
**Mohon maaf atas keterlambatan update nya ya reader tersayang,
Selamat membaca, semoga selalu suka🤗**
" Mau ngapain?" Pekik Rina Kala Tangan Dimas memegang lutut nya, dirinya yang pagi itu mengenak kan Dress yang panjang nya di bawah lutut malah membahayakan lutut nya kala terjatuh tadi akibat tertubruk badan Dimas yang Segede gaban bila di bandingkan dengan diri nya yang bertubuh mungil,
" Maaf, Nona. Ini lutut nya luka, " Tutur Dimas seraya berdiri dan berjalan ke arah mobil nya, dengan tergesah, Rina yang menyaksikan hal itu pun, Reflek memegang kedua lutut nya dan meringis kecil, ternyata benar luka,
Rina berdiri dan mengetuk pintu, Pagi ini dia ada janji sama Riri untuk membahas tentang sesuatu yang belum ia ketahui apa, Riri hanya menyuruh nya sebelum ke Ruko dirinya mampir terlebih dahulu ke rumah nya, Begitu pesan Riri semalam,
Dan setibanya di depan pagar Rumah Riri dirinya di tubruk oleh seseorang yang belum pernah ia lihat itu,
" Assalamualaikum..!" Tok! tok! tok!, Rina mengetuk daun pintu itu seraya memanggil Bi Nining,
" mau ngapain?, Sini saya obati dulu luka nya biar tidak infeksi," Ternyata Pria itu sudah Kemabli dari mobil nya, entah mengambil apa,
Rina yang baru akan mengulangi mengetuk pintu tersebut, Namun urung ia lakukan saat sebuah tangan menarik lengan nya begitu saja, Dan membawa nya duduk kembali di kursi teras,
" Ya ngetuk pintu lah saya ada perlu, sama Riri, " Tukas Rina sedikit Kesal, Terhadap pria di depan nya ini, main narik tangan sembarangan aja,
" Percuma saja kamu ngetuk pintu itu Nggak bakal di buka, Bos kamu masih sibuk ngurusin bayi besar nya saat ini,"
Tukas Dimas, ia tahu sebab Suara Arya yang menyahuti nya di balik telpon tadi sudah terdengar berat, sebagai seorang pria dewasa, Dimas sangat mengerti situasi apa yang telah terjadi kepada Bos kurang ajar nya itu, Walaupun Dirinya tidak pernah melakukan hal serupa kepada wanita yang pernah ia kencani, tetapi ia tahu saat seorang lelaki tengah tergulung ombak gairah,
" Hah.. Sibuk? bayi besar?" Rina spontan mengulang perkataan pria di depan nya itu, yang kini tengah menempelkan Plester pada lutut nya yang terluka, setelah mengolesinya dengan Betadine,
" Bukan nya Re.." perkataan Rina terhenti kala melihat Bi Nining yang baru memasuki pekarangan Rumah dengan sebuah kantong kresek di tangan nya, seperti nya wanita parubaya itu baru saja berbelanja sayur, terlihat dari kantong kresek transparan isi belanjaan wanita itu,
__ADS_1
" Ehh nak Rina, Sudah lama datang nya? Kenapa tidak langsung masuk saja, Pintuya tidak Ibu kunci ini, " Bi Nining masih berdiri di depan kedua nya dengan senyum ramah,
" Baru aja kok Bu, Aku ada janji sama Riri, mau membahas sesuatu katanya, aku di minta kesini dulu sebelum ke Ruko," jawab Rina dengan sopan,
Bi Nining mengangguk-angguk tanda mengerti, Kemudian Pandagan nya beralih menatap pemuda tampan yang duduk di samping Rina, seperti nya tidak Asing,
" Saya Dimas Bu, Asisten nya Bos Arya, " Tukas Dimas melihat wajah Bi Nining yang menyiratkan raut penasaran,
" Oh iya nak, Ibu lupa, maklum Ibu ini sudah tua, jadi sering lupa," Tukas nya sambil tersenyum, Ayo masuk dulu, Biar Ibu panggilkan Mami nya Re, " Sambung Bi Nining kemudian sambil mendorong pintu dan membuka nya lebar-lebar, mempersilahkan kedua orang itu untuk masuk,
" nggak usah di panggil Bu, tadi bilang Bos Arya sebentar lagi dia keluar," Bohong Dimas, jangan sampai Bi Nining mengganggu kegiatan Bos nya itu, bisa di potong semua nanti gaji nya,
.
