yang aku ngak tahu.? " Danis membatin, Kemudian dengan segera menggelengkan kepala nya, kala tersadar dengan pikiran ngawur nya, Tidak mungkin Riri mau sama laki-laki yang suda pernah menorehkan luka terhadap mendiang Kakak nya itu kan,


" Re mau ikut Papi Nggak? Kita jalan-jalan, " Arya mengajak Re berbicara, walaupun bayi satu tahun itu belum bisa menjawab setiap perkataan nya, Dan hanya mengoceh yang tak di mengerti oleh nya,


" Kalian kalau mau jalan-jalan dulu silahkan! Aku mau bawa Re kekantor, sekalian ketemu Opa nya disana,

__ADS_1


Arya memandang Riri dengan Sendu, Namun berbeda Dengan Riri yang justru memandangnya dengan tatapan tak suka,


" Nggak. Re akan ikut aku pulang, Ayo baby, "


Riri menjunlurkan tangan nya hendak menggendong Re, Namun bayi ganteng itu menolak nya, Dengan berpegangan kepada Papi nya dengan kuat, Re menolak nya,


Riri menghembuskan Nafas nya dengan kasar, Memandang pada Kekasih nya Danis,


Danis hanya tersenyum kecil kepada kekasih nya itu,


" Ya udah kamu ikut baby aja, Lain kali aja kita ke rumahku ya, Ketemu sama mama, "


Danis mengelus Rambut Riri yang berdiri di sebelah nya,


Dan hal itu membuat Arya semakin sakit, Apalagi Riri selalu melemparkan senyuman hangat nya kepada lelaki ganteng yang ada di hadapan nya itu,


" Tapi Kak, Masa Kak Danis pulang sendiri, Akukan nggak enak jadinya, " Riri berkata dengan Nada merengek kepada Danis,


" Baby, Ayo kita pulang bareng Om Danis ya! "


Riri kembali merayu Re, Supaya mau ikut dengan nya, Namun alih-alih mau, Bayi montok itu malah semakin kencang memeluk leher Arya,


Arya menatap Riri penuh kemenangan.


" Hem jagoan Papi mau ketemu Opa ya! Yuk! Kita samperin Opa nya, di kantor, " Arya berjalan meninggalkan Riri dan Danis, Dia tahu jika Riri tidak akan membiarkan Re pergi tanpa nya, Dengan senyum miring Arya berjalan keluar Resto sambil menciumi pipi Anak nya yang telah membantu nya itu,


Membantunya dalam menakluk kan Mami nya, Semoga saja, Aray terpaksa menggunakan Anak nya, untuk mendapatkan Riri, Licik memang, Tapi mau bagaimana lagi


Hanya itu satu-satunya cara agar Riri mau dekat dengan nya,


Dan benar saja Riri kini terlihat mengekori Dirinya dengan tergesa-gesa, Takut jika tertinggal, Arya semakin lebar menarik senyum nya, Yang dia sembunyikan di balik punggung Re yang berada di gendongan nya,


.


" Re, Maminya bilangin jangan cemberut terus dong muka nya, Papi makingemes liat nya, Jadi pengen.."


" Nggak usah banyak ngomong, diam aja, "


Riri memotong Kata-kata Arya dengan ketus, Sedang baby Re hanya tertawa dengan Riang kala Arya menggelitik perut nya dengan tangan kiri nya yang bebas dari kemudi,

__ADS_1


" Judes banget si Ri sama aku, Beda banget kalau sama si itu, Ngomong nya kalem, ngak judes gini, "


" Aku kek gini juga itu ada alasan nya, Dan Aku nggak perlu nyebutin nya kan? Kamu tahu kesalahan apa yang kamu lakukan di masa lalu, " ucap Riri dengan dada yang bergemuruh sesak ketika, Dirinya kembali mengingat Mendiang Kakak kesayangan nya,


Sedang Arya tercenung mendengar perkataan Riri, Semua itu benar adanya, Dirinya yang brengsek, Yang tega menelantar kan istri nya sendiri,


" Maaf kan Aku Ri! Aku Memang lelaki brengsek, Aku menyesal telah melakukan semua itu, Aku ingin memperbaiki semua nya, Dan dengan bersama mu dan juga Re, Aku ingin menebus rasa bersalahku kepada Nisa, Aku tulus mencintaimu Riri,


Suara Arya bergetar kala mengatakan semua itu, dengan dada yang kian sesak semakin membuat nya sakit,


" Aku tulus ingin membahagiakan kamu dan juga Re, Aku mohon Ri beri aku kesempatan Sekali lagi, Untuk membuktika jika aku sungguh-sungguh mencintaimu dan juga Re, "


Riri hanya terdiam tanpa kita, dengan melemparkan pandangan nya kearah luar,


.


.


Sepanjang perjalanan itu mereka hanya sama-sama Terdiam, Hingga akhirnya mereka tiba di Kantor Arya,


Dengan tangan kirinya Arya menggendong baby Re, Sedang tangan kanan nya meraih tangan Riri, Menggenggam nya dengan kuat sebab Riri yang terlihat menolak nya, dengan berusaha melepaskan pegangan, Tangan Arya,


" Lepas ih! " Riri berkata seraya melototkan mata tajam nya ke arah Arya yang hanya memandang lurus kedepan,


Mereka berjalan memasuki loby, Riri masih berusaha melepaskan tangan nya dari pegangan Arya,


" Lepas Aku bilang! " Wajah Riri sudah memerah, menahan marah, Namun Arya tetap tak melepaskan tautan tangan nya,


" Diam lah! Sebelum aku mencium mu disini, supaya semua orang tahu Jika Mami nya Re ini adalah Nyonya Arya Wiguna, " Arya berbisik di telinga Riri, kala wanita bar-bar itu hendak menendang kaki nya saat mereka berdiri di depan Lift.


Membuat Riri menurunkan kaki nya yang sudah terangkat, Siap mendarat di tulang kering Arya,


" Dasar pria tua licik, " Dumel Riri dalam hati,


.


. Bersambung...


Jangan lupa like dan komen nya ya bestie 🤗

__ADS_1


Mohon maaf bila banyak Typo nya 🙏


love you all 🌹😘😘


__ADS_2