PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Berita duka


__ADS_3

Restie masih terbengong dengan kejadian mengejutkan yang menerjang dirinya secepat kilat itu, Dirinya masih memegang kepala nya yang nyerih,Akibat jambakan Riri yang sangat kuat, Sialan!


Perlahan dia bangun dari Jatuh nya, Dengan menoleh ke kiri dan kanan, Untung sepi jadi dia tidak terlalu malu,


Berjalan dengan memegang kepalanya yang nyerih, "Gila makan apaan itu orang kenapa tenaga nya kek kuda," Restie menggerutu sepanjang jalan lorong rumah sakit, menuju mobil nya,


"Kak Nisa..!" Riri berlari menghampiri sang Kakak, dengan penuh kekhawatiran,


Riri yang panik kala melihat sang Kakak, yang seperti susah bernafas itu, Dengan segera memencet bel guna memanggil Dokter,


Baby Re tiba-tiba saja menangis dengan kencang, Riri dengan segera menggagkat Bayi gempur itu dari box nya, Dan menimang nya dengan raut panik,


Tak lama Dokter datang dan segera memeriksa keadaan Nisa yang kesulitan mengatur pernafasan nya,


Riri yang menunggu di pojok ruangan itu pun menitihkan air matanya, Masih dengan menimang Baby Re,


Setelah beberapa saat kemudian kondisi Nisa kembali Normal dengan di pasang nya selang Oksigen di hidung Nisa guna melancarkan pernafasan nya,


Riri berucap Syukur akan hal itu, untung saja dia cepat kembali jika tidak.. entah apa yang akan terjadi dengan Kakak nya itu,


Dirinya berjanji setelah kakanya keluar dari Rumah sakit dia knmencari tahu siapa wanita gila yang menyerang Kakak nya itu,


Sambil mengecup pelan pipi gembul Baby Re,Riri berjalan menghampiri Nisa,


Nisa menoleh dengan lelehan air mata,


Dokter telah berlalu dari ruangan itu beberapa menit yang lalu,


"Dek..," Nisa mencoba membuka mulut nya memanggil Riri, Walau dengan susah payah,


"Udah kak jangan di paksa ngomong dulu, Nanti saja jika keadaan kakak sudah lebih baik,


Ucap Riri sambil meletak kan kembali Baby Re kedalam box nya,


Bayi merah itu kini kembali terlelap, Setelah keadaan sang Bunda kembali membaik,


Riri menghapus air mata sang Kakak yang menetes di pipi nya, dengan lembut,

__ADS_1


Arya yang baru saja pulang dari kantor sore itu, Kini tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit, Setelah membersihkan dirinya terlebih dahulu, Rasa rindu terhadap dua orang yang ia cintai itu kini semakin membuncah,


Arya sudah tak Sabar ingin menggendong sang buah hati,


Sore itu keadaan Nisa semakin membaik, selang Oksigen pun telah di lepas perawat , Beberapa jam yang lalu, Dari hidung nya,


Dan kini sedang menyusui Baby Re,


Tiba-tiba Phonsel Nisa yang berada di atas Nakas dekat ranjang Nya berdering,


Sedang Riri tengah membersihkan Dirinya di kamar mandi ruang inap tersebut,


Nisa yang kesulitan saat ingin menggapai Phonsel,


Yang tengah meraung-raung itu,


Dengan perlahan Nisa meletak kan Baby Re di samping nya, kemudian Nisa menggeser tubuh nya, Dan menggapai Benda pipih itu, Yang kini telah meredup tanda panggilan berakhir tanpa sempat di jawab,


Nisa menyentuh layar Phonsel nya dan melihat jika 3 panggilan masuk tak terjawab, Dari nomor luar,


"Apakah dari Ayah dan ibu!" Gumam nya dengan semangat, Nisa menggeser tombol hijau yang ada di layar Phonsel nya dan menempelkan nya di telinga, tak sabar ingin mengabari Kedua orang tua nya tentang kelahiran Cucu pertama mereka yang sudah lama mereka Nanti-nanti kan,


"Halo.."


"Iya betul saya putri nya"


Jantung Nisa seketika berhenti berdetak demi mendengar kabar dari Tanah Suci tentang kedua Orang tua nya,


Nafas nya kembali tersenggal-senggal, di saat itu pula Riri yang baru saja keluar dari kamar mandi, Seketika berlari menghampiri Nisa,


" Ya Tuhan kak Nisa kenapa?" tanya nya dengn panik,


Nisa yang tak bisa menjawab pertanyaan Riri hanya menyodorkan Phonsel di tangan nya,


Riri langsung menerima Phonsel tersebut dan menempel kan nya di telinga nya,


Badan nya seketika kaku, setelah mendengar penjelasan dari sebrang sana, Dilirik nya sang Kakak yang ternyata sudah tak sadarkan diri itu,

__ADS_1


" Riri segera mengakhiri sambungan telpon tersebut dengan mengatakan akan segera menghubungi kembali, Setelah beberapa saat nanti,


Dengan cepat Riri menekan tombol darurat demi memanggil Dokter, Tak lama beberapa Dokter dan perawat datang,


"Dokter Tolong kakak saya Dok! Dia pingsan!" Ucap Riri dengan Tangis pilu nya,


Nisa segera di bawa oleh perawat yang mendorong nya dengan Brangkar menuju Ruang ICU,


Arya yang baru saja sampai di depan pintu ruang rawat itu seketika tubuh nya mematung, Saat melihat Nisa yang tak sadar kan diri, Tengah di dorong oleh beberapa perawat,


"Maaf Dokter Istri saya kenapa?," Tanya nya dengan raut panik,


" Istri Anda Tidak sadarkan Diri pak, Kami akan membawanya ke ruang ICU, Guna melakukan tindakan lebih lanjut, Perminsi, ucap dokter tersebut ikut berlari menyusul Brangkar Nisa,


Arya yang Syok pun ikut berlari menyusul Sang istri menuju ruang ICU,


Sedang Riri tengah mengis tersedu-sedu di dalam kamar inap tersebut dengan mendekap erat tubuh Baby Re,


"Ya Allah semoga Kak Nisa Baik-baik saja, Ayah..! Ibu...! Menggapa kalian meninggalkan kami seorang diri disini.. hick...hick..." Batinya menjerit dengan badan bergetar menangis sesegukan,


Riri berdiri dengan masih mendekap tubuh Baby Re, berjalan keluar menuju Ruang ICU,


Dari kejauhan dia melihat Arya yang mondar mandir di depan Ruang ICU itu,


"Ya Allah selamatkan lah Kak Nisa..!, Hanya tinggal dirinyalah kelurga ku satu-satunya di. dunia ini,"


bersambung......


udah 2 Bab ya bestie lanjut besok lagi,


Othor Ngantuk Oy! ๐Ÿ˜‚


jangan luka like nya ya bestie๐Ÿค—๐Ÿ˜


Maafkan bila banyak Typo nya ๐Ÿ™


Love you all๐ŸŒน๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2