PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Nuna yang malang


__ADS_3

Hari hari terus berjalan seperti biasanya, Semua orang melakukan kegiatan dan aktifitas nya masing-masing,


Begitu juga dengan gadis belia itu, Sejak pagi-pagi sekali dia sudah bangun,


Tinggal bersama pengasuh nya hanya berdua saja tanpa sanak saudara, Membuat gadis kecil itu sangat mandiri, Dia telah bertekad dalam hatinya, Jika ia tidak akan selalu merepotkan Mba Dian,


Baginya kesediaan mba Dian untuk mengasuh nya kembali itu adalah sesuatu yang sangat ia syukuri,


Dirinya telah nyaman dengan mba Dian, Karena sejak ia lahir kedunia ini, Mba Dian lah yang membantu Mommy nya untuk merawatnya,


Nuna sudah terbiasa bangun pagi, sejak ia di bawa oleh Daddy nya ke LN. dan tinggal di rumah mewah milik Oma nya,


Oma yang tidak pernah menggangap nya ada, bahkan memandang nya saja tidak sudi, Seakan-akan dirinya adalah sebuah kotoran yang tidak layak walau hanya di pandang saja,


Nuna tidak di manja sama sekali, Sebagaimana semestinya seorang Nenek kepada Cucu nya, Dirinya di tempatkan bersama para pelayan dan tidur di salah satu kamar pelayan senior saat ia baru saja menginjakan kakinya di negara itu,


Sedang sang Daddy saat itu tidak bisa berbuat apa-apa, Saat mereka pergi ke LN Daddy nya dalam keadaan tidak baik-baik saja, Bahkan Daddy nya sampai masuk RS dan di vonis oleh dokter jika salah satu ginjalnya rusak dan tidak berfungsi lagi, Sehingga mau tidak mau Daddy nya harus melakukan operasi saat itu,


Nuna kecil yang tidak tahu apa-apa itu terlantar di rumah mewah itu, Nuna kecil terus saja menjadi sasaran kemarahan Wanita yang seharusnya ia panggil Oma, Nuna kecil hanya bisa menangis saat di bentak dan caci maki oleh wanita itu,


Dan sejak saat itu Nuna mulai tidak terurus, Sebab semua pelayan di sana juga cenderung tidak perduli padanya,


Lama kelamaan seiring berjalan nya waktu, Nuna pun akhirnya sudah mulai terbiasa dengan perlakuan dan perkataan kasar keluarga Daddy nya itu,


Nuna bisa mengurus dirinya sendiri, Seperti mandi. makan tanpa di suapin oleh pelayan,


"Non Nuna.. Non..!, " Suara Dian yang memanggil nya dari luar kamar nya itu sukses membuat Lamunan Nuna buyar,


"Iya Mba.. bentar lagi Nuna siap, "


Setelah menyahuti panggilan Mba Dian, Nuna segera mengundurkan rambut panjang nya dengan rapih,


Kemudian ia meraih tas sekolah nya dan menggemdong nya keluar kamar, Dimana mba Dian sudah menunggunya di meja makan sederhana yang hanya ada dua kursi saja.


"Pagi mba Dian, Masak apa nih pagi ini. sepertinya sangat enak, " Ucap Nuna saat ia baru saja menduduk kan dirinya di kursi yang erhadapan dengan Dian,

__ADS_1


"Hem.. masak yang special dong, Hayo tebak hari ini hari apa?," Tanya Dian sambil tersenyum kepada Nuna,


"Hari ini.? hari ini ya hari senin lah mba Dian, Masa mba dia lupa sama hari, " Nuna terkekeh saat mengatakan hal itu,


Membuat Dian terdiam sejenak, Dian berpikir apakah Nuna beneran lupa atau hanya tidak ingin mengingat nya?,


"Non.. Non Nuna beneran nggak ingat jhari ini hari apa?, " Tanya ulang Dian, dan dijawab celengan kepala oleh gadis belia itu,


Dian pun menghela nafas nya dengan pelan, Kemudian ia kembali menatap gadis malang itu,


