PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
berbagi kamar


__ADS_3

"bu.ayah mana.? " tanya Nisa yang menyongsong kedatangan ibu dan adiknya. sambil


celingukan.mencari sosok sang ayah.


Nisa memeluk ibunya dengan erat.


"ibuu.. kangen." ucap nya sambil bergelayut.


manja di lengan ibunya.


wajar saja.sebab setelah akad Nikah tempo hari.Nisa belum perna berkunjung ke rumah orang.tuanya.


ia juga tidak ke toko.ada Rina yang ia percayai untuk mengurus semua nya.


Nisa hanya memeriksa lewat email yang di kirim kan Rina pada nya.


" kak Nisa kangen juga.." pekik sari tak kalah heboh.


membuat nyonya Ranti melengos tak suka.


" huh lebay sekali." dumel nya namun masih bisa di dengar oleh Nisa. ibu dan adik nya.


bu Tuti dan sari hanya saling pandang.dengan perasaan yang entah.


Nisa yang merasa tidak enakpun segera mengalihkan nya dengan.menanyakan


keberadaan sang Ayah yang tak kunjung nongol itu.


"Ayah di mana bu.? "


" oh itu di luar sedang berbincang dengan mertuamu."


jawab ibu. sambil melirik besan nya yang sedang duduk di Sofa. ruang keluarga itu.


"apa kabar Nyonya Ranti." sapa ibu.dengan ramah serta senyum yang terukir tulus.


Namun yang disapa malah sebalik nya.


jangan kan meyambut sapaan ibu dengan


ramah.senyum pun tak tersuguh di wajah yang terukir kesombongan dan keangkuhan itu.


Definisi orang kaya yang memandang.kalangan bawah.dengan sebelah mata.


"tentu saja kabar saya baik.tidak seperti kalian. orang Susah.." tukas nya dengan angkuh.


mendengar jawaban menghina dari besan nya itu. bu Tuti beralih memandang sang Anak.

__ADS_1


dengan tatapan.bertanya."apa kamu baik.baik saja nak?."


Nisa yang paham akan arti tatapan ibunya pun langsung menganguk pelan.


menandakan bahwa ia baik.baik saja.


tak ingin ibunya merasa khawatir.


akan Nasib nya.saat ini.biarlah ia menyimpan nya sendiri.


tak perlu orang lain tahu. termasuk kedua orang tuanya.


"ayo bu duduk." ajak Nisa mengiring ibu dan adik nya untuk duduk di sofa.


masih di ruangan yang sama dengan nyonya Ranti.


di halaman luar tepat nya di teras. ayah Faisal sedang berbincang.dengan besan dan juga menantunya Tuan wiguna.dan Arya.


mereka membicarakan banyak hal.termasuk.


kode yang di berikan Tuan wiguna untuk sang putra. agar segera memberinya cucu.


dan di sambut. dengan antusias oleh ayah Faisal.


tentu saja. sejak lama beliau suda.mengiginkan akan hadir nya seorang cucu.seperti. teman.teman nya yang lain


dan sekarang putri sulung nya sudah menikah.yang tentu sajan ia sangat mengharapkan seorang cucu.


apalagi di usianya yang sudah semkin senja ini.


kini Nisa dan Arya tengah mengantarkan orang tua mereka.sampai ke teras. untuk pulang. ke rumh masing.masing.


"jaga kesehatan ya bu.Ayah." ucap Nisa


sambil memeluk kedua orang tuan nya.


"jaga ayah juga ibu ya dek." lanjut Nisa lagi kepada sang adik.sambil memeluk nya sayang.


"beres kak." jawab nya dengan membulatkan jari nya membentuk hurus Ok.


Nyonya Ranti.juga Arya hanya memutar bola mata dengan malas.


melihat.Nisa yang lebay menurut mereka.


Tak lama taxi online pun tiba


ke dua orang tua Nisa.serta sari sang adik segera masuk ke dalam taxy.

__ADS_1


dan berlalu dari hadapan Nisa.di susul kedua mertuanya. yang hendak menaiki mobil mewah nya.


Nisa pun menciun tangan kedua mertua nya.


Hati.hati di jalan ya pah Nyo.maksud nya mah." tukas Nisa terbata.bata saat


memanggil Nyonya Ranti dengan sebutan mama.seperti permintaan papa mertua nya


yang di jawab dengan anggukan kepala.oleh Tuan wiguna.sementara Nyonya Ranti hanya melegos.sambil berlalu mauk kedalam mobil.


mendahului sang suami.


"Ar. ingat pesan papa tadi. dan berusaha lah


menjalani. semua nya seperti semesti nya.


jangan lupa. mata papa ada di mana.mana."


peringat nya kepada sang putra semata wayang nya itu.


"iya pah." saut nya pendek. terkesan malas


" mas.. " panggil Nisa. sesaat setelah mereka memasuki Rumah.


"hem."


"apa kita akan satu kamar?." tanya nya takut.takut.


sejenak Arya menghentkan langkah nya.


" apa kamu sebegitu ingin nya kah untuk sekamar dengan ku?" sarkas nya.


" sudah tak sabar Rupanya ingin ku tiduri.heh." lanjut nya dengan sinis.


Nisa tercengang mendengar kata.kata.yang di lontar kan Arya.padanya.


" bukan begitu maksud aku mas. mas Arya jangan salah paham dulu." ujar Nisa.


"jangan mengharap kan yang bukan hak mu.ingat itu." lanjut nya lagi. sambil berlalu


meninggal kan Nisa yang masih tercenung dengan kata.kata Arya berusan.


bersambung..


mohon like dan komen ya yak.


yang mo ngasi bunga juga boleh ๐Ÿ˜…

__ADS_1


Trims๐Ÿ™


__ADS_2