Sementra itu di kamar.
" Arrggggh Sayang...., Arya meledak kan cairan hangat itu kedalam tubuh istri nya, kedua nya sudah bermandikan peluh di waktu yang masih pagi itu,
Arya melirik jam yang ada di dinding ruang ganti itu, Waktu sudah menunjuk kan pukul 8: 45, pagi itu udara masih dingin Namun tidak dengan mereka berdua, peluh sudah membanjiri kedua nya,
Riri masih menggalunkan keduantangan nya di leher Arya, mengatur nafas nya yang masih terengah-engah, setelah Suaminya itu menerbangkan nya melayang tinggi,
" Aku mau mandi.." Riri berkata dengan suara lemah nya, masih setia menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami,
" Iya sayang. Ayo kita mandi," Ucap Arya seraya meraup kembali Bo kong Riri yang polos dan kembali membawanya berjalan keluar ruang ganti tersebut, Tanpa melepaskan penyatuan mereka, Arya berjalan dengan selembar handuk labar yang menutupi tubuh polos kedua nya,
Riri menoleh box Re, dan mendapati putra nya itu yang masih setia dengan tidur nyenyaknya, Seperti nya bayi gembul nya itu sangat mengerti dengan keadaan kedua orang tua nya pagi itu,
__ADS_1
Setibanya di kamar mandi Arya membawa Riri tepat di bawa Shower dan memutar kran, sehingga Air dingin itu menerpa kedua nya,
" Mas, Sudah lepas, Aku mau mandi mba Rina pasti sudah datang ini, " Riri memberontak dalam pangkuan Suaminya, agar melepaskan penyatuan mereka, Tenaga nya sudah habis terkuras akibatbperbuatan Suami mesum nya itu, Yang katanya ingin mengobati nya itu, Ternyata hanya modus belaka,
" Jika kamu berontak seperti ini Dia akan kembali bangun, Apa kamu tidak merasakan nya, " Bisik Arya di telinga Riri sambil mengulum nya, membuat tubuh Riri kembali bergetar, Karena ulah sami nya itu,
" Sudah mas, Aku capek," Rengek nya, Posisi mereka masih sama, Arya belum melepaskan penyatuan mereka, bahkan dengan gerakan perlaha Arya kembali mengulangi kegiatan mereka di ruang ganti tadi, Dengan menengelamkan wajah nya di dada penuh sang istri,
Ahh rasanya Jika urusan di kantor tidak mendesak, dirinya akan mengurung istri nya itu di kamar seharian, dan tidak membiarkan istrinya itu turun dari ranjang,
.
Di ruang makan,
" Silahkan Nak, di minum kopi nya, Bi Nining meletak kan cangkir kopi dan sepiring bakwan yang masih mengepulkan asap itu,
" Terima kasih Bu, Maaf ngerepotin, " Tukas Dimas, dengan tersenyum ramah kepada wanita parubaya yang baik itu, sedikit melirik Rina yang duduk di samping nya sedang mengulir layar Ponsel nya,
" sama-sama, Tidak merepotkan sama sekali kok. Ibu malah seneng ada kalian," Tuas bi Nining,
Setelah sekian menit menunggu sang Bos, Yang tak kunjung keluar dari kamar nya, kedua orang berbeda jenis kelamin itu akhirnya menerima tawaran Bi Nining yang mengajak mereka berdua ke ruang makan untuk sarapan bersama nya,
.
bersambung.....
jangan lupa like nya ya bestie 🤗
__ADS_1