"Non.. hari ini Non ulang tahun, " Dian menjeda kalimatnya sejenak, Demi menelisik raut wajah gadis itu,


Nuna yang mendengar perkataan Dian itupun sedikit terhenyak, Kapan ia terakhir mengingat hari ulang tahun nya,


Sepertinya sudah sangat lama, Dalam ingatan ia hanya pernah meniup lilin dengan Angka 5, Ingatan itupun sudah sangat samar dan cenderung tenggelam dengan kepedihan yang ia rasakan selama ini, Lebih tepat nya setelah kepergian Mommy nya,


"Hari ini mba sengaja masak makanan kesukaan Non Nuna, Selamat ulang tahun ya Non, Semoga panjang umur dan selalu bahagia, "


Diam memeluk gadis malang itu kedalam pelukan nya, Dian kerasa sangat dan teramat iba dengan nasib yang menimpa Nuna,


Namun Nuna sangat pandai menyembunyikan kesedihan nya kepada orang lain, Nuna hanya akan mengadu dan bermanja kepada Dian sangat pengasuh,


......................


"Kak Nuna...!, "


Nuna yang baru saja turun dari motor yang di kemudikan oleh Dian itupun sontak menoleh ke sumber suara yang memanggil nya,


Dari tempat nya berdiri ia melihat teman baik nya itu sedang melambaikan tangan nya dengan sangat lucu, Ia pun balas melambaikan tangan nya,


"Dek ngapain sih teriak-teriak gitu, Kamu manggil siapa?," Tanya Eza merasa bingung kala melihat adik nya itu memanggil nama seseorang,


" Itu kak Nuna, Yang Echa perna ceritain, Masa Mas Eza nggak kenal kak Nuna kan kakak kelas kita, " Echa memincingkan matanya memandang sangat kaka,


" Mana Mas tahu, Mas kan nggak main sama anak perempuan," Jawab Eza enteng, sembari menyalim tangan Abang nya kemudian turun dari mobil,

__ADS_1


"Yang mana sih? kali aja aku kenal orang nya. cantik nggak Dek?, " Andra yang baru saja selesai memperbaiki tatanan rambut nya itupun ikut bersuara,


"Mau ngapain emang kalo dia cantik?, " Selidik Re, Sejak tadi hanya diam sambil memperhatikan kelakuan adik-adik nya itu,


"Cantik dong.., Abang..nggak turun dulu kah? entar Echa kenali sama kak Nuna nya, "


" Nghak. Abang keburu terlambat nanti kalau turun dulu, Sini salim dulu setelah itu masuk kelas ya, Ingat jangan banyak ulah, jalan nya hati-hati jangan sampai Mami di panggil gurumu lagi oke..!, "


Re selalu mewanti-wanti adik bungsunya itu, setiap paginya sebelum masuk sekolah, Sebab sangat adik itu terlalu aktif dan tidak mau diam,


Maminya sudah kenyang hampir setiap minggu selalu dapat panggilan kesekolah, karena ulah adik bontot nya itu,


Echa yang berjalan tidak lihat-lihat dan terburu-buru itu sering sekali menyenggol teman nya hingga terjatuh dan menangis,


" Iya bang, " Jawab Echa seraya nyengir kuda,


"Eh Abang itu kak Nuna nya menuju kesini!, Yuk turun dulu,


Re menoleh ke arah yang di tunjuk sangat Adik hanya sekilas setelah itu ia kembali menatap adik adik nya,


" Eza.. Andra kalian jangan lupa ya jagain Adek, " Perintah Re sebelum ia menyuruh sangat supir untuk menjalankan mobil nya, jangan. sampai ia terlambat,


"Siap bang..!, " Kor keduanya, dengan mengangkat tangan mereka,


"Mba Lili titip adik-adik ya mba, "


"Iya Den Re aman, " jawab Lili yang menunggui Echa sampai dia pulang,


Nuna tiba di depan Echa setelah mobil Re sudah mulai berjalan,


Next.........


maafkan ya up nyo molor terus🙏


jangan lupa like nya ya sayang😍

__ADS_1


Terima kasih🙏


__ADS_2